An excuse

11 07 2009

Dear kawan,

Aku sudah pasrah kalau blog-ku ini lama-lama ditinggalkan pembacanya…. habis mulai jarang di update….. Maap, maap….  Kalau alasannya sibuk, pasti orang pikir aku “sok” sibuk sekali… Hm, tapi suerr… dua minggu belakangan ini banyak deadline yang harus dikejar. Terpaksa blog-ku jadi anak tiri… Ada dua proposal penelitian besar dengan deadline yang berdekatan (tgl 6 dan 7 Juli)… yang satu malah hal yang sama sekali baru, jadi mesti baca-baca dan cari-cari sumber literaturnya dulu. Ceritanya lagi ada keinginan untuk memulai penelitian di bidang farmakogenetik/genomik, mumpung ada tawaran grant lumayan besar…. jadi dicoba saja. Syukur berhasil, kalau tidak ya nanti diperbaiki lagi. Kebetulan ada mitra luar negeri yang mau bekerja sama. Yang satunya adalah  penelitian lanjutan tahun kedua, tetapi proposal tahun kedua ini harus segera disubmit-kan minggu ini dan nantinya dipresentasikan di Serpong pada tg 21-23 nanti. Yang ini agak repot juga karena bermitra dengan sebuah perusahaan farmasi besar, jadi perlu kontak-kontak intensif. Hm… doakan saja bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat buat orang banyak. Amien. Penelitian lain yang sedang berjalan dan mesti dipikirkan pelaksanaannya adalah yang berkolaborasi dengan sensei (profesorku) di Jepang. Aku mesti kontak-kontak beliau untuk mengatur segala sesuatunya. Butuh waktu dan fokus pemikiran jugalah….

Tau tidak, kawan, …. kejelekanku itu adalah “hobby” bikin proposal penelitian hehe…. rasanya kayak ada tantangan tersendiri ketika mengejar deadline. Dan klimaksnya adalah ketika proposal diterima dan mendapatkan grant setelah berkompetisi dengan puluhan mungkin ratusan proposal lainnya. Rasanya puas banget.  Tapi setelah itu ya mumet sendiri hehe….. bagaimana melaksanakan beberapa penelitian dalam waktu hampir bersamaan. 

Apakah proposal penelitianku selalu bisa tembus mendapatkan grant? Tentu saja tidak…….  Pernah dalam setahun aku apply 5 proposal penelitian yang berbeda dari sumber dana yang berbeda, tapi yang nyantol cuma dua. Tapi taukah kalian caranya untuk TIDAK PERNAH GAGAL?  Caranya adalah dengan TIDAK pernah MENCOBA, maka kamu tidak pernah gagal. Tapi…. kamu juga tidak pernah berhasil hehe…  Jadi kalau mencoba dan gagal, itu wajar. Kalau kita rajin dan tidak patah semangat mencoba, masak iya sih Allah tega membiarkan kita gagal terus…. pasti satu dua usaha kita akan berhasil. Tentunya harus diiringi permohonan kepadaNya untuk diberikan hasil terbaik. Begitulah prinsipku.

Deadline ketiga adalah proposal IMHERE UGM tgl 7 Juli. Aku sebenarnya take a small part saja dalam keseluruhan proposal, membuat beberapa TOR, tapi yah perlu dipikirkan juga, karena bermain dengan duit dalam jumlah tidak main-main.

Deadline keempat adalah laporan hibah pengajaran STAR dari UGM. Ceritanya aku mendapatkan grant untuk metode pengajaran yang disebut STAR (Student-Teacher Aesthetic Role Sharing). Itu semacam inovasi metode pembelajaran yang meningkatkan pembagian peran yang serasi antara dosen dengan mahasiswa. Aku berinovasi dengan membuat milis untuk semua peserta kuliah dan diskusi online, sehingga mahasiswa bisa berdiskusi dengan dosen atau teman tanpa dibatasi dinding kelas atau waktu. Besok Senin tgl 13-14 Juli ini ini akan dilokakaryakan dan dipresentasikan hasilnya. Jadi minggu ini mesti ngebut bikin laporannya.

Urusan “kecil-kecil” lainnya adalah koreksi ujian-ujian, menguji skripsi dan thesis, dll, yang juga butuh waktu sendiri untuk membaca,  dll. O,ya.. minggu lalu juga diwarnai dengan sedikit kenaikan adrenalin, gara-gara anakku yang sulung berkompetisi mencari SMP. Penerimaan SMP Negeri di Yogya memakai sistem real time online (RTO). Sebenarnya nilainya UAN-nya lumayan sih, tapi sayangnya kami berdomisili di Kabupaten Sleman, walaupun secara fisik ya sudah termasuk Yogya, sehingga dianggap calon siswa dari luar kota. Berdasarkan peraturan Walikota, quota untuk siswa luar kota adalah 20% dari total siswa yang diterima. Jadilah persaingan sangat ketat karena quotanya kecil. Namun alhamdulillah, Afan masih bisa diterima di SMP Negeri 1. Jadilah hari ini tadi pagi aku mengantar dia untuk pengarahan menjelang MOS (masa orientasi siswa) besok Senin. Afan dan teman-temannya dikumpulkan di Aula sekolah, diberi pengarahan oleh Waka Kesiswaan, lalu dilanjutkan acara dengan kakak-kakak kelasnya para aktivis OSIS.

Melihatnya, melayangkan ingatanku pada puluhan tahun lalu ketika aku masih jadi aktivis OSIS di SMP. Malah jadi Ketua OSIS lho… hehe. Masa-masa yang menyenangkan. Masa cinta monyet pula, hehe…… Tapi sebagai orangtua, aku tentu tidak bisa lagi menyamakan keadaan sekarang dengan jaman aku sekolah dulu. Dulu aku aktif di pramuka (sampai tingkat nasional), baris-berbaris (jadi komandannya), jadi pelajar teladan, dll. Aku tidak bisa memaksakan anak-anakku harus seperti aku dulu. Maklum, keadaannya sudah jauuh… berbeda. Dulu belum banyak game, internet, belum banyak aneka hiburan. Lha anakku itu modelnya santaai banget…. hobby-nya main. Waktu pilih SMP, pilihan pertamanya adalah SMPN 8. Alasannya? Dekat KFC… jadi kalau pulang sekolah bisa makan dulu di KFC… walah…. Ketika kutanya mengapa tidak pilih SMPN 5 yang paling ngetop di Yogya, … hm..katanya tidak dekat dengan apa-apa yang menarik. Ya sudah……

Wah, sory… aku cerita ngalor ngidul…

Disela-sela itu, hari-hari belakangan ini aku masih harus mengorganisir workshop yang akan diselenggarakan sebentar lagi tentang Molecular Toxicology, tgl 16-18 Juli 2009. Pembicara/instrukturnya dari Belanda, yaitu Prof Nico Vermeulen. Ayo pada ikutan….. aku kasih diskon gede-gedean lho! Selain itu, aktivitas di Fakultas lagi lumayan tinggi karena kami mendapatkan pendanaan dari DIPA untuk menuju World Class Research University di mana aku menjadi Ketua Task Force-nya. Jadi banyak workshop-workshop atau seminar-seminar untuk peningkatan fakultas menuju level internasional. Belum lagi aktivitas pengembangan kurikulum untuk S1 internasional, profesi, dan S2, di mana aku terlibat dalam ketiga kegiatan tersebut. Jadi deh.. waktuku habis juga dari rapat ke rapat…..

Hehe… sory nih, aku sengaja cerita panjang begini untuk “excuse” atas terbengkalainya blog-ku ini (termasuk permintaan mengajar di luar kota yang belum sempat aku penuhi, maaf). Tentu tidak karena kesengajaan. Bagaimanapun blog-ku ini sudah mengantarku bertemu kawan-kawan dari berbagai penjuru dunia. Salah satunya adalah dengan Mbak Hartati Nurwijaya yang berdomisili di Yunani, sampai kami bisa nulis buku bareng tentang Bahaya Alkohol . Alhamdulillah, sudah ada penerbit besar yang menerima naskah buku kami untuk diterbitkan dalam waktu tak lama lagi (Insya Allah, mudah-mudahan tidak batal). Wah, salut deh sama Mbak Tati. Beliau nih penulis beneran yang juga sangat proaktif untuk memasarkan bukunya. Aku harus belajar banyak dari beliau. Launching buku kami pun sudah direncanakannya menjadi sebuah roadshow dan Kampanye Bahaya Alkohol di beberapa kota besar di Indonesia. Insya Allah, mudah-mudahan semua lancar. Amien. Lha..aku tuh kalau nulis buku ya sudah, urusan pemasarannya dipasrahkan saja ke penerbitnya. Dasar gak punya bakat bisnis hehe….

Hm.. sudah dulu ya,… Maap, kali ini tulisan ngalor ngidul saja…. mudah-mudahan maklum.

Please forgive me….





INTERMEZZO : How about achieving 101% ?

10 03 2009

Dear all,

Ini aku peroleh dari sebuah sumber….. tapi asyik juga disimak. Kata orang jawa, otak-atik gathuk……: Kiat mencapai the top achievement (101%).

What Equals 100%?

What does it mean to give MORE than 100%?

Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?

We have all been in situations where someone wants you to GIVE OVER 100%.

What equals 100% in life?

Here’s a little mathematical formula that might help answer these questions:

If: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z  is represented as:

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.

If: H-A-R-D-W-O- R- K   –> 8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%

And: K-N-O-W-L-E- D-G-E –> 11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%

But: A-T-T-I-T-U- D-E –> 1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%

THEN, look how far the love of God will take you:

L-O-V-E-O-F- G-O-D –> 12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%

Therefore, one can conclude with mathematical certainty that: While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will get you there, It’s the Love of God that will put you over the top!

It’s up to you if you share this with your friends & loved ones just the way I did..





Menyambut “kiamat” 2012….

15 01 2009

Asli,..   tulisan kali ini agak nyeleneh dan sekedar omongan ngalor ngidul,… tapi pengen aja aku menulis tentang ini, karena kebetulan lewat di kepalaku…

Belakangan agak sedikit ramai berita/ramalan akan terjadinya kiamat pada tahun 2012. Tak kurang banyak ahli yang angkat bicara dan memberikan komentar dengan latar belakang keahlian masing-masing, dari aspek astronomi, aspek geofisika, aspek sejarah, spiritual, dll. Ada yang bilang bahwa kiamat 2012 nanti bukan merupakan kiamat sebenarnya, .. tapi akan ada suatu peristiwa besar yang menghancurkan bumi sehingga akan menyisakan hanya sekitar 40% penghuni bumi saja, dan itu merupakan seleksi sang Kuasa, di mana  yang akan tersisa adalah orang-orang yang baik-baik. Bumi akan “dimurnikan”. Hmm…. aku yang lagi lumayan pusing terlibat dalam penyusunan proposal pengembangan fakultas/universitas sampai 4-5 tahun ke depan jadi mikir…… ” Wah, ngapain ya repot-repot diskusi sampai maghrib/kadang malam dalam 2 minggu terakhir ini memikirkan masa depan universitas/fakultas kalau bentar lagi mau kiamat …. hehe….”

Tapi, terlepas percaya apa tidak dengan “ramalan” tersebut, ….. kenapa sih mesti takut dengan kiamat ? Bukankah setiap orang pasti juga akan mengalami “kiamat kecil”, ketika ia dianggap sudah cukup waktunya di dunia dan Sang Pencipta memanggilnya ? Aku jadi ingat tulisanku dulu tentang “peraturan baru” Malaikat Izroil. Kalau sudah ditetapkan, katakanlah kita hidup tinggal 4 tahunan lagi (th 2009-2012),… maka sebenernya kan itu malah memacu kita untuk jadi orang yang baik…  “Wah, waktuku tinggal sebentar nih, padahal kum kebaikanku masih sedikit,”.. kan gitu. Jadi, kalau mau percaya juga ngga rugi hehe……

Dan ini adalah salah satu yang menginspirasiku untuk jadi orang yang baik…. hehe.. Katanya, orang yang paling baik itu yang banyak manfaatnya bagi orang lain. Jadilah aku mengubah sedikit pandanganku terhadap apa-apa yang akan aku bagi untuk orang lain…. Sebelum ini, aku agak sedikit pelit memberikan file-file bahan kuliahku pada mahasiswa. Sebagai gantinya aku masih berbaik hati memberikan hard copy hand out di awal kuliah, supaya mahasiswa bisa mengikuti kuliah dengan lebih mudah. Lha, susah-susah je bikinnya, kok mau dikasihkan… Masalahnya urusan etika di sini masih agak loose…. Bisa jadi file bahan kuliah yang susah-susah dibuat, tinggal diganti namanya, terus diakui sebagai miliknya, dan digunakan untuk kuliah di tempat lain misalnya…… Hmm… nggak rela, nggak rela……

Tapi…. kayaknya aku sekarang sedikit berubah pikiran… Apa salahnya aku upload file-file kuliahku di blogku, bahkan contoh soal ujiannya sekalian…  (see : http://zulliesikawati.staff.ugm.ac.id/?page_id=98), walau mungkin belum sempat semuanya diupload. Kalau itu bermanfaat, kan itu bisa jadi (mudah-mudahan) sumber pahala buatku ….(amien). Terserahlah, apakah mereka akan berterimakasih padaku atau tidak, dan bagaimana mereka akan menggunakannya, itu bukan urusanku.. Dan kata Mario Teguh, itu tergantung bagaimana pendidikannya di rumah hehe….. dan urusannya sendiri dengan yang akan mencatat amal baik dan buruk.

Jadi, marilah kita sambut “kiamat” 2012 (entah jadi maupun tidak), dengan berbuat baik…. memberi manfaat sebanyak-banyaknya buat orang lain dengan ikhlas, apapun profesinya, dengan apapun caranya  yang kita bisa…..

See you in the Heaven (Insya Allah, Amien…..)





Live begins at 40……. ?

5 12 2008

Hari Selasa yang lalu ketika membuka loker surat, aku menjumpai surat dari Gadjah Mada Medical Center (GMC) yang berisi ucapan selamat ultah dan undangan untuk medical check-up gratis di GMC. Wah, iya ya….. bentar lagi aku ultah ke 40. Whats !?? Empat puluh tahun…..?  Yah, usiaku hampir berkepala empat sekarang.

Dan pagi tadi aku sempatkan untuk memanfaatkan fasilitas medical check up gratis di GMC. Lumayan cepat, karena aku datang jam 07.30an sehingga belum banyak yang antri. Ambil sampel darah, urin, pemeriksaan EKG, dan pemeriksaan fisik. Alhamdulillah, sejauh ini sih tidak ada keluhan yang berarti, hanya kok sekarang mulai agak pelupa ya ?…. hehe.. Mau ngomong sesuatu mikirnya agak lama. Dan kayaknya sudah mulai perlu pake kacamata nih….

Ada ungkapan di dunia barat bahwa : Live begisn at 40.. Hmm. Apa ya yang perlu mendapat perhatian di usia 40 tahun? Usia 40 sering digambarkan sebagai usia matang seseorang, di mana orang sering menggunakan usia 40 tahun sebagai tonggak untuk suatu pencapaian dalam hidup. Pada umumnya seseorang mencapai kondisi fisik puncaknya pada usia 30-40 tahun, yang kemudian akan mulai menurun lagi sesuai usia. Itu makanya di UGM, mereka yang (akan) berusia 40 th diberi fasilitas medical check up, agar para dosen/karwayan tetap aware terhadap kesehatannya. Kalian juga demikian, Teman,… kalau ada kesempatan (waktu dan uang), sesekali cobalah untuk medical check up, nggak perlu nunggu sakit dulu….  Lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Dari sisi psikologis, usia 40 tahun juga umumnya merupakan usia matang di mana seseorang bisa memberikan performance puncaknya dalam pekerjaan, yang diharapkan akan tetap bertahan sampai usia 50-an, untuk kemudian secara perlahan beralih pada generasi yang lebih muda. Ini saatnya merenung, apa-apa yang semestinya dicapai dan dilakukan pada usia 40 tahun dan selebihnya… untuk keluarga, untuk pekerjaan, untuk dirinya sendiri sebagai hamba Allah.

Alhamdulillah, pada usia menjelang 40 ini Allah memberi kesempatan padaku untuk mencapai hal-hal yang mungkin diharapkan banyak orang …. keluarga yang menyenangkan, rumah dan kendaraan yang memadai, gelar doktor, kesempatan berhaji, pekerjaan yang mapan dan kusukai… Apa lagi? Tapi orang memang selalu “sawang-sinawang”, tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki, menginginkan lebih baik, lebih banyak, nomer satu, dst……..  Inilah yang harus lebih dikelola. Dengan kemapanan di usia 40, mungkin orang akan menjadi sombong, mulai merasa senior sehingga tidak mau mendengar yang junior, merasa lebih, dst. Padahal di atas langit masih ada langit…..

Kuncinya bersyukur saja, ikhlas, berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik dan lebih sujud kepada sang Pencipta. Hidup berlebihan harta juga tidak nyaman, takut dicuri orang, takut ditipu, dst. Paling enak itu hidup yang pas-pasan saja… Pas butuh mobil, bisa beli. Pas perlu rumah,  ada yang memberi….  Pas pengin makan enak, ada yang nraktir. Pas pingin piknik ke luar negeri, ada yang ngajak…. hehe….

Well, happy birthday to me…….





Ya Allah, hamba berlindung dari kejahatan mahlukMu…

4 12 2008

Menjelang sore ini, via chatting, dik Agung (seorang dosen Farmasi UGM juga) menceritakan bahwa namanya dicatut untuk menipu orang, dengan modus operandi bahwa mobilnya mengalami kerusakan dan perlu pinjaman uang untuk perbaikan, dan minta ditransfer melalui ATM. Aku tanyakan apakah kiranya si penipu itu mengenal Agung, nampaknya tidak. Tapi si penipu itu nampaknya tahu benar alamat dan keberadaan dosen tersebut, yang diperkirakan mungkin diperoleh dari website fakultas (dia menduga demikian). Pak Agung itu kebetulan sedang studi di luar negeri, sehingga sulit dikonfirmasi, dan itulah yang menjadi tujuan penipu tadi, supaya sasaran penipuan tidak bisa mengkonfirmasi langsung dengan yang namanya dicatut.

Hmm… kalau dipikir-pikir, kejahatan sudah mulai ada sejak manusia ada, yang disebabkan karena godaan setan. Dan saat ini kejahatan sudah sangat bervariasi modus operandinya. Tentu kita harus waspada, walaupun juga tidak perlu menjadi paranoid..  AKu teringat akan blog-ku ini, yang bagai bercerita banyak tentang apa dan siapa aku. I enjoy having my blog. I got a lot of friends, a lot of experiences, a lot of stories. Kalau ada orang yang memanfaatkannya untuk kejahatan, mungkin akan sangat mudah. Tapi haruskah separno itu? (paranoid maksudnya… bukan Mas Parno lho, yo..).  Akhirnya aku hanya bisa bersandar pada satu-satunya pelindungku, yaitu Allah. Aku termasuk yang meyakini bahwa tiada satupun musibah dapat menimpa kita, kecuali atas ijin Allah.  Dan musibah itu, baik berupa sakit, kehilangan harta, kecelakaan, dll, adalah karena kesalahan kita sendiri, baik langsung atau tidak langsung. Jika kita mendapat musibah, maka semestinyalah kita introspeksi pada diri sendiri, adakah hal-hal yang kita lakukan yang kurang berkenan di mataNya sehingga Dia mengingatkan kita dengan suatu musibah. Dan mohon ampunlah, karena Allah akan mengampuni sebagian besar dosa-dosa kita, jika kita benar-benar memohon.

” Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar kesalahan-kesalahanmu”  (QS Asy Syuura 30)

“Tidak ada ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.” (QS At Taghaabuun 11).

Insya Allah, blog-ku ini tidak bermaksud untuk sombong atau riya…. tapi mudah-mudahan menjadi manfaat dan catatan amal baik. Jika aku merasa senang bahwa ada yang suka membaca tulisanku, Insya Allah itu bukan riya, tapi lebih sebagai kepuasan batin telah berbuat sesuatu yang kuanggap bermanfaat. Dan jika kita selalu mohon perlindungan dan berserah diri, Insya Allah, Allah akan melindungi kita dan keluarga kita dari musibah dan kejahatan mahlukNya. Amien.





Be yourself ….. (evaluasi tentang blog)

24 11 2008

Suatu kali aku pernah agak malas menulis di blog. Dan pertanyaan yang pernah kutanyakan pada diriku sendiri muncul lagi : untuk apa punya blog?

Aku mencoba mengingat-ingat niatku punya blog dan bahkan mengorganisir pelatihan pembuatan blog buat teman-teman sekantor. Yah, tujuannya memang memperkenalkan diri kepada dunia… katanya: tak kenal maka tak sayang. Blog merupakan media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan berbagai idea atau pikiran, pengalaman, renungan, syukur ada yang tertarik ngajak kerjasama atau gimana, atau mau ngirim uang hehe….

Tapi aku kok jadi “riya” ya…. Aku jadi “tidak tulus” lagi menulis…. aku jadi berharap pujian, juga jadi suka melihat statistik blog-ku, banyak ngga ya yang nge-hit…

Lho, kok gitu sih?

Yang kedua, dengan latar belakang di bidang farmasi, maka kebisaanku menulis terutama adalah tentang obat-obat dan masalah kesehatan. Tapi ketika aku lihat begitu banyak blog atau website lain tentang informasi obat dan kesehatan, aku juga jadi berpikir lagi…. untuk apa ya aku nulis…. sudah banyak kok informasi seperti itu.

Aku mencoba mengevaluasi lagi niatku…

Dan yah, kutau yang kumau…

Aku tetap akan menulis sebisaku. Bagus atau tidak, dapat pujian atau tidak, bukan masalah. Dan prinsipku adalah… be yourself. Jadilah dirimu sendiri. Tulislah dengan gayamu sendiri, jangan sekali-sekali melakukan plagiarisme, atau mengambil tulisan orang lain dan mengakukan sebagai tulisan sendiri. Nggak usah memaksakan diri kalau sedang nggak mood. Dan alhamdulillah, selama ini yang kutulis adalah buah pikiran atau bacaanku sendiri dari berbagai sumber yang kutulis dengan versiku. Ada yang fresh, ada yang pernah kusampaikan dalam sebuah forum.

Dan kedua,… luruskan niat. Niatku adalah berbagi ilmu… mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi orang lain. Mudah-mudahan Allah ridho dan syukur-syukur bisa menjadi catatan amal baik buatku. Amien. Kalau ada “efek samping” misalnya ada yang memintaku jadi pembicara atau konsultan tentang kefarmasian di suatu forum, aku juga ngga nolak kok…….





Mozaik hidup di Jepang (3): Harakiri…

20 11 2008

samurai seppukuSuatu hari ketika masih tinggal di Jepang, kami dikejutkan dengan sebuah berita bahwa ada teman Indonesia yang belajar di Hiroshima meninggal karena bunuh diri. Konon kabarnya itu merupakan usaha bunuh dirinya yang ketiga dan sukses, setelah sebelumnya mencoba menggunakan cara lain dan gagal. Caranya yang berhasil itu (katanya) adalah dengan menutup semua pintu dan jendela di labnya dan membuka saluran-saluran gas, dan ia meninggal karena menghirup gas-gas tersebut. Tapi persisnya sih kami tidak tahu.

Bunuh diri? Hm… apa dia ketularan orang Jepang? Orang Jepang terkenal punya kebudayaan bunuh diri. Konon dulu para pendekar samurai melakukan harakiri (bunuh diri) untuk mempertahankan kehormatannya. Harakiri berasal dari kata hara = perut, dan kiri = memotong. Para pendekar samurai dulu melakukan bunuh diri dengan menusuk perutnya dengan samurainya. Dari pada mati terbunuh oleh musuh, lebih terhormat mati dengan tangan sendiri, begitu barangkali. Istilah harakiri sendiri tidak lagi banyak dipakai di Jepang utk menyebut bunuh diri, mereka lebih banyak menggunakan kata “seppuku”.  Bahasa Jepang yang lebih populer untuk bunuh diri secara umum adalah jisatsu.

Hal ini merupakan fenomena menarik mengingat bahwa Jepang termasuk salah satu negara maju di dunia yang menghasilkan banyak pemenang Nobel. Pada tahun 2000, angka kematian akibat bunuh diri di Jepang mencapai 25 orang per 100.000 penduduk, jauh melebihi Inggris (7,4 per 100.000) dan Amerika (12 per 100.000). Pada tahun 2007, terdapat sebanyak 30.093 kasus bunuh diri yang dilaporkan, meningkat 2,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Para “pebunuh-diri” di Jepang umumnya orang dewasa muda, dengan usia berkisar 25-39 tahun. Dan pada kisaran usia 40-54 tahun pebunuh diri didominasi oleh pria, yang diduga terkait dengan masalah kehilangan pekerjaan atau resesi ekonomi. Sedangkan pada usia remaja (15-24 th), alasan bunuh diri kadang bisa sangat sepele dan naif…. artis idolanya bunuh diri, ia ikut bunuh diri. Olala…. mengapa ya bisa terjadi demikian ?

Jika harakiri dulu dilakukan para pendekar samurai untuk mempertahankan harga diri dan kehormatan, bunuh diri jaman sekarang lebih bervariasi motifnya. Motif utama antara lain adalah malu. Pernah ada pejabat tinggi Jepang yang bunuh diri karena tuduhan korupsi yang sebenarnya belum terbukti.  Daripada malu masuk penjara mungkin, lebih baik bunuh diri. Motif berikutnya adalah putus asa. Sebuah laporan terbitan British Medical Journal menyebutkan bahwa pada golongan usia 40-54 tahun, upaya bunuh diri sering terkait dengan urusan pengangguran atau resesi ekonomi. Koran Jepang Asahi Shinbun tgl 27 sept 2008 melaporkan bahwa berdasarkan laporan dari Kementrian Pertahanan, angka bunuh diri pada personil Departemen Pertahanan di Jepang mencapai 34,4 per 100.000 penduduk pada tahun fiskal 2007. Dari sekian itu, 22% kasus disebabkan karena mereka tidak bisa bayar hutang, sisanya karena kekerasan oleh seniornya, dan 50% lebih motifnya tidak diketahui.

Ada fenomena lain yang menarik dalam hal motif bunuh diri orang Jepang, yaitu sebagai ekspresi bentuk tanggung-jawab, yang diistilahkan dengan inseki-jisatsu. Bunuh diri dengan motif sebagai bentuk tanggung-jawab ini justru banyak dilakukan oleh orang-orang dengan kedudukan sosial yang tinggi, seperti direktur perusahaan, politisi, kepala sekolah, dll. yang biasanya menjadi penanggun-jawab dari suatu aktivitas besar. Kegagalan dalam mengelola perusahaan sehingga menyebabkan bangkrut misalnya, atau musibah di sekolah yang menyebabkan terjadinya kematian siswa, bisa menyebabkan direktur perusahaan atau Kepala Sekolahnya bunuh diri. Inseki-jisatsu ini juga bisa terjadi di lingkip keluarga. Sering diberitakan seorang ayah bunuh diri karena putranya tertangkap melakukan perbuatan kriminal. Di samping malu, itu adalah bentuk tanggung-jawabnya yang gagal mendidik anak sehingga anaknya melakukan tindakan kriminal. Menariknya, nampaknya tudak ada upaya-upaya pencegahan bunuh diri ini karena nampaknya dianggap hal biasa dan diterima secara sosial dan budaya di Jepang.

Modus operandi bunuh diri juga bermacam-macam. karena memang cara bunuh diri sekarang lebih bervariasi dan canggih hehe…. Ada yang terjun dari gedung tinggi (ini cukup banyak), menabrakkan diri ke kereta yang berjalan, menembak diri, dll. Sampai-sampai di stasiun KA perlu diberi detektor pencegah bunuh diri. Bandingkan dengan kasus bunuh diri di Gunung Kidul yang juga cukup banyak di Indonesia. Kebanyakan mereka bunuh diri dengan gantung diri atau minum racun serangga.. lebih kuno dan konvensional hehe…..

Yah, bunuh diri diyakini oleh para penganut agama monoteis sebagai tindakan berdosa. Tapi nampaknya orang Jepang memang tidak menganut hal ini. Aku melihatnya sebagai suatu keputus-asaan karena merasa tidak ada jalan lain yang lebih baik, mereka tidak memiliki tempat bergantung yang mereka yakini, dan tidak ada tujuan hidup yang lebih berarti. Agama bagi mereka sangat pragmatis, mana yang enak ya dipakai. Mereka bisa merayakan kelahiran bayi menurut ajaran Budha, menikah dengan cara Kristen/katolik di gereja, dan memperlakukan orang meninggal dengan ajaran Shinto. Mereka menganut politeisme dengan banyak dewa, tapi ternyata banyak dewa tidak bisa menolong mereka mengatasi kesulitan hidupnya………

Bersyukurlah yang masih meyakini adanya satu-satunya penolong utama yaitu Allah SWT, yang tak akan memberi beban melebihi kemampuan umatNya… dan akan menolong siapapun yang memohon, dan mengampuni siapapun yang bertaubat.

Ya Allah, hanya padaMu hamba menyembah, dan hanya padaMu hamba mohon pertolongan…..