Mengenal meningitis..

9 02 2015

Dear kawan.

tulisan ini adalah re-publish dari tulisanku duluuu di blog yg sama dan di Harian Tribun, dengan sedikit modifikasi.

Sudah hampir setahun komedian terkenal Olga Syahputra diberitakan dirawat di RS di Singapura, yang katanya terkena meningitis dan kanker getah bening (note: tgl 27 Maret kmrn diberitakan telah dipanggil Allah SWT ke haribaanNya). Demikian juga penyanyi Ashanty, pernah diberitakan masuk RS karena meningitis. Beberapa pasien ada yang bertahan hidup setelah terinfeksi meningitis, sementara pasien yang lain meninggal. Kok menyeramkan ya? Apa itu meningitis? Bisakah kita menghindarinya? Bagaimana pengobatannya ? Artikel ini mencoba mengupasnya.

Radang selaput otak dan penyebabnya

Infeksi ardangs elaput otak

Infeksi radang selaput otak

Meningitis adalah istilah medis dari radang selaput otak (meninges = selaput otak), yaitu radang pada selaput yang melingkupi otak dan korda spinalis (bagian dari sistem saraf pusat). Umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri. Sangat penting untuk mengetahui penyebabnya apakah karena virus atau bakteri, karena keparahan penyakit dan pengobatannya akan berbeda tergantung penyebabnya. Meningitis akibat virus biasanya lebih ringan dan dapat hilang sendiri tanpa pengobatan spesifik. Tetapi meningitis akibat bakteri umumnya sangat parah dan dapat menyebabkan kerusakan otak, hilangnya pendengaran, dan gangguan kognitif, bahkan kematian. Pada meningitis akibat bakteri, sangat penting pula mengetahui macam bakteri penyebabnya, sehingga dapat dipilihkan antibiotika yang sesuai.
Sebelum tahun 1990an, Haemophilus influenzae type b (Hib) merupakan bakteri penyebab utama meningitis bakterial. Karena itu, pada anak-anak umumnya perlu diberikan vaksinasi Hib. Adanya vaksinasi Hib ini sekarang telah banyak menurunkan jumlah kasus infeksi Hib pada anak-anak. Dan sekarang, penyebab utama meningitis adalah Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis. Selain itu, bakteri penyebab ketiga meningitia adalah Listeria monocytogenes (listeria), yang dapat ditemukan di banyak tempat, misalnya dalam debu dan makanan yang terkontaminasi, seperti keju, hot dog dan daging sandwich yang mana bakteri ini berasal dari hewan lokal (peliharaan). Belakangan bakteri Listeria ini sedang cukup ramai dibicarakan karena diberitakan mengkontaminasi beberapa jenis apel asal Amerika Serikat, yakni apel Gala dan Granny Smith.

Apa tanda dan gejala meningitis?

Gejala meningitis yg perlu diwaspadai

Gejala meningitis yg perlu diwaspadai

Gejala meningitis awalnya agak sulit dibedakan dengan gejala flu, sehingga kadang orang sering salah mengenali. Gejala umum meningitis pada mereka yang berusia di atas 2 tahun adalah demam tinggi, sakit kepala, lemah, dan kekakuan leher. Gejala ini bisa berkembang dari beberapa jam, atau mungkin sampai 1-2 hari. Gejala lain bisa berupa mual, muntah, tidak nyaman dengan cahaya terang, bingung, dan mengantuk. Pada bayi yang baru lahir atau anak-anak di bawah 2 tahun, gejala klasik seperti sakit kepala dan leher kaku seringkali agak sulit terdeteksi, karena mereka belum bisa menyampaikan keluhannya. Bayi dengan meningitis biasanya menunjukkan gejala lesu (kurang aktif), muntah, rewel, dan tidak mau makan. Dengan berjalannya waktu dan penyakit, maka pada pasien meningitis ( di segala usia) bisa timbul gejala berupa kejang-kejang.

Bagaimana diagnosa dan pengobatannya?
Diagnosis dan pengobatan secara dini sangat penting. Untuk mendiagnosis adanya bakteri penyebab meningitis, perlu dilakukan pengambilan sampel dari cairan spinal dengan cara tertentu (spinal tap). Jika bakteri penyebab telah diketahui, maka dokter akan memilihkan antibiotika yang paling sesuai untuk membunuh bakteri tersebut.
Beberapa antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter pada kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis antara lain golongan Cephalosporin (ceftriaxone atau cefotaxime). Sedangkan untuk meningitis yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes, pilihan antibiotikanya adalah Ampicillin, Vancomycin dan Carbapenem (meropenem), Chloramphenicol atau Ceftriaxone.
Pengobatan lainnya adalah untuk mengatasi gejala yang timbul, misalnya sakit kepala dan demam dengan analgesik-antipiretik, kejangnya dengan diazepam atau fenitoin, dan lain sebagainya.

Apakah infeksi bakteri tersebut dapat menular?
Ya, beberapa jenis bakteri meningitis dapat menular. Bakteri dapat menyebar dari satu orang ke yang lain utamanya melalui kontak dengan cairan respirasi atau tenggorakan (ludah, ingus, dll), misalnya dengan batuk-batuk, bersin, atau berciuman. Untungnya, tidak ada bakteri meningitis yang dapat menular semudah penularan virus flu. Juga tidak mudah menular hanya dengan sekedar berdekatan dengan pasien meningitis. Namun demikian, orang yang merawat pasien meningitis dalam waktu lama dan sering ada kontak langsung dengan pasien, apalagi jika ada kontak langsung dengan cairan dari mulut pasien, maka ada resiko untuk terkena bakteri yang sama. Untuk itu, jika perlu bagi keluarganya diberikan vaksinasi Hib.
The Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) merekomendasikan vaksinasi meningitis pada mereka berusia 11-18 tahun. Usia praremaja (11-12 th) merupakan usia terbaik sebelum dewasa untuk menerima vaksinasi meningitis. Karena kejadian meningitis dapat meningkat pada usia dewasa, mereka yang belum pernah divaksinasi meningitis disarankan mendapat vaksinasi seawal mungkin.

Apa itu meningitis viral?
Meningitis viral adalah meningitis yang disebabkan oleh virus, dan ini merupakan jenis terbanyak dari meningitis. Meningitis viral disebut juga meningitis aseptik karena tidak ditemukan adanya bakteri dalam darah pasien. Meningitis jenis ini umumnya ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari, dengan memperkuat daya tahan tubuh. Namun karena gejalanya mirip dengan meningitis bakterial, maka jika ada gejala-gejala serupa seperti yang disebutkan di atas, segera saja dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ada beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan meningitis viral, antara lain enterovirus (meliputi enteroviruses, coxsackieviruses, dan echoviruses), virus cacar, herpes virus (Epstein-Barr virus, herpes simplex viruses, dan varicella-zoster virus) virus campak, dan juga virus influenza. Namun untuk mengetahui apakah meningitis disebabkan oleh virus atau bakteri, tetap harus dilakukan uji kultur yang berasal dari cairan spinal pasien.
Pasien dengan meningitis viral umumnya tidak perlu pengobatan khusus, dan disarankan untuk istirahat total (bed rest), minum banyak cairan, dan pengobatan untuk mengatasi gejala saja, seperti analgesik antipiretik untuk mengilangkan rasa sakit (sakit kepala), dan menurunkan demam.

Apakah virus penyebab meningitis bisa menyebar?
Ya, virus-virus ini bisa menyebar dengan cara yang berbeda-beda. Enterovirus, yang merupakan virus penyebab meningitis terbanyak, paling sering tersebar melalui tinja penderita. Selain itu, virus ini dan virus lainnya seperti virus campak dan varicella-zoster juga dapat menyebar melalui kontak langsung maupun tak langsung dengan cairan pernafasan (air liur, ingus, dahak) dari pasien yang terinfeksi. Waktu yang dibutuhkan dari mulai terinfeksi virus sampai muncul gejala umumnya sekitar 3-7 hari.

Bagaimana caranya menghindari infeksi virus meningitis?
Beberapa cara di bawah ini dapat membantu menghindarkan dari infeksi virus meningitis:
1. Cuci tangan dengan baik dan sering, terutama mereka yang merawat atau berada berdekatan dengan pasien meningitis
2. Bersihkan permukaan-permukaan yang bisa terkontaminasi (misalnya handel pintu, remote TV, etc) dengan sabun dan air kemudian bilas dengan desinfektan atau cairan pemutih yang mengandung chlorine utk mencegah penyebaran virus
3. Tutupi mulut saat batuk, dengan tissue atau tangan. Jika menggunakan tissue, buang tisue ke tempat sampah, Jika menggunakan tangan, segera cuci tangan.
4. Hindarkan mencium pasien, atau berbagi gelas minuman, atau hal-hal yang mungkin menyebabkan penyebaran virus
5. Lakukan vaksinasi meningitis
Apa saja jenis vaksin meningitis?

Salah satu jenis vaksin meningitis

Salah satu jenis vaksin meningitis

Saat ini terdapat beberapa jenis vaksin untuk menangkal infeksi kuman Neisseria meningitidis, seperti misalnya jenis vaksin meningitis polysacharide (MPSV4) dan jenis vaksin meningitis conjugate (MCV4). Baik jenis vaksin dari MPSV4 ataupun yang dari jenis MCV4, keduanya adalah vaksin quadrivalent yang mengandung antigen untuk 4 jenis serotype kuman Neisseria penyebab penyakit meningitis, yaitu jenis serotype A, C, Y dan W135. Sedangkan serotype B yang juga dapat menyebabkan penyakit meningtis (sepertiga kasus penyakit meningitis disebabkan oleh serotype B ini) belum tercakup dalam semua jenis vaksin anti meningitis yang sudah beredar saat ini. Penelitian sedang giat dilakukan untuk nantinya ditambahkan antigen serotype B ini kedalam vaksin anti meningitis yang sudah mengandung 4 serotype (quadrivalent meningitis vaccines) ini.
Kelemahan dari vaksin jenis polisakharida ini adalah tidak bersifat T cell dependent immunity, sehingga mempunyai efektifitas yang rendah untuk bayi dan anak kecil berusia dibawah 2 tahun, juga tidak mempunyai efektifitas yang dapat bertahan lama (efek booster vaksin atau long term immunologic memory). Akibatnya vaksin meningitis jenis polisakharida ini hanya bisa diberikan pada anak yang telah berusia diatas 2 tahun dan orang dewasa, juga usia lanjut hingga diatas usia 55 tahun. Buat yang sudah menunaikan ibadah haji dan umroh bisa nyicil ayem karena pastinya sudah mendapatkan vaksinasi meningitis sebelum berangkat.

Demikian sekilas info tentang meningitis. Semoga bermanfaat.


Aksi

Information

3 responses

29 03 2015
aila

Trims infonya. Izin share ya prof

20 02 2015
SCTV

aku juga ucapakn terimakasih🙂

19 02 2015
Alamanda

Wahh, nice info gan. Ane jadi lebih mengenal penyakit ini nih. Thanks gan infonyaaa ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: