My notes in sweet December

13 12 2010

Dear kawan,

Tak terasa waktu berlalu bagai berlari… tau-tau sudah sampai di penghujung tahun lagi. Yaa,..sudah sampai bulan Desember lagi di tahun ini. Ya, Desember, kawan….. bulan yang manis. Desember menjadi istimewa karena itu adalah bulan kelahiranku, dan alhamdulillah…. bulan ini ada beberapa peristiwa istimewa pula (buatku). Kalau aku menulisnya di sini, itu sekedar untuk dokumentasi pribadi… barangkali bisa menjadi inspirasi. Sekali lagi, kawan…. blog ini bisa berisi apa saja, untuk refreshing,…jadi jangan berharap terlalu banyak mendapatkan hal-hal serius di sini…hehe..

Menyambut dua visitasi

Awal Desember ini diisi dengan “penyambutan” dua visitasi. Yang pertama adalah visitasi asesor BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) untuk Program Pasca Sarjana Ilmu Farmasi UGM dalam rangka akreditasi Program Pasca. Sebagai salah satu pengelola, aku tentu turut terlibat dalam banyak kegiatan di situ, bahkan termasuk menjemput asesor di Bandara, menyiapkan aneka dokumen pendamping borang akreditasi, dan tentu turut serta dalam diskusi-diskusi ketika acara visitasi. Wah….hari-hari yang cukup menegangkan….. bahkan pada hari kedua visitasi (4 Desember) acara berakhir sampai pukul 22.30 malam.. Hasilnya? Hmm… masih kita tunggu dengan harap-harap cemas. Just for info, lima tahun yang lalu Program Studi Pasca Sarjana Ilmu Farmasi UGM terakreditasi A…

Visitasi yang kedua adalah visitasi reviewer penelitian Insentif Riset dari Dewan Riset Nasional. Ceritanya tahun ini aku masih menjalani penelitianku yang dibiayai dari Kementrian Riset dan Teknologi untuk tahun kedua. Nah,…bertepatan dengan visitasi asesor BAN siangnya, Jumat paginya (3 Desember) ternyata kegiatan penelitianku “ketiban sampur” untuk ditengok (site visit) oleh reviewer dari Kementrian Ristek mewakili penelitian di bidang kesehatan. Wah, lumayan repot deh…. menyiapkan segala sesuatunya juga. Tapi alhamdulillah, semua berjalan baik dan tidak mengecewakan… Penelitian ini sendiri sekarang masih berjalan seperti yang aku tulis pada posting sebelum ini mengenai pengembangan obat herbal untuk anti alergi….. Doakan lancar yaah….

My birthday dan hadiahnya

Peristiwa istimewa lainnya di bulan ini adalah ulangtahunku. Hm, ya kawan…. tanggal 6 Desember lalu usiaku bertambah satu. Ada rasa syukur bahwa masih diberi usia sampai saat ini. Terimakasih ya, Allah… tapi juga rasa miris mengingat belum banyak yang aku perbuat dalam usiaku ini sebagai bekal menghadapNya kelak. Astaghfirullah….. mudah-mudahan masih sempat memperbaiki diri dan menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari. Yang membuat haru adalah ucapan selamat ultah dan doa-doa kawan-kawan yang kukenal secara khusus maupun yang tidak, melalui wall akun Face Book-ku. Terimakasih, kawan-kawan…. Seharian itu Black Berry-ku hampir setiap beberapa menit sekali berbunyi menandai adanya pesan masuk … Aku tidak sempat menghitungnya, tapi Face Book membantuku menandai jumlahnya… sekitar 500 lebih pesan ucapan selamat ulang-tahun diiringi doa. Alhamdulillah,…sungguh itu sebuah hadiah yang tak ternilai…. kaya akan teman yang mendoakan kebaikan….!! Terimakasih semuanya…. Oya, trimakasih juga buat kawan-kawan Mahasiswa S2 Ilmu Farmasi minat Sains Teknologi yang menyempatkan menyanyikan lagu Selamat Ulang tahun untukku di akhir kuliah………hehe…

Dari rumah, ucapan dan kecupan dari suami dan anak-anak, dan suasana riang esoknya ketika kami sekadar makan bersama sambil menemani anak-anak berenang di sebuah rumah makan yang dilengkapi kolam renang, merupakan hadiah ultah berikutnya.

Ada hadiah lain yang tak kalah indahnya, alhamdulillah… Di hari ultahku itu aku mendapat surat pemberitahuan dari Majelis Guru Besar UGM, bahwa draft buku yang aku tulis dan ajukan dinyatakan berhak mendapatkan insentif pada Program Insentif Penerbitan Buku Ilmiah Majelis Guru Besar UGM 2010. Jumlahnya? Lumayan banget laah….ngga perlu aku tuliskan di sini. Kalau buat nraktir makan di Kantin Fakultas Farmasi UGM dengan status “kenyang” ya bisa untuk nraktir 1000-1500 orang deh hahaha….. !!  Tapi yang bikin aku sangat excited sebenernya bukan cuma sekedar uangnya (walaupun itu juga), tapi ini merupakan monumen pencapaian/prestasi, semangat, dan kebersamaan…… Alhamdulillah, so sweet moment….!! Saat ini bukuku masih dalam proses lay out oleh sebuah penerbit, dan mudah-mudahan bukuku yang merupakan bukuku yang ke-enam ini bisa segera terbit dalam waktu dekat…. Oya, judulnya adalah Farmakoterapi Penyakit Sistem Syaraf….. Penting loh untuk dimiliki oleh para mahasiswa Farmasi dan ilmu kesehatan lainnya, serta sejawat apoteker …..(promosi duluan niih.. mau indent juga boleh hehehe….).

Makassar yang selalu ramah

Menjelang pertengahan Desember, ada peristiwa istimewa lainnya, yang kali ini kutemui di Makassar. Yah, kawan… tanggal 11-12 Desember ini aku mengikuti Kongres Ilmiah XVIII Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) di Makassar. Makassar bukanlah kota asing lagi buatku. Kemarin adalah kali ke-lima aku pergi ke Makassar. Kepergian pertama dan keduaku adalah untuk memenuhi undangan sebagai pembicara dalam Seminar di Universitas Hasanuddin. Kepergian ketiga dan keempat terkait dengan pelaksanaan penelitianku tentang epidemiologi genetik yang mengambil subyek penelitian orang Makassar.

Kawan,…. buatku Makassar selalu ramah. Selalu ada sambutan dan kebaikan teman-teman di Makasar selama aku di sana. Terimakasih, yaa…  Dan kali ini…. Makassar yang ramah tak mau kalah memberiku hadiah indah……. Apa itu? Di bawah ini catatan kecilku mengenai kepergianku ke Makasar.

Sabtu pagi 11 Desember, burung besi yang membawaku dari Jogja mendarat di Bandara Hasanuddin disambut dengan hujan deras. Baru sekali loh, datang ke Makassar disaambut hujan deras…. Teman dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) sudah menungguku di Bandara, karena memang aku pagi itu dijadwalkan untuk memberi kuliah tamu di Fakultas Farmasi UMI (terimakasih, Hendra dkk). Untung deh, hari itu gak ada demo-demo mahasiswa yang katanya cukup ramai pada hari-hari sebelumnya….. Ngomong-ngomong tentang demo, mahasiswa Makassar memang terkenal suka demo… Apa ada mata kuliah Demo 4 SKS ya?….hehe… 2 SKS kuliah dan 2 SKS praktikum… (Tapi mahasiswa Farmasi biasanya udah ngga sempat demo, karena udah kebanyakan praktikum dan tugas……).

Bersama Dr. Bambang Prayogo dan Wakil Dekan Fak Farmasi UMI seusai memberi kuliah tamu

Acara di UMI cukup meriah dan lancar walau ditingkahi suara hujan. Mahasiswanya cukup antusias mendengarkan dan mengikuti kuliah yang kusampaikan. Terimakasih yaa….. Jauh-jauh dari Jogja tidak kecewa gitu loh.. ! Kali ini aku menyampaikan tentang Farmakologi dikaitkan dengan pengembangan bahan alam sebagai obat. Selesai memberikan kuliah tamu, jamuan makan siang khas Makassar dengan berbagai jenis ikan menanti di sebuah restoran. Hm… nyam-nyam, deh, …perutku yang sejak pagi belum terisi nasi seperti menemukan “surganya” hehe…. Otak-otak, udang bakar, aneka ikan dengan berbagai rasa, terung bakar, dll….. semuanya dicoba. Setelah itu aku diantar ke Hotel Sahid, tempat dilaksanakannya Rakernas dan Kongres Ilmiah IAI. Tanpa menunggu lama, setelah check in, aku segera masuk ke ruangan presentasi yang sudah diatur oleh Panitia. Acara agak mundur, tapi over all…semua lancar saja. Kali ini aku mempresentasikan hasil penelitianku yang merupakan kerjasama penelitian dengan Maeyama Sensei dari Ehime University Jepang (mantan supervisorku ketika aku studi S3 di labnya), mengenai senyawa aktif dari buah Maja yang bernama marmin, efeknya terhadap sintesis dan pelepasan histamin dari sel mast. Penelitian ini aku kerjakan bersama Prof Sugeng Riyanto dan Dr Agung Endro, yang dibiayai dari LPPM UGM dalam skema Riset Kolaborasi Internasional. Beberapa makalah dipresentasikan juga pada ruang yang sama, dan aku juga sempat ditugaskan menjadi moderator di sesi terakhir. Yah… pokoknya tugas sudah tertunaikan, lega deh….

Yang seru, di Makassar kemarin banyak bertemu teman-teman lama satu angkatan, termasuk juga beberapa alumnus Magister Farmasi Klinik. Juga teman-teman baru yang minta foto bersama…. katanya nge-fans hehe… Hm… sempet juga sih ketemu mantan someone special hehehe…… (ge-er deh beliaunya entar kalau baca blog ini…). Yah, begitulah dinamikanya…. Oya, muncul di salah satu halaman Majalah Medisina terbitan IAI juga jadi kesan yang seru buatku…. Seorang kawan berkomentar, “Sekarang jadi selebriti nii…”…

Pisang epek... digoreng, dikeprek, diselimuti susu coklat dan ditaburi keju... hmmm

Malam hari di Makassar diisi dengan hunting oleh-oleh diantar Mbak Tatik, alumnus Magister Farmasi Klinik dan seorang kawan lagi. Sempat juga menikmati pisang epek khas Makassar…. Hmm, apa ya bedanya pisang goreng ditaburi keju di Jogja dengan di Makassar? …. kayaknya sih bentuknya sama, tapi tetap saja beda taste-nya…. mungkin karena dimakan di daerah pinggir pantai yaa…. (ngga ada hubungannya kaleee…!!). Tidak lupa membeli juga otak-otak kesukaanku di toko khusus penjual otak-otak…  Makanan khas Makassar juga jadi cendera mata : ada kacang disco, kue bagean aneka rasa, bangke kelapa keju, dll, dll. Oya, minyak tawon juga khas dari Makassar. Tapi kali ini aku tidak beli, karena masih punya dua botol di rumah…

 

Kejutan manis itu… 

Sop Konro khas Makassar.... siap-siap makan obat anti kholesterol hehe..

Nah,…. ni dia kejutan manisnya….  bukan tentang sop Konro loh…. !! Acara pagi di Kongres Ilmiah diisi oleh diskusi yang menampilkan Pembicara Tamu dari Jepang, Fak Kedokteran Unhas, dan dari PT Kalbe Farma. Sayangnya acara agak mundur sehingga acara penutupan Kongres juga agak mundur. Dengan jadwal pesawat jam 14, tentu kami harus siap-siap untuk pulang mulai pukul 12.30an. Alhasil, aku (dan mungkin banyak teman lain dari UGM) tidak bisa mengikuti acara penutupannya. Masih lumayan sih, aku masih sempat menikmati Konro Bakar khas Makassar dan mencicipi sopnya sebelum berangkat ke Bandara. Sesampai di bandara, segera chek in, alhamdulillah masih nututi (sempat takut kalau telat juga), dan malah dapat seat di kelas bisnis hehe….. (rezeki nii, padahal harga tiketnya harga klas ekonomi….). Nah, sewaktu di Bandara itu ada good news datang melalui telepon… katanya aku terpilih sebagai Pemakalah terbaik untuk bidang Farmakologi dan Toksikologi.  Alhamdulillah…. cukup surprised juga, mengingat bahwa persiapanku untuk kongres ini cukup mepet… Terimakasih, Dewan Juri…. terimakasih, Makassar, kau memberiku hadiah indah….

Perjalanan pulang cukup lancar, walaupun sebagian teman ada yang mesti “sport jantung” dulu akibat sang Merpati ingkar janji….. (Lagunya Paramitha Rusady “Merpati tak Pernah Ingkar Janji” nggak berlaku deeh…). Bayangin, sesampai di Bandara, baru tahu kalau penerbangan Merpati ke Jogja yang dijadwalkan jam 14.50 dibatalkan. Beberapa teman lumayan kalang kabut mencari tiket baru ke Jogja, dan untungnya semua bisa terangkut dengan Express Air, walau terpaksa harus membayar lebih tinggi dari refund yang diperoleh dari Merpati… hedeh..hedeh….

Well, alhamdulillah, inilah catatanku di separuh Desember…. Mudah-mudahan akan tetap manis sampai penutup tahun nanti. Saatnya kembali pada aktivitas lain, termasuk menyiapkan rencana liburan akhir tahun bersama keluarga…. Sampai ketemu di next posting.





Rhinitis alergi

2 12 2010

Dear kawan,

Paparan alergen dapat memicu rhinitis alergi

Pernah ngga kalian bersin-bersin dengan hidung meler ketika menghirup sesuatu misalnya debu, serbuk sari, atau bulu binatang? Kemudian mungkin hidung dan mata terasa gatal? Hidung buntet? Mata berair? Kalau iya, mungkin Anda menderita rhinitis alergi. Apa itu rhinitis alergi? Tulisan di bawah ini membahas tentang rhinitis alergi.

Apa itu rhinitis alergi?

Rhinitis berasal dari kata “rhino” yang artinya hidung, dan “itis” yang artinya peradangan. Jadi rhinitis adalah gangguan peradangan pada selaput mukosa/lendir hidung. Sedangkan alergi adalah penyebabnya. Jadi rhinitis alergi adalah peradangan selaput lendir hidung karena alergi. Istilah lainnya dalam bahasa Inggris adalah “hay fever”. Apa ada rhinitis yang bukan karena alergi? Ya, ada. Rhinitis bisa juga disebabkan karena hipersensitivitas saraf-saraf di sekitar hidung, misalnya terhadap perubahan cuaca, perubahan kelembaban udara, dll. Rhinitis jenis ini disebut rhinitis vasomotor. Rhinitis jenis ini tidak mempan diobati dengan obat anti alergi.

Apa yang terjadi pada rhinitis alergi?

Rhinitis alergi diawali dengan proses alergi, di mana ketika seseorang secara tidak sengaja menghirup suatu alergen (misalnya serbuk sari bunga, debu, jamur, bulu, dll), maka tubuh akan berespon menghasilkan senyawa kimia yang disebut histamin dari sel mast. Histamin akan beraksi pada reseptornya yang berada di saluran nafas (hidung) dan sekitarnya, menyebabkan gejala-gejala seperti tersebut di atas.

Apakah rhinitis alergi bersifat menurun? Hm…. sifat alergi sendiri bersifat menurun. Tetapi jenis alergi yang diturunkan bisa bervariasi. Seorang dengan rhinitis alergi mungkin akan memiliki anak dengan alergi kulit (eksim), atau asma, atau alergi yang lain.

Bagaimana mengetahui apakah kita alergi atau tidak?

Seorang dengan riwayat alergi mungkin bisa mengidentifikasi kapan atau pada kondisi apa ia mengalami reaksi alergi. Umumnya ketika diperiksakan ke dokter, dokter akan menanyakan apakah ada riwayat alergi keluarga, macam alergi yang dialami, dan macam alergen yang diketahui. Selain itu, untuk memastikan apakah seseorang benar menderita alergi, akan disarankan pemeriksaan dengan skin test. Skin test adalah suatu uji dengan menyuntikkan di bawah kulit atau menggoreskan beberapa jenis alergen pada kulit. Biasanya dilakukan pada kulit lengan bawah atau punggung (untuk anak-anak). Kemudian diperiksa apakah pasien memberikan respon positif terhadap alergen tertentu. Dari test itu, sekaligus bisa dipastikan macam alergen yang sensitif bagi pasien. Jika dokter menentukan bahwa Anda tidak dapat menjalani tes kulit, tes darah tertentu juga dapat membantu diagnosis. Tes ini mengukur tingkat zat tertentu yang terkait dengan alergi, yang disebut imunoglobulin E (IgE). Hitung darah lengkap (Complete Blood Count), khususnya jumlah eosinofil, juga dapat membantu mengungkapkan ada-tidaknya alergi.

Apa pengobatannya?

Pengobatan terbaik adalah untuk menghindari alergen. Mungkin tidak bisa untuk sepenuhnya menghindari semua alergen yang memicu, tapi setidaknya kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi paparan alergen. Selain menghindari alergen, ada berbagai obat tersedia untuk mengobati rhinitis alergi. Obat mana yang diresepkan dokter tergantung pada jenis dan beratnya gejala, usia, dan apakah ada kondisi medis lain (seperti asma). Obat-obat untuk rhinitis alergi antara lain adalah:

Antihistamin

Antihistamin bekerja dengan baik untuk mengobati gejala alergi, terutama bila gejala tidak sering terjadi atau tidak berlangsung lama. Antihistamin terdapat dalam berbagai jenis dan merk, dan dapat digolongkan menjadi antihistamin generasi pertama dan kedua. Antihistamin generasi pertama contohnya CTM, prometazin, difenhidramin, mepiramin, yang bersifat sedatif (menyebabkan kantuk). Obat-obat ini bisa dibeli tanpa resep, dan dapat digunakan untuk gejala ringan sampai sedang. Pemberian obat golongan ini perlu dipertimbangkan jika pasien harus berada dalam keadaan waspada/terjaga, misalnya anak-anak yang harus belajar di sekolah, atau orang yang bekerja sebagai sopir atau menjalankan mesin, karena obat-obat ini bisa mengganggu pekerjaannya dengan sifatnya yang membuat kantuk. Antihistamin yang lebih baru, yang digolongkan generasi kedua, relatif tidak menyebabkan kantuk, atau sedikit menyebabkan kantuk. Beberapa ada yang bisa dibeli bebas, sebagian ada yang harus dibeli dengan resep dokter. Contoh obat-obat golongan ini antara lain fexofenadine, terfenadin, setirizin, loratadin, desloratadin, dll, dengan berbagai nama paten. Ada pula antihistamin dalam bentuk semprot hidung, yang berisi azelastin.

Kortikosteroid

Untuk rhinitis alergi yang berat, kadang diperlukan lebih dari antihistamin, yaitu obat golongan kortikosteroid. Kortikosteroid dalam bentuk semprotan hidung merupakan pengobatan yang paling efektif untuk rhinitis alergi. Obat ini digunakan dalam jangka panjang untuk mencegah kekambuhan, tetapi juga dapat digunakan untuk jangka waktu yang lebih singkat. Banyak merek yang tersedia, dan cukup aman untuk anak-anak dan orang dewasa.

Dekongestan

Dekongestan adalah golongan obat untuk mengatasi gejala-gejala seperti hidung tersumbat. Obat ini terdapat dalam bentuk semprotan hidung, misalnya adalah nafazolin, tetrahidrozolin, oksimetazolin, dll, tetapi sebaiknya tidak digunakan lebih dari 3 hari. Hati-hati dengan semprotan hidung yang mengandung pengawet benzalkonium klorida, karena dapat memperburuk gejala. Dekongestan oral yang bersifat sistemik juga bisa digunakan, seperti fenilefrin, pseudoefedrin, atau fenilpropanolamin.

Imunoterapi

Jika obat-obat tadi sifatnya hanya mengurangi gejala (tidak bisa menghilangkan sama sekali sifat alerginya), maka imunoterapi adalah pengobatan yang bersifat menghilangkan sifat sensitivitas tubuh terhadap alergen. Caranya, tubuh disuntik dengan larutan alergen secara teratur dengan dosis yang makin meningkat, sampai tubuh bisa beradaptasi terhadap alergen dan tidak lagi memberikan respon alergi. Namun terapi semacam ini membutuhkan komitmen yang tinggi, karena memerlukan waktu yang panjang, ketekunan menjalani terapi, dan biaya yang cukup besar.

Gitu dulu ya, kawan…. sekedar pencerahan tentang rhinitis alergi.