Puting beliung di UGM

12 11 2008

Uff… belum sempat nulis banyak lagi. Tugas Laskar Proposal belum selesai. Tapi kangen juga sekedar menengok blog dan menulis ala kadarnya. Aku kasih laporan pandangan mata angin puting beliung di UGM saja ya… mungkin sudah agak kedaluwarsa, tapi yang aku tulis ini adalah versi pengalamanku sendiri.

Jumat, 7 November, jam 14.50 WIB. Aku baru saja akan menutup sesi kuliahku ketika tiba-tiba listrik mati. Dan suasana jadi agak sedikit hiruk pikuk, karena mahasiswa pada melongok keluar ruangan. Ya, di luar terlihat pohon-pohon bergoyang keras disertai sedikit rintik hujan. Tiba-tiba terdengar bunyi ” braak..!” yang datang dari balik gedung. Kami pun semua beranjak keluar mencari tahu apa yang terjadi. Wow, ternyata angin berhembus sangat keras. Dan kemudian HPku berdering, seorang karyawan menelpon menanyakan di mana kunci mobilku, karena mobilku akan dipindahkan, kuatir kejatuhan pohon. Karena hujan belum begitu deras, aku berlari menembus hujan menuju gedung unit lain di kampus, dengan tujuan mendekati tempat parkir mobil. Kulihat di taman sudah ada patahan dahan besar yang jatuh karena angin. Di balik gedung juga ada pohon pinus tumbang yang (untungnya) jatuh di antara 2 mobil, tidak menjatuhi mobil.

(ambil photo dari blog pak Edy)

Hujan semakin deras. Kupaksakan menembus hujan mendekati mobil. Pohon-pohon masih terlihat meliuk-liuk mengkuatirkan. Ketika akhirnya aku mencapai mobil dan bermaksud pulang saja ke rumah, ternyata dua akses jalan keluar kampus tertutup pohon tumbang. Yah, jadilah aku balik lagi ke kampus menunggu hujan reda. Sempat terjadi traffic jam lumayan lama, karena banyak jalan yang tidak bisa dilewati tertutup pohon tumbang.

Serem? Nggak juga sih, malah kalau boleh jujur, itu fenomena alam yang “menarik” karena baru pernah kulihat dengan mata kepala sendiri hehe….  sayang nggak sempet foto-foto banyak ….. cuma sempat foto pake kamera ponsel utk cerita ke anak-anak kenapa ibu terlambat pulang (karena ada angin ribut dan pohon menghalang jalan). Tapi tentu kerugian tidak kecil. Perumahan dosen UGM sebagian juga menjadi korban. Sampai hari ini, Rabu yang berarti H+5, masih banyak pohon tumbang yang belum sempat dibersihkan sepenuhnya. Dan menarik juga, bahwa kejadian angin ribut tadi hanya terjadi di lingkungan UGM. Memang sih sudah ada penjelasan ilmiahnya. Seorang Pakar geografi UGM menyatakan bahwa munculnya angin putting beliung di UGM akibat pusat tekanan udara rendah atau low pression. Perbedaan tekanan udara yang rendah di sekitar kampus UGM dan tingkat pemanasan yang tidak sama antara wilayah UGM dengan wilayah yang lain sehingga menyebabkan kampus UGM sebagai pusat tekanan udara rendah.

Hmm, kalau dilihat dari kacamata lain,… tentu ada pelajaran harus yang diambil kejadian angin puting beliung, baik secara personal oleh semua yang terlibat apalagi menjadi korban, atau UGM sebagai institusi. Baik pelajaran yang bersifat antisipatif terhadap kejadian alam serupa di masa datang, atau hal-hal lain yang lebih bermakna filosofis. Allah tentu tidak “iseng-iseng” mengijinkan angin puting beliung terjadi di lingkungan UGM dan sekitarnya…….


Aksi

Information

One response

16 12 2008
nanda

iya,,buk.. kan ibu lagi ngajar kelas saya.. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: