Ketika toilet jadi sasaran: Overactive bladder alias beser…

25 03 2011

Dear kawan,

” O genki desu ka?” begitulah orang Jepang kalau menyapa kawannya saat bertemu. Kalau diterjemahkan secara harfiah, maka itu menjadi “ Apakah Anda sehat?” Kali ini aku ingin menyapa kawan-kawan juga… “ Halo, kawan, sehat-sehat kaan?…Hm…sudah pipis berapa kali hari ini?”

Iiih… pertanyaannya kok aneh…..hehe…  Ya, tulisan kali ini adalah untuk memenuhi sebuah request dari pembaca blog ini yang lagi sering beser (alias sering pipis-pipis)….  Gangguan ini secara medis disebut Overactive Bladder (OAB). Memang bukan penyakit mematikan,… tapi menyebalkan, dan kadang memalukan…hehe..! Dan frekuensi pipis sehari bisa menjadi indikator terjadinya OAB.  Barangkali ada juga kawan lain yang sedang mengalami… Kita simak yuk!

Fungsi normal kandung kemih

Kandung kemih adalah bagian dari system uriner manusia. Setiap kali kita makan dan minum, tubuh menyerap cairan. Ginjal kemudian menyaring produk limbah dari cairan tubuh kita dan membuat urin, yang disimpan dalam kandung kemih. Kandung kemih bisa mengembang jika terisi urin, dan akan berkontraksi untuk mengosongkannya (ketika kita pipis).

Kandung kemih (bladder) akan berkontraksi ketika sudah penuh

Urusan urinasi ini melibatkan peran otak dan otot.  Ketika kandung kemih kita penuh, saraf di kandung kemih akan mengirim sinyal ke otak. Volume urin dalam kandung kemih sebanyak 300 ml sudah dapat memicu sinyal ini ke otak. Otak akan menginterpretasikan sinyal  tersebut dan menterjemahkannya sebagai perasaan “kebelet pipis”  yang akan membawa kita ke toilet itu melepaskan beban hidup tadi hehe…… Apa yang terjadi di toilet? Pada saat kita sudah siap di toilet, otak akan mengirimkan pesan ke otot kandung kemih yang disebut otot detrusor untuk berkontraksi memeras kandung kemih.  Pada saat yang sama, otak juga memberitahu otot sphincter yang mengelilingi saluran kemih untuk relaksasi sehingga kita akan melepaskan air seni dari kandung kemih…. Biasanya otot detrusor akan dalam keadaan relaksasi selama proses pengisian kandung  kemih sehingga penuh dan dan baru  akan berkontraksi pada proses pembuangan. Otak kita bisa melakukan kontrol terhadap kandung kemih sehingga kita hanya pipis saat kita menginginkannya, atau bahkan kita juga bisa menahannya jika situasi memang tidak memungkinkan untuk pipis…  (paling tidak kita bisa nahan pipis sampai kandung kemih kita berisi maksimal 600 ml urin).

Beser…kenapa tuh?

Otot bladder berkontraksi walaupun kendung kemih belum penuh, menyebabkan berkali-kali kebelet pipis..

Kalau seseorang bolak-balik pipis dalam sehari, sampai lebih dari 8 kali sehari, maka itu sudah tergolong beser dan mungkin ada sesuatu yang salah terjadi dalam system urinasi. Secara medis, keadaan ini disebut sebagai “overactive bladder (OAB)”.  OAB terjadi jika otot destrusor terlalu sering kontraksi  tanpa sengaja (involuntarily), sehingga menyebabkan perasaan “kebelet pipis”, bahkan ketika kandung kemih sebenarnya belum penuh. Dalam beberapa kasus, kadang bisa juga urin keluar tanpa sengaja. Dalam hal ini terjadi gangguan dalam kontrol terhadap urinasi.
OAB ditandai dengan beberapa gejala berikut : kebelet pipis dan peningkatan frekuensi buang air kecil (lebih dari 8 kali selama periode 24 jam,  termasuk dua kali atau lebih di malam hari). Kejadian ini bisa disertai (walaupun tidak selalu) dengan ngompol karena adanya dorongan untuk pipis yang tidak tertahan.

Umumnya kejadian OAB lebih banyak dijumpai pada wanita ketimbang pria, dan terjadi pada usia yang lebih tua, walaupun tidak tertutup kemungkinan juga terjadi pada pria muda…. (kayak yang request hehe…… pisss…!!)

Apa penyebab OAB?

Penyebab OAB tidak selalu dapat diketahui dengan jelas. Namun ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi otot detrusor sehingga menyebabkan OAB. Beberapa penyebab yang mungkin antara lain adalah : pembesaran prostat (Benign prostatic hyperplasia), kerusakan saraf yang disebabkan oleh cedera atau trauma pada panggul atau rongga perut, adanya batu pada kandung kemih, efek samping obat-obat tertentu, gangguan neurologis lain (Parkinson, stroke, multiple sclerosis, dll), dan kanker prostat. Untuk memastikan penyebabnya, tentu diperlukan pemeriksaan yang lengkap oleh dokter spesialis, seperti ahli urologi.  Lalu, tergantung pada jenis dan kemungkinan penyebab inkontinensianya, ada sejumlah tes yang bisa dilakukan, antara lain:
Urinalysis:  Contoh urin  akan dipelajari terhadap adanya darah, infeksi, atau kondisi abnormal lainnya.
USG: Suatu teknik medis untuk menentukan ukuran dan bentuk ginjal, kandung kemih, dan kelenjar prostat.
Pengukuran Post-Void Residual: Pengujian untuk menentukan apakah ada urin di kandung kemih setelah  pasien mencoba untuk mengosongkannya sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kateter atau melalui USG.
Cystoscopy:  suatu instrumen kecil dimasukkan ke dalam kandung kemih melalui uretra sehingga dokter dapat melihat bagian dalam kandung kemih.
Stress Test:  Tes ini adalah untuk mempelajari fungsi otot baik dan sfingter kandung kemih. Hal ini dapat menentukan apakah kandung kemih bisa terisi penuh dan normal.
X-Ray Test:  Hal ini bisa menentukan derajat perubahan posisi kandung kemih dan uretra selama kegiatan normal seperti batuk, mengejan, atau berkemih.

Gimana pengatasannya?

Jika terdiagnosa OAB, jangan keburu putus asa atau berkecil hati.  Jika penyebabnya telah diketahui, tentu dokter akan mengatasi berdasarkan penyebabnya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau mengurangi OAB, antara lain terapi perilaku, obat dan olahraga atau kombinasi dari terapi.
1. Pelatihan kandung kemih (bladder training). Pelatihan ini dilakukan untuk membantu kandung kemih dapat menahan pipis dengan lebih baik. Misalnya pasien selalu pipis sekali setiap jam. Maka mereka diminta melatih kandung kemihnya untuk menahan pipis lebih lama, misalnya 1,5 jam, dan selanjutnya bisa diperpanjang lagi. Usahakan pula tidak minum minuman yang memicu diuresis seperti kopi, juga jangan minum banyak sebelum tidur. Tapi ingat, kita tetap harus minum sejumlah normal setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

2. Latihan Otot panggul atau dikenal sebagai latihan Kegel. Latihan ini dapat memperkuat otot-otot sekitar kandung kemih agar bisa menahan pipis lebih lama. Anda dapat mengencangkan otot-otot yang digunakan untuk berhenti dari buang air kecil. Tahan otot di posisi diperketat selama 4-10 detik. Selanjutnya, kendurkan otot-otot untuk lama waktu yang sama. Frekuensi latihan ini dapat ditingkatkan selama beberapa minggu.

3. Obat-obatan. Ada sejumlah obat yang bisa digunakan untuk mengobati OAB. Obat-obat ini harus diperoleh dengan resep dokter, dengan berbagai mekanismenya. Ada yang bekerja  mencegah kontraksi otot detrusor kandung kemih yang tidak diinginkan. Ada yang bekerja mengendurkan otot sehingga membantu untuk mengosongkan kandung kemih secara  lebih lengkap. Dan ada pula yang  dapat mengencangkan otot-otot kandung kemih dan uretra untuk mengurangi kebocoran.

Obat yang dipakai untuk mengobati OAB antara lain adalah obat golongan antimuskarinik (misalnya, oxybutynin klorida [Ditropan ®], tolterodine [Detrusitol ®, Detrol LA ®]) dan obat-obat baru, seperti trospium klorida (Sanctura ®), darifenacin (Enablex ®), solifenacin (Vesicare ®), dan fesoterodine fumarat (Toviaz ™).  Obat-obat ini bekerja merelaksasi  otot polos kandung kemih, mengurangi kontraksi detrusor dan sehingga mencegah “ngompol”, sering dalam waktu 2 minggu. Obat-obat ini digunakan secara per-oral, biasanya diminum sekali sehari, untuk kandung kemih terlalu aktif.

Efek samping obat golongan ini meliputi: mulut kering, sembelit, sakit kepala, penglihatan kabur, mata kering, hipertensi, mengantuk, retensi urin dan terjadi pada sekitar 20% dari mereka yang menggunakan obat ini. Obat ini harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan ginjal, hati, perut, dan masalah kencing. Karena meningkatnya risiko glaukoma sudut sempit, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis mata dulu sebelum menggunakan obat OAB. Wanita yang sedang hamil tidak boleh menggunakan obat-obatan ini tanpa konsultasi dokter.  Toviaz ™ tersedia dalam tablet extended-release. Dosis biasa obat adalah 4 mg, yang dapat ditingkatkan sampai 8 mg jika perlu.

Oxybutynin transdermal (Oxytrol ®) adalah obat OAB dalam bentuk sediaan plester yang tipis (patch) yang ditempelkan pada kulit perut atau pinggul, dua kali seminggu. Oxybutynin akan dilepaskan secara perlahan dan terus-menerus melalui kulit ke dalam aliran darah (3.9 mg/hari) dan mengurangi gejala untuk sampai 4 hari, dan memungkinkan dosis dua kali seminggu.

Pada bulan Januari 2009, oxybutynin klorida gel (Gelnique ™) mendapat persetujuan FDA untuk mengobati OAB. Gel ini diterapkan sekali sehari pada kulit paha, perut, atau bahu dan memberikan dosis konsisten oxybutynin melalui kulit selama 24 jam. Efek samping dari Gelnique termasuk reaksi kulit, mulut kering, dan infeksi saluran kemih (ISK).

 4. Pembedahan. Tindakan ini dapat memperbaiki masalah seperti sumbatankandung kemih, misalnya akibat pembesaran prostat atau batu pada kandung kemih. Hal ini juga dapat memposisikan kandung kemih sehingga tidak menabrak bagian lain tubuh, memperbesar kandung kemih, dan membuat otot lemah menjadi kuat. Dokter bedah juga dapat menanamkan suatu perangkat kecil yang menggunakan saraf untuk mengontrol kontraksi kandung kemih

Penutup

Demikian kira-kira sekilas info tentang beser atau OAB….. Sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosa yang pasti, terkait dengan penyebabnya, sehingga dapat dilakukan pengatasan yang sesuai. Ada baiknya juga untuk mengurangi tertawa terbahak-bahak, karena kadang itu juga memicu kontraksi kandung kemih dan menyebabkan ngompol…. Cukup senyum simpul saja dan tetap happy…. dan itu malah lebih maniiis…!

Iklan




Mengenal si penyakit unik: Sindrom Nefrotik

13 03 2011

 Dear kawan,

Seorang kawan dekat baru-baru ini didiagnosa mengalami sindrom nefrotik, yaitu salah satu penyakit gangguan ginjal. Turut prihatin, jeng….. semoga tetap diberi kekuatan dan jalan kesembuhan. Amien. Tulisan ini mencoba mengangkat tentang sindrom nefrotik, semoga bisa menambah wawasan. Ok, … mari kita awali dulu dengan mengenal fungsi ginjal dan strukturnya…

Apa sih fungsi ginjal?

Ginjal, terdiri dari miliaran nefron. Setiap nefron tersusun dari jaringan pembuluh kapiler membentuk glomerulus

Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh dan berfungsi untuk membuang sampah metabolisme dan racun tubuh dalam bentuk urin/air seni, yang kemudian dikeluarkan dari tubuh. Ginjal memiliki struktur yang unik, yaitu pembuluh darah dan unit penyaring. Proses penyaringan terjadi pada bagian kecil dalam ginjal, yang disebut nefron. Setiap ginjal memiliki sekitar satu miliar nefron. Pada nefron ini terdapat jaringan pembuluh darah kapiler (disebut gromerulus) yang merupakan organ filtrasi, yang saling jalin menjalin dengan saluran-saluran yang kecil, yaitu tubulus. Tubulus-tubulus ini pertama kali menerima gabungan antara zat-zat buangan dan berbagai kimia hasil metabolisme yang masih bisa digunakan tubuh. Ginjal akan ‘memilih’ zat-zat kimia yang masih berguna bagi tubuh (natrium, fosfor, dan kalium) dan mengembalikannya ke peredaran darah dan memasukkannya lagi kembali ke dalam tubuh. Dengan cara demikian, ginjal turut mengatur kadar zat-zat kimia tersebut dalam tubuh. Gangguan sindrom nefrotik terdapat pada pembuluh darah kapiler pada gromerulus.

Apa itu sindrom nefrotik?

Sindrom nefrotik adalah kumpulan gejala yang ditandai dengan proteinuria atau terdapatnya protein dalam air seni (lebih dari 3,5 gram per hari), kadar protein darah yang rendah, kadar kolesterol tinggi, trigliserida tinggi, dan adanya pembengkakan, terutama di sekitar mata, kaki, dan tangan. Seseorang dengan sindrom nefrotik akan kelihatan menjadi lebih gemuk dengan berat badan meningkat, yang sebenarnya disebabkan karena peningkatan cairan tubuh.

Apa penyebabnya?

Sindrom nefrotik disebabkan oleh adanya kerusakan pada pembuluh darah kapiler pada glomerulus ginjal yang bekerja menyaring “sampah-sampah” tubuh dan kelebihan air pada darah dan mengirimkannya ke kandung kemih sebagai urin. Bila glomerulus bekerja dengan benar, mereka akan menjaga protein tetap berada dalam darah dan tidak bocor ke dalam urin. Ginjal sehat memungkinkan < 1 gram protein untuk dikeluarkan melalui urin dalam sehari. Pada sindrom nefrotik, glomerulus yang rusak bisa menyebabkan 3 gram atau lebih protein “bocor” ke dalam urin selama periode 24-jam. Sebagai akibat dari kehilangan protein, darah kekurangan jumlah normal protein darah yang diperlukan untuk membantu mengatur cairan di seluruh tubuh. Protein bertindak seperti spons untuk menyerap cairan ke dalam aliran darah. Ketika protein dalam darah menjadi rendah, cairan akan terakumulasi di jaringan tubuh sehingga menyebabkan pembengkakan.

Sindrom nefrotik dapat terjadi karena berbagai penyakit. Pada orang dewasa, penyebab paling umum adalah nefropati diabetik (suatu komplikasi penyakit diabetes) dan nefropati membran. Namun demikian, penyebab sindrom nefrotik seringkali tidak diketahui. Kondisi ini juga dapat terjadi sebagai akibat infeksi (seperti radang tenggorokan, hepatitis, atau mononucleosis), penggunaan obat-obatan tertentu, kanker, gangguan genetik, gangguan kekebalan tubuh, atau penyakit yang mempengaruhi beberapa sistem tubuh termasuk diabetes, lupus eritematosus sistemik, beberapa myeloma, dan amiloidosis. Hal ini dapat menyertai kelainan ginjal seperti glomerulonefritis, glomerulosclerosis fokus dan segmental, dan glomerulonefritis mesangiocapillary.

Sindrom nefrotik dapat mempengaruhi semua kelompok umur. Pada anak-anak, kejadian yang paling umum adalah pada usia 2 sampai 6 tahun, dan umumnya merupakan suatu penyakit gangguan system imun. Gangguan ini terjadi sedikit lebih sering pada laki-laki daripada perempuan. Aku pernah membimbing satu penelitian thesis mengenai penyakit ini pada anak-anak dan pengobatannya, dan pada penelitian tersebut dijumpai bahwa sebagian besar adalah merupakan penyakit auto-imun dan semua pasien mendapatkan obat golongan kortikosteroid sebagai imunosupresan dalam jangka waktu lama. Sangat memiriskan……!

Apa saja gejalanya?

Seorang gadis dengan sindrom nefrotik. Terlihat ada pembengkakan wajah (foto kiri), dibanding kondisi normalnya (kanan).

Gejala yang paling umum adalah terjadinya pembengkakan. Ini mungkin terjadi di wajah dan sekitar mata (pembengkakan wajah), pada lengan dan kaki, terutama pada kaki dan pergelangan kaki, dan di daerah perut (perut bengkak). Gejala lainnya antara lain adalah : urin nampak berbuih, peningkatan berat badan, nafsu makan berkurang, dan tekanan darah tinggi. Untuk memastikan, biasanya akan dilakukan beberapa uji laboratorium, antara lain : pemeriksaan kreatinin serum (umumnya akan tinggi), Blood urea nitrogen (BUN), albumin darah (mungkin rendah), dan urinalisis utk melihat kadar protein dalam urin. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan kadar kolestrol dan trigliserida darah. Biopsi ginjal mungkin juga diperlukan.

Bagaimana pengobatannya?

Tujuan pengobatan sindrom nefrotik adalah untuk mengurangi gejala, mencegah komplikasi dan menunda kecepatan/progresivitas kerusakan ginjal. Pengobatan terhadap gangguan penyebab kondisi ini juga diperlukan untuk mengendalikan sindrom nefrotik. Pengobatan mungkin diperlukan seumur hidup. Mengontrol tekanan darah merupakan hal yang paling penting untuk menunda kerusakan ginjal. Tujuannya adalah untuk menjaga tekanan darah pada atau di bawah 130/80 mmHg. Obat anti hipertensi seperti Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor atau angiotensin receptor blocker (ARB) adalah obat yang paling sering digunakan dalam kasus ini. ACE inhibitors juga dapat membantu mengurangi jumlah hilangnya protein ke dalam urin. Kortikosteroid dan obat lain yang menekan sistem kekebalan tubuh juga dapat digunakan. Tingkat kolesterol yang tinggi juga harus ditangani untuk mengurangi risiko masalah jantung dan pembuluh darah. Namun, diet rendah lemak dan rendah kolesterol biasanya tidak begitu bermanfaat bagi orang-orang dengan sindrom nefrotik. Obat untuk mengurangi kolesterol dan trigliserida mungkin diperlukan, obat yang paling sering digunakan adalah golongan statin (misalnya simvastatin).

Pasien dengan sindrom nefrotik juga perlu diet rendah garam untuk mengurangi penahanan cairan tubuh oleh natrium yang menyebabkan pembengkakan di tangan dan kaki. Kadang diperlukan obat diuretik (pelancar air seni) untuk membantu mengurangi cairan tubuh.

 Bagaimana prognosis atau kemungkinan kesembuhannya?

Hasil pengobatan bisa sangat bervariasi, sindrom nefrotik ada yang bersifat akut dan jangka pendek, dan ada yang kronis dan tidak responsif terhadap terapi. Macam penyebab dan adanya komplikasi juga mempengaruhi hasilnya. Komplikasi yang dapat terjadi pada sindrom nefrotik antara lain adalah : Aterosklerosis dan penyakit jantung terkait, trombosis vena ginjal, gagal ginjal akut, penyakit ginjal kronis, Infeksi, termasuk pneumonia pneumokokus, malnutrisi, gagal jantung kongestif, dan edema paru.

Penutup

Hm..keliatan agak menyeramkan ya,….. tapi kalau kita kembalikan pada Sang Empunya Hidup, semua yang dialami manusia itu pasti ada pelajarannya. Penyakit bisa jadi adalah suatu bentuk peringatan Allah kepada umatNya untuk menjadi lebih baik dan sujud kepadaNya. Mungkin ada hal-hal dalam hidup kita yang harus kita perbaiki. “ Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” QS: 42, Asy Syuura: 30. “Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah” (QS: 42, Asy Syuura: 31)

Jadi tidak perlu berkecil hati dan berputus asa dari rahmatNya, karena ada Dia sebagai penolong kita, dan Dia akan mengampuni dan mengabulkan doa hambaNya yang bersungguh-sungguh.. ….. “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. ….. (QS: 40, Al Mu’min : 60)Dan dia memperkenankan (doa) orang2 yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh ….. (QS: 42, Asy Syuura: 26).

Dan aku juga meyakini bahwa Allah tidak membebani ummatNya lebih dari kemampuannya…“….Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya…. (QS:2, Al Baqoroh: 286).

Demikian kawan, semoga bermanfaat. Dan semoga kawanku yang sedang menerima ketetapan ini tetap selalu kuat dan bersyukur, dan Insya Allah diberikan kesembuhan yang terbaik. Amien. (didedikasikan utk jeng QQ)





New life begins at 42 ………

8 03 2011

Dear kawan,

Apa kabar? Kali ini tulisanku sangat personal. Aku butuh waktu lama untuk memutuskan apakah akan menulis tentang ini dan kapan tulisan ini released… karena aku yakin itu akan menjadi suatu berita kejutan, dan aku sendiri belum siap dengan kejutan itu. Tapi sekarang setelah semuanya makin stabil, aku rasa tidak ada salahnya aku ceritakan, sekalian aku mohon doanya. Oya,… sekali lagi blog ini adalah blog pribadi, jadi suka-suka aku saja mau menulis apa… (Walau tentu ada rasa tanggung-jawab moril untuk tidak menuliskan hal-hal yang tidak bermanfaat atau menjadi contoh yang buruk…). Kadang aku perlu mempertimbangkan apakah cerita seputar kehidupan pribadiku perlu aku tuliskan di sini.. karena manusia tidak ada yang sempurna bukan? Tapi selama itu bisa diambil pelajarannya, apa salahnya… Kadang kita perlu ‘benchmarking’ pada kehidupan orang lain, untuk bisa tetap bersyukur dan introspeksi diri..  Itu juga mengapa acara infotainment di TV selalu banyak pemirsanya…. karena orang suka melihat dan mengamati kehidupan orang lain, apalagi selebriti hehe…..

Penasaran ya, aku mo crita apa…..?

Cerita ini berawal di akhir bulan Januari…. Kumenanti si rembulan, tak kunjung datang. Hati mulai resah gelisah (lebaay…). Sampai akhirnya aku mencoba test sendiri dengan sebuah test kehamilan, dan ternyata….. Allah memang menitipkan kehidupan baru di dalam diriku !! Sebuah tanda-tanda kebesaran dan kekuasaanNya, di mana manusia bisa berencana, namun Dia juga penentunya. Allah pasti punya rencana lebih baik dari yang dipikirkan umatNya. Dan semuanya itu pasti sudah tercatat dalam Lauhul Mahfudz…bahwa akan terlahir seseorang lagi dari rahim seorang ibu, yang itu adalah aku. Dan semua itu pasti karena Ia menginginkan umatNya menjadi lebih baik lagi. Ya kawan,….. sebuah calon manusia baru kini bersemayam hangat dalam perutku. Sejujurnya, awal mengetahuinya rasanya syok dan tak percaya, karena tidak berencana dan tidak terpikirkan sama sekali. Usiaku sudah 42 tahun, sudah bukan usia idel lagi untuk memiliki baby. Simpanan baju hamil dan baju bayi sudah aku hibahkan ke orang-orang yang memerlukan. Aku butuh waktu cukup lama untuk mencoba memahami maksud Allah menetapkan ini. Sesuatu yang terjadi pada manusia tentu merupakan suatu rentetan sebab akibat dari peristiwa-peristiwa sebelumnya, baik yang bersifat fisik maupun batin. Aku memahaminya sebagai kesempatan Allah bagiku untuk menambah kum amal ibadah yang pasti masih sangat kurang catatannya, dan untuk mengimbangi catatan kesalahan yang pernah kubuat selama hidup di dunia. Terimakasih ya, Allah…. Kau beri hamba ‘crash program” untuk menambah tabungan pahala dalam waktu yang lebih cepat dari yang aku bisa tanpa ketetapanMu ini. Bukankah hamil, melahirkan, dan merawat si kecil adalah salah satu jihadnya wanita? Jika dijalani dengan ikhlas dan selalu berserah diri, Insya Allah akan menjadi ladang amal sholeh yang akan membuahkan pahala. Amien. Selain itu, aku pun yakin Allah punya tujuan tertentu untukku…. supaya aku lebih santai, tidak lagi terlalu sibuk beraktivitas di luar rumah, yang disadari atau tidak, pasti ada yang (merasa) terabaikan. Waktu sehari hanya 24 jam. Sepandai-pandai membagi waktu, pasti tidak mudah untuk melakukan sekian banyak aktivitas yang semuanya harus terselesaikan dengan baik. Nampaknya aku harus break dulu sebentar… kembali pada fitrahku sebagai ibu dan istri yang sempat keteteran dengan makin banyaknya aktivitasku di luar rumah. Aku bukanlah superwoman yang bisa melakukan segala hal dengan hasil sama baiknya. Begitulah pemahamanku terhadap rencana Allah ini. Paling tidak itu membuat perasaanku lebih baik. Dan kata suamiku sambil bercanda,”….kali ini dianugerahi anak profesor…hehe..”

Begitulah kawan,….

aku sempat membuka lagi isi blog ini…. aku pernah menulis tentang morning sickness (bisa diklik di sini), yang lucunya sekarang sudah mulai kualami sendiri. Permen jahe sekarang jadi kudapanku, katanya bisa mengurangi rasa mual, walau tidak sangat membantu. Tapi my sickness is not in the morning..… malah lebih intens rasanya pada sore dan malam hari. Ada baiknya sih, jadi pagi aku masih bisa bekerja dengan baik tanpa terlalu terganggu. Mudah-mudahan discomfort pada trimester pertama ini segera berlalu, dan aku akan menyongsong hari-hari dengan lebih nyaman dan kuat. Amien.

Activity re-arrangement….

Sebenarnya tahun ini adalah tahun penuh rencana pribadi dan kesibukan untukku. Rencana pribadiku antara lain menerbitkan buku baru (Insya Allah bulan Maret ini akan terbit) dan menulis satu buku lagi yang ditargetkan selesai bulan Oktober. Apply beberapa proposal penelitian untuk kontinuitas aktivitas penelitianku. Di sisi lain, aktivitas rutin memberi kuliah, jaga praktikum, sebagai Koordinator Program Magister Farmasi Klinik, tentu harus tetap berjalan. Dan khususnya untuk tahun ini, aku terlibat dalam Tim Kurikulum baik untuk program S1 maupun S2, yang dua-duanya sedang dalam aktivitas merevisi kurikulum. Kebetulan juga, Fak Farmasi UGM akan menyelenggarakan Kegiatan Lustrum dan Reuni (info ttg Lustrum dan Reuni Fak Farmasi UGM dapat diklik di sini), di mana aku duduk dalam kepanitiaan sebagai Ketua I yang membawahi kegiatan-kegiatan ilmiah. Hmm…mungkin tidak akan berubah banyak, karena aku biasa tetap beraktivitas walaupun hamil, tetapi dalam beberapa hal aku harus menata ulang beberapa rencana. Salah satunya aku telah membatalkan kesediaan sebagai pembicara di sebuah kegiatan IAI di Kalimantan pada bulan Maret 2011 (maaf, kawan… padahal aku belum pernah dan pengen ke Kalimantan loh..). Mungkin nanti aku juga harus istirahat dulu dari kegiatan HPEQ tahun ini yang menuntut harus banyak bepergian ke luar kota. Untuk kegiatan sampai bulan Juli, seperti yang banyak direncanakan dalam rangka Lustrum ini, Insya Allah aku masih bisa terlibat banyak. Tapi justru pada acara puncak nanti sekitar akhir September dan awal Oktober,..nampaknya aku justru tidak bisa ikut, karena itu sudah mendekati saat-saat melahirkan. Hmm….unik bukan? Begitulah Dia mengaturnya…

Bagaimana sih caranya menentukan hari perkiraan lahir (HPL) ?

Salah satu cara memperkirakan hari lahir bayi adalah menggunakan rumus Naegle. Rumus ini berlaku terutama untuk wanita yang memiliki sikuls haid teratur yaitu 28 hari, sehingga ovulasi terjadi pada hari ke 14. Rumus Naegle memperhitungkan umur kehamilan berlangsung selama 288 hari. Perhitungan kasarnya dapat dipakai dengan menentukan hari pertama haid dan ditambah 288 hari, sehingga perkiraan kelahiran dapat ditetapkan sbb: hari haid pertama ditambah 7 (tujuh) dan bulannya dikurang 3 (tiga) dan Tahun ditambah 1 (satu). Seingatku, hari pertama haid terakhirku adalah 26 Desember 2010. Dengan perhitungan ini, maka HPL nanti adalah sekitar 2 Oktober 2011. Pas di acara pidato Lustrum Fakultas hehe….. !! Hmm, ditunggu saja ya….. mudah-mudahan diberi kesehatan dan kelancaran selama kehamilan ini, dan semua berjalan baik di bawah lindunganNya hingga melahirkan nanti dan merawatnya. Amien…

Mohon doanya, kawan..

Insya Allah ini adalah putra/putri kami yang ke-empat. Pelanggaran habis-habisan terhadap Program Keluarga Berencana versi Pemerintah. Yah…. tapi yang jelas, ini adalah Program Keluarga Berencana versi Allah untuk ummatNya, kita semua tinggal menjalani. Dari tiga anak sebelumnya, pengalamannya berbeda-beda. Alhamdulillah, semuanya relatif normal tak kurang suatu apa. Adanya gangguan-gangguan kecil, masih dalam batas normal. Mohon doanya saja, kawan, semoga kali inipun semuanya lancar, mudah, diberi kesehatan dan kekuatan, hingga saatnya nanti. Dan anak kami juga lahir dengan sehat, jasmani dan rohani, menjadi penyenang hati dan cahaya mata kami, dan menjadi anak yang sholeh/sholehah. Amien. Harus diakui aku jadi agak malas bekerja belakangan ini. Termasuk sempat tidak peduli pada blog ini.  Tapi aku masih cukup terharu karena menurut statistik blog ini, pengunjungnya tidak banyak berkurang walau aku sudah lama tidak punya tulisan baru. Terimakasih, kawan.

Demikianlah tulisanku kali ini, sekedar berbagi cerita saja.





Mengenal Kojic Acid: Sang Pencerah (kulit)…

1 03 2011

Dear kawan,

Kojic acid

Di sebuah tempat perawatan kecantikan kulit, aku pernah menanyakan bahan aktif apa yang digunakan dalam whitening cream produknya…. Aku mendapat informasi bahwa bahan aktifnya adalah kojic acid. Kebetulan beberapa waktu yang lalu, seorang kawan me-request tulisan tentang kojic acid. Keliatan seperti mahluk asing yaa……. mungkin bahkan ada yang baru pernah dengar namanya, padahal jangan-jangan telah menggunakannya melalui produk-produk krim pemutih wajah. Baiklah, aku mencoba menuliskannya sekarang…

 Apakah kojic acid itu dan kegunaannya?

Kojic acid, atau asam kojat, memiliki nama kimia 5-hydroxy-2-hydroxymethyl-4-pyrone. Asam kojic banyak digunakan sebagai bahan pemutih pada produk-produk kosmetik dengan konsentrasi penggunaan maksimum 1%. Asam ini adalah  metabolit jamur yang biasa diproduksi oleh banyak spesies Aspergillus, Acetobacter, dan Penicillium. Awalnya ditemukan di Jepang pada tahun 1990-an pada proses fermentasi beras, misalnya pada pembuatan sake. Asam ini memiliki banyak kegunaan, tidak hanya sebagai bahan dalam produk kecantikan, tetapi juga digunakan dalam masakan Jepang.

 Bagaimana ia bisa menjadi agen pemutih kulit?

Asam kojic ternyata memiliki efek sebagai inhibitor kompetitif dan reversible pada oksidase polifenol baik pada tanaman maupun hewan, yaitu menghambat tirosinase, yang mengkatalisis perubahan tirosin menjadi melanin. Asam kojic menghambat melanosis dengan cara mengganggu  pengambilan oksigen yang diperlukan untuk proses “pencoklatan’ (browning) secara enzimatik. Metode spektrofotometri dan kromatografi menunjukkan bahwa asam kojic  mampu mengurangi o-kuinon menjadi diphenols untuk mencegah terbentuknya hasil akhir yaitu pigmen melanin.  Karena itulah ia banyak digunakan sebagai agen pencerah kulit dalam preparat kosmetik dan dermatologis lainnya.  

Kegunaan lain?

Asam kojic juga memiliki sifat insektisida karena efek penghambatan pada tirosinase  serta kemampuannya untuk berinteraksi dengan o-kuinon dari katekolamin, sehingga mencegah proses sclerotization. Karena sifat penghambatannya pada berbagai oksidase, asam kojic juga telah digunakan secara komersial selama bertahun-tahun di Jepang sebagai bahan tambahan makanan, misalnya sayuran segar, kepiting, dan udang, untuk mempertahankan kesegaran mereka (antioksidan) dan menghambat perubahan warna. Selain itu, asam kojic juga digunakan sebagai  pengawet, sebagai antioksidan untuk lemak dan minyak, dan agen pengatur pertumbuhan tanaman untuk meningkatkan produksi, mempercepat pematangan, dan meningkatkan rasa manis. Asam kojic juga memiliki sifat antimikroba lemah dan aktif terhadap beberapa strain bakteri umum pada pengenceran dari 1:1.000 sampai1:2.000.

Apakah aman?

Sebagai agen pemutih kulit, asam kojic tidak bersifat karsinogenik. Namun demikian beberapa orang yang kulitnya sensitif dilaporkan mengalami semacam dermatitis kontak, sejenis alergi kulit  yang ditandai dengan  gatal  kemerahan, iritasi. Untuk itu, kadang dalam krim yang mengandung asam kojic, dapat juga ditambahkan bahan lain sebagai anti alergi yaitu kortikosteroid topikal. Asam kojic ini menjadi semakin popular dan meningkat penggunaannya karena memiliki keamanan lebih baik dari pendahulunya yaitu hidroquinon. Bagi mereka yang sensitif terhadap asam kojic tentu perlu mempertimbangkan penggunaannya.

Bagaimana penggunaannya?

Produk asam kojic paling sering digunakan untuk penggunaan topical (kulit), dalam bentuk lotion, krim, atau serum.  Dosis yang dianjurkan relatif kecil, dengan konsentrasi maksimum sebesar 1%. Namun untuk mengurangi kemungkinan efek samping, produk kosmetik pencerah kulit dapat menggunakan konsentrasi sekitar  0,2%. Selain krim, kojic acid juga dapat dijumpai dalam bentuk sabun, bahkan sediaan injeksi.  Tentu saja, kita juga harus mempertimbangkan bagaimana senyawa ini akan bereaksi dengan tubuh. Mereka yang mengalami kepekaan mungkin perlu untuk menggunakannya lebih jarang dan mengevaluasi kembali penggunaannya.

Demikian sekilas info. Semoga bermanfaat.