Live begins at 40……. ?

5 12 2008

Hari Selasa yang lalu ketika membuka loker surat, aku menjumpai surat dari Gadjah Mada Medical Center (GMC) yang berisi ucapan selamat ultah dan undangan untuk medical check-up gratis di GMC. Wah, iya ya….. bentar lagi aku ultah ke 40. Whats !?? Empat puluh tahun…..?  Yah, usiaku hampir berkepala empat sekarang.

Dan pagi tadi aku sempatkan untuk memanfaatkan fasilitas medical check up gratis di GMC. Lumayan cepat, karena aku datang jam 07.30an sehingga belum banyak yang antri. Ambil sampel darah, urin, pemeriksaan EKG, dan pemeriksaan fisik. Alhamdulillah, sejauh ini sih tidak ada keluhan yang berarti, hanya kok sekarang mulai agak pelupa ya ?…. hehe.. Mau ngomong sesuatu mikirnya agak lama. Dan kayaknya sudah mulai perlu pake kacamata nih….

Ada ungkapan di dunia barat bahwa : Live begisn at 40.. Hmm. Apa ya yang perlu mendapat perhatian di usia 40 tahun? Usia 40 sering digambarkan sebagai usia matang seseorang, di mana orang sering menggunakan usia 40 tahun sebagai tonggak untuk suatu pencapaian dalam hidup. Pada umumnya seseorang mencapai kondisi fisik puncaknya pada usia 30-40 tahun, yang kemudian akan mulai menurun lagi sesuai usia. Itu makanya di UGM, mereka yang (akan) berusia 40 th diberi fasilitas medical check up, agar para dosen/karwayan tetap aware terhadap kesehatannya. Kalian juga demikian, Teman,… kalau ada kesempatan (waktu dan uang), sesekali cobalah untuk medical check up, nggak perlu nunggu sakit dulu….  Lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Dari sisi psikologis, usia 40 tahun juga umumnya merupakan usia matang di mana seseorang bisa memberikan performance puncaknya dalam pekerjaan, yang diharapkan akan tetap bertahan sampai usia 50-an, untuk kemudian secara perlahan beralih pada generasi yang lebih muda. Ini saatnya merenung, apa-apa yang semestinya dicapai dan dilakukan pada usia 40 tahun dan selebihnya… untuk keluarga, untuk pekerjaan, untuk dirinya sendiri sebagai hamba Allah.

Alhamdulillah, pada usia menjelang 40 ini Allah memberi kesempatan padaku untuk mencapai hal-hal yang mungkin diharapkan banyak orang …. keluarga yang menyenangkan, rumah dan kendaraan yang memadai, gelar doktor, kesempatan berhaji, pekerjaan yang mapan dan kusukai… Apa lagi? Tapi orang memang selalu “sawang-sinawang”, tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki, menginginkan lebih baik, lebih banyak, nomer satu, dst……..  Inilah yang harus lebih dikelola. Dengan kemapanan di usia 40, mungkin orang akan menjadi sombong, mulai merasa senior sehingga tidak mau mendengar yang junior, merasa lebih, dst. Padahal di atas langit masih ada langit…..

Kuncinya bersyukur saja, ikhlas, berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik dan lebih sujud kepada sang Pencipta. Hidup berlebihan harta juga tidak nyaman, takut dicuri orang, takut ditipu, dst. Paling enak itu hidup yang pas-pasan saja… Pas butuh mobil, bisa beli. Pas perlu rumah,  ada yang memberi….  Pas pengin makan enak, ada yang nraktir. Pas pingin piknik ke luar negeri, ada yang ngajak…. hehe….

Well, happy birthday to me…….


Aksi

Information

2 responses

6 12 2008
giyztar

lha share share gini yg saya suka ..senior je..bentar lagi saya kepala tiga hi hi hi.. maaf tak blogroll tanpa izin biar kl saya mampir tanya tentang obat2an mudah mbak..saya di nagoya..wong solo kulo mbak…

5 12 2008
superkecil

joyeaux aniversaire mumm…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: