Menikmati shabu-shabu…

26 09 2009

Dear kawan,

metamfetamin HCl alias shabu-shabu

metamfetamin HCl alias shabu-shabu

Siapa yang belum pernah dengar istilah shabu-shabu ? Kata ini sangat terkenal dan dikaitkan dengan nama satu jenis drugs yang sering dipakai oleh pengguna narkoba atau NAPZA. Tentu kalian masih ingat dengan kasus yang cukup meramaikan dunia selebriti kita yaitu kasus Roy Marten, yang sampai harus dua kali mendekam di hotel prodeo. Dan di luar dunia selebriti, pasti kasus serupa mudah dijumpai setiap hari di media.

Hmm, kawan, ….

Ngomong tentang shabu-shabu, aku mengenal dekat seorang mantan pengguna shabu-shabu yang alhamdulillah kini sudah memilih jalan lurus dan hidup lebih sehat 🙂 …   Katanya lebih baik jadi mantan “penjahat” daripada mantan penjahit ….eh salah… mantan orang  baik. Iyalah,…..  mudah-mudahan kita semua diberi hidup yang khusnul khotimah (akhir yang baik). Amien..hehe…..  Tulisan ini aku dedikasikan untuknya (thanks, for what we’ve shared), untuk mantan pengguna lainnya, untuk yang lagi berpikir untuk mencoba, dan yang tidak mau mencoba sama sekali. Aku ceritakan pula pengalamanku mengkonsumsi shabu-shabu….

Apa itu shabu-shabu?

Shabu adalah nama slank dari salah satu obat yang sering dipakai para druggist. Selain shabu, masih banyak jenis obat lain yang sering dipakai.  Nah, shabu-shabu ini termasuk stimulan sistem saraf, dengan nama kimia methamphetamine hidroklorida, yaitu turunan dari senyawa stimulan syaraf amfetamin. Selain shabu, turunan amfetamin yang sangat ngetop untuk dipakai adalah ecstassy atau metilen dioksi metamfetamin (MDMA).

Tau nggak riwayatnya? Pada jaman perang dunia kedua, tahun 1940an, Pemerintah Jepang membagikan amfetamin kepada pada tentara, pelaut, pilot, dan para pekerja pabrik untuk memperkuat stamina mereka menghadapi perang. Pilot-pilot pada saat itu secara rutin menggunakan obat ini untuk tetap waspada dan terjaga selama perjalanan panjang untuk misi pengeboman. Setelah tahun 1945, sejumlah besar obat ini yang semula hanya digunakan oleh militer membanjiri pasar.

Pada tahun 1950-1960, di Amerika Serikat,  tablet metamfetamin yang diproduksi secara legal banyak dipakai oleh mahasiswa, sopir truk, dan atlet, untuk tujuan meningkatkan stamina, yang umumnya tidak menjadikan ketergantungan yang berlebihan. Namun pola ini berubah drastis ketika tahun 1960an mulai tersedia metamfetamin injeksi. Dan sejak itu penggunaan amfetamin meningkat tajam untuk tujuan-tujuan “rekreasional”. Metamfetamin jalanan dikenal dengan nama : speed, meth, crank. Selanjutnya muncul metamfetamin hidroklorid yang berbentuk kristal, yang dapat dihirup, yang dikenal dengan nama “ice”, crystal, glass, atau shabu-shabu ini. Efek fisiologis dan psikologis shabu dan zat-zat stimulan syaraf lainnya mirip dengan kokain, yaitu mengurangi kelelahan, meningkatkan kewaspadaan, dan menekan nafsu makan.

Secara farmakologi, amfetamin dan turunannya bekerja dengan meningkatkan aktivitas neurotransmiter norepinefrin dan dopamin dengan cara memblokade re-uptake-nya di ujung saraf. Dua neurotransmiter ini bekerja pada sistem saraf simpatis meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan denyut jantung, meningkatkan pernafasan, dll. Metamfetamin yang dihirup atau disuntikkan memberikan sensasi yang digambarkan sebagai “extremely pleasurable”, yang disebabkan efek halusinogennya.

Berbentuk bubuk kristal, shabu digunakan dengan cara dibakar dan dihisap dengan alat khusus yang disebut bong. Menurut sebuah sumber, harga shabu-shabu 1 gr  saat ini sekitar Rp. 1,7 juta. Kristal ini paling banyak digemari karena relatif tidak ada sakauwnya (dibandingkan heroin/putaw, atau kokain). Kalau lagi nagih hanya gelisah, tidak bisa berpikir dan bekerja, merasa kelelahan, dll. Menurut narasumber yang pernah menggunakan, awalnya ia menggunakan shabu ini untuk meningkatkan stamina. Bisa kuat tidak tidur dan tidak makan berhari-hari, lebih bersemangat, aktivitas seksual meningkat, dll.

Apa bahayanya?

Bahaya shabu-shabu memang tidak sebesar kokain atau heroin. Menurut narasumberku yang pernah menggunakan, dia bahkan tidak pernah mendengar cerita ada orang yang meninggal karena shabu. Dan menurutnya tidak ada istilah OD (overdosis) dalam penggunaan shabu, banyak sedikit sama saja efeknya.  Efek negatif yang paling sering dirasakan adalah paranoid,… rasa ketakutan yang berlebihan, atau sebaliknya kesenangan yang berlebihan. Namun bagaimanapun secara farmakologi, intoksikasi shabu bisa berakibat fatal, yaitu kematian. Pemakai mungkin akan mengalami peningkatan denyut jantung yang cepat, peningkatan pernafasan, peningkatan tekanan darah, dan mungkin bisa mengalami perdarahan otak akibat tekanan darah yang tinggi. Juga bisa terjadi peningkatan suhu tubuh (hiperthermia) dan kejang-kejang yang bisa berakibat koma, dan kemudian titik, alias koit hehe….. (walaupun kejadian ini mungkin tdk terlalu banyak).

Lah… kalo cuma mau meningkatkan stamina kan banyak cara lain yg lebih sehat dan kurang beresiko kan?

Hm… tapi pasti tak ada yang mengira ya kalau aku juga pernah mengkonsumsi shabu-shabu?? Beneran tuh..???!!

Iya, bener… begini ceritanya……

Menikmati shabu-shabu di Jepang

Tahun 1998 – 2001, aku berkesempatan tinggal di Jepang untuk studi program doktor. Orang Jepang suka mengadakan party (pesta) untuk merayakan sesuatu. Yang selalu ada pada pesta orang Jepang adalah sake, beer, dan aneka alcoholic beverage lainnya. Tapi tentu saja tetap tersedia teh, jus buah, dan minuman lainnya, yang selalu aku pilih karena aku tidak minum alkohol. Nah, pada sebuah party di kota kecil dekat Matsuyama bersama profesor dan teman-teman lab, kami pernah pesta shabu-shabu.

Japanese shabu-shabu

Japanese shabu-shabu

Eit,…. jangan negative thinking dulu,….. shabu-shabu (atau syabu-syabu) yang kami nikmati adalah sejenis makanan Jepang yang dihidangkan dengan hot pot. Jenisnya mirip sukiyaki, di mana ada irisan daging tipis (bisa daging sapi, kambing,  ayam, atau bebek), yang disajikan dengan suatu dipping sauce (saus pencelup). Ia digolongkan makanan musim dingin, tapi nyatanya bisa dijumpai sewaktu-waktu sepanjang tahun. Shabu-shabu umumnya disajikan bersama tofu (tahu Jepang yang lembut), dan aneka sayuran seperti hakusai, nori (rumput laut), bawang bombay, wortel, jamur shitake dan enokitake.

Cara menikmati shabu-shabu

Kalau shabu-shabu yang di atas dipakai dengan cara dihirup, yang satu ini dengan cara dimasukkan mulut lalu dikunyah… Hmm..nyam-nyam..!! Makanan ini dinikmati dengan cara mencelupkan irisan daging yang sangat tipis dan sayuran pada sebuah mangkok/panci (pot) yang berisi air mendidih atau kaldu yang dibuat dari kombu, dan membolak-balik daging itu beberapa kali (menggunakan sumpit) sampai matang. Bunyi ketika irisan daging tipis dicelup bolak-balik itu terdengar seperti “ shabu-shabu”… hehe… (kalo bahasa kita mungkin kaya di “usap-usap”..), sehingga makanan ini diberi nama shabu-shabu. Daging yang sudah matang tersebut kemudian dicelup dulu ke dalam saus pencelup sebelum masuk mulut bersama nasi yang sudah disiapkan dalam mangkok-mangkok kecil. Setelah semua daging dan sayuran dimakan, maka sisa air mendidih itu menjadi seperti kaldu, dan biasanya dimakan belakangan.

Nama shabu-shabu itu sudah dipatenkan lho… oleh Suehiro, penemunya, pada tahun 1955. Waktu itu Suehiro untuk pertamakalinya memperkenalkan makanan shabu-shabu ini di restorannya di Osaka. Sebenernya makanan ini teinspirasi dari makanan China hot pot yang bernama “shuan yang rao”, sehingga memang lebih mirip makanan China tersebut, ketimbang makanan Jepang sejenis seperti sukiyaki.

Hm…. enak lho….. ! Yang jelas lebih sehat lah ketimbang shabu-shabu yang di atas tadi…. Dan bisa juga kok untuk nambah stamina hehe….. Jadi yang belum sempat mencoba shabu-shabu yang pertama, mendingan coba shabu-shabu yang barusan aku ceritakan ini…. Insya Allah bulan November besok aku ada undangan ke Jepang,.. ayo ikutan sambil menikmati shabu-shabu di sana……. !





Catatan tentang Blog dan Lebaranku tahun 2009

23 09 2009

Dear kawan,

Tak terasa hampir setahun usia blog ala-kadarnya ini, dengan jumlah  kunjungan sekitar 41 ribuan. Banyak masukan yang membangun dan memotivasiku untuk setia menulis. Katanya banyak pula yang terinspirasi oleh tulisan-tulisanku, hm…..  terimakasih atas apresiasinya.. Aku coba telisik lagi, posting pertamaku adalah tanggal 6 Oktober 2008. Hmm.. masih naif banget waktu itu…. dengan tulisan2 pendek dan mendaur ulang simpanan tulisan2ku yang tercecer di beberapa tempat… 

Tapi belakangan memang frekuensi menulisku sudah mulai berkurang. Bahkan sebulan terakhir ini hampir sama sekali tiada tulisan baru. Aku mencoba evaluasi lagi nasib malang blog-ku ini, yang jarang ku-update lagi…  Yang pertama, ada sedikit kejenuhan, .. semua hal rasanya sudah pernah kutulis. Mau nulis tentang obat, sudah banyak blog serupa. Yang kedua, aku pun makin selektif menulis…. semakin banyak yang membaca, ada semacam ‘beban’ untuk tidak menulis asal-asalan saja. Yah, walaupun pada dasarnya ini adalah blog untuk berekspresi pelepas penat, tapi tentu harus ada muatan yang bermanfaat. Yang ketiga,… belum ada lagi peristiwa2 istimewa di seputar keseharianku yang mendorongku untuk menulis..  Biasanya aku suka mencari ide tulisan dari pengamatan atau pengalaman sehari-hari yang kukombinasi dengan pengetahuan tertentu. Ada sih tentu hal-hal istimewa dalam 1-2 bulan belakangan, tapi itu terlalu pribadi dan bukan untuk konsumsi publik hehe……  Aku masih menulis, tapi untuk diriku sendiri. Aku kan harus ja-im haha…. (jaga image).  Jadi mohon maklum jika produktivitasku menulis di blog ini sedang rendah sekarang….

Kali ini aku mencoba membuat catatan kecil lebaran tahun ini, sekedar untuk dokumentasi aku sendiri… Dan catatan lebaran kali ini adalah yang pertama kubuat karena Blog ini memang baru mengalami sekali lebaran.

Era Face Book

Sekali lagi aku perlu menyebut-nyebut tentang Face Book dan harus angkat jempol dengan ide inventif penemunya untuk mengkreasi suatu media pertemanan yang sangat fenomenal abad ini. Terus terang… aku termasuk yang “tiada hari tanpa membuka Face Book” hehe… walau kadang hanya sebentar2 untuk menengok suasana hiruk pikuk di dunia maya. Face Book ini perlu kusebut karena benar-benar mewarnai suasana Ramadhan maupun Idul Fitri tahun ini bagi sebagian besar orang…..  Aku jamin!! Ada yang mengisinya dengan penuh canda-tawa, ada yang serius penuh pesan hikmah dan menggunakannya sebagai media dakwah. Termasuk aku juga yang kadang muncul ide-ide iseng dan jail untuk ditulis, namun sesekali juga menulis serius membawa pesan tertentu. Kadang berbau sentimentil pula hehe……. sesuai suasana hati. Face Book pula yang menjadi media utama mengucapkan selamat berpuasa atau selamat Idul Fitri, di samping SMS atau MMS. Kartu Lebaran jadi terasa jadul !! Pak Pos jadi berkurang pekerjaannya nih…..

Ramadhan 1430 H

Hmm, kawan…., aku merasa Ramadhanku kali ini tidak begitu optimal. Astaghfirullohal adziim. Aku tidak bisa cerita banyak… tapi pada bulan yang mestinya penuh pengendalian diri dan emosi, nampaknya aku lebih banyak gagal. Emosi masih berfluktuasi naik turun, kurang sabar, sensitif, mudah menangis, …. yah begitulah. Aku masih harus banyak berlatih.. Sampai-sampai aku berpikir, begitukah memang sifat wanita?…. Ah, mestinya tidak. Banyak wanita-wanita kuat yang berhasil menguasai diri dan mengendalikan emosinya dalam berbagai keadaan.

Apa penyebabnya? Hm…. biar jadi ranah pribadi saja hehe….  Mengapa ini kutuliskan? Aku hanya ingin memberi gambaran tentang kompleksitas manusia.  Bahwa walaupun seseorang punya daya nalar yang baik, seringkali logika kalah dengan perasaan…. sampai-sampai pernah kutulis di status FBku…. bahwa tidak mudah mengkompromikan akal dan hati.  Dan hal-hal serupa tentu akan sering kita hadapi di kemudian hari. Itu sungguh ujian hati yang berat… bagaimana untuk tetap berpegang pada bisikan kalbu yang jernih, yang  menuntun pada kebaikan. Dan aku hanyalah manusia lemah belaka…. dan nampaknya sedang berada dalam titik terlemah…

Ramadhan pun berlalu, menyisakan harapan semoga akan bertemu bulan mulia ini tahun berikutnya, dan akan menjalaninya dengan lebih baik. Amien.

Persiapan untuk lebaran

Persiapan lebaran aku lakukan ala kadarnya saja. Yang penting mengeluarkan zakat mal dan membagi bingkisan lebaran untuk tetangga kiri kanan yang kurang beruntung. Dan tidak lupa, memberi THR untuk dua asisten di rumah hehe….. Aku sendiri tak ada baju baru khusus. Beberapa saat sebelumnya sudah beberapa kali jahitkan baju yang kainnya pemberian dari teman-teman (thanks, teman-teman…). Dan sebaliknya, justru bongkar-bongkar lemari mencari baju-baju lama yang masih pantas diberikan pada yang membutuhkan. Paling cari baju untuk anak-anak, juga untuk para keponakan, karena ibuku ingin 10 cucunya memakai baju batik yang senada/seragam pada acara silaturahmi keluarga besar hehe… kaya panti asuhan saja..

Mudik Lebaran

Anak-anakku sudah mulai libur semingguan sebelum lebaran. Yang sulung malah sudah tidak sabar lagi untuk mudik ke rumah eyangnya di Purwokerto, dan secara khusus meminta eyangnya untuk menjemputnya mudik. Yah, si sulung kami memang cukup lama menghabiskan masa balitanya bersama eyangnya karena dulu dia ditinggal ketika kami (ayah ibunya) belajar di Jepang selama tiga tahun. Kebetulan ia juga kelahiran Purwokerto, jadi maklum saja jika ia merasa sangat dekat dengan eyang dan kota kelahirannya itu. Aku sendiri masih bertahan sampai hari terakhir masuk kantor, sampai sore hari.  Tapi hawanya sudah mulai hawa liburan hehe…. jadi agak santai, sambil kirim-kirim dan cek-cek e-mail dan persiapan untuk rencana benchmarking ke Australia bulan Oktober ini. Insya Allah.

Perjalanan mudik pada hari Jumat alhamdulillah berjalan lancar. Jalanan masih normal… dengan waktu tempuh Jogja-Purwokerto selama 4,5 jam dengan mobil sendiri, termasuk break untuk sholat jumatan. Sampai Purwokerto aku agak pangling dengan berbagai perubahan kota. Alun-alun yang dulu pernah jadi tempat banyak aktivitasku di masa kecil dan remaja sudah banyak berubah wajah. Pohon-pohon pinggir jalan banyak yang berkurang. Makin banyak saja bangunan-bangunan baru di sepanjang jalan menuju rumah ibuku. Hm… tiba-tiba saja aku jadi sentimentil menyusuri jalan-jalan kotaku dan mengenang semua yang pernah lewat dua puluh lima tahun yang lalu…. Lagi-lagi, Face Book tidak dilupakan….hehe… melalui mobile text via HP ku-update status FBku:… “Purwokerto, I’m coming!”….

Kerepotan lebaran

Menurutku, yang paling menikmati liburan lebaran adalah para asisten rumahtangga alias PRT. Sudah dapat THR, bebas dari pekerjaan pula. Sedangkan sang majikan gantian kerepotan mengurus segala pernak-pernik keperluan rumah. Begitu jugalah aku, terutama untuk urusan anak-anak, terutama sekali si bungsu yang baru 3,5 tahun. Wah,… aku tak pernah bisa lepas dari urusan si kecil, mulai dari bangun tidur, mandi, sarapan, nemani bermain, makan siang, tidur siang, mandi sore, makan malam, sampai tidur lagi. Terasa banget tidak mudah to be the real mother, though I am not a perfect mother. Paling lega kalau anak sudah tidur hehe…. bisa nulis-nulis seperti sekarang ini, bisa buka Face Book, cek e-mail, dll.

Adik-adikku sudah mulai pula berdatangan dengan keluarga masing-masing. Rumah ibu menjadi ramai dan mulai berantakan kayak kapal pecah. Maklum cucu-cucunya masih anak-anak yang sukanya main melulu dan belum punya rasa tanggungjawab untuk membereskan. Kerepotan bertambah saja. Tapi yah… Lebaran adalah kerepotan yang menyenangkan, dan kesenangan yang merepotkan, begitu kutulis di status FBku.

Aku sebenarnya sedang tidak ingin menulis yang sedih-sedih… tapi bagaimanapun kadang ada keprihatinan menyusup. Melihat keponakanku yang kecil-kecil sudah pandai berceloteh, aku ingat si bungsu kami Dhika yang masih terbatas percakapannya. Yah… itulah ujian kami juga, mudah-mudahan Allah akan memberikan yang terbaik bagi kami semua, Amien.

Hari Idul Fitri tiba

keluarga kecil kami di Idul Fitri

keluarga kecil kami di Idul Fitri

Alhamdulillah, hari raya telah tiba. Pagi-pagi kami sekeluarga besar berangkat bersama ke Alun-alun Purwokerto untuk sholat Ied. Kali ini untuk pertamakalinya si bungsu aku coba ajak untuk berangkat sholat Ied. Terus terang, aku agak sangsi apakah Dhika sudah bisa diajak ke acara semacam, karena Dhika memang sedikit hiperaktif dan tidak betah diam. Tapi bismillah… aku coba saja. Aku sudah siapkan mainan yang kuharap bisa membuatnya betah menunggu. Apa yang terjadi ?… Rakaat pertama berjalan dengan lancar, Dhika duduk manis di dekatku. Pada rakaat kedua, nampaknya ia mulai bosan. Tiba-tiba saja ia lari melalui lorong yang terbentuk dari jamaah sholat ied. Waduh, aku mulai tidak khusyu, tapi sempat berharap dia segera kembali. Ketika sholat selesai, Dhika tidak kembali. Wah, aku lumayan panik mencarinya. Aku sedikit berlari melewati orang-orang yang sedang mendengarkan khotbah sambil berkali-kali mohon maaf karena melewatinya untuk mencari Dhika. Sejauh mata memandang tak banyak yang bisa kulihat karena pakaian jamaah warna-warni dan sulit sekali mencari anak kecil seusia Dhika. Sambil aku memohon kepada Allah semoga Dhika ketemu, akhirnya aku menatap sosok kecil di kejauhan sedang asyik berlari kecil menyusuri pinggir alun-alun di dekat pohon beringin paling timur. Alhamdulillah, aku langsung berlari kencang, takut kehilangan sosok kecil itu. Akhirnya kutemukan dan kobopong Dhika untuk kembali ke tempat kami berkumpul. Ah,.. sungguh pengalaman yang cukup mendebarkan. Alhamdulillah, kami masih diberi kesempatan  menemukan Dhika. Dhika sungguh ujian bagi kami untuk menjaga dan merawatnya. Beri kami kekuatan ya, Allah. Amien.

Usai sholat Ied, suasana rumah cukup hiruk pikuk dengan makan opor ayam dan ketupat, sungkem dengan ibu dan saling bermaafan di antara keluarga, serta pertemuan keluarga besar RT tempat tinggal kami di Masjid dekat rumah. Ini Lebaran ketiga tanpa ayah yang telah meninggalkan kami tahun 2006 yang lalu. Kami juga sempatkan ziarah ke makam ayah untuk mendoakan beliau. Cuma ada yang sedikit menganggu, ketika kami lagi khusyu berdoa di makam ayah, keponakanku yang masih umur 3,5 tahun tiba-tiba menyanyikan lagu dengan lidah cedalnya  ”C lagi A minol D minol ke G ke C lagi….”…Lagunya Lupa-lupa Ingat-nya Band Kuburan…. Waah, ketawa deh semua…… dan berdoa harus diulang lagi.

Reuni SMA 1 Purwokerto

Setelah sehari sebelumnya kami bersilaturahmi ke Pekalongan dan kembali pada esok paginya, H +4 Idul Fitri alias tanggal 23 September diisi dengan acara Reuni SMA Negeri 1 Purwokerto Angkatan 1987 di sebuah restoran alam di dekat Baturaden. Lumayan banyak yang datang, dan kami cukup terkaget-kaget dengan penampilan beberapa teman yang banyak berubah setelah belasan tahun tidak ketemu. Ada yang jadi kelas berat, ada yang bertahan langsing, ada yang tetap awet muda, dan macam-macam lagi. Cukup seru dan heboh…!! Semoga forum ini bisa menjadi media untuk berbagi dan bertukar pikiran dan pengalaman, terutama buat kemajuan almamater tercinta.

Hm.. hari yang cukup melelahkan hari ini. Semua anggota keluargaku langsung tidur pulas lebih awal.. sehingga aku bisa bebas nulis banyak malam ini hehe……

Penutup

Demikian catatan lebaranku kali ini yang kutulis pada H+4. Pagi tadi aku sudah mendapat SMS dari Pak Dekan untuk membuat laporan singkat tentang kegiatan DIPA WCRU (World Class Research University) untuk Fakultas Farmasi di mana kebetulan aku menjadi Ketua Task Force-nya, karena akan dilaporkan dalam Pidato Dies Fakultas Senin mendatang. Artinya….. hm, liburan telah usai. Siap-siap lagi menghadapi berbagai aktivitas pasca liburan. Semoga akan menjadi hidup baru yang lebih baik…. Amien.

Selamat Idul Fitri

Mohon maaf lahir dan batin.





Mohon maaf lahir dan batin

17 09 2009
Selamat Hari Raya Idul Fitri ya...

Selamat Hari Raya Idul Fitri ya...

Bulan Ramadhan tinggal 2 hari lagi… Ada perasaan campur aduk di sini… Antara gembira karena akan bertemu keluarga dan saudara-saudara dalam suasana Hari Raya,.. tapi juga sedih karena akan berpisah dengan Ramadhan yang mulia tanpa tahu akankah akan bertemu lagi tahun depan. Dan aku merasa ibadah Ramadhanku kali ini tidak maksimal…
Sejujurnya, banyak sekali ujian hati di Ramadhan kali ini…. kadang lulus kadang tidak….. Ramadhan dengan Face Book tahun ini menjadi salah satu keunikan dan sekaligus ujian…. akankah sesuatu yang bersifat netral itu menjadi manfaat atau mudharat. Dan kadang kita terbawa pada pilihan yang terakhir… Astaghfirullohal adziiim.

Idul Fitri nanti semogalah menjadi tonggak baru untuk hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu, kami sekeluarga mengucapkan :
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima dan kita mendapat ampunanNya. Amien
.





Manfaat dan risiko obat asma

9 09 2009

Dear kawan,

Apa kabar?….

Duh, maafkan aku……. lamaa sekali aku tidak nulis lagi di blog-ku ini….. Terus terang aku rindu menulis di sini, tapi entahlah, mood menulisku sedang tidak begitu bagus sebulan terakhir ini ….. Ada aja deh.. yang lagi dipikirkan dan cukup mengokupasi perhatianku..  Selain itu, sekarang lagi eranya Face Book…, jadi sebagian ekspresi sudah dimunculkan di sana, sehingga blog tidak lagi menjadi sumber penyampaian ekspresi utama lagi. Kalau dulu dikit-dikit nulis di blog, sekarang sebagian sudah “dilampiaskan” di Face book… hehe.

Tapi syukurlah, lewat Face book juga aku diberi tau oleh seorang teman, kakak kelasku SMA dulu, bahwa aku muncul di Majalah Info Obat (thanks, mbak Uti… bisa  jadi inspirasi ngisi blog..).  Sebelum itu, teman yang lain cerita bahwa aku muncul juga di Trans TV utk acara Akar Pinang…  Wah, kalau yang ini sih aku nggak merasa…. tapi mungkin saja itu rekaman waktu aku jadi moderator di Launching Ceremony-nya World Conference tg 12 Agustus kemaren.. karena kebetulan salah satu pembicaranya adalah Pak Haji Agus, pengisi acara Akar Pinang. Nampaknya itu adalah rekaman tentang beliau tetapi akunya jadi ikut terekam dan nongol di TV hehe….

Nah, daripada blog-ku ini kosong, aku tampilkan saja hasil wawancara Majalah Info Obat (Rika) denganku mengenai Manfaat dan Risiko Obat Asma. Di bawah ini adalah tulisannya……..

Manfaat dan Risiko Obat Asma

inhaler

inhaler

Bicara mengenai obat asma, tak lepas dari berbagai pilihan jenis obat yang tersedia. Mulai dari golongan obat, tujuan penggunaan, maupun bentuk sediaan. Beda golongan obat akan menunjukkan efek yang berbeda pula. Efek yang berbeda akan mempengaruhi tujuan penggunaan, apakah obat digunakan untuk mencegah atau untuk mengatasi saat asma kambuh. Sedangkan bentuk sediaan mempengaruhi onset (waktu yang dibutuhkan dari obat dikonsumsi sampai obat berefek) dan efektivitas obat sehingga biasanya menyesuaikan dengan tujuan pengobatan dan kondisi pasien. Namun yang namanya obat selain memiliki manfaat, tentu tak lepas dari risiko efek samping yang ditimbulkan. Untuk mengetahui lebih jauh, Info Obat berbincang-bincang seputar manfaat dan risiko obat asma bersama Prof.Dr. Zullies Ikawati, Apt, salah satu staf pengajar di Fakultas Farmasi UGM.

Zullies memulai penjelasan mengenai obat golongan steroid. Contoh obat golongan steroid antara lain budesonide, beclometason dan deksametason. Obat lini pertama dalam terapi asma ini umum digunakan untuk tujuan pencegahan kambuhnya asma. Kendati dapat pula untuk mengatasi keadaan saat asma kambuh. Pada terapi pencegahan yang mengharuskan pasien mengkonsumsi obat secara rutin sebaiknya menggunakan bentuk sediaan inhalasi atau lebih dikenal dengan sebutan metered dose inhaler (MDI). Penggunaan inhalasi memiliki memiliki onset lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan per oral (obat diminum sehingga melewati saluran cerna). Efek samping pun bisa diminimalisir karena obat hanya bekerja di seputar saluran pernapasan. Mengenai isu gangguan pertumbuhan anak dan timbulnya osteoporosis akibat penggunaan steroid terus-menerus, Zullies menambahkan belum ada fakta selama obat asma digunakan dalam bentuk sediaan inhalasi. Selain dalam bentuk sediaan inhalasi, tetap tidak tertutup kemungkinan menerima obat golongan steroid dalam bentuk sediaan per oral. Efek samping dari obat golongan steroid antara lain meningkatkan tekanan dan kadar gula darah, sehingga penggunaan steroid pada pengidap hipertensi dan diabetes mellitus (DM) perlu mendapat perhatian khusus. Obat golongan steroid juga memiliki efek sebagai imunosupressan yang dapat menurunkan kekebalan tubuh. Sehingga sebaiknya tetap menjaga kondisi dan stamina tubuh selama penggunaannya. Sedangkan penggunaan steroid untuk ibu hamil dan menyusui cukup aman selama obat diberikan atas rekomendasi dokter. Bahkan sebelum melahirkan kerap dilakukan suntikan intravena obat golongan steroid untuk mencegah kekambuhan asma saat ibu melahirkan. Yang perlu diperhatikan adalah saat pasien menerima terapi pencegahan yang mengharuskan penggunaan steroid secara rutin. Selama terapi tubuh menerima steroid dari luar/eksogen yang mengakibatkan sistem endogen (hormon) dalam tubuh tidak memproduksi steroid. Karena itu, penggunaan steroid tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba, dan dosis harus diturunkan perlahan untuk memberi waktu pada sistem endogen agar bisa kembali bekerja memproduksi steroid.

Untuk mengatasi serangan akut, obat golongan beta-agonist misalnya salbutamol menjadi obat lini pertama yang bekerja sebagai bronkodilator (merelaksasi bronkus). Obat golongan ini pun sudah banyak tersedia dalam bentuk inhalasi sehingga bekerja lebih efektif dalam mengatasi serangan akut. Pada keadaan darurat dimana pasien mengalami kesulitan bernapas yang parah digunakan metode pemberian obat secara nebulisasi. Nebulisasi merupakan metode semacam pengasapan obat yang diberikan pada pasien sehingga obat dapat masuk ke saluran nafas dalam kondisi sulit bernafas sekalipun. Sayangnya tidak semua sarana kesehatan memiliki alat nebulizer karena relatif mahal. Di samping penggunaan short acting, ada juga obat golongan beta-agonist yang bekerja long acting, misalnya salmeterol atau formeterol, yang memiliki onset dan durasi efek yang lebih panjang dibanding salbutamol. Biasanya untuk terapi pencegahan kambuhnya asma. Efek samping golongan beta-agonist cukup beragam seperti: tremor/gemetar pada tangan, sakit kepala, hipokalemia (kekurangan kalium), dan takikardi (percepatan denyut jantung). Namun efek samping tersebut tidak selalu terjadi tiap kali penggunaan obat. Muncul atau tidaknya efek samping tergantung kondisi klinis masing-masing individu. Apabila obat beta-agonist digunakan dalam jangka panjang dan secara berlebihan dapat menurunkan efektivitasnya. Hal ini disebabkan karena terjadinya desensitisasi reseptor obat, sehingga reseptor menjadi kurang peka. Karenanya perlu dosis yang lebih besar untuk memperoleh efek yang sama. Untuk itu dokter akan mempertimbangkan dosis yang paling tepat untuk pasien sesuai dengan keadaan klinisnya.

 Terapi obat beta-agonist terkadang dikombinasikan dengan obat golongan antikolinergik untuk mencapai efek yang lebih baik. Sama dengan beta agonis, obat golongan antikolinergik misalnya ipratropium bromida bekerja dengan merelaksasi bronkus. Umumnya digunakan untuk mengatasi serangan akut. Efek samping yang timbul antara lain: mulut kering, mengantuk, dan gangguan penglihatan. Terutama pada penggunaan inhalasi dimana pasien melakukan teknik penyemprotan yang kurang tepat. Dalam beberapa saat mata dapat menjadi kabur. Zullies menyarankan agar pasien mengetahui teknik penggunaan inhalasi yang tepat misalnya dengan bertanya pada dokter atau apoteker. Satu lagi obat yang akrab dalam terapi asma, yaitu teofilin. Teofilin tergolong obat ’tua’ dalam arti sudah digunakan untuk terapi sejak lama. Teofilin memiliki jarak dosis terapi dan dosis toksik yang sempit. Hal ini dapat membahayakan jika pasien mengkonsumsi dosis yang berlebihan. Gejala keracunan teofilin antara lain: insomnia, sakit kepala, mual, dan takikardi. Oleh sebab itu saat ini teofilin sudah banyak ditinggalkan dalam terapi asma. Namun kadang-kadang masih tetap dipakai misalnya pada keadaan darurat, teofilin diberikan dengan menyuntikkan dalam bentuk aminofilin. Pemakaian teofilin ini dipertimbangkan karena harganya yang ekonomis. Teofilin pun masih terdapat sebagai salah satu bahan aktif obat asma yang dijual bebas. Setelah mengulas berbagai jenis obat asma, Zullies menyimpulkan bahwa obat-obat asma tersebut cukup aman. “Saya sarankan untuk penggunaan inhalasi, karena efeknya lebih cepat, sesuai sasaran karena langsung ke saluran nafas, efek sampingnya pun minimal jika dibandingkan penggunaan oral sehingga cukup aman. Dan teknik penggunaan inhalasi yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan terapi.”, imbuh Zullies menutup perbincangan. [Rika]

Thanks for Rika. Good job!