Penang, aku datang…

31 01 2010

Dear kawan,

Sudah lama sekali aku tidak menulisi blog-ku, maafkan….. Pekerjaan sedang tidak bisa menyisakan waktu dan perhatian. Koreksian ujian bertumpuk, persiapan pidato Pengukuhan juga harus dipikirkan. Dan yah…. entah kenapa, mood menulis juga sedang menghilang. Tapi sekedar penanda bahwa aku masih ada, aku coba menulis deh….

Tulisan kecil ini kubuat di Penang, Malaysia. Yah…. saat ini aku berada di Penang untuk menghadiri undangan Seminar tentang Pharmacogenomics yang diselenggarakan oleh INFORMM (Institute for Research in Molecular Medicine) USM, yang saat ini sedang bekerjasama dengan tim kami dalam penelitian farmakogenetik/genomik. Kami datang bertiga sekaligus membawa sampel DNA yang akan dianalisis untuk genotyping sebagai bagian dari share dalam kolaborasi risetnya.

Sport jantung

Perjalanan dari Yogya ke Penang sempat membuat sedikit sport jantung, tapi alhamdulillah, kami bisa sampai dengan selamat. Bayangin, aku datang ke Bandara saat check in desk sudah tutup. Alhasil, tas pakaianku tak bisa masuk bagasi. Aduhh… lumayan terbirit-birit deh masuk pesawat. Lalu sesampai di Kuala Lumpur Airport, lagi-lagi sport jantung, karena waktu transit hanya sebentar, dan kami sempat nyasar ke gate G, karena informasi pada tiket ternyata tidak sama dengan yang seharusnya. Wah, kalau yang ini hampir sama deh dengan di Indonesia,…. tau-tau pindah gate untuk keberangkatan pesawat. Dan yah… lumayan ngetop deh se bandara, karena nama kami sempat dipanggil untuk segera masuk pesawat hehehe……. alias masuk pesawat in the last minutes. Oya, alhamdulillah…. tidak ada masalah dalam membawa sampel dari Indonesia. Sebelumnya sempat kuatir juga kalau-kalau ada masalah di imigrasi mengenai sampel isolat DNA yang kami bawa.

Sampai Penang pukul 17.00 waktu setempat, dan kami dijemput salah seorang dari INFORMM untuk dibawa ke hotel. Selisih waktu antara Jogja dan Penang adalah 1 jam, di mana waktu Penang lebih awal satu jam. Wah, jadi disorientasi waktu deh….. karena jadi aneh… lokasi Penang yang berada lebih barat dari Indonesia, tetapi waktunya sama dengan waktu Indonesia bagian tengah (WITA). Alhasil, waktu shubuh adalah pukul 06.30, dan maghrib pukul 19.30an. Malamnya kami diajak makan Prof Rusli (Boss INFORMM) di sebuah restoran Thai. Hm… nyam-nyam deh…

Consortium, proposal bersama

Full team beserta teman dari INFORMM, ki-ka: Pak Arief, Pak Hamid, Bu Purwanti, aku, Pak Lukman

Hari pertama of the meeting berisi paparan progress penelitian dari beberapa universitas di Malaysia. Oya,…. kami di Penang bertemu dengan staf Farmasi UGM yang sedang belajar di sana (dik Purwanti), dan juga Assoc. Prof. Hamid Fauzi (teman Indonesia yang sekarang menjadi Peneliti di INFORMM), yang bercerita bagaimana tentang suasana riset dan sistem manajemen dana riset di USM, dan secara umum di Malaysia. Aku ngga ingin mengulang-ulang komentar tentang dukungan fasilitas dan dana riset di negeri jiran ini, pokoknya bikin iri deeh……

Salah satu agenda dalam meeting ini adalah membentuk consortium yaitu Malaysia Harm Reduction Research Consortium, yang anggotanya terdiri dari peneliti dari beberapa universitas di Malaysia dan unsur industri dan Pemerintah. Jadi konsepnya adalah ABG, yaitu Academic – Bussiness – Government. Wah, jadi bisa mengintip deh bagaimana mereka membentuk consortium ini dari awal, dan bagaimana merencanakan kegiatannya. Menariknya, kami sebagai tamu turut dilibatkan, sehingga UGM masuk deh dalam konsorsium tersebut.

Konsorsium ini bertugas menggalang dana dari berbagai sumber dan mengkoordinasikan penelitian yang terkait dengan “harm reduction”. Yang termasuk dalam topik ‘harm reduction” yang menjadi research of interest dari konsorsium ini adalah mengenai terapi susbtitisi opoiod pada penyalah-guna obat, studi penggunaan anti retroviral terapi pada pasien HIV-AIDs yang juga drug abuser, drug/substance dependency, dll. Kami nanti akan menjadi salah satu anggota konsorsium dan akan melakukan penelitian sejenis di Indonesia, dan diharapkan akan menjadi sebuah penelitian besar yang bisa menggaet dana yang besar. Insya Allah. 

Jadi pada hari kedua itu juga, kami dibagi dalam kelompok kecil sesuai interest masing-masing untuk menginventarisir macam-macam proposal riset yang dapat dibuat. Yah, cukup mengesankan juga karena kita bisa share masing-masing topik riset dan nanti akan bersama-sama atau sendiri-sendiri membuat proposal riset dan mencari dana riset.

Penutup

Untuk urusan perut, tak ada yang perlu dikuatirkan, bahkan agak berlebihan. Breakfast di hotel a la Melayu cukup cocok di lidah, juga hidangan selama di meeting. Uniknya, break untuk snack pagi dan sore a la Malaysia itu isinya makanan-makanan “berat”….  sperti roti jala dengan kare ayam, makaroni, dll. Rasanya jadi kayak makan 2 kali breakfast, dan dua kali lunch….  Mungkin aku harus mengurangi porsi makan nanti setelah balik jogya sebagai kompensasi berlipatnya “tabungan” lemak di perut dalam beberapa hari ini.

Well, kawan, tak banyak dulu ya, tulisan kali ini, sekedarnya saja untuk obat kangen menulis di blog. Malam sudah sangat larut sekarang. Sampai ketemu lagi pada tulisan lain dari Yogya.

Iklan




Lomba Pantun Bahaya Alkohol

12 01 2010

Dalam rangka melestarikan pantun dan menggerakkan kebiasaan menulis dan menciptakan pantun, kami membuka lomba Cipta Pantun Bahaya Alkohol.

Syarat dan ketentuannya:

1.Peserta tanpa batasan usia, warga negara RI dan berdomisili di dalam negeri.

2. Peserta hanya boleh mengirimkan satu pantun asli ciptaannya sendiri, dikirim melalui email ke : tatia41@gmail. com beserta nama dan alamat lengkap disertai nomor telepon yang dapat dihubungi.

3. Memberikan jawaban atas pertanyaan di bawah ini:

a.Pada halaman berapakah di dalam buku Bahaya Alkohol dan Cara Mencegah Kecanduannya ditemukan gambar wajah anak Fetal Alcohol Syndrome?

b.Ada berapa metode cara mengatasi dan mencegah kecanduan alkohol yang dibahas dalam buku ini?

4. Naskah pantun diterima paling lambat tanggal 27 Pebruari 2010.

Nama pemenang dan pantunnya akan diumumkan melalui milis dan blog buku Bahaya Alkohol pada tanggal 1 Maret 2010.

5. Hadiah pertama uang sejumlah Rp250.000.- dan tas BOJA Bags, hadiah kedua uang sejumlah Rp150.000.- dan tas BOJA Bags, hadiah ketiga uang Rp100.000.-( seratus ribu rupiah)dan tas BOJA Bags (www.trulyjava.com). Hadiah hiburan pemenang ke-4 hingga ke-10 berupa martabak bolu Golden Bell (www.martabakbolu. com)

Selamat mencipta pantun.





Melawan mabuk perjalanan…

1 01 2010

Dear kawan,

Selamat tahun baru yaa…… Wish the best for you all…

Tulisan ini menjadi tulisan pertamaku di tahun 2010. Dan aku yakin pasti banyak yang lagi liburan dan mengisinya dengan perjalanan ke tempat wisata atau ke rumah saudara yaa… . Aku sendiri hari ini akan melakukan perjalanan ke Purwokerto nih, my home town, menjemput anak-anak yang lagi liburan di rumah eyangnya.  Sebelum berangkat aku sempatkan menulis ini sebentar.

Ngomong-ngomong tentang perjalanan, ada tuuh..yang  jadi musuh. Iya, … mabuk kendaraan atau mabuk perjalanan. Aduh, sebel banget kan kalo punya kebiasaan mabuk kendaraan alias motion sickness.

 Apa itu mabuk jalan alias motion sickness?

Kalau mengacu dari istilahnya dalam bahasa Inggris, motion = gerakan, maka mabuk jalan ini adalah suatu sickness (penyakit, gangguan) yang disebabkan oleh adanya gerakan. Penyakit ini merupakan gangguan yang terjadi pada telinga bagian dalam (labirin) yang mengatur keseimbangan, dan disebabkan karena gerakan yang berulang, seperti gerak ombak di laut, pergerakan mobil, perubahan turbulensi udara di pesawat, dll.

Mengapa gerakan bisa menyebabkan motion sickness?

Gerakan dirasakan oleh otak melalui 3 jalur pada sistem saraf, yang akan mengirim signal dari telinga bagian dalam (perasaan terhadap gerakan, percepatan, gravitasi), dari mata (penglihatan), dan jaringan lebih dalam pada permukaan tubuh manusia (yang disebut proprioceptors). Ketika tubuh digerakkan dengan sengaja, misalnya kita jalan, input dari ketiga jalur tadi akan dikoordinasikan oleh otak. Ketika terjadi gerakan yang tidak disengaja, seperti ketika mengendarai mobil, kadang otak tidak bisa mengkordinasikan ketiga input tadi dengan baik. Adanya konflik dalam koordinasi 3 input tadi diduga menyebabkan orang merasa mabuk jalan atau motion sickness, dengan gejala mual, pusing, sampai muntah. Konflik input dalam otak ini diduga melibatkan level neurotransmiter yaitu histamin, asetilkolin, dam norepinefrin. Karena itu, obat yang bekerja melawan motion sickness adalah obat yang mempengaruhi atau menormalkan lagi level neurotransmiter ini di otak.

Bagaimana pengatasan motion sickness?

Walaupun ada 3 neurotransmiter yang terlibat, tetapi saat ini obat yang paling sering dipakai untuk mengatasi mabuk jalan adalah antihistamin. Obat ini bekerja memblok reseptor histamin di otak yang berada di chemoreceptor trigger zone (CTX) yang mengkoordinasikan input2 tadi. Obat ini bisa mencegah mual, muntah, dan pusing akibat mabuk jalan. Antihistamin yang sering dipakai adalah dimenhidrinat (ada berbagai nama paten), namun demikian bisa juga digunakan obat antihistamin lainnya. Obat sebaiknya diminum sebelum perjalanan dimulai. Bisa juga sih menggunakan antimuskarinik seperti beladonna atau scopolamin, tapi ini adalah obat lama yang sudah jarang dipakai.

Bagaimana caranya mencegah atau meminimalkan motion sickness?

Jika Anda termasuk yang gampang mabuk perjalanan, ada beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan untuk mencegah mabuk jalan:

1. Naiklah kendaraan di bagian di mana mata Anda akan melihat gerakan yang sama dengan yang dirasakan oleh tubuh (jadi jangan duduk menghadap ke belakang misalnya, atau di samping, yang tidak searah dengan gerakan mobil). Kalau di mobil atau bus, duduklah di depan dan lihat pemandangan. Kalau di kapal, pergilah ke dek dan melihat gerakan horizon. Kalau di pesawat, duduklah dekat jendela dan melihat keluar. Juga duduklah di bagian dekat sayap, di mana gerakan terasa paling minimal.

2. Jangan membaca di perjalanan

3. Jangan melihat atau bicara dengan orang lain yang juga gampang mabuk jalan

4. Hindari bau-bauan yang kuat, makanan yang berbumbu tajam, terutama sebelum dan selama perjalanan.

5. Gunakan obat anti mabuk. Ada studi melaporkan bahwa jahe bisa mengurangi mabuk jalan, jadi bisa juga dicoba minum wedang jahe atau mengulum permen jahe, walaupun mungkin hasilnya akan bervariasi antar orang.

Demikian, selamat berjalan-jalan….

Jangan lupa oleh-olehnya yaa….