Bolehkah minum obat melebihi dosis yang dianjurkan?

29 11 2008

Dear netters,

Posting ini saya tulis dan kirim dari Makassar. Hari ini untuk pertama kalinya dalam hidup saya untuk menginjakkan kaki di Makassar. Ceritanya saya diundang untuk menjadi pembicara di sebuah seminar nasional di Fakultas Farmasi Univ Hasanuddin. Wah, naik level nih hehe…. sebelumnya cuma level Jawa Tengah dan DIY, sekarang naik jadi level nasional. Barusan dijamu makan malam menikmati seafood yang lezaaat… dan sekarang sebagai pengantar tidur saya tuliskan postingan ini.

Posting ini menanggapi pertanyaan dari seorang netter, Dedek namanya, yang bertanya seperti di bawah ini. Dan saya sengaja mengangkatnya menjadi satu topik tulisan, semoga bisa bermanfaat buat yang lain.

Tanya :(dikutip sesuai aslinya)

Klu dokter menganjur kan kita minum 1 pil tidur tp kita minum 2-3 apa kira2 efek nya?
Klu sekali2 blh gak ya minum di luar dosis,apa pengaruh nya waktu jangka pendek dan jangka panjang.
Terima kasih byk atas jawaban nya.

Jawab:

Setiap obat memiliki aturan dosis sendiri, yang mana dosis tersebut merupakan dosis terapi atau dosis yang bisa memberikan efek penyembuhan. Dosis sendiri sebenarnya bersifat individual, karena satu orang dengan yang lain mungkin akan memerlukan dosis berbeda karena kondisinya. Katakanlah orang yang mengalami gangguan ginjal atau orang yang sudah lansia sehingga fungsi ginjalnya mulai berkurang, dosis yang dibutuhkan lebih kecil daripada orang dewasa normal. Sedangkan jika penyakit seseorang cukup berat, mungkin ia memerlukan dosis lebih tinggi dari orang lainnya.

Selain dosis terapi, dikenal juga dosis toksik dan dosis letal. Dosis toksik artinya dosis yang bisa memberikan efek toksik/racun, sedangkan dosis letal adalah dosis yang bisa menyebabkan kematian. Jarak antara dosis terapi dengan dosis toksik pada setiap obat berbeda-beda, ada yang rentangnya sempit, ada yang rentangnya lebar. Rentang tadi sering diistilahkan sebagai indeks terapi. Semakin lebar indeks terapi berarti jarak antara dosis terapi dengan dosis toksik semakin lebar. Implikasinya, obat lebih aman, karena peningkatan dosis tidak segera menyebabkan gejala keracunan. Obat-obat penenang/obat tidur termasuk obat yang indeks terapinya lebar. Artinya, jika (mas/mbak) Dedek minum 2-3 butir pil tidur (yang mestinya cukup 1 butir), mungkin belum akan mengakibatkan efek toksik yang berarti. Kecuali jika menggunakan puluhan butir sekaligus, yang mungkin akan mencapai dosis toksiknya sehingga bisa keracunan, dan mungkin bahkan bisa menyebabkan kematian.

Di sisi lain, ada obat yang indeks terapinya sempit. Contohnya adalah obat jantung digoksin dan obat epilepsi fenitoin. Obat ini jika digunakan melebihi dosis yang seharusnya akan lebih cepat mencapai dosis toksiknya, sehingga bisa menyebabkan keracunan atau bahkan kematian. Contoh lain yang gampang adalah obat anti diabetes untuk menurunkan kadar gula darah. Jika mestinya cukup minum satu,  maka jika pasien minum 2 atau 3 mungkin kadar gula darahnya bisa menjadi anjlok di bawah kadar normalnya, dan pasien bisa pingsan karena syok hipoglikemi.  Karena itu harus berhati-hati menggunakan obat dengan indeks terapi sempit, jangan asal menaikkan dosisnya sendiri.

Nah, kembali ke pil tidur atau obat penenang, bagaimana jika kita menggunakan dalam jangka panjang dengan dosis yang berlebih? Obat penenang seperti Valium (diazepam), lorazepam, alprazolam, dan keluarganya dapat menyebabkan efek toleransi. Artinya, tubuh akan membutuhkan dosis yang semakin meningkat untuk mendapatkan efek yang sama. Itu nanti akan menjadi pintu masuk menuju “ketergantungan obat”. Demikian pula obat tidur seperti luminal (fenobarbital), ia juga bisa menyebabkan toleransi. Karena itu, sebaiknya obat digunakan sesuai dengan aturannya. Jika Anda merasa bahwa obat anda belum berefek dan membutuhkan peningkatan dosis, konsultasikan dulu dengan dokter. Jangan-jangan anda memerlukan obat lain yang lebih poten…

Demikian semoga bermanfaat…

Oaahhhem…. aku bisa bobo sekarang….!

Iklan




Somadril, “obat kuat” untuk wanita ??

27 11 2008

Dear kawan,

 

Lower back pain, salah satu indikasi pemakaian Somadril

Lower back pain, salah satu indikasi pemakaian Somadril

Pagi ini ada mahasiswa menghadap untuk konsultasi rencana thesisnya. Salah satu ide yang muncul adalah mengevaluasi penggunaan Somadril di kalangan wanita PSK (Pekerja Seks Komersial) . What?! Iya, cukup menarik juga karena aku malah baru pernah dengar bahwa di Bali (kebetulan dia seorang apoteker di sebuah apotek di Denpasar), dokter sering meresepkan Somadril untuk pasien. Apoteknya yang kecil kelarisan dengan Somadril. Uniknya, yang sering menebus resep tersebut biasanya adalah germo, yang katanya digunakan untuk PSKnya sebagai “obat kuat” wanita. Walah, walah…. kalau pria menggunakan Viagra cs, wanita menggunakan Somadril.

Apa sebenarnya obat Somadril itu? (aku pun jadi penasaran…  pingin tahu, benarkah efeknya demikian atau hanya sugesti belaka).

Somadril yg berisi Carisoprodol

Obat bernama paten Somadril ini nama generiknya adalah carisoprodol. Obat ini digolongkan sebagai obat pelemas otot yang bekerja secara sentral dan digunakan untuk mengatasi nyeri otot, msalnya pada nyeri punggung bawah (low back pain). Carisoprodol tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang (paling lama 2-3 minggu), karena belum ada bukti kuat mengenai efektivitasnya jangka panjang. Selain Somadril, nama paten lain yang berisi carisoprodol adalah Carnophen.

Efek samping obat ini meliputi beberapa bagian tubuh, antara lain sistem saraf pusat, saluran cerna, dan kardiovaskuler, meliputi : tremor, nervous, pusing, mengantuk, kegelisahan, depresi, mual, muntah, dan jantung berdebar (takikardi). Mekanisme aksi obat ini tidak begitu jelas, tetapi nampaknya mempengaruhi aktivitas saraf di medula spinalis. Metabolitnya yaitu meprobamat memilki efek penenang dan penghilang kecemasan. Melihat semua informasi tentang obat ini (silakan check lagi di http://www.rxlist.com/soma-drug.htm), aku jadi agak bingung juga efek mana yang dimanfaatkan para wanita PSK itu dalam melakukan pekerjaannya…… Mungkin efek penenang dari metabolitnya itu yang diharapkan ??  Meprobamat termasuk obat penenang yang berpotensi untuk disalahgunakan, sehingga termasuk obat yang perlu mendapat pengawasan ketat. (Untuk tambahan info, mulai thn 2013, semua sediaan obat yang mengandung carisoprodol telah ditarik Nomor Ijin Edarnya, sehingga mestinya tidak boleh lagi ada di pasaran).

Yang jelas itu adalah contoh dari penyalahgunaan obat, di mana obat tidak digunakan sesuai dengan indikasinya. Memangnya PSK itu setiap hari selalu mengalami nyeri otot ya?…. Kasihan….! Kalaupun digunakan untuk efek penenangnya, itu pun tidak terlalu tinggi efeknya dibandingkan obat penenang lain yang memang diindikasikan untuk itu. Di satu sisi, aku merasa prihatin, karena aku yakin bahwa para PSK itu melakukan pekerjaannya tentu dengan batin tertekan. Aktivitas seksual yang tidak dari hati itu mungkin yang membuat mereka jadi merasa nyeri, atau otot-otot kewanitaannya tidak bisa relaks, sehingga mereka membutuhkan obat pelemas otot…. Mungkinkah demikian? Hmm.. entah..

Atau jangan-jangan hanya sugesti saja, bahwa dengan Somadril ini akan membuat mereka lebih “tahan atau kuat” untuk melayani konsumen yang mungkin bisa lebih dari 4 sehari ? Dan mereka menggunakan obat ini dalam jangka waktu lama selama mereka menjadi PSK. Banyak pula yang kemudian menjadi kecanduan Somadril. Apakah mereka tidak memikirkan efek samping apa yang mungkin dapat dialami dengan penggunaan obat sembarangan ini dalam jangka panjang? Germonya tentu ngga bakalan mikir, yang penting dapat setoran banyak….

Astaghfirullahal’adziim… berilah mereka jalan keluar yang terbaik untuk hidupnya. Selain PSK, Somadril dan Carnophen juga sering disalahgunakan oleh kalangan pecandu obat lainnya. Sama sekali tidak dipikirkan efek yang lebih berbahaya dan fatal ketika mereka jadi mencandu dan menggunakan obat dalam dosis besar untuk mendapatkan efek yang diinginkan.  Karena itu perlu kehati-hatian dan kewaspadaan kita untuk bisa mencegah penyalah gunaannya.





Mengenal vitamin lebih dekat…..

24 11 2008

ist2_6475935-vitamin-s-table-with-food-iconsIklan tentang produk multivitamin, baik untuk anak maupun dewasa sangat mudah kita temukan sehari-hari di TV. Benarkah kita memang membutuhkan aneka produk tersebut? Seberapa banyak kita memerlukan vitamin setiap harinya? Darimana kita bisa memperolehnya? Tulisan kali ini akan mengupas tentang vitamin lebih dekat.

Tidak seperti karbohidrat, lemak, atau protein; vitamin tidak menghasilkan energi (kalori), tetapi vitamin sangat vital untuk berbagai reaksi metabolisme dalam tubuh. Vitamin membantu berbagai proses kimia dalam tubuh, termasuk bagaimana mengubah makanan menjadi energi. Ada sedikitnya 13 macam vitamin yang diperlukan untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal. Mereka terbagi menjadi dua golongan besar, yaitu vitamin yang larut dalam air (Vit B kompleks dan Vit C) dan yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K).

Vitamin larut dalam lemak : memerlukan adanya lemak untuk bisa diserap dalam tubuh dan kemudian diedarkan seluruh tubuh, dan dapat disimpan dalam (lemak) tubuh. Sedangkan vitamin yang larut dalam air lebih mudah diabsorbsi dan dikeluarkan dari dalam tubuh, dan tidak disimpan dalam tubuh.

Vitamin ditemukan hampir pada semua makanan. Untuk mendapatkan vitamin yang dibutuhkan, makanlah berbagai jenis makanan untuk menu sehari-hari. Masing-masing makanan mengandung satu atau lebih jenis vitamin tertentu dengan jumlah/kandungan yang bervariasi. Jika makanan sehari-hari kita cukup bergizi dan lengkap, tentunya kebutuhan vitamin ini sudah tercukupi, tidak perlu menambah dengan suplemen vitamin lagi, apalagi jika kita (atau anak-anak kita) juga suka minum susu, yang kebanyakan telah diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral. Dan jangan salah, kebanyakan vitamin juga tidak baik, bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Berapa banyak kebutuhan vitamin kita?
Kebutuhan harian vitamin dan mineral untuk setiap individu berbeda, tergantung pada usia dan kondisi khusus, misalnya kondisi sakit atau hamil/menyusui. Pada kondisi sakit, biasanya diperlukan tambahan vitamin, apalagi orang sakit biasanya malas makan. Informasi tentang kebutuhan vitamin dan mineral terutama sangat penting bagi ibu dan calon ibu yang sedang hamil atau merencanakan hamil. Misalnya, kelebihan vitamin A bisa meningkatkan risiko kecacatan bayi, sedangkan penambahan suplemen asam folat dalam jumlah yang tepat dapat mencegah risiko bayi lahir cacat. Di bawah ini adalah daftar nama vitamin, fungsi, sumber, dan kebutuhan hariannya.

Vitamin

Fungsi

Contoh makanan sumber vitamin

Recompriaded Dietary Allowance
(ages 25-50 years)

Vitamin A

memacu pertumbuhan dan perbaikan jaringan, pembentukan tulang,k kulit, dan rambut yang sehat. Penting untuk daya penglihatan dan integritas sistim imun.

Hati, susu, dan produk-produk susu yang diperkaya vitamin A

3330 IU (pria)
2664 IU (wanita)

Beta-carotene (Diubah menjadi Vitamin A di dalam tubuh)

Bertindak sebagai antioksidan, membantu melindungi dari penyakit kanker, katarak, dan jantung.

Wortel, ubi jalar, bayam, labu, brokoli, semangka, apricot

tidak ada RDA

Vitamin D

Membantu absorpsi kalsium, membantu membangun massa tulang dan priacegah keropos tulang. Membantu priajaga kadar kalsium dan fosfor dalam darah.

Sinar matahari, produk susu yang diperkaya dengan vit D, minyak ikan, ikan tuna, ikan salmon.

200 IU (usia 19-51)*
400 IU (usia 51-70)*
600 IU (usia 70+)*

Vitamin E

melindungi sel dari radikal bebas, bertindak sebagai antioksidan, dan membantu melindungi dari penyakit kanker, katarak, dan jantung. Dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal.

kacang-kacangan, biji-bijian, gandum, margarin, minyak sayur

14.9 IU (pria)
11.92 IU (wanita)

Vitamin K

Perlu untuk pembekuan darah dan kesehatan tulang.

sayuran hijau, sayuran berdaun, hati

80 mcg (pria)
65 mcg (wanita)

Vitamin B Complex

Thiamin (B1)

Penting untuk mengubah karbohidrat menjadi energi. Diperlukan untuk fungsi mormal sistim saraf dan otot, termasuk otot jantung

Biji gandum, kacang plong, biji bunga matahari

1.2 mg (pria)
1.1 mg (wanita)

Riboflavin (B2)

Membantu pembentukan sel darah merah, funsgi sistim saraf, dan pelepasan energi dari makanan. Diperlukan untuk fungsi penglihatan dan melindungi dari katarak.

Hati, susu, yoghurt, jamur, biji gandum

1.3 mg (pria)
1.1 mg (wanita)

Niacin

Memicu pelepasan energi dari makanan dan perlu untuk fungsi saraf

biji gandum, jamur, ikan tuna, salmon, ayam, daging sapi, ayam, hati, kacang

16 mg (pria)
14 mg (wanita)

Pyridoxine (B6)

Penting untuk metabolisme protein, fungsi saraf dan sistim imun. Terlibat dalam sintesis hormone dan sel darah merah

Hati, tuna, daging, bayam, pisang, kedelai, biji bunga matahari

Pria:
1.3 mg (usia 19-50)
1.7 mg (usia 51+)
Wanita:
1.3 mg (usia 19-50)
1.5 mg (usia 51+)

Asam folat

Diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan saraf dan pembentukan sel darah merah. Mengurangi risiko cacat saraf pada bayi, dan mengurangi risiko sakit jantung

sayuran hijau berdaun, jus jeruk, daging, biji bunga matahari

400 mcg

Vitamin B12

Vital untuk pembentukan darah dan system saraf yang sehat

Makanan dari organ binatang, telur, tiram

2.4 mcg

Biotin

Membantu metabolisme asam lemak dan penggunaan vitamin B

keju, kuning telur, butter kacang, hati

30 mcg*

Asam pantotenat

Membantu petumbuhan dan perkembangan tubuh .

jamur, hati, brokoli, telur (banyak makanan lain mengandung senyawa ini)

5 mg*

Vitamin C

memicu perkembangan sel, penyembuhan luka, dan daya tahan terhadap infeksi. Bertindak sebagai antioksidan, melindungi dari risiko kanker, penyakit jantung, dan katarak. Meningkatkan penyerapan zat besi.

jeruk, strawberry, tomat, brokoli, daun mustard, kobis, asparagus, kentang

60 mg

Nah, sekarang cek konsumsi makanan harian Anda, sudahkah memenuhi unsur-unsur sumber vitamin yang diperlukan? Sebelum memutuskan untuk menambah suplemen, variasikan dulu menu makan Anda, kalau perlu boleh juga traktir saya makan hehe…..

Semoga bermanfaat





Waspadai efek samping obat…

24 11 2008

alternativemedicine

Dear netters,

Anda pernah nggak, habis minum suatu obat kok ada rasa deg-degan (jantung berdebar) atau mulut rasanya kering? Atau jadi sembelit, atau sebaliknya jadi diare? Atau batuk-batuk, mual, dsb ? Jika tidak ada keluhan-keluhan semacam itu sebelum minum obat, kemungkinan besar Anda mengalami efek samping obat. Tapi memang tidak mudah untuk membedakan apakah ini suatu efek samping atau mungkin gejala suatu penyakit lain. Siapa tau kebetulan ada penyakit lain yang muncul bersamaan dengan kita minum suatu obat tertentu yang gejalanya mirip dengan efek samping suatu obat. Salah satu cara untuk menandainya adalah bahwa jika obat berhenti diminum dan gejala tadi hilang, berarti itu kemungkinan besar adalah efek samping obat. Jika obat berhenti diminum tapi keluhan masih ada, maka mungkin itu tanda adanya suatu penyakit.

Yah, memang, selain memberikan efek terapi yang diharapkan, obat juga bisa memberikan efek yang tidak diinginkan yaitu efek samping obat, atau kerennya disebut “adverse drug reaction”. Efek samping ini ada yang bisa diprediksi sebelumnya, dan ada yang tidak. Mengapa sih obat bisa memiliki efek samping?

Hampir sebagian besar obat memiliki efek samping karena jarang sekali obat yang beraksi cukup selektif pada target aksi tertentu. Suatu obat bisa bekerja pada suatu reseptor tertentu yang terdistribusi luas dalam berbagai jaringan di tubuh. Sehingga walaupun sasarannya adalah reseptor pada pembuluh darah jantung misalnya, ia bisa juga bekerja pada reseptor serupa yang ada di saluran nafas, sehingga menghasilkan efek yang tak diinginkan pada saluran nafas. Contohnya, obat anti hipertensi propanolol dapat memicu serangan sesak nafas pada pasien yang punya riwayat asma. Semakin selektif suatu obat terhadap target aksi tertentu, semakin kecil efek sampingnya. Dan itulah yang kemudian dilakukan pada ahli produsen obat untuk membuat suatu obat yang semakin poten, semakin selektif terhadap target aksi tertentu, sehingga makin kurang efek sampingnya.

Bagaimana cara mengatasi efek samping obat?
Efek samping obat bisa muncul dalam berbagai bentuk dan berbagai tingkatan. Ada yang ringan seperti mengantuk, batuk-batuk, mual, gatal-gatal, sampai yang berat seperti syok anafilaksis, gangguan dalam sistem darah, sampai kematian. Efek samping mengantuk misalnya, mungkin tidak perlu pengatasan, bahkan seringkali dimanfaatkan pasien untuk bisa istirahat. Efek samping meningkatkan nafsu makan malah kadang dimanfaatkan untuk memicu nafsu makan anak yang ngga doyan makan. Tapi efek samping yang menganggu seperti mual bahkan sampai muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi misalnya, mau tak mau harus dicegah atau diatasi dengan obat anti mual, karena kemoterapinya itu sendiri juga tak mungkin dihentikan sebelum waktunya. Dan jika efek samping suatu obat bisa mengancam jiwa, tentu obatnya harus dihentikan dan dicarikan alternatifnya yang lebih kecil efek sampingnya. Untuk hal ini tentu harus dikonsultasikan dengan dokter penulis resepnya.

Untuk mengetahui apakah suatu gejala itu merupakan efek samping khas obat dapat dibaca pada leaflet/kemasan obat, atau dapat pula ditanyakan kepada apoteker saat membeli obat. Hampir semua obat memiliki informasi tentang efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Yang agak susah adalah jika terjadi reaksi alergi. Hal ini sulit untuk diprediksikan sebelumnya. Tapi Anda boleh menggunakan patokan riwayat alergi keluarga, karena sifat alergi ini biasanya diwariskan (warisan kok penyakit ya… hehe… mbok rumah po tanah gitu…). Jika ada riwayat keluarga (ayah, ibu, kakak, adik, nenek, kakek) alergi terhadap obat tertentu, sebaiknya berhati-hati terhadap penggunaan obat tersebut, karena barangkali Anda juga alergi obat tersebut.

Jika Anda menemui suatu gejala-gejala tertentu yang diduga akibat efek samping obat, sebaiknya Anda konsultasikan lagi dengan dokter. Jika itu adalah obat bebas, Anda bisa konsultasikan dengan Apoteker anda. Biasanya jika gejala efek samping tersebut tidak membahayakan dan dapat ditoleransi pasien, tidak perlu ada pengatasan apa-apa. Atau jika ada, sebaiknya tanpa menggunakan obat. Keluhan sembelit, misalnya, diatasi dengan memperbanyak makanan berserat dan minum air untuk mempermudah BAB. Jika terasa mulut kering, mungkin bisa dibantu dengan mengulum permen. Sedangkan jika keluhan efek samping cukup berat dan tidak dapat ditoleransi pasien, bisa diatasi dengan pemberian obat lain untuk mengatasi efek samping, penurunan dosis obat, atau penggantian obat, yang tentunya harus sepengetahuan dokter.

Nah, selamat mencermati.





Be yourself ….. (evaluasi tentang blog)

24 11 2008

Suatu kali aku pernah agak malas menulis di blog. Dan pertanyaan yang pernah kutanyakan pada diriku sendiri muncul lagi : untuk apa punya blog?

Aku mencoba mengingat-ingat niatku punya blog dan bahkan mengorganisir pelatihan pembuatan blog buat teman-teman sekantor. Yah, tujuannya memang memperkenalkan diri kepada dunia… katanya: tak kenal maka tak sayang. Blog merupakan media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan berbagai idea atau pikiran, pengalaman, renungan, syukur ada yang tertarik ngajak kerjasama atau gimana, atau mau ngirim uang hehe….

Tapi aku kok jadi “riya” ya…. Aku jadi “tidak tulus” lagi menulis…. aku jadi berharap pujian, juga jadi suka melihat statistik blog-ku, banyak ngga ya yang nge-hit…

Lho, kok gitu sih?

Yang kedua, dengan latar belakang di bidang farmasi, maka kebisaanku menulis terutama adalah tentang obat-obat dan masalah kesehatan. Tapi ketika aku lihat begitu banyak blog atau website lain tentang informasi obat dan kesehatan, aku juga jadi berpikir lagi…. untuk apa ya aku nulis…. sudah banyak kok informasi seperti itu.

Aku mencoba mengevaluasi lagi niatku…

Dan yah, kutau yang kumau…

Aku tetap akan menulis sebisaku. Bagus atau tidak, dapat pujian atau tidak, bukan masalah. Dan prinsipku adalah… be yourself. Jadilah dirimu sendiri. Tulislah dengan gayamu sendiri, jangan sekali-sekali melakukan plagiarisme, atau mengambil tulisan orang lain dan mengakukan sebagai tulisan sendiri. Nggak usah memaksakan diri kalau sedang nggak mood. Dan alhamdulillah, selama ini yang kutulis adalah buah pikiran atau bacaanku sendiri dari berbagai sumber yang kutulis dengan versiku. Ada yang fresh, ada yang pernah kusampaikan dalam sebuah forum.

Dan kedua,… luruskan niat. Niatku adalah berbagi ilmu… mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi orang lain. Mudah-mudahan Allah ridho dan syukur-syukur bisa menjadi catatan amal baik buatku. Amien. Kalau ada “efek samping” misalnya ada yang memintaku jadi pembicara atau konsultan tentang kefarmasian di suatu forum, aku juga ngga nolak kok…….





Mozaik hidup di Jepang (4): nyaman berlalu lintas..

23 11 2008

bicycle-district-spoke-cardSalah satu kenyamanan hidup di Jepang adalah keteraturan berlalu lintas di jalan. Kendaraan yang lebih besar akan menghormati kendaraan yang lebih kecil dengan memberinya kesempatan jalan lebih dulu. Aku merasakan banget karena aku di sana kemana-mana bersepeda, atau naik kendaraan umum. Pengendara sepeda mendapat perlakuan istimewa karena hampir di setiap jalan ada jalur tersendiri untuk jalan sepeda. Jika jalan agak sempit dan kami harus berpapasan dengan mobil atau bus, maka mereka akan mendahulukan sepeda untuk jalan duluan. Rasanya terhormat banget gitu loh hehe…..  Jika berhenti di perempatan karena lampu merah, mobil-mobil akan berhenti dengan jarak sedikitnya 1 meter. Jarang sekali yang melanggar lampu merah. Bus umum hanya akan berhenti di tempat-tempat yang disediakan, dan orang akan menyeberang jalan di tempat ada tempat penyeberangan jalan. Hm, hidup teratur itu nyaman….

Aku pernah sempat terpikir juga untuk melanjutkan bersepeda ke kampus setelah sampai di Indonesia. Tapi wah….. pengendara sepeda di negara kita kayaknya belum mendapat fasilitas dan perlakuan yang layak. Jangan-jangan kami malah ketabrak motor yang merajai jalan-jalan Jogja, atau disenggol bus kota yang tidak kalah ugal-ugalannya.

Pernah juga di awal berkendara di Jogja, aku mencoba mengambil jarak dengan mobil di depanku ketika berhenti di sebuah perempatan. Eh, niat baikku tadi malah dimanfaatkan oleh banyak motor-motor yang kemudian menyelip di antara mobilku dan mobil di depanku. Ughh…. hilang sudah keinginanku untuk sopan berkendara di jalan raya …

Kapan ya kita bisa nyaman berkendara di negeri sendiri?





Kenali batuk dan obatnya….

22 11 2008

batukUhuk..uhukk..uhuk! Batuk nampaknya penyakit ringan, tapi kerapkali menjengkelkan. Jika batuk tadi bukan bagian dari suatu penyakit lain, misalnya TBC atau asma, batuk bisa diredakan dengan obat batuk tanpa resep. Tapi dengan banyaknya nama obat batuk yang beredar dan iklan yang gencar di televisi,  memilih obat bukan hal yang gampang.  Untuk bisa memilih dengan tepat, kita kenali dulu, yuk apa itu batuk dan apa saja jenisnya.

Batuk sebenarnya adalah refleks normal tubuh kita akibat adanya rangsangan dari selaput lendir di daerah tenggorok dan cabang tenggorok, yang bertujuan untuk membersihkan saluran pernafasan dari zat-zat asing yang menganggu. Jadi, merupakan suatu mekanisme perlindungan tubuh. Namun jika berlebihan memang jadi menjengkelkan.

Secara gampang, batuk dibedakan menjadi dua jenis, batuk kering dan batuk berdahak. Batuk kering biasanya bukan merupakan mekanisme pengeluaran zat asing, dan mungkin merupakan bagian dari penyakit lain. Batuk seperti ini tidak berguna dan harus dihentikan. Untuk ini ada obat-obat yang bekerja menekan rangsang batuk atau dikenal dengan nama antitusif. Beberapa obat yang termasuk jenis ini dan sering digunakan adalah dekstrometorfan, noskapin, dan kodein. Tetapi penggunaan noskapin dan kodein umumnya menggunakan resep dokter. Jadi jika batuk anda jenis kering, carilah obat-obat yang berisikan dekstrometorfan (baca komposisinya) atau berlabel antitusif.

Sebaliknya, batuk berdahak adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan zat-zat asing dari saluran nafas, temasuk dahak. Batuk ini sebaiknya tidak ditekan, supaya zat-zat asing itu bisa dikeluarkan. Obat-obat yang bisa membantu pengeluaran dahak disebut ekspektoran. Obat-obat ini biasanya juga merangsang terjadinya batuk supaya terjadi pengeluaran dahak. Selain itu ada juga obat-obat yang bisa membantu mengencerkan dahak sehingga mudah dikeluarkan yang disebut mukolitik. Contoh obat-obat ekspektoran adalah amonium klorida, gliseril guaiakol, ipekak, dll. Sedangkan contoh obat mukolitik adalah bromheksin, asetilsisitein, dan ambroksol. Jadi, jika batuk anda berdahak, pilihlah obat-obat yang mengandung zat-zat seperti tersebut diatas.

Batuk yang disebabkan karena infeksi virus biasanya akan sembuh sendiri, tetapi batuk yang merupakan gejala infeksi pernafasan karena bakteri mungkin butuh waktu lebih lama dan memerlukan tambahan obat antibiotika. Batuk jenis ini biasanya ditandai dengan dahak yang banyak, kental dan berwarna kuning kehijauan. Kalau Anda mengalami batuk demikian tentu perlu diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Dari segi lamanya, batuk dibedakan menjadi batuk akut (< 3 minggu), batuk subakut (3-8 minggu), dan batuk kronis (> 8 minggu). Batuk akut dan subakut umumnya relative ringan dan bisa sembuh sendiri, walaupun seringkali perlu penanganan dengan obat batuk dan obat lain untuk mengurangi gejala dan menghilangkan penyebabnya. Sedangkan batuk kronis, perlu perhatian tersendiri karena batuk kronis biasanya adalah tanda atau gejala adanya penyakit lain yang lebih berat. Banyak penyakit berat yang ditandai dengan batuk kronis, misalnya asma, TBC, gangguan refluks lambung, penyakit paru obstruksi kronis, sampai kanker paru-paru. Untuk itu, batuk kronis harus diperiksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya dan diatasi sesuai dengan penyebabnya itu.

Nah, kembali ke obat batuk. Sebagian besar produk obat batuk mencampurkan antara zat antitusif dan ekspektoran. Agak membingungkan memang, karena kerja kedua zat tersebut dapat dikatakan berlawanan. Hal ini mungkin didasarkan pada kenyataan bahwa walaupun batuknya berdahak, tapi kerapkali juga terlalu sering dan melelahkan pasien sehingga perlu ditekan.  Namun belakangan ini sudah mulai ada trend beberapa produsen untuk memproduksi obat batuk secara terpisah, yaitu antitusif dan ekspektoran. Untuk itu sebaiknya dipilih obat batuk yang sesuai dengan jenis batuk anda. Kalau perlu belilah dua macam obat batuk tadi dan simpan di kotak obat Anda, dan gunakan sesuai dengan jenis batuknya.