Bolehkah minum obat melebihi dosis yang dianjurkan?

29 11 2008

Dear netters,

Posting ini saya tulis dan kirim dari Makassar. Hari ini untuk pertama kalinya dalam hidup saya untuk menginjakkan kaki di Makassar. Ceritanya saya diundang untuk menjadi pembicara di sebuah seminar nasional di Fakultas Farmasi Univ Hasanuddin. Wah, naik level nih hehe…. sebelumnya cuma level Jawa Tengah dan DIY, sekarang naik jadi level nasional. Barusan dijamu makan malam menikmati seafood yang lezaaat… dan sekarang sebagai pengantar tidur saya tuliskan postingan ini.

Posting ini menanggapi pertanyaan dari seorang netter, Dedek namanya, yang bertanya seperti di bawah ini. Dan saya sengaja mengangkatnya menjadi satu topik tulisan, semoga bisa bermanfaat buat yang lain.

Tanya :(dikutip sesuai aslinya)

Klu dokter menganjur kan kita minum 1 pil tidur tp kita minum 2-3 apa kira2 efek nya?
Klu sekali2 blh gak ya minum di luar dosis,apa pengaruh nya waktu jangka pendek dan jangka panjang.
Terima kasih byk atas jawaban nya.

Jawab:

Setiap obat memiliki aturan dosis sendiri, yang mana dosis tersebut merupakan dosis terapi atau dosis yang bisa memberikan efek penyembuhan. Dosis sendiri sebenarnya bersifat individual, karena satu orang dengan yang lain mungkin akan memerlukan dosis berbeda karena kondisinya. Katakanlah orang yang mengalami gangguan ginjal atau orang yang sudah lansia sehingga fungsi ginjalnya mulai berkurang, dosis yang dibutuhkan lebih kecil daripada orang dewasa normal. Sedangkan jika penyakit seseorang cukup berat, mungkin ia memerlukan dosis lebih tinggi dari orang lainnya.

Selain dosis terapi, dikenal juga dosis toksik dan dosis letal. Dosis toksik artinya dosis yang bisa memberikan efek toksik/racun, sedangkan dosis letal adalah dosis yang bisa menyebabkan kematian. Jarak antara dosis terapi dengan dosis toksik pada setiap obat berbeda-beda, ada yang rentangnya sempit, ada yang rentangnya lebar. Rentang tadi sering diistilahkan sebagai indeks terapi. Semakin lebar indeks terapi berarti jarak antara dosis terapi dengan dosis toksik semakin lebar. Implikasinya, obat lebih aman, karena peningkatan dosis tidak segera menyebabkan gejala keracunan. Obat-obat penenang/obat tidur termasuk obat yang indeks terapinya lebar. Artinya, jika (mas/mbak) Dedek minum 2-3 butir pil tidur (yang mestinya cukup 1 butir), mungkin belum akan mengakibatkan efek toksik yang berarti. Kecuali jika menggunakan puluhan butir sekaligus, yang mungkin akan mencapai dosis toksiknya sehingga bisa keracunan, dan mungkin bahkan bisa menyebabkan kematian.

Di sisi lain, ada obat yang indeks terapinya sempit. Contohnya adalah obat jantung digoksin dan obat epilepsi fenitoin. Obat ini jika digunakan melebihi dosis yang seharusnya akan lebih cepat mencapai dosis toksiknya, sehingga bisa menyebabkan keracunan atau bahkan kematian. Contoh lain yang gampang adalah obat anti diabetes untuk menurunkan kadar gula darah. Jika mestinya cukup minum satu,  maka jika pasien minum 2 atau 3 mungkin kadar gula darahnya bisa menjadi anjlok di bawah kadar normalnya, dan pasien bisa pingsan karena syok hipoglikemi.  Karena itu harus berhati-hati menggunakan obat dengan indeks terapi sempit, jangan asal menaikkan dosisnya sendiri.

Nah, kembali ke pil tidur atau obat penenang, bagaimana jika kita menggunakan dalam jangka panjang dengan dosis yang berlebih? Obat penenang seperti Valium (diazepam), lorazepam, alprazolam, dan keluarganya dapat menyebabkan efek toleransi. Artinya, tubuh akan membutuhkan dosis yang semakin meningkat untuk mendapatkan efek yang sama. Itu nanti akan menjadi pintu masuk menuju “ketergantungan obat”. Demikian pula obat tidur seperti luminal (fenobarbital), ia juga bisa menyebabkan toleransi. Karena itu, sebaiknya obat digunakan sesuai dengan aturannya. Jika Anda merasa bahwa obat anda belum berefek dan membutuhkan peningkatan dosis, konsultasikan dulu dengan dokter. Jangan-jangan anda memerlukan obat lain yang lebih poten…

Demikian semoga bermanfaat…

Oaahhhem…. aku bisa bobo sekarang….!


Aksi

Information

16 responses

4 12 2016
Cinta

Permisi dok, saya mau nanya kira-kira kalo minum parasetamol 10 tablet sekaligus bisa mati kan? Soalnya tadi saya dengar cerita kalo ada teman saya yang minum 10 tablet parasetamol sekaligus, tapi dia bilang tidak merasakan apa-apa. Atau mungkin ada parasetamol palsu yah dok?

Jawab:
Dear Cinta,
minum Parasetamol 10 tablet sekaligus tidak bisa langsung mematikan, walaupun itu bukan palsu. Mungkin dia akan menyebabkan gejala-gejala toksisitas, terutama terkait dengan fungsi hati-nya, tapi mungkin belum sampai akan mati. Namun demikian, respon seseorang dengan orang lain trehadap obat bisa berbeda-beda. jadi, kalaupun itu tdk palsu, mungkin saja dia belum merasakan dampak yang berbahaya. Bisa juga itu palsu. Tapi kayanya sih jarang yang memalsukan parasetamol karena terlalu murah… hehe.. ngga banyak untungnya.

25 11 2016
mahran

Terimakasih banyak bu infonyya…
Wah ya ini yg saya cari bu baru tau saya klo bko buat sildenafil udah banyak beredar hhhhh. Makin bisa berhemat nih. Btw Kenapa? Karena menuryt saya obat tertentu seperti keluarga sildenafil diapotik aharganya mahal, ugal2an, gila klo untuk obat ajaib kayak vgr. Gitu dah jeleknya apotik kasih harga bisa gak logis. Masak vgr100mg harganya 150k/tablet. Harusnya pemerintah atur regulasi HET tegas. Masak jelas disitu ada cantuman HET jualnya masih ngawor. Mangkannya banyak yg beli jamu BKO. Bagi saya untuk keluarga inhibit PDE5 justru enak cari BKO cz murah sih, tentunya untuk coba dosisnya setengah saja dulu. Setelah pengamatan yg saya lakukan ternyata “king cobra” (bko sildenafil) bisa dipake 3x satu kapsul (max. 1\3 kapsul perhari). Mantab bgt dah daripada beli vgr asli. Kalo pake satu kapsul utuh langsung efek pengeligatan berubah, jantung g normal, dll.
Sekian menurut saya.. Trims bu.

11 11 2016
Rizqy Rezanawanti

assalamualikum bu,
saya ingin bertanya bagaimana dengan penggunaan obat metformin apakah obat tersebut jika diminum selang waktu 3-5 jam dapat menimbukan penumpukan dosis obat dalam tubuh? terimakasih bu atas infonya.

jawab:
Tidak perlu kuatir, obat itu nanti akan tereliminasi dari tubuh. Kalaupun berlebih, tidak semuanya berefek, karena untuk berefek metformin harus masuk dulu ke dalam liver/organ target melalui suatu transporter, dan kapasitas transporter itu terbatas. Sisanya akan dieliminasi.

17 03 2016
Muhammad Sobirin

bu mau menanya saya sakit migran kepala dan gigi yang beberapa hari ini kumat jikalau malam hari dan saya gak bisa tidur sampai dini hari bu.. lalu solui saya minum obat. tapi terkadang kurang ngefek atau belum bisa sembuh dan saya terkadang minum 3 obat dalam waktu (kurang dari 3 jam) singkat dan berbeda-beda. mau tanya apakah ada efek dan akibat apa yang akan terjadi kepada saya? terimakasih.. wassalamualaikum wr.wb

Jawab:
Pak Sobirin, untuk migrain memang nyeri kepalanya biasanya relatif berat, sehingga obatnya memang perlu sedikit extra. Bapak bisa mencoba parasetamol langsung 2 tablet @500 mg. Jika belum sembuh bisa diulang lagi, dan maksimal dalam sehari adalah 8 tablet @500 mg supaya tidak berefek racun pada hati. Alternatifnya adalah ibuprofen 400 mg atau asam mefenamat 500 mg. Jika belum berefek, mungkin Bapak membutuhkan obat yang lebih kuat yaitu sumatriptan, tetapi ini harus diperoleh dengan resep dokter.

28 02 2016
nisa ulmuddrika

Trims mbak….sangat membantu sekali pemahamannya….

3 11 2013
putri andini

bu..
Saya td minum obat paramex 2 butir dan mixagrip 2 butir. Sudah tentu itu melebihi dosis karena saya masih berumur 12 tahun.. Lalu apakan itu bisa mengakibatkan kematian atau keracunan..??
Terimakasih atas infonya

Jawab:
Kalau mati ya nggak, buktinya anda masih bisa mengirim pertanyaan ini via blog ini🙂
Tapi memang udah over dosis. Kalau cuma sekali, moga-moga ngga papa…

6 12 2012
sayyidah fitri

makasih atas infonya ., ini sangat berguna bagi saya

28 11 2012
hendrastevani

bu…sy mau nanya gimana suatu obat bisa memiliki dosis tiap 8 jam, tapi waktu paruhnya ternyata lebih atau kurang dari 8 jam, dengan mengkesampingkan faktor patologis pasien
makasih atas infonya bu

Jawab:
sangat tergantung jenis obat dan mekanisme aksinya. Beberapa obat efeknya dipengaruhi ritme sirkadian tubuh. Untuk antibiotik, efeknya dipengaruhi oleh MIC-nya. Beberapa obat antibiotik memerlukan kadar yg sedikit di atas MICnya saja utk bisa efektif, tidak hanya terkait dengan waktu paruh.

18 04 2012
Maria

Wah, tadi malam saya minum obat flu 2 butir. Malah ngantuk berat dan pusing banget Pak…

11 03 2012
Wiwit Nugrahaeni

info nya cukup di mengerti untuk para siswa2 bidang farmasi sperti salah 1 nya saya… thanks bgt buat info disini…

16 06 2011
percetakan

terima kasih informasinya🙂

13 10 2010
lia

wah, alhamdulillah.. penjelasan yg sgt mudah dipahami. terima kasih, sy mndapat pencerahan skrg mengenai istilah2 ttg dosis obat yg selama ini msh bingung. thanks bgt,,,,🙂

10 10 2010
Faiz Suchao

makasih infonya…saya lagi kuliah kimia farmasi dan butuh penjelasan tentang indeks terapi

9 04 2010
Henny kim

Bu, sya mau tanya, apakah yang biasa digunakan sebagai dosis terapi itu adalah KEM, dan dosis toksik itu KTM? trims bu

Jawab.
KEM adalah kadar efektif minimal yang bisa menghasilkan efek obat, rentang dosis terapi adalah di antara KEM dan KTM. Dosis di atas KTM akan menjadi toksik.

4 09 2009
Tano

Thx info’ny mbak

25 04 2009
Rosmawati

syukran infonya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: