Nulis buku sambil minum kopi: mengurangi risiko kanker prostat?

19 06 2011

Dear kawan, Apa kabar?

Judul tulisan kali ini rada-rada ngga nyambung yaah….. Apa hubungannya nulis buku, minum kopi, dan kanker prostat?….. Ngga ada kaliii…. tulisan ini mau ngomongin dua hal yang berbeda, tapi dipaksakan nyambung hehehe……  Biarin, suka-suka yang mau nulis deh…. dan tulisan ini mudah-mudahan jadi kabar baik buat pria penyuka kopi….

Hm…ada perasaan guilty membiarkan blog ini lamaaaa… sekali tanpa tulisan baru… Tapi gimana yah… maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai…. Aku baru fokus menyelesaikan tulisan untuk bukuku yang baru… Tepatnya meng-update buku lama dan melengkapinya dengan informasi-informasi baru, dan nanti akan menerbitkannya dengan penampilan baru. Penerbit sudah minta draft buku sejak lama dengan target bisa terbit bulan Juni ini. Eh…. ternyata tidak mudah menyelesaikannya tepat waktu walau sudah berupaya di sela-sela kegiatan lain… Akhirnya molor deh…. dan masalah timing, Penerbit yang lebih tau… mudah-mudahan bisa released selepas Idul Fitri nanti. Amien…

Ngomongin masalah buku,…wah, seru loh…. belakangan aku lagi asyik dengan promosi beberapa buku karyaku (bisa ditengok di blog ini pada halaman My books), melalui Face Book dan beberapa cara lain. Buat variasi hidup…hehe.. Penghasilan secara finansial sih ngga seberapa…. masih jauh dari tunjangan Guru Besar sebulan hehe….. Berapa sih margin keuntungan harga satu buku…  apalagi jumlahnya belum banyak, ngga kayak Andrea Hirata atau Kang Abik yang bukunya terjual ribuan exemplar.  Tapi kepuasan batinnya itu loh yang tak tertandingi, yaitu ketika karya kita diterima dan diapresiasi orang…. Apalagi kalau ada yang kirim komentar,”…Buku ibu bagus loh, saya suka membacanya….” etc., lalu banyak pesanan pembelian datang….. Udah deh…. rasa lelah menulis buku rasanya terobati. Lelah? ..Iyalah…… menulis buku itu cukup menyita waktu dan perhatian, serta fisik. Kuncinya adalah pada motivasi dan ketahanan fisik. Kalau motivasi, Insya Allah tetap tinggi. Nah, tapi fisikku yang lagi memasuki bulan ke-enam kehamilan ini lumayan agak mempengaruhi…. jadi cepet capek, ngantukan….. jadi aku harus bisa atur waktu kapan untuk menulis ketika badan masih fresh. Juga harus bisa membuat skala prioritas, karena pekerjaan utamaku kan bukan menulis….. Masih banyak hal lain yang harus dikerjakan juga. Kalau dulu waktu tidak dalam kondisi hamil, kalau lagi nulis dan mulai ngantuk….hmm… aku doping dengan secangkir kopi…. bisa fresh lagi. Tapi sekarang…. aku menghindari kopi dulu deh….

Tapi ngomong-ngomong tentang kopi,…sebenarnya banyak manfaatnya loh. Sebuah berita kesehatan baru yang direlease oleh J Natl Cancer Inst, pada 17 Mei 2011, menyebutkan bahwa kopi dapat mengurangi risiko terjadinya kanker prostat pada pria. Sebuah analisis data jangka panjang dari Health Professionals Follow-up Study yang dipimpin oleh Kathryn M. Wilson, ScD, (Departemen Epidemiologi di Harvard School of Public Health, Boston, Massachusetts) melaporkan bahwa ada hubungan antara konsumsi kopi secara teratur dengan penurunan signifikan kejadian metastasis kanker prostat. Menurut para peneliti, kopi mengandung “senyawa biologis aktif yang beragam yang meliputi kafein, mineral, dan phytochemical.” Mereka menambahkan bahwa banyak penelitian menunjukkan bahwaminum kopi jangka panjang  juga dapat dikaitkan dengan peningkatan metabolisme glukosa dan sekresi insulin, sehingga juga mencegah diabetes. Untuk sekedar tau aja,… kanker prostat itu temasuk kanker pembunuh nomer 2 setelah kanker paru pada pria loh…!  Serem kaan? Sebagai tambahan wawasan, kita kenali dulu apa itu kelenjar prostat dan kanker prostat.

Apakah kelenjar prostat itu?

Kelenjar prostat adalah organ yang terletak di dasar atau leher dari kandung kemih pria. Kelenjar ini mengelilingi bagian pertama uretra. Uretra adalah bagian di mana urin mengalir dari kandung kemih untuk keluar dari penis. Salah satu fungsi dari kelenjar prostat adalah membantu mengontrol buang air kecil dengan menekan secara langsung terhadap bagian dari uretra yang mengelilingi. Fungsi utama dari kelenjar prostat adalah untuk menghasilkan beberapa zat yang ditemukan dalam air mani yang normal, seperti mineral dan gula. Air mani adalah cairan yang mengangkut sperma untuk membantu reproduksi.
Pada pria muda, kelenjar prostat normal adalah berukuran sebesar biji kenari (<30g). Selama penuaan normal,  kelenjar prostat biasanya tumbuh lebih besar. Pembesaran hormon yang terkait dengan penuaan ini disebut benign prostatic hyperplasia (BPH), namun kondisi ini tidak terkait dengan kanker prostat. Namun adanya BPH dan kanker prostat keduanya dapat menyebabkan masalah yang sama pada pria terutama yang menjelang lansia. Misalnya, kelenjar prostat yang membesar dapat menekan atau menimpa pada outlet kandung kemih atau uretra, menyebabkan kesulitan buang air kecil. Gejala yang ditimbulkannya umumnya termasuk melambatnya aliran urin dan buang air kecil lebih sering, terutama pada malam hari. Pasien harus mencari nasihat medis dari ahli urologi atau utama perawatan dokter jika gejala ini timbul.Apa itu kanker prostat?

Kanker prostat adalah suatu pertumbuhan tidak normal sel-sel kelenjar prostat. Umumnya, tumor biasanya tumbuh perlahan dan tetap terbatas pada kelenjar selama bertahun-tahun. Selama waktu ini, tumor menyebabkan sedikit atau tidak ada gejala atau tanda-tanda yang terasa (kelainan pada pemeriksaan fisik). Namun, tidak semua kanker prostat berperilaku sama. Beberapa jenis  kanker prostat yang agresif akan tumbuh dan menyebar lebih cepat dari yang lain dan dapat menyebabkan pemendekan harapan hidup yang signifikan pada pria yang mengalaminya. Ukuran agresivitas kanker prostat adalah skor Gleason yang dihitung oleh ahli patologi yang terlatih mengamati spesimen biopsi prostat di bawah mikroskop. Seperti halnya perkembangan kanker lainnya, ia pun dapat menyebar keluar dari prostat ke jaringan sekitarnya (penyebaran lokal). Selain itu, kanker juga dapat bermetastasis (menyebar bahkan lebih jauh) di seluruh area lain dari tubuh, seperti tulang, paru-paru, dan hati. Gejala dan tanda-tanda, oleh karenanya, lebih sering dikaitkan dengan kanker prostat lanjut.

Kopi dapat mengurangi risiko kanker prostat?

Menggunakan data dari Health Professionals Follow-up prospektif studi, para peneliti menganalisis informasi dari 47.911 laki-laki yang melaporkan asupan kopi biasa dan tanpa kafein mulai tahun 1986 dan diamati setiap 4 tahun sesudahnya. Dari tahun 1986 hingga 2006, ada 5035 dari 47.911 orang yang telah mengalami kanker prostat; dari mereka, 642 pasien mengalami apa yang disebut kanker prostat yang mematikan, yang didefinisikan sebagai fatal atau metastasis. Para peserta studi secara total mengkonsumsi rata-rata 1,9 cangkir kopi per hari.

Di antara pria yang minum sedikitnya 6 cangkir per hari, risiko kanker prostat secara keseluruhan adalah 18% lebih rendah dibandingkan mereka yang bukan peminum kopi. Kalau dihitung khusus untuk kanker prostat fatal, risiko itu bahkan menurun menjadi sekitar 60% pada kelompok peminum kopi dibandingkan bukan peminum kopi. Namun demikian, baik kopi berkafein maupun yang tanpa kafein tampaknya mengurangi risiko kanker prostat yang mematikan. Untuk setiap cangkir, risiko turun sekitar 6% untuk kopi biasa dan sekitar 9% untuk kopi tanpa kafein.

Setelah disesuaikan analisisnya berdasarkan usia, pria yang minum setidaknya 6 cangkir sehari memiliki insiden kanker prostat hanya 425 per 100.000 orang-tahun vs 529:100.000 pada mereka yang tidak mengkonsumsi kopi. Demikian juga, kejadian kanker prostat yang mematikan adalah 34 vs 79 per 100.000 orang-tahun pada mereka yang minum minimal 6 gelas dibandingkan dengan yang bukan peminum.

Namun peneliti juga mengakui bahwa “terlalu dini untuk merekomendasikan untuk meningkatkan konsumsi kopi pada pria untuk mengurangi risiko kanker prostat berdasarkan pada studi tunggal” Selain itu, efek dari konsumsi kopi pada aspek lain dari kesehatan harus diperhatikan dalam membuat rekomendasi konsumsi, namun temuan ini berpotensi penting sebagai tambahan informasi mengenai faktor risiko kanker prostat yang dapat dimodifikasi.

Menurut para peneliti, kopi dapat menyediakan setengah dari asupan antioksidan total. Senyawa dalam kopi yang mungkin mempengaruhi risiko kanker antara lain adalah asam klorogenat, yang menghambat penyerapan glukosa; quinides, produk pemanasan asam klorogenat, dan lignan, phytoestrogen dengan aktivitas antioksidan kuat.

Studi lain melaporkan bahwa konsumsi kopi juga bermanfaat mencegah diabetes. Tahun 2005, suatu review terhadap sembilan studi tentang kopi dan diabetes tipe 2 melaporkan bahwa pada lebih dari 193.000 orang, mereka yang minum lebih dari enam atau tujuh cangkir kopi per hari memiliki risiko kejadian diabetes tipe-2 sebesar 35% lebih rendah dibandingkan mereka yang minum kurang dari dua cangkir sehari.

Nah, berarti banyak juga ya manfaat minum kopi. Tapi kayaknya ada catatannya siih….. studi ini banyak dilakukan di Amerika dan Eropa, yang kalau minum kopi hampir-hampir tanpa gula…. Kalau di Jawa yang suka minum nasgithel alias panas-legi-kenthel…. mungkin bisa beda loo hasilnya… terutama unsur gulanya itu yang jadi “musuhnya” Diabetes…..

Demikian kawan, tulisan kecil hari ini sekedar obat kangen nulis di blog… semoga bermanfaat…. Online sambil nyeruput secangkir kopi hangat….hmm…keliatannya nikmaat..!!

sumber dari : http://www.medscape.com/viewarticle/743180?src=mp&spon=30

dan sumber-sumber lain