Menulis itu katarsis…..

9 11 2016

Judul postinganku kali ini agak ngga biasanya yaa hehe.. ..Yah, kata orang membuat judul tulisan itu harus “eye catching”, biar orang tertarik membacanya…  Aku sedang teringat saja bahwa bulan ini blog ini sudah berusia 8 tahun lebih dikit. Aku memulainya bulan Oktober 2008. Ternyata sudah cukup lama juga menemani perjalanan hidupku, mendokumentasikan isi kepalaku. Aku buka lagi postingan awal, yang kadang hanya pendek-pendek saja, kadang cerita keseharian dan pengalaman, atau sekedar pendapat. Banyak cerita yang sudah kutulis, baik tulisan ringan tentang perjalanan, atau tulisan serius tentang obat dan kesehatan. Sungguh, menulis itu sebenarnya suatu katarsis…. suatu pelepasan…. bagi ide, pikiran, perasaan….  Rasanya plong kalau sudah menulis, entah itu dipublikasikan atau hanya untuk kalangan terbatas… Menulis juga mengasah untuk berpikir sistematis dengan alur logis…

Dulu waktu masih rajin menulis, aku targetkan dalam seminggu harus ada satu tulisan. Tetapi semakin kesini, tuntutanku terhadap tulisanku sendiri semakin besar. Follower dan pembaca makin banyak, aku tidak mau juga asal menulis karena nanti akan menjadi referensi pembaca. Dan ternyata untuk menulis juga butuh membaca lagi.  Jadinya malah blog-ku lama kosong tanpa tulisan…  Dan “sibuk” menjadi alasan klasik… hmm….
Makanya aku coba menulis lagi, yang ringan-ringan saja…supaya blog ini tidak kehilangan ruhnya..  dan juga sebagai katarsis…

Alhamdulillah, urusan tulis menulis, beberapa genre buku sudah aku hasilkan. Dari yang serius dan ilmiah untuk referensi kuliah macam buku Farmakologi Molekuler (yang menurutku merupakan masterpiece-ku),  buku ilmiah popular semacam Bijak Memahami Masalah Kesehatan, sampai Komik Apoteker Cilik utk anak-anak (yang cukup fenomenal)..hehe..  Tapi sebetulnya ada satu cita-cita yang belum kesampaian yaitu menulis cerita fiksi semacam cerpen atau bahkan novel. Aku selalu terkagum-kagum dengan para penulis novel dengan imajinasinya yang luar biasa, seperti Andrea Hirata dan Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik). Aku memiliki hampir semua novelnya yang selalu best seller.  Mereka bisa menulis setting cerita dengan sangat detail dan akurat sampai seolah-olah kita berada di dalamnya dan bisa membayangkannya… Ceritanya juga kadang tidak terprediksi ending-nya…. Asyik banget bacanya..

Tapi sebetulnya … ehm…. aku punya sedikit bakat sastra juga lho….. Dulu waktu SMA sering ikut lomba baca puisi.. Nulis puisi dikit-dikit juga bisa. Jadi ingat salah satu puisiku yang beraliran romantik saintifik hehe.. ini aliran puisi ciptaanku sendiri… yg kutulis di salah satu artikelku tentang Science of Love  sekitar 7 tahun yang lalu. Mau baca lagi?

Duhai separuh jiwaku,

Memandangmu, adrenalinku terpacu

Mengaktivasi saraf-saraf simpatisku..

Takikardi, salivasi terhenti…

Dopamin pun mengiringi

membuatku addiksi

tak ingin kau pergi..

Serotonin berkurang

wajahmu tak mau hilang

Catatan: Ini puisi ala dosen mata kuliah Farmakoterapi Sistem Syaraf Pusat hehe…. jadi penuh dengan neurotransmitter..

Udah dulu ah… mau fokus yang berat-berat lagi nii list to do-nya udah panjang..

Sampai ketemu di postingan lain…

sunshine-north-stairs