Merotasi merk susu formula bayi…..

15 01 2009

susuDear temans,

Uff… sudah lama ngga ngeblog nih…, pekerjaan lagi bertubi-tubi dan butuh konsentrasi, sehingga mood atau inspirasi menulis juga sedikit ngadat… (apakah sudah ada yang menanti tulisanku ? hehe… ge-er). Untungnya aku tidak menggantungkan hidupku dari menulis ya hehe… kalau lagi gak ada ide dan inspirasi, bisa-bisa nggak makan ….. Mm… kali ini aku mau share pengalaman mengenai pemilihan susu formula untuk bayi. Kemaren aku sempet belanja ke supermarket dan cari susu untuk anak, jadilah terinspirasi untuk menulis tentang ini.

Kalau kita masuk ke supermarket bagian penjualan susu formula bayi, pasti sering ditawarin mbak-mbak SPG-nya begini,”.. biasanya adik pake susu apa, bu?”.. sudah pernah mencoba ini belum, bu? ini sudah mengandung AA dan DHA, lho…. yang sangat penting untuk perkembangan anak…” bla..bla…

Kalau aku ditanya begitu, biasanya aku bilang,” susunya ganti-ganti, Mbak….” Dan nyatanya memang begitu, aku tidak fanatik terhadap satu merk susu formula untuk bayi. Memilih susu formula yang baik untuk anak memang perlu pertimbangan yang baik pula. Hal ini berangkat dari sangat bervariasinya harga susu, dari yang sekitar Rp 25.000an/kaleng 400 g sampai yang Rb 75.000an/kaleng 400 g. Satu merk pun bisa punya dua versi, versi “standard” yang lebih murah, dan versi “A plus” atau “gold” atau “platinum” atau apalah… yang harganya bisa dua kali lipat. Dengan kondisi financial yang tidak berlebihan, tentu perlu mempertimbangkan mencari susu yang “cost-effective” hehe….. Maksudnya, perlukah kita beli susu yang harganya sampai Rp 75.000an/kaleng jika efeknya tidak berbeda signifikan dengan susu yang seharga Rp 40.000an/kaleng ? Nyatanya waktu aku bayi, tidak pernah minum produk susu-susu mahal, tapi ya masih bisa survive dan ngeblog seperti sekarang ini hehe…..

Sampai-sampai aku melakukan survai kecil-kecilan. Untungnya Dhika, anak kami, tidak masalah dengan rasa susu dan ia toleran terhadap semua merk susu, kecuali ada satu merk yang kayaknya dia nggak suka dan bikin mencret. Aku sudah mencobakan semua merk susu bayi, dan mencatat semua informasi tentang komposisinya, dan tentu juga harganya. Penasaran aja, apa sih yang menyebabkan satu merk itu mahal dan merk lain murah. Apa pula bedanya komposisi satu merk susu yang versi ”standard” dan yang versi ”gold” ?

Aku jumpai bahwa komposisi bahan yang ditambahkan pada berbagai merk susu memang bervariasi. Ada yang menambahkan asam sialat (Enfamil, Enfapro, susu Bendera), yang lain menambahkan omega 9 (Vitalac 1 dan Enfamil), ada yang menambahkan fosfolipid dan spingomielin (Morinaga Platinum), FOS (Bebelac, Vitalac, Nutrilon Royal), GOS, ARA, dll., yang masing-masing dengan kadar bervariasi. Ada kandungan yang dijumpai pada setiap merk susu, yaitu asam lemak omega 3 dan omega 6. Dan walaupun hampir semua merk susu sudah menambahkan omega 3 dan omega 6 yang merupakan penyusun AA dan DHA, tetapi ada pula yang masih menambahkan AA dan DHA.

Tulisan tentang peranan AA dan DHA serta komponen lain yang ditambahkan dalam susu formula akan aku postingkan kemudian. Kali ini aku cuma mau sharing pengalaman saja…. bahwa setelah melihat berbagai merk susu yang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dengan bervariasinya komponen penyusun, aku memutuskan merotasi merk susu untuk anakku agar ia mendapatkan berbagai komponen itu, yang mungkin tidak diperoleh jika hanya menggunakan satu merk susu saja…… Aku juga merotasi merk susu dari harganya hehe…… setelah merk yang murah, ganti yang mahal dan seterusnya…

Tapi ini tergantung keadaan juga sih, karena kadang ada bayi yang ”fanatik” terhadap rasa merk susu tertentu, sehingga ketika susunya diganti ia ”merasa” dan tidak mau minum. Jadi ya terserah saja, apa mau mencoba merotasi seperti ini apa tidak….. Terus terang, aku juga belum bisa menjamin apakah merotasi merk susu ini akan lebih baik daripada menggunakan satu merk susu saja terus menerus… karena aku tidak meneliti secara ilmiah tentang hal ini. Tapi paling tidak itu akan memenuhi kebutuhan logikaku, bahwa anak akan mendapatkan lebih banyak paparan zat yang mungkin diperlukan, dan supaya ia juga bisa menerima berbagai rasa….   Juga untuk menyiasati  isi kantong yang tidak selalu penuh…..

Any idea?