Apa bedanya selesma (common cold) dan influenza?

22 08 2010

Dear kawan,

Sehat semuanya? Semoga ya, di sepuluh hari pertama Ramadhan ini kita diberi kesehatan dan kekuatan menjalankan ibadah puasa. Amien. Apa ada yang kena selesma? Atau influenza? …. hm… sama ngga sih antara selesma dan influenza? Kawan, selesma yang aku maksudkan di sini adalah terjemahan dari “common cold”. Common cold sering kita terjemahkan sebagai “flu”, sehingga agak rancu dengan “influenza”, padahal mereka serupa tapi tak sama.

Apa bedanya selesma dengan flu (influenza)?

Bedanya virus selesma (cold) dan virus flu (influenza)

Memang antara selesma dan flu itu mirip sekali, yaitu bahwa mereka mempengaruhi saluran pernafasan dan memiliki gejala yang mirip, yaitu tenggorokan sakit, hidung tersumbat atau pun meler, batuk, dll. Namun secara umum, gejala selesma jauh lebih ringan daripada gejala flu. Gejala flu (influenza) bisa meliputi demam tinggi, menggigil, badan pegal-pegal, dan kelelahan. Selesma dan flu disebabkan oleh virus yang berbeda. Jika selesma disebabkan oleh virus selesma (cold virus atau rhinovirus), influenza disebabkan oleh virus influenzae yang memiliki berbagai type, yaitu type A, B, dan C. Susahnya, virus ini gampang bermutasi, dan bisa menyebabkan aneka penyakit flu yang mematikan, termasuk flu burung, flu babi, flu Hongkong, flu Singapura, dll. Berbagai strain virus tersebut beredar di seluruh dunia sepanjang tahun dan menyebabkan wabah lokal. Di Kanada misalnya, musim influenza biasanya berlangsung dari November hingga April dan diperkirakan 10-25% orang Kanada mendapatkan influenza setiap tahun. Sebuah studi memperkirakan 6.700 orang Kanada pertahun meninggal akibat komplikasi influenza terkait dan sekitar 70.000 hingga 75.000 orang dirawat di rumah sakit.

Di bawah ini disajikan perbedaan antara selesma dan Influenza, yang diambil dari http://www.publichealthgreybruce.on.ca/Communicable/Influenza/FactSheets/Flu_vs_Colds.htm

GEJALA SELESMA INFLUENZA
Demam Jarang Tiba-tiba, seringkali demam tinggi, berakhir dalam 3-4 hari
Sakit kepala jarang Sering
Nyeri dan pegal Ringan Biasa terjadi, dan sering sangat sakit
Lemah jarang/lemah Sedang sampai berat, bisa sampai satu bulan
Terbaring di tempat tidur jarang Sering, bisa sampai 5-10 hari
Pilek sering kadang-kadang
bersin-bersin biasa kadang-kadang
Tenggorokan sakit biasa kadang-kadang
Batuk kadang-kadang, ringan-sedang Biasa, bisa menjadi parah
Komplikasi yang bisa terjadi Sinus atau infeksi telinga Pneumonia, gagal ginjal, gagal hati, dapat mengancam jiwa

Apa macam virus influenza?

Sedikit lebih jauh, mari kita coba mengenali virus influenza. Virus influenza terdiri dari 3 tipe, yaitu A, B, dan C. Virus Influenza Tipe A dapat menginfeksi manusia, kuda, babi, anjing laut, ikan paus dan binatang lainnya. Namun burung liar adalah tempat tinggal alamiah mereka.Virus tipe A ini dibagi dalam beberapa Sub-tipe berdasar dua (2) jenis protein pada permukaannya. Protein ini disebut sebagai Hemaglutinin (HA) dan Neuroaminidase (NA). Terdapat 15 jenis sub-tipe HA dan 9 sub-tipe NA, dan berbagai kombinasi dari kedua jenis protein ini dapat ditemukan. Hanya beberapa Virus Flu tipe A yang umumnya saat ini menyerang manusia, yaitu H1N1, H1N2, dan H3N2. Sedangkan beberapa sub-tipe umumnya terdapat pada hewan, misalnya H7N7 dan H3N8 yang menyebabkan penyakit flu pada kuda. Sub-tipe Virus Flu tipe A dinamakan berdasar jenis protein HA dan NA, misalnya H1N2 adalah Virus Influenza tipe A yang mempunyai jenis protein HA 1dan protein NA2. Sehingga Virus Avian H5N1 adalah Virus Influenza Tipe A yang mempunyai protein HA 5 dan NA 1. Virus Influenza Tipe B umumnya ditemukan di manusia. Namun tidak seperti Virus Tipe A, Virus ini tidak diklasifikasi berdasar sub-tipe. Walaupun Virus tipe B ini dapat menyebabkan epidemi, tetapi tidak dapat menyebabkan pandemi. Virus Influenza Tipe C menyebabkan sakit ringan pada manusia dan tidak menyebabkan epidemi atau pandemi. Virus ini juga tidak diklasifikasi berdasar sub-tipe.

Strain

Virus Influenza B dan beberapa Sub-tipe Virus A dibagi lagi kedalam Strain. Ada berbagai Strain pada Virus Tipe B dan Sub-tipe A. Strain baruVirus Flu akan menggantikan strain yang lama. Perubahan Strain ini terjadi secara “shift” atau “drift”. Ketika strain Virus baru ini muncul, maka sel pertahanan tubuh (antibody) yang terbentuk karena infeksi virus Flu strain yang lama, tidak dapat memberikan perlindungan lagi kepada infeksi strain baru.Jadi Vaksin Flu harus diperbarui setiap tahun untuk mengikuti perubahan strain dari Virus Flu. Akibatnya, orang yang ingin melakukan vaksinasi Flu harus mengulang vaksinasinya secara teratur setiap tahun, karena proses perubahan strain virus flu tadi.

Mengapa tidak ada vaksin selesma?

Virus penyebab selesma lebih banyak lagi, mencapai hampir 250 jenis virus yang berbeda. Sehingga sulit bagi para saintis untuk menyiapkan vaksin utk sekian jenis virus selesma. Selain itu, selesma cenderung ringan dan tidak menyebabkan komplikasi serius, sehingga kebutuhan vaksin dianggap tidak urgen.

Bagaimana mencegah penularan selesma maupun influenza?

Karena virus dapat menyebar dengan mudah melalui kontak fisik secara langsung ataupun melalui udara atau cairan tubuh, maka perlu dilakukan upaya pencegahan.

1. Harus rajin cuci tangan dengan sabun, apalagi jika baru menyentuh atau kontak dengan orang yang terkena influenza atau selesma

2. Makan-makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus

3. Gunakan masker jika sedang ada wabah flu di lingkungan kita

4. Upayakan gaya hidup sehat, tidak merokok, minum alkohol, stress, istirahat cukup, dll.

Demikian sekilas info, semoga bermanfaat.

Iklan




Mengenal zat aktif dalam komposisi obat selesma/flu

23 10 2008

Obat-obat flu yang beredar di pasaran sangat banyak ragam dan kombinasinya. Selama ini orang memilih obat flu lebih karena pengaruh iklan yang gencar di berbagai media, terutama televisi. Padahal, masing-masing komposisi tentunya punya tujuan pengobatan sendiri. Berikut ini adalah nama-nama zat yang sering terdapat pada obat flu dan khasiatnya. Jika Anda akan memilih obat flu, coba lihat komposisinya, panduan di bawah ini akan membantu anda dalam memilih obat sesuai kebutuhan.

 

  1. Acetaminophenum atau asetaminofen atau parasetamol
    Berkhasiat analgetika-antipiretika, maksudnya berkhasiat menghilangkan rasa nyeri atau sakit dan menurunkan panas. Senyawa obat ini juga banyak dipakai pada obat-obat turun panas untuk anak-anak. Obat flu yang mengandung asetaminofen atau parasetamol cocok digunakan untuk flu yang disertai sakit kepala atau demam
  2. Asetosal atau asam asetil-salisilat
    Khasiatnya sama dengan parasetamol, yaitu sebagai analgetika-antipiretika. Namun karena sifatnya yang sedikit asam dan efek sampingnya dapat mengiritasi lambung, tidak cocok digunakan oleh pasien yang menderita maag atau gangguan lambung. Asetosal juga memiliki efek mengencerkan darah, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi pada pasien dengan gangguan perdarahan, karena akan meningkatkan resiko perdarahan. Selain itu, asetosal juga dapat menyebabkan alergi pada pasien tertentu yang sensitif, sehingga sebaiknya tidak digunakan oleh penderita asma karena dapat memicu serangan asmanya.
  3. Salisilamida
    Merupakan turunan salisilat, berkhasiat analgetik juga tapi lebih lemah khasiatnya dibanding asetosal. Efek sampingnya mirip dengan asetosal, tapi lebih sering menganggu pencernaan.
  4. Fenilefrin
    Khasiatnya adalah sebagai dekongestan (menciutkan selaput lendir hidung). Senyawa obat ini digunakan untuk menghentikan pilek, karena itu cocok untuk flu yang disertai pilek. Namun, obat ini berefek menaikkan tekanan darah, karena itu harus digunakan secara hati-hati oleh penderita hipertensi.
  5. Levo-N-etilefedrin HCl atau Efedrin
    Khasiatnya adalah dekongestan dan juga dapat melonggarkan saluran nafas (bronkodilator). Perlu dipakai hati-hati pada penderita hipertensi.
  6. Phenylpropanolamin HCl atau fenilpropanolamin
    Adalah turunan efedrin, berkhasiat dekongestan juga. Obat-obat golongan ini sebaiknya digunakan dengan hati-hati pada penderita hipertensi, karena dapat meningkatkan tekanan darah.
  7. Chlorpheniramin maleas atau klorfeniramin maleat atau CTM
    Obat ini berkhasiat anti histamin atau anti alergi. Zat ini hampir selalu ada di setiap komposisi obat flu untuk mengatasi kemungkinan kejadian flu karena alergi. Efek sampingnya adalah mengantuk. Jadi jangan gunakan obat ini jika sedang dalam kondisi harus berkonsentrasi tinggi (menyopir, menjalankan mesin, dll).
  8. Difenhidramin
    Obat ini juga anti alergi dan memiliki efek samping mengantuk yang kuat. Selain itu, obat ini juga berefek anti mual.
  9. Kofein
    Khasiatnya sebagai penyegar atau stimulan susunan syaraf. Beberapa obat flu menyertakan zat ini dengan tujuan supaya pasien tetap merasa segar dan tidak mengantuk..
  10. Dekstrometorfan
    Berkhasiat sebagai obat batuk untuk jenis batuk kering (antitusif). Beberapa produk obat flu menyertakan zat ini untuk flu yang disertai batuk. Obat flu yang mengandung senyawa ini cocok digunakan pada flu yang disertai batuk.
  11. Gliserilguaiakolat
    Berkhasiat sebagai obat batuk juga, tetapi untuk jenis batuk berdahak. Jika flu Anda disertai batuk berdahak, komposisi obat flu yang mengandung senaywa ini cukup tepat.

 Setelah mengetahui khasiat dari senyawa-senyawa yang terdapat pada obat flu, semoga Anda bisa memilih obat flu yang sesuai dengan kondisi Anda dengan lebih tepat.