Menangkap Momentum : Story behind the Comic

30 09 2016

Dear kawan,

the-real-comicAda beberapa hal yang mendorongku untuk bercengkerama lagi dalam tulisan di blog ini, yang telah lama tak tersentuh. Pertama, aku ingin berbagi cerita tentang komik baruku yang ternyata secara mengejutkan cukup fenomenal di jagad kefarmasian.  Cetakan pertama sebanyak 1000 exp nyaris habis dalam waktu dua minggu setelah terbit. Alhamdulillah… Ini di luar prediksi kami.  Kedua, dan ini sebenarnya pendorong utama… seorang pembaca setia ternyata merindukan tulisan-tulisanku lagi hehe…. Dorongannya untukku menulis lagi di blog ini membuatku jadi semangat.  Katanya, menulislah pendek-pendek saja, tapi rutin, jadi bisa meluangkan waktu untuk menulis… Dan kalau pendek-pendek, pasti akan dinanti kelanjutannya oleh para pembaca setia…  Hmm.. bener juga ya… baiklah akan kucoba…

Sesuai judulnya tentang momentum… tulisan ini adalah sedikit cerita betapa kadang sesuatu itu bisa berhasil ketika mendapatkan momentum yang tepat. Yang kumaksud adalah tentang Komik Apoteker Cilik yang kami gagas… yang alhamdulillah mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat.

Program memperkenalkan tentang profesi apoteker pastinya sudah banyak digagas dan dijalankan teman-teman sejawat di berbagai daerah. Melalui kelas inspirasi, penyuluhan oleh mhs KKN, pengabdian masyarakat para apoteker, dll. Tapi entah kenapa, program Apoteker Cilik yang kami gagas justru yang tertangkap oleh media dan masyarakat, dan seolah-olah itu adalah hal baru. Itu bisa dilihat dari banyaknya pemberitaan di media suratkabar/media online tentang “Dosen UGM gagas Apoteker Cilik “. Begitu kira-kira bunyinya di media. Padahal sebenarnya itu bukanlah ide baru, hanya mungkin kemasannya saja yang berbeda. Salah satu yang menonjol adalah adanya Komik Apoteker Cilik yang kami garap secara serius, yang sebenarnya hanya merupakan salah satu alat saja dalam program Apoteker Cilik. Momentumnya adalah era teknologi informasi yang membuat kita bisa dengan mudah menyebarluaskan informasi dan gagasan… sehingga ketika kita membuat sesuatu yang biasa, mungkin bisa menjadi luar biasa ketika dilepas pada saat yang pas… Juga momentum berkumpulnya para apoteker se Indonesia di Jogja dalam rangka Pekan Ilmiah Tahunan IAI, ini juga kami incar sebagai momen launching komik… yang sayangnya saat Pameran berlangsung  komiknya malah sudah mulai habis karena banyaknya pesanan sebelumnya.

Sampel bagian dalam Komik

Sampel bagian dalam Komik

Tapi  momentum saja tentu tidak cukup..  produknya juga harus bagus. Alhamdulillah,  banyak yang menyebut komik kami enak dibaca, bahasanya mudah dipahami, dan gambarnya bagus. Kebahagiaan penulis itu adalah ketika karyanya diterima. Segala jerih lelah terbayar rasanya.

             The story behind the comic bukanlah hal yang pendek dan mudah. Pertama, kami harus meyakinkan penerbit bahwa komik ini dibutuhkan dan akan disukai masyarakat, terutama sasaran kami yaitu anak-anak. Penerbit juga melakukan studi kelayakan pasar dulu sebelum akhirnya memutuskan akan menerbitkan komik ini. Kedua, kami harus mencari illustrator yang bagus karena aku sendiri ngga bisa menggambar. Tahu tidak.. untuk mencari illustrator yang bagus, aku sampai membuat semacam audisi. Dari sekian banyak illustrator yang ikut audisi, akhirnya kami  mendapatkan satu illustrator yang cocok dengan selera kami. Semula kami berpikir bahwa sebaiknya ilustratornya punya back ground farmasi supaya lebih paham dengan konten komiknya tentang obat.  Tapi sayangnya yang punya background farmasi gambarnya tidak begitu sesuai dengan keinginan kami. Akhirnya  kami mendapatkan satu illustrator yang cocok, tanpa latar belakang farmasi. Tapi justru ada blessing in disguise….. yaitu bahwa dengan background non-farmasi justru memaksa kami untuk bisa menjelaskan  dengan bahasa yang awam, karena selama proses menggambar  illustratornya kebetulan juga banyak bertanya sehingga  kami dituntut bisa menjelaskan tentang obat dengan bahasa yang sederhana dan mudah.   Ketiga, tidak mudah membuat kalimat-kalimat pendek tapi bisa menyampaikan pesan yang diinginkan. Kesulitannya adalah keterbatasan space dalam balon-balon yang berisi kalimat… tidak boleh terlalu panjang, juga mengatur urutan balon supaya percakapan mengalir baik. Juga ada keterbatasan halaman komik sendiri secara keseluruhan supaya tidak terlalu tebal.

Over all, pembuatan komik ini sendiri sungguh suatu pengalaman unik dan berbeda… karena biasa berbicara dan menulis dengan bahasa ilmiah yang tinggi di kampus, tiba-tiba bahasanya harus dikonversi  menjadi bahasa awam, apalagi dalam bentuk komik untuk anak-anak. Terimakasih banyak untuk yang telah terlibat : bu Triana (co-author), Mas Wahyu (illustrator), Mbak Flora (editor), dan juga adik-adik mahasiswa PIOGAMA yang membantu membuat prototype-nya pada awal ide ini digulirkan. Alhamdulillah, rasanya excited banget setelah komik jadi dan ternyata banyak yang suka.  Oiya, tadinya mau dibuat langsung 3 seri lho.… tapi akhirnya Penerbit memutuskan satu seri dulu untuk uji pasar. Jika respon pasar positif terus seperti ini, insya Allah akan ada seri berikutnya… amiin.

Demikianlah sedikit saja tulisanku, memenuhi saran pembaca setiaku hehe….  Bagian penutup ini aku pakai untuk promosi saja.  Buku Komik Apoteker Cilik dengan judul “Yuk, Kenali Obat”, dengan harga Rp 35.000,- dapat diperoleh pada showroom Penerbit Kanisius, di toko-toko buku, atau bisa dipesan melalui aku sendiri.Nantinya juga bisa dipesan di PIOGAMA. Jika pesan melalui aku, silakan pesan melalui WA no 08156854012, buku akan dikirim ke alamat. Komik kami dalam dua minggu setelah terbit sudah tersebar ke pembacanya di seluruh Indonesia, mulai dari Pulau Sumatra sampai Papua. Mohon maaf bagi yang belum kebagian komik pada cetakan pertama, saat ini sudah proses cetakan kedua. Terimakasih buat yang sabar indent dan menanti kiriman. Semoga komik kami bermanfaat. Amiiin… .

Sampai ketemu di postingan lain yaa…

Thanks to my sunshine for the encouragement


Aksi

Information

3 responses

16 10 2016
Hasdiana Sudar

Komiknya benar2 bagus prof, yang kami pesan kemarin sudah sold out di Palu. Ditunggu karya berikutnya

3 10 2016
Muhammad Fuady

Bertemu langsung dengan ibu Zullies di tempat pengiriman barang “Indah Cargo” membuat semangat untuk terus berkarya. Ngobrol sebentar dengan ibu terasa nyaman sekali bu Zullies, sukses terus yah bu. Ini Link Bisnis Fuad http://www.mbojosouvenir.net

1 10 2016
Imuzz Al Ghassan

Congratulation Prof🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: