Terkapar oleh si Dengue: Waspadai, gejala tidak selalu spesifik…!

16 03 2015

Dear kawan, Sebuah peristiwa tak terduga menghampiriku beberapa hari yang lalu…. aku terkapar tak berdaya dengan selang infus di tangan… gara-gara ulah si virus Dengue. Yang menarik, gejala-nya bener-bener tidak spesifik, sehingga aku nyaris “kecolongan”. Untuk meningkatkan kewaspadaan, aku coba share pengalamanku berurusan dengan si Dengue ini… semoga bermanfaat.

Kronologi gejala : pegel dan meriang

Hari Rabu, tanggal 4 Februari 2015. Sore itu aku masih cukup sehat dan semangat pada penutupan acara workshop Good Clinical Practice yang kami selenggarakan di Hotel Harper Yogyakarta. Satu-satunya keluhanku adalah sedikit batuk-batuk, yang aku duga karena flu. Namun malamnya seluruh badan terasa pegal-pegal dan sedikit pusing. Aku pikir flu biasa dan minum parasetamol saja, walaupun tidak begitu membantu.

Hari Kamis pagi masih tidak begitu fit, badan pegal dan kepala pusing. Namun karena harus memberi kuliah pagi di prodi S2, aku berangkat pagi-pagi setelah pamit agak terlambat. Seusai memberi kuliah selama kurang lebih 2 x 2 SKS, badanku serasa menggigil. Nggreges, bahasa Jawanya. Menggigil dan lemas. Akhirnya aku putuskan pulang saja dan istirahat di rumah. Seharian itu aku berbaring karena tidak enak badan. Badan sedikit hangat saja, tidak sampai demam tinggi. Yang paling terasakan adalah pegel-pegel dan pusing. Aku nambah asupan vitamin C saja, imunostimulan, dan minum obat flu. Hari Jumat. Badan masih tidak terasa fit. Karena ada rapat pagi, aku tetap masuk kantor. Mulai tidak doyan makan dan ada sedikit rasa mual. Aku sampai beli biskuit untuk ngemil di kantor agar perut tidak kosong,”Yang penting ada yang masuk, sedikit-sedikit tapi kerap,” begitu pikiranku. Setiap kali makan rasanya hanya dominan asin dan pahit. Kayaknya tasty buds-ku juga eror dan tidak berfungsi baik, terutama pencecap rasa manis. Aku masih belum ngeh… aku pikir masuk angin biasa. Sampai-sampai minta dikeroki juga oleh asisten rumahku… Hadeeh, bahaya ya.. bayangin.. trombosit dah lagi turun mungkin, malah dikerok sampe merah-merah…hehe... untungnya ngga kenapa-napa…

Hari Sabtu. Badan masih berasa pegal dan agak pusing, parasetamol tidak banyak membantu. Nafsu makan masih hilang. Sampai aku harus membayangkan makanan-makanan paling enak yang ingin kumakan… tetapi tetap saja tidak menggugah selera makan. Sepulang belanja di pasar, aku beli bubur ayam yang kayanya cukup menarik… Tapi hanya kumakan dua sendok, setelah itu malas makan lagi. Akhirnya aku mencoba ibuprofen untuk pegal dan pusingku. Ajaibnya, dalam waktu satu jam setelah minum obat… pegal dan pusing langsung lenyap. Catat, ini “bahaya’ yang kedua ya… NSAID dan aspirin bukanlah pilihan yang tepat untuk demam berdarah, karena bisa meningkatkan risiko perdarahan. Tapi alhamdulillah, aku masih baik-baik saja.. mungkin saat itu trombositku masih belum terlalu turun.

Hari Minggu. Nafsu makan masih ancur-ancuran. Tersiksa sekali, karena lapar, tapi ngga ada makanan yang bisa masuk. Bela-belain suami ngajak ke McDonald untuk menikmati big breakfast yang enaak.. eh, sampai sana aku cuma pesan pancake dengan sirup maple, itu saja cuma habis satu saja. Aku sengaja pilih makanan manis karena makanan yang asin akan terasa lebih asin.. Hari itu gejala yang terasa adalah badan keluar keringat dingin terus. Bahkan di kamar ber-AC, badan keringatan terus. Habis mandi, badan keringatan lagi. Rasanya juga lemah dan cepet capek. Tapi pegel dan pusingnya sudah tidak terasa, sehingga kupikir aku akan segera membaik.

Hari Senin. Badan masih tidak fit, nafsu makan belum pulih, namun aku masih percaya diri akan membaik. Pagi itu masih masuk kantor karena ada rapat. Ada beberapa mahasiswa yg datang untuk konsultasi skripsi dan thesis. Untungnya tidak ada jadwal kuliah, karena ternyata aku merasakan bahwa baru bicara sebentar sudah merasa capek. Badanku juga berkeringat terus. Siang setelah jemput anak sekolah, aku pulang dan istirahat lagi di rumah. Aku hanya bisa berdoa saja semoga diberikan kesembuhan dan petunjuk menuju kesembuhan.

Hari Selasa. Setelah mengantar anak-anak ke sekolah, aku putuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Ilmuku udah mentok hehe.. aku baca-baca bahwa keringat dingin kemungkinan disebabkan oleh berbagai hal. Selasa pagi aku ke Gadjah Mada Medical Center untuk periksa dokter. Siapa tahu tensiku drop atau kadar gulaku turun. Dokter merujukku untuk pemeriksaan laboratotium, diantaranya adalah pemeriksaan darah lengkap dan pemeriksaan Widal (untuk typhus). Aku sempat menduga bahwa aku terkena typhus, walaupun juga gejala ke arah perut tidak ada sama-sekali, kecuali mual ringan saja. Selasa siang itu kondisiku makin terasa ngga fit. Setelah jemput sekolah anak, aku langsung pulang sambil menunggu hasil pemeriksaan lab yang katanya akan dikirim via e-mail.

Hasil Labku awal di GMC. Trombosit tinggal 64 ribu.

Hasil Labku awal di GMC. Trombosit tinggal 64 ribu.

Begitulah, jam 14an ada e-mail masuk lewat HP-ku… dan ..ya ampyuun…. ternyata trombositku sudah di angka 64 ribu dari yang seharusnya 150-450 ribu, sementara test widal-ku negatif semua. Alhamdulillah, inilah petunjuk Allah… bahwa penyebab badanku meriang-meriang selama ini adalah karena proses turunnya trombosit dan aksi virus di tubuhku. Ngga mengira sama sekali… !! Sorenya langsung aku minta diantar ke RS JIH untuk konsultasi dokter dari hasil lab yang kuperoleh. Dan benarlah.. dokter menyarankan untuk langsung opname saja karena aku perlu mendapatkan terapi cairan melalui infus. Saat akan dipasang infus, aku sekalian diambil sampel darah untuk pemeriksaan.

IgG anti dengue positif

IgG anti dengue positif

Dan benarlah, ternyata memang terbukti Anti dengue IgG-ku positif, yang memastikan bahwa aku memang terinfeksi virus Dengue. IgM negatif karena mungkin infeksinya sudah berlalu cukup lama sehingga sudah tidak terdeteksi lagi. Di sisi lain fungsi hatiku juga terganggu, yang ditunjukkan dengan peningkatan level AST dan AST di atas normal. Aku mencoba lagi baca-baca teori-nya tentang Demam Berdarah. Yang menarik, gejala khas DBD ternyata tidak semua kualami.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Menurut terorinya, penyakit Demam Berdarah Dengue atau disingkat DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk berkaki belang-belang putih ini umumnya menggigit manusia di siang hari. Virus dengue terdiri dari empat jenis (strain), yakni dengue tipe 1, 2, 3 dan 4. Namun tipe yang dominan di Indonesia adalah tipe 3.

Apa gejala spesifiknya?

Secara umum, penyakit ini memiliki ciri seperti panas tinggi, pusing, bahkan muntah darah. Beberapa gejala lain yang khas dari penyakit DBD antara lain: 1. Mendadak panas tinggi selama 2 – 7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara 38ºC sampai 40ºC atau lebih. 2. Tampak bintik-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang. 3. Kadang-kadang perdarahan di hidung ( mimisan). 4. Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah 5. Tes Torniquet positif 7. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin Berkeringat 8. Hematemesis atau melena (muntah darah dan tinja berdarah) Gejala di atas nampaknya memang gejala khas yang banyak dijumpai pada DBD pada anak-anak. Sementara yang aku alami tidak khas, bisa jadi karena terjadi pada orang dewasa dengan daya tahan yang sudah cukup kuat. Justru gejala-gejalanya lebih mirip ke typhus ketimbang DBD. Dokter yang merawatku juga bilang bahwa memang sekarang mulai ada kecenderungan kejadian DBD pada orang dewasa, sementara pada beberapa dekade lalu panyakit ini lebih banyak dijumpai pada anak-anak. Dan kayaknya nyamuknya juga sudah makin canggih hehe... daya terbangnya sudah lebih tinggi daripada dulu… Ngga lagi cuma berani sama anak-anak, … profesor aja dia gigit hehehe…

Apa bedanya dengan gejala typhus?

Gejala DBD sering agak mirip dengan typhus. Penyakit tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang bernama Salmonella typhi. Bakteri ini akan berkembang cepat pada tempat-tempat yang kotor. Penyebarannya dibantu oleh serangga-serangga pembawa bakteri, seperti lalat atau serangga lainnya. Jika lalat pembawa bakteri ini hinggap di makanan atau minuman yang mengandung bakteri ini, lalu kita memakan atau meminumnya, maka bisa menyebabkan terkena tifus. Gejala tifus antara lain adalah: 1. Pada awalnya demam tak begitu tinggi dan akan terus naik hingga mencapai lebih dari 38 derajat Celcius. 2. Pada malam hari, suhu tubuh akan meningkat dan akan kembali turun pada pagi harinya. 3. Sakit perut, mual, dan muntah 4. Lidah berwarna putih 5. Rasa lemah lesu 6. Urin berwarna agak kecoklatan 5. Denyut nadi melambat

Apa beda gejalanya  yang khas ?

Sebenarnya yang paling khas bedanya adalah pola demamnya. Pada penderita DBD, gejala panas tinggi umumnya terjadi secara mendadak. Gejala lainnya yang umum adalah tampak bintik-bintik merah pada kulit, dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang. Sedangkan pada tifus, penyakit ini memiliki pola panas yang berbeda. Untuk penderita tifus, biasanya panas timbul pada sore dan malam hari. Pagi menjelang siang sudah mulai turun, lalu sore harinya kembali panas. Tifus juga mengenai saluran cerna, jadi selain ada gejala demam tinggi juga masalah di saluran pencernaan. Ciri khas lain demam dengue adalah pada hari kelima biasanya demamnya turun.Tapi hati-hati, demamnya turun tapi bukan semakin baik. Ini justru merupakan fase yang berbahaya. Sementara pada pasien tifus demam yang turun artinya penyakitnya makin baik.

Harus cek laboratorium

Namun demikian, karena gejala kadang tidak sangat khas seperti yang aku alami (tidak demam tinggi), maka pemastian diagnosanya tetap harus didasarkan pada pemeriksaan laboratorium. Pada Demam dengue, ciri khasnya adalah dengan turunnya jumlah trombosit, suatu komponen darah yang bekerja untuk pembekuan darah. Karena itulah kalau jumlahnya turun dapat menyebabkan risiko perdarahan. Trombosit yang menurun, jika kurang dari 100.000/ul umumnya mengindikasikan adanya demam berdarah. Jika demam berdarah pada satu hari belum bisa diketahui karena jumlah trombosit masih normal, maka periksalah ke dokter lagi jika masih demam untuk memeriksa apakah darah mengandung virus dengue atau tidak. Ada semacam pemeriksaan terhadap adanya virus Dengue dalam tubuh, untuk lebih memastikan diagnosanya. Untuk yang masih awal, bisa dilakukan pemeriksaan NS1 antigen. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan terhadap hematokrit, di mana kenaikan hematokrit di atas 20% mengindikasikan juga adanya kebocoran pembuluh darah. Pada pemeriksaan tifus akan dilakukan dengan tes widal. Tes ini bisa mengetahui apakah Anda terkena tifus atau tidak. Tes yang dilakukan adalah apakah pada darah mengandung bakteri Salmonella typhi atau tidak. Selain itu, tes juga bisa dilakukan dengan memeriksa tinja. Di tinja penderita tifus akan mengandung bakteri Salmonella typhi.

Bagaimana pengobatannya?

Pada dasarnya terapi Demam berdarah bersifat suportif, tidak ada terapi khusus. Untuk demamnya diberi obat penurun panas parasetamol, jika mual diberi obat anti mual. Terapi utama untuk DBD adalah terapi cairan untuk mengganti kehilangan cairan plasma akibat kebocoran pembuluh darah dan (jika ada) perdarahan . Pasien dengan demam dengue ringan dengan penurunan trombosit yang tidak telalu banyak (masih di atas 100rb) dengan gejala tanpa komplikasi dapat dirawat di rumah. Pasien perlu banyak minum dengan cairan yang mengandung elektrolit. Pasien dengan kondisi yang lebih berat harus dirawat di RS untuk mendapatkan pengawasan yang ketat, karena perkembangan penyakitnya seringkali sulit diprediksikan. Pasien mendapat cairan infus, misalnya NaCl fisiologis atau Ringer Laktat.

Akhir cerita

Alhamdulillah, setelah dirawat selama dua hari dua malam, akhirnya hari Kamis pagi hasil pemeriksaan trombositku menunjukkan perbaikan, sudah mencapai angka 102 ribu. Obat-obat yang aku peroleh di RS hanyalah terapi cairan saja, dan sekali aku minum domperidon karena agak mual. Sempat diresepkan injeksi Medixon dan Acran (ranitidin), tetapi aku menolak karena menurutku tidak diperlukan untuk kondisiku saat kemarin. Hari Kamis sore aku sudah dibolehkan keluar rumah sakit.

Memenuhi undangan kawan-kawan Cirebon hari Sabtu

Memenuhi undangan kawan-kawan Cirebon hari Sabtu

Oya, perhatian dan doa teman-teman tentu sangat membesarkan hati, baik yang sempat menengok maupun yang mendoakan dari jauh. Terimakasih sekali ya.. Banyak juga saran yang masuk terkait penggunaan angkak merah, sari kurma dan minum yang banyak. Adapula yang membawakan angkak merah, dan dengan senang hati aku minum. Aku belum tau persis bagaimana clinical evidence-nya, tetapi pengalaman pribadiku menunjukkan bahwa angkak ini sangat membantu meningkatkan jumlah trombosit. Hari Jumat pagi aku periksa lab lagi dan trombositku sudah di angka 179 ribu, alhamdulillah… Aku cukup tenang walaupun badan masih agak lemah, karena malamnya aku harus berangkat menempuh malam menuju Cirebon. Sabtu pagi aku sudah dijadwalkan mengisi seminar IAI PC Cirebon. Alhamdulillah, perjalanan lancar dan aku dikuatkan untuk memenuhi amanah tersebut. Malamnya aku pulang dengan selamat dan hari Minggu benar-benar take a full rest.

Demikian sekedar berbagi pengalaman dihajar oleh si Dengue.. Bulan-bulan musim hujan seperti ini harus lebih waspada lagi…


Aksi

Information

8 responses

22 03 2015
Ismatul Izzati

Alhamdulillah
tepat sekali dengan yang hendak saya butuhkan prof
Terimakasih

17 03 2015
nggang ketek

Syukur Alhamdulliah, Prof Zullies sudah sembuh dan kembali memberi pencerahan kepada kita-kita. Menarik sekali artikel si Dengue ini, memang kondisi iklim sekarang ini membuat banyak korban si dengue. Pengamatan day by day harus dilakukan. Terima kasih Bu Zullies.

17 03 2015
tiyasputri

Reblogged this on tiyasputri.

16 03 2015
adhyasahib

mudah2an cepat pulih sepenunya ya bu🙂

16 03 2015
Anonime

wah Ibu ini super sekali yaa. Alhamdulillah ibu sudah sembuh… Dulu saya pernah terkena DBD tapi gejalanya ya jelas sekali. Demam tinggi sekali pada hari pertama dan langsung mual-mual lalu muntah dengan frekuensi lebih dari satu kali sehari. Mungkin virusnya sudah bermutasi yaa jadi gejalanya bisa berbeda haha

16 03 2015
trisbudianto

maturnuwun pokoke apdet sharingnya mba Prof… semoga selalu diberi kesehatan, keselamatan Gusti Alloh..

16 03 2015
Ahmad Rahardjo

Trims Prof……ijin info ini utk disebarkan ke warga saya di rumah utk diketahui dan sbg ilmu yg bermanfaat.

16 03 2015
heni

trmkasih prof…infony cukup lngkap n detail…mdh2n sehat terus n skses sllu amiin..ditunggu info2 lainnya yg mnginspirasi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: