Mengenal virus Ebola yang mendunia

10 11 2014

Dear kawan,

Tulisan ini adalah reposting dari tulisanku yang terbit di Harian Tribun Yogya hari minggu kemarin.

Belakangan ini berita tentang virus Ebola banyak dijumpai di media masa, baik di televisi atau suratkabar. Berita tentang adanya seorang Indonesia yang suspected (diduga) terinfeksi Ebola karena dia baru pulang dari Liberia, daerah Afrika di mana virus Ebola sedang menjadi endemik cukup mengejutkan dan menyebabkan kita perlu mengenal lebih dalam mengenai virus ini. Artikel ini mengupas tentang apa itu virus Ebola, gejala penyakit yang ditimbulkannya, bagaimana penularan dan pencegahannya, dan bagaimana pengatasannya. Memang kekuatiran tentang Ebola tidak sebesar seperti ketika berita tentang virus MERS dari Arab merebak, karena orang Indonesia yang datang dan pergi ke Benua Afrika tidaklah sebanyak jamaah haji dan umroh yang bepergian ke Arab Saudi. Namun demikian, pengetahuan dan kewaspadaan tentang virus Ebola ini harus ditingkatkan. Tidak kurang RS Sardjito Yogyakarta juga sudah menyiapkan fasilitas untuk kemungkinan merawat pasien dengan penyakit Ebola.

Apa Virus Ebola itu?
ebolaVirus Ebola adalah sejenis virus yang berasal dari keluarga Filoviridae, genus Ebolavirus. Ada 5 jenis virus Ebola yang telah teridentifikasi, yaitu: Virus Ebola (Zaire ebolavirus), Virus Sudan (Sudan ebolavirus), virus Tai Forest (Tai Forest ebolavirus), virus Bundibugyo, dan virus Reston. Virus ini dijumpai pada beberapa negara Afrika, dan pertamakali ditemukan di Kongo pada tahun 1976, di dekat sungai Ebola, yang menjadi nama virus ini. Peneliti sejauh ini menduga kuat bahwa virus ini berasal dari hewan, utamanya kelelawar.

 

Wabah virus Ebola
Tahun 2014 ini tercatat dalam sejarah sebagai tahun wabah virus Ebola terbesar, terutama di Afrika barat, dan menjangkiti puluhan orang dari berbagai negara Afrika. Sampai tanggal 29 Oktober 2014, tercatat 67 kasus dilaporkan di Kongo (negara asal virus), dan 48 diantaranya meninggal. Tiga kasus Ebola yang melibatkan 3 orang Amerika yang baru pulang dari negara Afrika menyebabkan virus Ebola menjadi perhatian seluruh negara di dunia, karena adanya kemungkinan penyebaran ke negara lain. Saat ini semua negara menyiapkan kewaspadaannya untuk mencegah masuknya virus Ebola melalui penduduknya yang baru pulang dari negara-negara Afrika, terutama di negara yang sedang terjangkit virus Ebola.

Seperti apa sih penyakit Ebola?
symptom ebolaPenyakit yang disebabkan oleh virus Ebola disebut penyakit Ebola, yang dulunya disebut demam berdarah Ebola (Ebola hemorrhagic fever). Gejala penyakit Ebola adalah demam, sakit kepala berat, nyeri otot, lemah, lelah, diare, mual, sakit perut, dan perdarahan atau lebam pada kulit. Gejala dapat muncul sejak 2 sampai 21 hari sejak terpapar virus Ebola, dengan rata-rata 8-10 hari. Virus Ebola dapat menyebabkan perdarahan dengan tingkat kematian 50%. Penyebab utama kematian karena rusaknya lapisan endothelium pembuluh darah sehingga menyebabkan perdarahan. Kerusakan ini tidak secara langsung disebabkan oleh virus Ebola, tetapi disebabkan karena terlalu aktifnya sistem pertahanan tubuh dalam mengantisipasi keberadaan virus yang masuk ke dalam tubuh. Aktivitas sistem pertahanan yang berlebihan tersebut justru mengakibatkan rusaknya beberapa organ tubuh yang penting.Kesembuhan penyakit Ebola tergantung pada terapi suportif yang diberikan serta daya tahan tubuh pasien. Pasien yang sembuh dari penyakit Ebola akan menjadi kebal terhadap virus Ebola sedikitnya untuk 10 tahun ke depan.

Bagaimana cara penyebarannya?
Karena mahluk pembawa (host retramsisi ebolaservoir) virus Ebola alami belum teridentifikasi, maka cara bagaimana virus pertama kali muncul pada manusia pada awal wabah tidak diketahui. Namun, para ilmuwan percaya bahwa pertama kali pasien menjadi terinfeksi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar buah atau primata (kera dan monyet). Penularan dari orang-ke-orang selanjutnya akan terjadi dan dapat menyebabkan sejumlah besar orang terinfeksi. Ketika infeksi terjadi pada manusia, virus dapat menyebar dalam beberapa cara kepada orang lain. Virus Ebola dapat menular melalui kontak langsung (melalui kulit rusak atau selaput lendir, misalnya, mata, hidung, atau mulut), dengan darah atau cairan tubuh (termasuk urin, air liur, keringat, tinja, muntah, ASI, dan air mani), atau melalui benda yang telah terkontaminasi dengan virus (seperti jarum suntik). Ebola tidak menyebar melalui udara atau air, atau pun makanan. Namun, di Afrika, Ebola dapat menyebar sebagai akibat dari penanganan daging satwa liar (binatang liar diburu untuk makanan) dan kontak dengan kelelawar yang terinfeksi. Tidak ada bukti bahwa nyamuk atau serangga lainnya dapat menularkan virus Ebola. Hanya beberapa spesies mamalia (misalnya, manusia, kelelawar, monyet, dan kera) yang bisa terinfeksi dan menyebarkan virus Ebola.

Petugas kesehatan yang merawat pasien Ebola, maupun keluarga dan teman yang kontak dengan pasien berada pada risiko tertinggi untuk tertular, karena itu harus sangat berhati-hati, menggunakan perlindungan yang memadai, seperti masker, baju khusus, sarung tangan, serta pelindung mata. Setelah seseorang pulih dari Ebola, mereka tidak bisa lagi menyebarkan virus. Namun, virus Ebola dapat ditemukan dalam air mani sampai 3 bulan. Karena itu, direkomendasikan untuk menghindari hubungan seks (termasuk oral seks) minimal 3 bulan untuk mencegah penyebaran virus Ebola.

Bagaimana pengobatannya?
Sampai saat ini belum ada obat antivirus maupun vaksin yang tersedia untuk Ebola. Penyakit Ebola diatasi sesuai dengan gejala yang muncul. Misalnya untuk demam tinggi diberi obat turun panas, untuk diarenya diberi tambahan cairan untuk mengurangi dehidrasi, untuk nyeri-nyerinya diberi analgesik/obat anti nyeri, dll. Selain itu terapi suportif harus diberikan misalnya cairan infus yang sesuai untuk menyeimbangkan elektrolit, menjaga status oksigen dan tekanan darah, dan mengatasi infeksi lain jika terjadi.
Namun beberapa peneliti dalam suatu jurnal menyebutkan bahwa melatonin, suatu hormon yang secara alami diproduksi oleh kelenjar pineal mampu mengurangi terjadinya perdarahan pada penderita penyakit Ebola. Hormon melatonin sendiri mempunyai fungsi antara lain dalam pengaturan pola tidur. Namun selain hal tersebut melatonin mempunyai efek pula sebagai penangkap radikal bebas, sehingga melatonin dapat mengurangi stress oksidatif dan inflamasi yang terjadi pada lapisan dalam dari pembuluh darah. Melatonin telah dibuktikan mampu memperbaiki permebilitas pembuluh darah dan mencegah terjadinya kebocoran plasma pada pembuluh darah. Dengan demikian akan mencegah terjadinya perdarahan. Melatonin mungkin tidak dapat mencegah atau mematikan virusnya tetapi paling tidak mampu mencegah terjadinya perdarahan sehingga memungkinkan penderita penyakit Ebola mempunyai kesempatan lebih baik untuk tetap hidup.

Sumber melatonin alami selain dari kelenjar pineal terdapat pada beberapa makanan, misalkan oatmeal, jagung manis, pisang, nanas, tomat, apel, jeruk dan stroberi. Kita dapat memperkuat pertahanan tubuh dengan mengkomsumsi makanan-makanan tersebut. Beberapa herbal yang dapat menekan respon imun, seperti sirih hijau atau sirih merah mungkin dapat pula membantu mengurangi aktivitas sistem imun agar tidak meningkat secara berlebihan.

Bagaimana pencegahannya?
Karena belum ada pengobatannya, maka pencegahan menjadi sangat penting. Usahakan untuk menghindari dulu bepergian ke negara-negara yang sedang terkena wabah Ebola seperti Liberia, Guinea, Sierra Leone (penyebaran paling luas), dan Kongo. Jika Anda harus bepergian ke daerah yang sedang terkena wabah Ebola, pastikan untuk melakukan hal berikut:
1. Jaga kebersihan, misalnya, mencuci tangan dengan sabun dan air atau pembersih tangan berdasar alkohol pembersih dan menghindari kontak dengan darah dan cairan tubuh.
2. Jangan bersentuhan dengan barang-barang yang mungkin telah kontak dengan darah atau cairan tubuh orang yang terinfeksi (seperti baju, selimut, jarum, dan peralatan medis). Termasuk barang-barang yang berasal dari mayat orang yang meninggal karena Ebola.
3. Hindari kontak dengan kelelawar dan primata non-manusia atau darah, cairan, dan daging mentah yang diolah dari hewan-hewan ini.
Setelah Anda kembali, pantau kesehatan Anda selama 21 hari dan mencari perawatan medis segera jika Anda mengalami gejala Ebola. Beritahu petugas kesehatan jika Anda memiliki kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh dari orang yang sakit Ebola. Virus ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit rusak atau selaput lendir tidak terlindungi, misalnya, mata, hidung, atau mulut.

Demikian sekilas tentang Ebola. Walaupun nampaknya jauh di Afrika sana, tetapi dengan kemajuan teknologi transportasi dan dinamika masyarakat yang mengharuskan pergi dan pulang ke dan dari luar negeri, termasuk para tenaga kerja Indonesia (TKI), maka kewaspadaan dan pengetahuan tentang penyakit Ebola ini tidak boleh diremehkan.

Iklan

Aksi

Information

4 responses

23 11 2014
zuhdidarma

Izin reblog ya bu….
Zuhdidarma.wordpress.com

11 11 2014
endangsusi72

Reblogged this on endangsusi72's Blog.

11 11 2014
endangsusi72

Good info as always….Means a lot to us. Thank’s Mrs Zullies….

10 11 2014
nggang ketek

TERIMA KASIH BU ZULIES, SAYA TELAH MENERIMA POST TERBARU TENTANG EBOLA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: