Wabah MERS yang bikin geger… apa dan bagaimana pencegahannya?

11 05 2014

Dear kawan,

Tulisanku hari ini di harian Tribun Yogya, aku sajikan kembali untuk kawan-kawan di blog ini. Dalam dua minggu terakhir ini, berita tentang wabah penyakit dan virus MERS menyebar cukup cepat di berbagai media masa, termasuk media sosial dan telekomunikasi, yang menyebabkan sedikit kepanikan di kalangan masyarakat. Belum lagi ditingkahi dengan berita-berita palsu (hoax) yang menyebutkan bahwa virus MERS sudah masuk ke Surabaya, bahkan Yogyakarta. Aku kebetulan berada di Arab Saudi pada kurun waktu tanggal 28 April – 6 Mei 2014 untuk menunaikan ibadah umroh, dan menjumpai bahwa situasi di sana seperti tidak terpengaruh dengan berita wabah MERS. Beribu-ribu orang dari berbagai penjuru dunia masih datang dan pergi ke Madinah dan Mekkah untuk menunaikan ibadah umroh. Kayaknya sih beritanya tidak seheboh di tanah air. Namun demikian, untuk kehati-hatian dan lebih jelasnya,  artikel kali ini akan membahas tentang apa itu wabah MERS dan virusnya, serta bagaimana pencegahannya.

Apakah MERS itu?

Virus Mers-CoV

Virus Mers-CoV

MERS adalah singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome (MERS), yang merupakan penyakit berupa sekumpulan gejala gangguan pernafasan akibat infeksi virus. Adanya penyakit ini pertama kali dilaporkan di Arab Saudi pada tahun 2012. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis virus korona yang dinamakan MERS-CoV. Pasien yang mengalami infeksi virus ini mengalami gangguan pernafasan yang berat/parah. Gejalanya adalah demam tinggi, batuk-batuk, dan sesak nafas. Lebih dari 30% pasien yang dipastikan terinfeksi virus ini dilaporkan meninggal karenanya. Sampai saat ini, semua kasus MERS yang dilaporkan terjadi pada 7 negara yang berada di semenanjung Arab, yakni Saudi Arabia, United Arab Emirates (UAE), Qatar, Oman, Jordan, Kuwait dan Yemen. Virus ini menyebar dari pasien yang terinfeksi pada orang lain melalui kontak yang dekat, terutama melalui cairan saluran nafas. Kasus pertama di Amerika dijumpai pada tanggal 2 Mei 2014, pada seorang pelancong yang berasal dari Arab Saudi. Hal ini menimbulkan kekuatiran bahwa penyakit ini telah menyebar ke berbagai negara lainnya, termasuk Indonesia. Negara kita memiliki kekuatiran tersendiri karena mempunyai jumlah jamaah umroh dan haji  terbanyak setiap tahunnya. Untuk kegiatan umroh sendiri, hampir setiap hari ada jamaah yang berasal dari Indonesia dalam jumlah cukup besar. Negara-negara lain yang telah menemui kasus MERS akibat perjalanan dari Arab Saudi antara lain adalah : Inggris, Perancis, Tunisia, Italia, Malaysia dan Amerika.

Apa gejala MERS?

Gejala MERS : demam, batuk, lemah, sesak nafas

Gejala MERS : demam, batuk, lemah, sesak nafas

Sebagian orang yang terinfeksi MERS-CoV mengalami gejala-gejala gangguan pernafasan berat, dengan demam tinggi, batuk-batuk, dan sesak nafas. Sebagian lain mungkin mengalami gejala yang ringan saja. Gejala-gejala ini mirip dengan gejala infeksi pernafasan lainnya akibat bakteri atau virus lain, sehingga untuk memastikan apakah ini MERS atau bukan, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap spesimen atau cairan tubuh penderita apakah benar-benar mengandung virus MERS-CoV. Beberapa kasus dugan MERS di Indonesia hingga saat ini masih terbukti negatif terhadap virus MERS-CoV. Namun demikian, perlu kewaspadaan terutama pada orang-orang yang baru pulang dari Arab Saudi. Jika dalam 14 hari kepulangan mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya segera dibawa ke RS dan diperiksakan dengan seksama.

Bagaimana penyebaran virus MERS-CoV?

Onta, sang tertuduh sementara sebagai penyebar virus MERS-CoV

Onta, sang tertuduh sementara sebagai penyebar virus MERS-CoV

Virus ini dapat menyebar dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak fisik yang dekat. Apalagi jika terkena percikan ingus atau ludah dari penderita MERS. Belum diketahui dengan pasti dari mana virus ini berasal, tetapi dugaan terkuat adalah berasal dari binatang. Selain pada manusia, ternyata virus MERS-CoV dijumpai juga pada onta-onta di Qatar, Mesir dan Saudi Arabia. Mereka terbukti positif memiliki antibodi terhadap virus MERS-CoV, yang mengindikasikan bahwa onta-onta ini pernah terinfeksi virus MERS-CoV. Baru-baru ini, ahli virologi bernama Norbert Nowotny dan Jolanta Kolodziejek dari Institute of Virology menemukan bahwa virus yang menginfeksi pasien MERS dan virus pada onta yang berasal dari daerah yang sama dengan pasien memiliki rangkaian RNA yang hampir identik. Hal ini menunjukkan bahwa virus yang sama bisa menginfeksi onta maupun manusia. Namun menarik juga penemuan bahwa RNA virus korona dari daerah yang berbeda ternyata berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada strain coronavirus MERS yang spesifik pada onta. Tapi yang jelas, jenis virus korona  tersebut dapat menginfeksi baik onta maupun manusia, dan diduga bisa menyebar dari onta ke manusia.

Bagaimana mengobati MERS?

Belum ada obat khusus untuk penyakit MERS. Namun dapat diberikan terapi pendukung/suportif dan terapi untuk mengurangi gejalanya. Misalnya demamnya diberi obat turun panas, jika sesak diberi obat pelega nafas, oksigen,  dll, disesuikan dengan kondisi pasien. Tentu saja perlu untuk memperkuat daya tahan tubuh sehingga dapat turut melawan dan mematikan virus yang menginfeksi.

Bagaimana menghindari dan mencegah MERS?

Gunakan masker yang cukup tebal dan kuat

Gunakan masker yang cukup tebal dan kuat

Untuk menghindari MERS tentunya sebaiknya tidak bepergian dahulu ke negara-negara Arab, dan tidak bersentuhan atau kontak langsung dengan penderita MERS. Namun jika hal tersebut tidak memungkinkan dan tetap harus pergi, maka dapat dilakukan upaya-upaya pencegahan. Berikut adalah tips pencegahan MERS:

1. Cuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik, dan bantu anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Jika tidak tersedia sabun dan air, dapat digunakan hand sanitizer yang sekarang banyak dijual di toko-toko.

2. Tutup mulut dan hidung dengan tissue jika Anda bersin atau batuk, lalu buang tissue ke tempat sampah

3. Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang kotor

4. Hindarkan kontak langsung seperti mencium, berbagi minuman, berbagi alat makan, dengan penderita

Untuk calon jamaah umroh atau haji yang akan mengikuti ibadah di tanah suci, kami sarankan:

1. Jaga kesehatan dengan makanan yang sehat. Tambahkan vitamin C dan suplemen untuk penguat sistem imun. Beberapa yang bisa dicoba antara lain isoprinosine (Immunovir atau merk lain) yang juga memiliki aktivitas anti virus, atau sediaan herbal yang mengandung Echinacea atau meniran (Phylantus niruri)

2. Jangan lupa menggunakan masker yang cukup tebal selama di sana. Siapkan lebih dari satu untuk bergantian ketika yang satu dicuci.

3. Jangan lupa cuci tangan sebelum atau sesudah makan. Siapkan hand sanitizer yang praktis untuk dibawa-bawa.

4. Sebaiknya lakukan vaksinasi influensa sebelum berangkat

5. Jangan berdekatan dengan onta. Virus MERS-CoV dijumpai paling tinggi pada cairan hidung dan mata onta. Jangan sampai terkena cairan tersebut. Selama berada di Mekah dan Madinah dalam kurun waktu tg 28 April – 6 Mei 2014, aku jarang sekali menjumpai onta yang berkeliaran. Menurut informasi, saat ini memang onta sedang dijauhkan dari pemukiman manusia di Arab Saudi. Sebelum wabah MERS, jamaah umroh sering diajak ke peternakan onta baik untuk sekedar mengambil gambarnya atau bahkan minum susu onta. Untuk kali ini hindarkan dahulu mengkonsumsi produk-produk onta. Tahan dulu keinginan narsis bersama onta hehe….

Demikian sekilas tentang wabah MERS dan virusnya, semoga tidak menjadi ketakutan yang berlebihan, namun tetap menjadi kewaspadaan untuk bisa terhindar dari wabah ini.


Aksi

Information

3 responses

3 06 2014
Cahy (@ulerhongkong)

terima kasih atas pencerahannya.
salam

16 05 2014
Middle East Respiratory Syndrome (MERS) – Flu Arab | Aqilaa.com

[…] Sumber: satu dua […]

15 05 2014
Aqilaa

Ulasan tentang MERS nya sangat bermanfaat, baru saya baca di Tribun Jogja.. Ternyata di blog ini ada artikelnya. Izin copy link nya Prof🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: