Catatan dari Farmasi Mencari Bakat: otak kiri vs otak kanan, mitos apa realita?

12 10 2013

Dear kawan,

Hari ini aku didapuk menjadi salah satu juri untuk sebuah ajang pencarian bakat tingkat fakultas “Farmasi Mencari Bakat (FMB)” dalam rangka Dies Fakultas Farmasi UGM tahun ini. Wah, suer… sebuah pengalaman asyik bisa menikmati dan menggali bakat-bakat seni para mahasiswa farmasi yang kadang tak terduga. Sungguh, even semacam ini bener-bener  menyegarkan, mengingat bahwa ruang lingkup kegiatan mahasiswa Farmasi pada umumnya hanya berkisar dari kuliah, pretest, praktikum, bikin laporan, dan ujian, wajahnya serius-serius, sampai bentuknya segi-enam kayak cincin benzena… hehe..

Dalam ajang ini ada berbagai performance, baik yang perseorangan dan berkelompok. Beberapa yang menarik aku tuliskan catatannya di sini. Maaf, ngga terulas semua, karena lupa dan ngga punya catatan….

Para penampil FMB

Penampilan yang cukup koplak disajikan oleh Cynthia Goceng… Aduh anak ini pe-de abis… nama panggungnya saja sudah konyol. Lebih cocok jadi komedian ketimbang penyanyi, walaupun dia mendaftarkan diri untuk menyanyi. Suaranya emang ngga masuk hitungan haha…. tapi penguasaan panggungnya oke banget dan penampilannya menyegarkan. Mungkin nanti bisa bergabung sama Opera van Java bareng Sule cs…

Penampilan group Sweet memory yang apik

Penampilan group Sweet memory yang apik

Penampilan seru lainnya ditunjukkan oleh group Sweet memories, yang akhirnya memang menjadi juara pertama. Diawali dengan tembang Pangkur yang indah dan merdu sekali, group ini kompak banget membawakan beberapa lagu daerah. Penguasaan alat musik dan panggungnya juga oyeeRuarr biasaa…!!!

Penampil yang lain ada yang menunjukkan bakatnya main wushu, berteater ria, drama, dan menari. Semuanya asyik-asyik… memang ada yang kurang latihan jadi kelihatan kurang kompak, tapi dari segi semangat dan kreativitasnya semuanya bagus. Untuk dance, kayaknya goyang a la Caesar yang lagi jadi favorit… beberapa grup menampilkan tarian Caesar yang dipadukan dengan tari lainnya.

Nah, penampilan yang terakhir menurutku sangat memukau. Mahasiswa angkatan 2013, Dandi, dengan suara bass-nya yang luar biasa sangat menghibur. Aduuh, Afgan dan Cakra Khan lewat deeeh…. Di awal ia memainkan keyboard sendiri sambil menyanyi. Wuih, suaranya bikin merinding… bagus banget. Dan akhirnya para penonton malah minta lagi dan lagi… dan akhirnya artis dadakan kita ini menyanyikan dua lagu lagi yang keduanya sangat ciamik….

Begitulah, acara berjalan seru dan mengesankan. Aku tidak boleh lupa menyebutkan juga bahwa penampilan duo MC-nya sangat asyik juga dalam membawakan acara dan menyegarkan suasana. Good job, guys!

Kegiatan-kegiatan semacam ini kurasa sangat perlu, untuk dapat menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan…. Kita sering mendengar bahwa orang yang dominan “otak kiri”-nya akan memiliki personalitas sebagai pemikir, logis dan berorientasi pada detail dan analitis, sedangkan orang “berotak kanan” lebih berperilaku kreatif, nyeni, penuh pertimbangan, dan subyektif. Wait…. tapi apa emang benar tuh ada istilah otak kiri dan otak kanan yang fungsinya berbeda?

Otak kanan vs otak kiri : mitos belaka

Otak adalah organ tubuh yang sangat penting untuk menerima suatu input, mengolahnya dan menjadikannya suatu output yang mempengaruhi seluruh aktivitas tubuh kita, baik disadari atau tidak. Selama bertahun-tahun dalam budaya populer, istilah berotak kiri dan berotak kanan digunakan untuk merujuk pada tipe kepribadian, dengan asumsi bahwa sebagian orang lebih banyak menggunakan sisi kanan otak mereka, sementara sebagian lagi  lebih banyak menggunaan otak kiri, dan itu tercermin dalam kepribadiannya.

Pemahaman ini berangkat dari penemuan seorang pemenang Nobel  di bidang fisiologi kedokteran pada tahun 1981, Roger Sperry, yang menyatakan bahwa otak manusia terbagi menjadi dua hemisphere, kanan dan kiri, yang memiliki fungsi yang berbeda. Tentang hal ini sudah pernah aku tuliskan pada tulisanku empat tahun yang lalu ketika kami menggelar konser di fakultas.. (klik di sini). Namun ternyata, pemahaman mengenai adanya perbedaan peran otak kiri dan otak kanan nampaknya harus direvisi saat ini. Lha kok?

Teori otak kanan vs otak kiri perlu direvisi

Teori otak kanan vs otak kiri perlu direvisi

Setelah studi selama dua tahun, Jeff Andersen, peneliti neurosains dari Universitas Utah telah mematahkan mitos tentang otak kiri dan kanan dengan mengidentifikasi jaringan tertentu di otak kiri dan otak kanan yang memproses lateralisasi fungsional. Lateralisasi fungsi otak maksudnya adalah bahwa ada proses mental tertentu yang terutama terjadi pada otak kiri atau otak kanan.Selama studi, peneliti menganalisis hasil scan otak dalam kondisi istirahat dari 1.011 orang berusia antara tujuh sampai dua puluh sembilan tahun. Pada setiap orang, timnya mempelajari lateralisasi fungsional dari otak diukur pada ribuan daerah otak, dan menemukan bahwa tidak ada hubungan  preferensi seseorang utk lebih sering menggunakan jaringan otak kiri atau otak kanan.

Jeff Anderson mengatakan “ Memang benar bahwa beberapa fungsi otak terjadi pada satu atau sisi tertentu dari otak. Misalnya fungsi bahasa cenderung berada di sebelah kiri, sedangkan perhatian lebih di sebelah kanan. Tetapi orang tidak cenderung memiliki jaringan otak kanan atau kiri yang lebih kuat. Nampaknya lebih ditentukan oleh koneksi antar jaringan.” Penelitian Pak Anderson ini telah diterbitkan bulan Agustus 2013, dengan judul  “An Evaluation of the Left-Brain vs. Right-Brain Hypothesis with Resting State Functional Connectivity Magnetic Resonance Imaging.”

Dalam penelitian ini, subyek direkam aktivitas otaknya menggunakan MRI. Otak kemudian dibagi ke dalam 7000an area, dan peneliti mengamati area otak mana yang lebih terlateralisasi fungsinya. Semua jaringan di otak diukur. Dan semua kombinasi yang mungkin dihubungkan dengan setiap bagian otak yang sudah dilaterisasi kiri dan kanan. Hasilnya menunjukkan bahwa suatu koneksi otak mungkin bisa terlaterisasi secara kuat pada kanan atau kiri. Tetapi tidak ada hubungan bahwa seseorang itu lebih sering menggunakan otak kiri atau otak kanan. Dan singkatnya, menurut hasil penelitian ini tipe personality  tidak ada hubungannya dengan hemisphere otak mana yang lebih aktif, kuat atau terkoneksi.

So?

Well, hasil penelitian ini memang jadi mematahkan teori tentang fungsi otak kiri dan otak kanan kaitannya dengan personality seseorang. Tapi itu ngga ngaruh kaan? Maksudku, terlepas dari teori otak kiri atau kanan, tetap dalam hidup itu yang paling bagus itu adalah jika ada keseimbangan… antara ilmiah dan seni, antara logika dan rasa, antara jiwa dan raga…. Biar hidup ngga miring, kering dan garing…..

Ayoo, gali terus bakat-bakat seni yang terserak supaya hari-hari di Farmasi UGM menjadi lebih semarak…

Ciao…. !!

Sumber: http://www.medicalnewstoday.com/articles/264923.php

http://www.livescience.com/39373-left-brain-right-brain-myth.html


Aksi

Information

4 responses

1 05 2014
cincin kawin

terima kasih informasi nya ibu

7 11 2013
Derp

saya ngerasa koq bego banget kalo soal macam matematika dsb (walaupun udah belajar tetap aja jelek), tapi semua yang kenal saya mengakui saya ini kreatif banget. Berasa otak kanan lebih dominan

4 11 2013
rizka

Bu…jadi untuk latihan mengasah otak kanan atau kiri apakah masih berlaku?

Jawab:
Kalau menurut penemuan yang terbaru spt dalam artikel ya mungkin kurang relevan lagi. Kita tunggu saja perkembangan ilmu berikutnya tentang pembagian fungsi otak kiri dan otak kanan. Silakan aja diteruskan jika merasa ada signifikansinya.

13 10 2013
Sugi

Seandainya dari dulu begini Bu :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: