Balada Bumbu Mie Instan..

8 05 2013

Dear kawan,

mieKalau Anda masak mie instan, bumbunya dimasukkan bersama mie-nya atau ditaburkan belakangan? Sebuah pertanyaan menggelitik masuk ke dalam inbox-ku mengenai hal ini dan mohon penjelasan. Penanya mendapatkan postingan yang sudah tersebar luas, yang aku tuliskan lagi sesuai aslinya:

PERINGATAN BAGI KITA SEMUA BAHWA MIE INSTANT TIDAK BOLEH DIMASAK BERSAMAAN DENGAN BUMBUNYA, KARENA MSG (MONO SODIUM GLUTAMAT) BILA DIMASAK DI ATAS 120C AKAN BERPOTENSI MENJADI KARSINOGEN, PENCETUS KANKER. PERHATIKAN SEMUA KEMASAN MIE INSTAN, KEBANYAKAN PROSEDURNYA MASAK MIE DULU BARU DITABURI BUMBU.  BUMBU DI TARUH DI MANGKOK DULU. JADI JANGAN PERNAH MASAK MIE BESERTA BUMBUNYA!  BAHAYA !!!

Sebuah komentar juga pernah masuk ke dalam blog-ku, aku kutip sesuai aslinya:

” memang MSG tidak bersifat karsinogen,, tetapi perlu diketahui saat memasak dengan MSG,,, nah saat terjadi pemanasan inilah yang bisa menimbulkan zat karsinogen….karena jika MSG dipanaskan akan pecah menjadi 2 zat baru yakni Glutamic Pyrolised -1 (Glu-P-1) dan Glu-P-2. Kedua zat ini bersifat mutagenik dan karsinogenik”

Well, bicara tentang MSG memang suatu kontroversi yang tiada habisnya, yang repotnya kadang sifatnya sudah tidak obyektif lagi dan memunculkan data-data siluman entah dari mana…

Aku bukan penjual MSG, dan tidak ada hubungan apapun dengan produsen MSG. Aku juga bukan penggemar MSG, atau sebaliknya anti MSG. Biasa ajalah. Aku masih memasukkan beberapa merk penyedap rasa dalam belanja bulananku. Aku tidak fanatik terhadap merk tertentu, dan juga tidak mengharuskan ada MSG dalam masakan di rumah. Yang penting enaak..hehe….. Aku cuma ingin meluruskan pemberitaan2 yang simpangsiur yang mungkin menimbulkan keresahan. Gemees aja kalau liat orang dengan mudah broadcast berita yang belum dipastikan kebenarannya. Tentang MSG sudah pernah aku tulis di blog ini juga, bisa di-klik di sini. Pada tulisan kali ini, aku hanya ingin mengupas dua informasi di atas saja, dari sisi pandanganku.

Statement 1: Mie instant tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya, karena MSG jika dimasak di atas 120 derajat akan berpotensi menjadi karsinogen

Well, aku mau bertanya dulu… apakah  jika Anda masak mie instan (baik mie goreng maupun mie kuah), mie-nya akan dimasak pada suhu di atas 120 derajat? Bukankah titik didih air hanya 100 derajat Celcius? Jika di tempat tinggi seperti pegunungan yang tekanan udaranya lebih rendah bahkan air bisa mendidih pada suhu kurang dari 100 derajat. Suhu 120 derajat dapat diperoleh jika kita memasak dengan tekanan tinggi, seperti menggunakan pressure cooker. Apakah kita masak mie instan pakai pressure cooker? Bisa hancur deh mie kita….. lonyoh kalo dalam bahasa Jawa..🙂

Dari sini saja aku melihat ada potensi tulisan ini “menyesatkan”, karena dikesankan bahwa kita akan memasak mie instan pada suhu 120 derajat (dan itu tidak benar), sehingga MSGnya menjadi karsinogenik. Pembaca yang tidak teliti segera “termakan” informasi ini.

Itu yang pertama. Yang kedua, benarkah jika dipanaskan dalam suhu di atas 120 derajat pasti MSG akan berpotensi menjadi karsinogen? Tidakkah ada kondisi tertentu yang bisa menyebabkan hal ini?

Untuk menjawab hal ini, mari kita lihat statement kedua.

Statement 2: Jika MSG dipanaskan akan pecah menjadi 2 zat baru yakni Glutamic Pyrolised -1 (Glu-P-1) dan Glu-P-2. Kedua zat ini bersifat mutagenik dan karsinogenik

Informasi ini menarik karena kesannya ilmiah… Ketika aku searching tentang istilah “glutamic pyrolised-1″ , aku surprised karena banyak sekali blog/website berbahasa Indonesia mengutip persis kata-kata di atas, dan ini sudah menyebar sangat luas, yang terkesan hanya “copy and paste” saja.. Sebagian ada yang agak lengkap menyebutkan: “Jika dipanaskan dalam suhu tinggi dengan pressure cooker, MSG akan terpecah menjadi Glutamic Pyrolised -1 (GIu-P-1) dan Glutamic Pyrolised -2 (GIu-P-2),”  sebagian lagi menghilangkan kata-kata “dalam suhu tinggi dengan pressure cooker”, sehingga dikesankan pada suhu air mendidih pun sudah terjadi proses peruraian ini. Ada pula yang menambahkan kata-kata supaya lebih heroik: “apabila dipanaskan ketika dicampur dengan tumisan, MSG akan bla..bla… ” sehingga seolah-olah ketika kita menumis saja sudah terjadi proses peruraian MSG seperti disebut di atas..

Apa itu Glu-P-1 dan Glu-P-2?

Nama kimia  Glu-P-1 adalah 2-amino-6-methyldipyrido[1,2-a:3′,2′-d]imidazole, dan Glu-P-2 adalah  2-aminodipyrido[1,2-a:3′,2′-d]imidazole. Mereka adalah senyawa karsinogen yang merupakan hasil pirolisis senyawa asam glutamat. Makanya nama lainnya adalah Glutamic pyrolysed.

Well, kata kuncinya adalah proses pyrolisis. Aku jadi tertarik dengan proses pyrolisis pada MSG ini.

Apa itu pyrolysis ?

Pirolisis adalah proses peruraian/dekomposisi bahan organik secara termokimia pada temperatur tinggi tanpa adanya oksigen. Kata ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu pyro “api” dan lysis “menguraikan”. Pirolisis adalah suatu proses peruraian yang terjadi pada panas tinggi, misalnya pada proses yang terlibat pada kayu hangus, yang dimulai dari 200-300 ° C.  Hal ini juga terjadi dalam kebakaran di mana terdapat bahan bakar padat yang terbakar atau ketika tumbuhan di lereng gunung terkena lava dalam letusan gunung berapi. Secara umum, proses pirolisis zat organik menghasilkan gas dan produk cair dan meninggalkan residu padat yang kaya kandungan karbon.

Apa peranan proses pyrolisis dalam urusan masak-memasak?

Proses pirolisis dapat terjadi ketika makanan terkena suhu cukup tinggi dalam lingkungan yang kering atau tanpa air, seperti pada saat memanggang daging, membakar sate atau barbeque. Ini adalah proses kimia yang bertanggung jawab dalam pembentukan warna cokelat keemasan dalam makanan yang dipanggang atau dibakar. Yang jika terjadi lebih lama lagi akan menjadi hitam dan menghasilkan senyawa karbon/arang.

Dalam proses memasak, komponen makanan utama yang mengalami pyrolisis adalah karbohidrat (termasuk gula, pati, dan serat) dan protein. Pyrolisis lemak memerlukan suhu yang lebih tinggi, dan karena menghasilkan produk-produk beracun dan mudah terbakar (seperti akrolein),  secara umum hal ini dihindari, Namun bisa terjadi juga ketika kita memanggang daging berlemak di atas bara panas. Pembuatan karamel juga melibatkan proses pyrolisis, yang dimulai pada suhu 170 derajat.

Pyrolisis karbohidrat dan protein membutuhkan suhu yang jauh lebih tinggi dari 100° C,  sehingga  pyrolisis tidak terjadi selama ada air, misalnya dalam makanan mendidih, atau  bahkan dalam pressure cooker. Ketika dipanaskan dengan adanya air, karbohidrat dan protein mengalami hidrolisis bertahap, bukan pyrolisis.

Proses-proses pembakaran dan penggorengan dalam suhu tinggi ini memang mungkin menghasilkan zat-zat yang dalam beberapa bentuknya bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker), misalnya akrilamid dan nitrosamin, dan juga produk-produk pyrolisis lainnya.

Dari manakah Glutamic-1-pyrolised (Glu-1-P) dan Glu-2-P berasal?

Kembali ke pembahasan di atas, lalu bagaimanakan proses pyrolysis pada MSG? Sebelum lebih jauh, aku ingin mengingatkan kembali apa itu glutamat dan MSG. Glutamat adalah suatu asam amino yang dijumpai pada makanan yang kaya akan protein. Asam amino adalah senyawa penyusun protein. Asam amino glutamat merupakan salah satu asam amino yang paling banyak dijumpai dan merupakan komponen penting protein. Glutamat dijumpai secara alami pada keju, susu, jamur, daging, ikan, dan berbagai sayuran. Glutamat juga diproduksi oleh tubuh kita sendiri, terutama di otak, dan merupakan senyawa vital dalam fungsi otak. Sedangkan monosodium glutamate atau MSG adalah bentuk garam natrium dari glutamat. Jika MSG ditambahkan pada makanan, ia memberikan fungsi penyedap rasa yang mirip dengan glutamat yang alami. MSG hanya terdiri dari air, natrium, dan glutamat. MSG dalam makanan yang kita asup ketika sampai di lambung akan diuraikan menjadi garam natrium dan asam glutamat.

Jadi, tubuh kita mendapatkan asupan glutamat itu bisa berasal dari glutamat alami dari makanan dan glutamat dalam bentuk garam natrium  (MSG).  Sehingga mestinya, jika ada proses pyrolisis yang menghasilkan Glu-1-P dan Glu-P-2, tentunya bukan berasal dari MSG saja, tetapi bisa juga dari glutamat yang berasal dari makanan secara alami.

Glu-1-P dan Glu-2-P memang merupakan senyawa karsinogen yang merupakan produk pirolisis dari glutamat. Tapi sebenarnya bukan glutamat saja yang bisa menghasilkan produk pyrolysis yang bersifat karsinogen, tetapi juga asam amino lainnya, seperti tryptophan dan lysine. Sebaliknya, tidak semua produk pyrolisis itu merupakan senyawa karsinogenik. Mohon maaf, sampai saat ini, pencarianku belum menemukan bagaimana proses pyrolysis MSG menjadi Glu-1-P dan Glu-2-P, pada kondisi apa terjadinya. Apa mungkin aku yang kurang pandai menelusur informasi, atau memang tidak ada informasinya. Silakan teman-teman bisa ikut searching. Bahkan pada satu jurnal yang ditemui menyebutkan bahwa produk pyrolisis glutamat juga terdeteksi pada kondensat asap rokok (bisa cek di sini).  Sehingga, sejauh ini yang diketahui mengenai proses pyrolisis adalah bahwa proses pyrolisis MSG (kalau terjadi) itu memerlukan suhu yang cukup tinggi, kondisi kering/tanpa air, dan itu juga dipengaruhi oleh lamanya terpapar pada suhu tinggi (pemanggangan, pembakaran, penggorengan). Makin tinggi suhu dan makin lama proses pemanasan, akan meningkatkan kemungkinan terjadinya produk pirolisis. Dan itu tidak hanya berlaku bagi glutamat, tapi juga asam amino lainnya, bahkan karbohidrat.

Kesimpulan

  • Proses pyrolisis MSG (dan asam amino lain) mungkin saja terjadi, terutama pada suhu tinggi dan tanpa adanya air, seperti pada proses pembakaran, pemanggangan, dan penggorengan.
  • MSG tidak begitu mudah membentuk produk karsinogen hanya dalam kegiatan memasak mie instan yang umumnya hanya dilakukan dalam waktu singkat dan suhu maksimal 100 derajat celsius.
  • Tidak perlu memasalahkan kapan bumbu mie instan mau dimasukkan, sesuai selera saja.. bumbu yang ditaburkan belakangan memang terasa lebih sedap karena aromanya masih banyak tertinggal, sedangkan jika dimasukkan bersama dengan mie-nya mungkin aromanya sudah menguap duluan..  Masalahnya itu saja, bukan karena ada bahayanya….

Sekali lagi, aku bukan penggemar atau pendukung MSG, hanya ingin sharing berdasarkan logika saja atas info-info “ilmiah” yang beredar dan seringkali meresahkan…

Monggoo, selamat memasak….🙂


Aksi

Information

25 responses

26 04 2015
faridh

Makasih bgd … Penelusuran yg menarik… I love you full buat yg analisa..

18 01 2015
Undangan Pernikahan Elegan

Itulah kejamnya iklan mie instan, bahkan saat ini balita 5 tahun saja sudah bisa menyanyikan jingle mie instan itu dengan merdu. maka tinggal panen saja produsen mie tersebut, dan kita tinggal menikmati sakitnya.

14 01 2015
Buta Warna Parsial

Alhamdulillah saya mendapatkan pengetahuan yang baru dari Bu Zulies. Bahkan tetangga saya ada yang sampe opname di RS selama seminggu karena ditengarai terlalu sering makan mie instan.
Semoga anak cucu saya ga sampe sebegitunya thd mie instan.

10 01 2015
Penjual Pembalut Kain - Sepatu Adalah Bagian Dari Fashion

[…] Balada Bumbu Mie Instan.. | Zullies Ikawati’s Weblog – 8/5/2013 · Dear kawan, Kalau Anda masak mie instan, bumbunya dimasukkan bersama mie-nya atau ditaburkan belakangan? Sebuah pertanyaan menggelitik masuk ke …… […]

1 05 2014
cincin kawin

ayo hidup sehat Cincin Kawin

8 03 2014
annisakarnadi

Reblogged this on Dunia Sehat and commented:
Saya tipe yang alergi MSG, kalau masak juga tanpa MSG. Tapi kadang2 jajan makan di luar, nah isu MSG berbahaya bisa diluruskan dg tulisan dari blog ini

19 02 2014
hantu kedai kopi

Mungkin masak mie biasa (yang bukan instan) saja?

12 10 2013
mari berfikir bersama

maaf maksud saya “ditambahkan zat terlaurt” bukan zat pelarut hehehe…

12 10 2013
mari berfikir bersama

tapi tau gak, kalo air ditambahkan zat pelarut seperti garam, gula, atau “bumbu mie instan” bisa menaikan titik didih si air diatas 100 derajat celcius???

Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut, sehingga kecepatan penguapan berkurang.

Menurut Roult :

P = Po . XB
ΔP = Po . XA

keterangan:

ΔP : penurunan tekanan uap jenuh pelarut
P : tekanan uap jenuh larutan
Po : tekanan uap jenuh pelarut murni
XA : fraksi mol zat terlarut
XB : fraksi mol pelarut

Jawab:
mungkin bisa meniingkatkan titik didih, tapi seberapa banyak?
Dan point-nya adalah peristiwa pyrolisis-nya yang tdk sekedar butuh suhu tinggi dan juga kondisi lingkungan tertentu. Anyway, thanks for respons

23 09 2013
Samestory

Sebelum nya saya cma mau ikut nanya doang
katanya MSG gak boleh 120C? bagaimana dengan masakan bernama rendang , itu jga menggunakan MSG yang ckup banyak , dan pastinya rendang itu sampe mendidih banget pasti lebih dari 120C dong , Gimana tuh jadi nya? berati gk boleh makan rendang??

Jawab:
Air mendidih itu maksimal 100 derajat pada tekanan udara yg normal. Kalau pakai panci tekanan bisa sampai 120 derajat. MSG bisa dimasukkan setelah suhunya turun, itu pun dengan asumsi bahwa MSG akan mengalami pirolisis pada suhu di atas 120. Padahal kan tdk begitu kejadiannya, krn ada kondisi2 khusus di mana MSG akan mengalami pirolisis. Kalau tidak ingin menggunakan MSG ya pesan saja rendang tanpa MSG atau masak sendiri… Jadi tetap boleh dong makan rendang…

12 08 2013
Dika Pramono

Menarik sekali pembahasan Ibu tentang MSG, hmm… Saya mau berpendapat Bu. Memang titik didih air itu 100 drjt C, tapi bagaimana dengan suhu aluminium atau logam pembuat panci untuk memasaknya itu? Jika suhu air pada saat itu misal benar 100 drjt C, suhu pancinya berapa?😀 ???
Secara logika suhu panci itu pasti lebih tinggi daripada suhu air mendidih, sebab panci (sebagai perantara) lebih dekat dengan pusat panas (api), misalnya suhu panci sekitar 150 drjt C deh. Apabila bumbu mie (MSG) dimasukkan bersamaan dengan proses pemasakan apakah tidak ada bumbu yang menempel di dinding panci yang panasnya 150 drjt C? Ya tentu ada. Jadi kemungkinan calon kanker itu memang ada. O.o
Sedikit saran sih, lebih baik kalo masak mie instan itu bumbunya disiapin di piring atau mangkuk saja, jangan dicampur sama pancinya, insyaallah rasanya tetep nikmat kok, asal masaknya diniati dengan bismillah. hihi Salam kenal Bu Zull, Dika dari F. Teknik, Universitas Negeri Malang ^_^

Jawab:
Trims komennya, Mas Dika… setahu saya, kebanyakan orang akan mengaduk-aduk mie-nya saat memasak, jadi kemungkinan bumbu itu nempel di panci, apalagi sampai terjadi pirolisis sangat kecil sekali….
Tapi memang yang penting masak dan makannya pakai bismillah..hehe…

7 06 2013
umi

Prof. Zullies.. salam kenal, izin share ya ..terimakasih. Umi

3 06 2013
octy

maaf mau nanya, jadi masakan ibu-ibu d ruma yang menggunakan penyedap juga begitu yah?

27 05 2013
dewi ajiastuti

maaf ibu,saya mau tny,kata dokter spesialis anak
yg merawat anak saya semua makanan yg mgd msg tidak baik dikonsumsi karena akan membuat penderita amandel akan semakin parah dan yang mempunyai riwayat bronkhitis jk mengkonsumsi makanan yang ada msg nya juga akan menyebabkan sulit sembuh, pertanyaan saya adl apakah memang benar seperti itu bu?

Jawab:
jawabnya adalah tidak benar seperti itu, bu… efek MSG tidak bisa disamaratakan pada semua orang. Jika dia memang alergi atau sensitif terhadap MSG, mungkin saja bisa demikian.

25 05 2013
robby fernandez

Dear Prof Zullies,
Maksud dari petanyaan saya diatas adalah apakah proses penggorengan dan pemangganan/pembakaran itu bisa terjadi tanpa adanya oksigen?

Jawab:
pak Robby, mungkin maksudnya gini ya.. adanya api itu pasti perlu oksigen. Tapi reaksi kimia yg terjadi pada proses pirolisis atau dekomposisi bahan organik di dalam kondisi panas di dalam minyak panas atau dalam pemanggangan itu tidak membutuhkan oksigen. Mohon maaf jika jawaban saya tidak memuaskan, karena keterbatasan pengetahuan saya.

24 05 2013
robby fernandez

Pirolisis adalah proses peruraian/dekomposisi bahan organik secara termokimia pada temperatur tinggi tanpa adanya oksigen.
Prof merujuk kalimat diatas dimana pyrolisis tidak akan terjadi jika ada oksigen. Maka dalam proses penggorengan dan pemangganan maka tidak akan terjadi pyrolisis terhadap suatu zat meskipun dengan suhu tinggi, karena proses penggorengan dan pemangganan setahu saya memerlukan oksigen. Mohon saran dari prof mengenai hal ini.
Selain itu apakah benar Prof kalau MSG itu hanya terdiri dari air,natrium dan glutamat?

jawab:
Dear Pak Robby, anda bisa mengacu pada salah satu sumber.. memang ini dari wikipedia, tapi banyak sumber lain menyebutkan hal yang sama : http://en.wikipedia.org/wiki/Pyrolysis. Disebutkan bahwa : Pyrolysis also plays an important role in several cooking procedures, such as baking, frying, grilling, and caramelizing. Jika terjadi proses pyrolisis yg ekstrim, akan meninggalkan carbon sebagai residu, dan kita bilang itu gosong. Dalam hal menggoreng, disebutkan bahwa: Food pyrolysis temperatures are, however, lower than the boiling point of lipids, so pyrolysis occurs when frying in vegetable oil or suet, or basting meat in its own fat.
Mengenai MSG, setahu saya MSG adalah nama senyawa tunggal yaitu monosodium glutamat, yaitu bentuk garam dari asam glutamat, yang jika dihidrolis akan menjadi asam glutamat dan NaOH.
demikian semoga bisa menjelaskan

12 05 2013
joel

baguuuusss,,,,,,,,,,,,, sesuatu info…

kadang memang ada yang menggembar-ngemborkan sesuatu tanpa adanya pengetahuan tentang itu..

hooooaaaakkk brooo..

10 05 2013
Hanifah Hidayatullah

Semua ada kelebihan dan kekurangannya,,,,,,,,,,,,, iya kan bu????

10 05 2013
eeng

Assalmkm prof zulies’menarik sekali pembahasannya… kl baca tulisan diatas,msg malah byk manfaatnya.tp info yg diterima selama ini msg berbahaya dan harus dihindari.sebenarnya banyak mana anatara manfaat dan madharatnya? Tq.

Jawab
Kalo saya netral saja, mbak… hanya ingin bilang bhw informasi bahaya msg itu terlalu dibesar-besarkan. Klo ngga suka pake msg ya monggo, yg suka ya monggo…. saya ngga bilang msg bnyak manfatnya, hnya bhw msg itu ya mirip dg glutamat yg ada pd makanan kita sehari-hari. Buat yg suka ya manfaatnya menyedapkan masakan, jadi makannya lahap…:-) yang nggak suka ya ngga usah pake, tp jgn terus latah menyebarkan rumor yg belum tentu benar…..

10 05 2013
sugiatmo

waspadalah…!!!!!!!!!!

9 05 2013
rere

benar g bu kalau msg bs menyebabkan kebodohan?dari uraian diatas berarti msg itu bukan penyebab kanker ya?

jawab:
ngga jugalah kalau MSG menyebabkan kebodohan…. Bodoh itu kalau ngga mau belajar..🙂
MSG juga bukan penyebab kanker..

8 05 2013
rizki

saya mau bertanya, mungkin tidak berhubungan dengan mie instan atau cara memasaknya,
kenapa setiap saya makan makanan yang mengandung MSG, kepala saya pusing hingga rasanya sulit untuk mengangkat kepala, terkadang sampai diare? sedangkan ketika saya makan makanan yang mengandung banyak garam NaCl sekalipun, tidak sampai menyebabkan hal tersebut.
dan ketika saya makan makanan dengan kandungan MSG, lidah akan terasa tidak enak dan rasa haus yang berkepanjangan. sedangkan ketika makan makanan yang mengandung garam, lidah akan terasa asin tetapi akan hilang ketika berkumur.
mohon penjelasannya….trimakasih

Jawab:
Saya duga anda hipersensitif thd MSG, jd terjadi reaksi demikian, spt yg pernah populer dg istilah “chinese restaurant syndrome”.

8 05 2013
01herbaldotcom

yang lebih aman y..mending ndak usah pake msg dan makan mie instan mbak.pake perasa alami saja dan buat mie sendiri. hehehe.

8 05 2013
Tommi

Sangat setuju dgn tulisannya. Titik diidh air pada tekanan udara normal (76 cm Hg)adalah 100degC, malah kalau didataran tinggi spt di Puncak bisa cuma 90-95 deg. Di Himalaya mungkin cuma 80 deg. Adanya komponen garam yg terlarut memang bisa sedikit menaikkan titik didih.
Memasukkan bumbu sejak mula, akan menguapkan sebagian aroma, jadi utk apa kita memasukkan bumbu dari awal.

8 05 2013
Guru Patimpus

Assalamu’alaikum mbak Prof. Zullies,
Semoga selalu sehat dan harmoni dimana saja..
T’rima kasih sudah berbagi tulisan, dan saya bersyukur, alhamdulillah dapat membacanya. Tambah lagi wawasan saya.

Dari tulisan tersebut, ada 2 kalimat yang menjadi perhatian saya, yakni :
“Proses-proses pembakaran dan penggorengan dalam suhu tinggi ini memang mungkin menghasilkan zat-zat yang dalam beberapa bentuknya bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker), misalnya akrilamid dan nitrosamin, dan juga produk-produk pyrolisis lainnya.”

Kemudian pada kalimat :
“Makin tinggi suhu dan makin lama proses pemanasan, akan meningkatkan kemungkinan terjadinya produk pirolisis. Dan itu tidak hanya berlaku bagi glutamat, tapi juga asam amino lainnya.”

Meskipun hanya dinyatakan “mungkin” namun tulisan tersebut mengajak kita untuk waspada, supaya jangan suka main bakar sembarangan, baik itu dengan tujuan akan dimakan atau hanya membakar sampah organik. Material organik yang dibakar ‘dimungkinkan berpotensi’ memunculkan zat karsinogen atau ‘mungkin’ dapat membentuk radikal bebas atau molekul yang tak stabil. Itulah hikmah lain yang saya dapatkan dari tulisan di atas, bukan sekedar masalah mi instan. Wallahua’lamu bissawab.

Jazakillaha khoiron katsiira…
Wassalamu’alaikum, Bu Zullies…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: