Catatan Idul Fitri : Menjaga hati (qolbu dan liver)

11 09 2011

Dear kawan,

Pertama sekali, masih dalam bulan Syawal, aku sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima dan diampuni segala dosa, Amien. Bagaimana pengalaman lebarannya? Pasti seru dan bervariasi ya…

My family in Idul Fitri

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Lebaranku selalu diwarnai dengan aktivitas mudik ke kampung halaman, bertemu ibu dan sanak saudara. Mudik pada tahun ini lumayan lama, selama seminggu. Tapi lebaran kali ini agak lain dari biasanya untukku, karena kondisi fisikku sudah ngga kondusif lagi buat jalan-jalan. Berat booo ! Sementara asisten rumah tangga juga mudik sendiri ke kampungnya,…. jadilah menjadi Upik Abu dengan perut gendut begini. Tapi alhamdulillah, semua berjalan baik……  putra special kami Dhika tidak rewel , walau sesekali perlu perhatian khusus. Dan semua memang harus dijalani dengan ikhlas…  Yang agak bikin bête adalah tidak ada koneksi internet yang bagus….. Modem yang kupakai sinyalnya lemot pol…. Jadilah seminggu tidak banyak menjenguk dunia maya, hanya lewat BlackBerry saja yang lemotnya juga ngga mau kalah…. Namun tentu tetap ada yang manis… ketika bisa berkumpul lagi dengan saudara-saudara yang juga merantau di luar kota. Bermaaf-maafan dan berfoto-foto bersama sekeluarga besar, bersama ibu dan adik-adik serta keponakan. Acara Lebaran tahun ini ditutup dengan perjalanan balik lagi ke Yogya yang memerlukan waktu 8 jam ….. dua kali lipat dari lama perjalanan biasanya !!

Menjaga hati (qolbu)

Kawan,

kalian pasti sudah mendengar juga berita yang mewarnai Lebaran kali ini yaitu tentang kecelakaan yang menimpa artis Syaiful Jamil yang sampai menyebabkan istrinya meninggal dunia.  Aku bukan fans Syaiful Jamil, tapi tak urung ikut sedih juga dan bisa membayangkan perasaannya bagaimana ditinggal orang yang dicintai. Aku sampai sempat meneteskan airmata loh, ketika awal-awal mendengar beritanya… Lebay yah.. !  Tapi dari situ aku semakin bisa memaknai betapa manusia itu sangat kecil….. tak bisa apa-apa tanpa ijinNya. Manusia boleh punya rencana macam-macam, tapi ketika Allah punya rencana yang lain, maka rencana Allahlah yang akan terjadi. Dan juga harus yakin bahwa apa yang ditetapkan Allah bagi manusia, itulah yang terbaik. Jika kita belum bisa menemukan kebaikannya, mungkin kita yang belum bisa mengambil pelajarannya. Tetaplah terus menggali dan memahami rencana Allah, yang kadang tidak sesuai dengan keinginan manusia. Dan bahwa dalam beberapa hal, manusia tak kuasa apa-apa dan akhirnya hanya padaNya tempat berlindung dan memohon.

Kembali ke kisah tragis Syaiful Jamil, bayangkan…. dari suasana yang begitu bahagia, baru menikah 6 bulan, lagi cinta-cintanya (aku bisa membayangkan), tiba-tiba dihempaskan dan diputuskan begitu saja oleh kematian. Perlu kekuatan dan ketabahan ekstra untuk bisa menerimanya. Di sisi lain, sungguh manusia tak punya kuasa apa-apa terhadap usia…  Aku bersyukur sekali (Alhamdulillah….) masih diijinkanNya menemui Ramadhan tahun ini, yang sungguh sangat berarti sebagai media penyucian diri dan hati, supaya menjadi hambaNya yang lebih sujud setelah setahun sebelumnya berlepotan dengan kesalahan dan dosa.  Siapa yang menyangka bahwa Virginia (istri Syaiful Jamil) yang masih muda, lebih dulu mendahului kita menghadapNya. Semoga kita bisa terus menjaga hati dari kekotoran …. karena kita tak pernah tahu kapan Ia memanggil kita kembali.  Dan hati adalah cermin, begitu kata Bimbo dalam lagunya. Insya Allah…. mari saling mengingatkan..

“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah yang aku maksudkan adalah hati.” (Hadis Riwayat Al-Bukhari)

Menjaga hati (liver)

Selain hati (qolbu) yang  disucikan (Insya Allah) dengan ibadah di bulan Ramadhan dan dijaga seterusnya, hati secara fisik alias liver juga tak kalah penting untuk dijaga. Yaa…. Lebaranku kali ini juga diwarnai kisah sedih lain, yang kali ini datang dari kawanku semasa SMP dan SMA di Purwokerto. Kawanku ini dipanggil Allah Swt pada usianya yang masih 43 tahun karena penyakit liver. Sayangnya aku tak sempat menengoknya semasa sakitnya.  Untuk menambah wawasan, yuk kita tengok sedikit tentang hati (liver) dan penyakitnya, serta cara menjaganya.

Apa itu hati (liver) ?

Hati adalah organ padat terbesar dalam tubuh, yang sering  juga dianggap sebagai kelenjar karena di antara berbagai fungsinya, salah satunya adalah membuat dan mengeluarkan empedu. Hati terletak di bagian kanan atas perut yang dilindungi oleh tulang rusuk. Organ ini memiliki dua lobus utama yang terdiri dari lobulus kecil. Sel-sel hati memiliki dua sumber yang berbeda untuk pasokan darahnya. Arteri hepatika, yang memasok darah kaya oksigen yang dipompa dari jantung, sedangkan vena portal menerima pasokan nutrisi dari usus dan limpa.

Biasanya, pembuluh darah vena kembali dari tubuh ke jantung, tapi vena portal memungkinkan bahan kimia dari saluran pencernaan untuk memasuki hati untuk didetoksifikasi dan penyaringan sebelum memasuki sirkulasi (peredaran darah) umum. Vena portal juga secara efisien memberikan bahan kimia dan protein yang diperlukan sel-sel hati untuk menghasilkan protein, kolesterol, dan glikogen yang diperlukan untuk kegiatan tubuh normal.

Sebagai bagian dari fungsinya, hati membuat empedu, yaitu cairan yang berisi antara lain: air, bahan kimia, dan asam empedu (dibuat dari kolesterol yang tersimpan dalam hati). Empedu disimpan di kantong empedu dan ketika makanan memasuki duodenum (bagian pertama dari usus kecil), empedu disekresikan ke duodenum, untuk membantu pencernaan makanan.

Hati adalah satu-satunya organ dalam tubuh yang dapat dengan mudah mengganti sel yang rusak, tetapi jika sel-sel hati cukup banyak hilang/rusak, hati tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan tubuh.
Hati dapat dianggap suatu pabrik; dan fungsinya antara lain adalah :
– produksi empedu yang diperlukan dalam pencernaan makanan, dalam lemak tertentu;
– perubahan glukosa yang berlebih dalam tubuh menjadi glikogen yang akan disimpan dalam sel hati, dan kemudian mengubahnya kembali menjadi glukosa ketika diperlukan;
– produksi faktor pembekuan darah; produksi asam amino (membangun blok untuk membuat protein), termasuk yang digunakan untuk membantu memerangi infeksi;
– pengolahan dan penyimpanan zat besi yang diperlukan untuk produksi sel darah merah;
– pembuatan kolesterol dan bahan kimia lainnya yang diperlukan untuk transportasi lemak;
– mengubah produk limbah metabolisme tubuh menjadi urea yang diekskresikan dalam urin, dan metabolisme obat menjadi bentuk aktif mereka dalam tubuh, atau mengubahnya menjadi bentuk yg tidak aktif untuk dibuang

Apa itu Sakit liver?

Penyakit liver atau hati adalah setiap gangguan fungsi hati yang menyebabkan penyakit. Telah diuraikan di atas bahwa hati bertanggung jawab terhadap banyak fungsi-fungsi penting dalam tubuh. Jika hati atau liver menjadi sakit atau terluka, maka hati tidak berfungsi dan hilangnya fungsi-fungsi dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada tubuh.  Jadi, istilah sakit liver adalah suatu istilah yang luas yang mencakup semua masalah kesehatan potensial  yang menyebabkan hati gagal untuk melakukan fungsinya.  Biasanya, penurunan fungsi ini baru akan terlihat signifikan ketika lebih dari 75% atau tiga perempat dari jaringan hati mengalami kerusakan.

Kegagalan fungsi hati dapat terjadi secara akut (tiba-tiba, dalam waktu cepat) atau secara kronis (jangka panjang). Kegagalan hati akut bisa bersifat reversible (bisa membaik lagi) atau tidak reversible. Sebagai contoh, kegagalan hati akut karena infeksi hepatitis virus A umumnya dapat pulih kembali dan melanjutkan fungsi normalnya. Sedangkan kegagalan hati kronis umumnya bersifat permanen dan dapat berkembang menjadi sirosis.

Sirosis adalah istilah yang menggambarkan adanya jaringan parut yang permanen pada hati, yang sering dikatakan secara awam sebagai “pengerasan hati”.  Sel-sel hati normal digantikan oleh jaringan parut yang tidak dapat melakukan fungsi hati. Serem yaa….

 

 

Apa saja penyebab sakit hati?

Gangguan fungsi hati dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Beberapa diantaranya adalah :

1. Penyalahgunaan alkohol

Penyalahgunaan alkohol adalah penyebab paling umum penyakit hati di Amerika Utara. Alkohol secara langsung bersifat toksik terhadap sel hati dan dapat menyebabkan peradangan hati, yang disebut sebagai hepatitis alkoholik. Dalam penyalahgunaan alkohol kronis, akumulasi lemak (steatosis) yang terjadi pada sel-sel hati dapat menyebabkan sel hati mengalami kerusakan.

2. Penggunaan obat-obat hepatotoksik

Sel-sel hati dapat menjadi meradang atau rusak secara sementara atau permanen oleh paparan obat-obatan. Beberapa obat mungkin baru akan menyebabkan kerusakan hati pada dosis besar, tapi obat lain ada yang menyebabkan kerusakan hati walaupun dipakai dalam dosis normal/dosis terapinya.

Contoh obat yang menyebabkan kerusakan hati pada dosis besar adalah parasetamol. Karena itu, walaupun aman pada dosis terapi, pemakaian parasetamol dalam sehari harus dibatasi, maksimum 4 gram sehari.  Obat lain yang dapat menyebabkan gangguan hati adalah golongan statin, seperti simvastatin, yang umumnya diresepkan untuk mengontrol kadar kolesterol darah. Bahkan ketika digunakan pada dosis terapinya, peradangan hati dapat terjadi dan dapat dideteksi oleh tes darah yang mengukur enzim hati. Menghentikan pengobatan biasanya dapat mengembalikan fungsi hati ke tingkat normal. Ada banyak obat lain yang dapat menyebabkan peradangan hati, yang sebagian besar dapat normal kembali  ketika pemakaian obat dihentikan. Beberapa diantaranya adalah antibiotik seperti nitrofurantoin, amoksisilin dan asam klavulanat, tetracycline, dan isoniazid. Metotreksat, obat yang digunakan untuk mengobati gangguan autoimun dan kanker, juga memiliki berbagai efek samping termasuk peradangan hati yang dapat menyebabkan sirosis. Disulfiram yang digunakan untuk mengobati pecandu alkohol juga dapat menyebabkan peradangan hati. Beberapa obat herbal dan vitamin dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan hepatitis, sirosis dan gagal hati. Contoh termasuk vitamin A, kava kava, ma-huang, dan comfrey.

3. Infeksi  virus hepatitis

Penyebab terbanyak gangguan hati adalah infeksi virus hepatitis. Hepatitis berarti peradangan hati, dan sel-sel hati dapat menjadi meradang karena infeksi.
Hepatitis A adalah infeksi virus yang disebabkan terutama karena konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi virus tersebut dan cukup mudah menular. Hepatitis A menyebabkan peradangan akut hati yang umumnya dapat sembuh secara spontan. Hepatitis B menyebar melalui paparan cairan tubuh (jarum dari penyalahguna obat, darah yang terkontaminasi, dan kontak seksual) dan dapat menyebabkan infeksi akut, tetapi juga dapat berkembang menjadi kronis menyebabkan peradangan (hepatitis kronis) yang dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati. Vaksin hepatitis B dapat mencegah infeksi ini. Hepatitis C menyebabkan hepatitis kronis. Seorang individu yang terinfeksi virus hepatitis C mungkin tidak ingat atau pun merasakan gejala apapun, dan tahu-tahu penyakitnya sudah kronis.  Hepatitis C ditularkan melalui paparan cairan tubuh (jarum dari penyalahguna obat, darah yang terkontaminasi, dan kontak seksual). Hepatitis C kronis dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati. Saat ini, tidak ada vaksin untuk melawan virus ini. Hepatitis D adalah virus yang membutuhkan infeksi bersamaan dengan hepatitis B untuk bertahan hidup, dan menyebar melalui paparan cairan tubuh (jarum dari penyalahguna obat, darah yang terkontaminasi, dan kontak seksual).  Hepatitis E adalah virus yang menyebar melalui makanan yang terkontaminasi dan paparan air. Sama seperti Hepatitis A, hepatitis E dapat sembuh sendiri.

4. Penyakit-penyakit lain

Beberapa penyakit juga dapat menyebabkan gangguan fungsi hati seperti :  perlemakan hati non-alkohol , Hemachromatosis (kelebihan zat besi), penyakit Wilson (suatu penyakit warisan yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memetabolisme tembaga), penyakit Gilbert (kelainan dalam metabolisme bilirubin dalam hati), kanker hati, dll.

Apa sih gejala dari penyakit hati?

Gejala klasik dari penyakit hati antara lain adalah: mual, muntah, sakit perut pada bagian kanan atas, jaundice (perubahan warna kuning pada kulit karena konsentrasi bilirubin meningkat dalam aliran darah). Kelelahan, kelemahan dan penurunan berat badan juga mungkin terjadi. Namun demikian, karena ada beberapa jenis gangguan hati,  gejala ini cenderung spesifik jika penyakit  sudah sampai tahap akhir  atau terjadi gagal hati.
Jika sudah terjadi sirosis, gejala akan semakin signifikan menggambarkan kegagalan fungsi hati untuk memetabolisme produk limbah tubuh,  untuk memproduksi protein yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh dan dapat mempengaruhi fungsi pembekuan darah, karakteristik seks sekunder dan fungsi otak.

Gejala sirosis hati meliputi:
mudah memar dapat terjadi karena penurunan produksi faktor pembekuan darah;
• garam empedu dapat terdeposit di kulit yang menyebabkan gatal-gatal;
ginekomastia atau pembesaran payudara pada pria dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan dalam hormon seks, khusus peningkatan estradiol;
impotensi (disfungsi ereksi, DE), rendahnya dorongan seksual, dan testikel menyusut disebabkan oleh penurunan fungsi hormon seks;
kebingungan dan kelesuan dapat terjadi jika kadar amonia meningkat dalam aliran darah (amonia merupakan produk limbah yang terbentuk dari metabolisme protein dan membutuhkan sel-sel hati yang normal untuk mengeliminasinya);
ascites (penumpukan cairan dalam rongga perut) terjadi karena produksi protein menurun, dan
• pengecilan otot dapat terjadi karena produksi protein berkurang.
Selain itu, terjadi peningkatan tekanan darah di dalam hati yang sirosis yang mempengaruhi aliran darah melalui hati. Peningkatan  tekanan darah dalam vena portal menyebabkan aliran darah ke hati melambat dan pembuluh darah membengkak. Vena membengkak (varises) terbentuk di sekitar perut dan kerongkongan dan berisiko untuk perdarahan. Penderita bisa mengalami muntah darah jika terjadi perdarahan.

Kapan perlu ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis?

Seringkali, awal dari penyakit hati terjadi secara bertahap dan tidak ada gejala spesifik yang membawa individu yang terkena untuk mencari perawatan medis. Kelelahan, kelemahan dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan mungkin bisa merupakan gejala awal yang perlu dikonsultasikan kepada dokter.  Apalagi jika sudah terjadi  jaundice atau kulit kuning yang tidak normal. Selain itu, mungkin ada  demam yang bertahan, muntah, dan sakit perut. Kalau terjadi semacam ini, sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter utk dilakukan pemeriksaan lebih lengkap.

Bagaimana penyakit hati didiagnosa?

Diagnosis tepat dari penyakit hati melibatkan riwayat dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional. Memahami gejala dan faktor risiko pasien untuk penyakit hati akan membantu memandu setiap tes diagnostik yang dapat dipertimbangkan.
Pada penyakit hati dapat dijumpai berbagai gejala fisik di hampir semua sistem tubuh termasuk jantung, paru-paru, perut, kulit, fungsi kognitif, dan bagian lain dari sistem saraf.

Tes darah sangat membantu dalam menilai ada tidaknya radang hati dan gangguan fungsinya. Tes fungsi hati melalui pemeriksaan darah meliputi:
– pemeriksaan AST dan ALT (transaminase, bahan kimia yang dikeluarkan ketika terjadi peradangan sel hati);
– pemeriksaan GGT dan alkalin fosfatase (bahan kimia yang dikeluarkan oleh sel-sel lapisan saluran empedu);

pengukuran kadar bilirubin, kadar protein dan tingkat albumin.

Tes darah lainnya yang dapat dipertimbangkan, antara lain :
hitung darah lengkap (Complete Blood Count), pasien dengan penyakit hati stadium akhir mungkin mengalami penekanan sumsum tulang dan memiliki jumlah sel-sel darah merah, sel darah putih dan trombosit yang rendah;
Tes pembekuan darah (parameter : INR ratio), karena  fungsi pembekuan darah mungkin terganggu karena berkurangnya produksi protein

pemeriksaan lipase untuk memeriksa peradangan pankreas;
– pemeriksaan kadar elektrolit, BUN (blood urea nitrogen) dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal,  dan

tingkat amonia darah (penilaian ini terutama sangat membantu pada pasien dengan kebingungan mental).

Studi pencitraan dapat digunakan untuk memvisualisasikan, tidak hanya hati, tetapi organ-organ lain di dekatnya yang mungkin sakit. Contoh studi pencitraan meliputi:
CT scan (tomografi aksial komputerisasi), MRI (magnetic resonance imaging),  dan USG (gelombang suara pencitraan, yang sangat membantu dalam menilai kantong empedu dan saluran empedu.

Biopsi hati dapat dianggap untuk mengkonfirmasi diagnosis spesifik untuk penyakit hati. Dengan anestesi lokal, jarum tipis panjang dimasukkan melalui dinding dada ke dalam hati, di mana sampel kecil jaringan hati dapat diperoleh untuk pemeriksaan dibawah mikroskop.

Apa pengobatan untuk penyakit hati?

Setiap penyakit gangguan hati akan memiliki rejimen pengobatan sendiri yang spesifik. Sebagai contoh, hepatitis A memerlukan perawatan suportif untuk mempertahankan hidrasi, sementara system imun harus diperkuat untuk melawan infeksi virus.  Hepatitis B yang kronis umumnya diterapi dengan interferon alfa untuk membantu melawan virus dan mencegah virus utk menginfeksi sel-sel yg masih sehat. Pasien dengan batu empedu mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat kantong empedu. Penyakit lain mungkin perlu perawatan jangka panjang medis untuk mengontrol dan meminimalkan konsekuensi dari penyakit mereka. Pada pasien dengan sirosis dan stadium akhir penyakit hati, obat-obatan mungkin diperlukan untuk mengontrol jumlah protein diserap dalam diet. Hati yang mengalami sirosis tidak dapat memetabolisme produk limbah, sehingga kadar amonia darah meningkat dan menyebabkan ensefalopati  hepatik. Diet rendah natrium dan penggunaan diuretik mungkin diperlukan untuk meminimalkan retensi cairan.

Paracentesis utk mengeluarkan cairan dari perut penderita penyakit liver

Untuk mereka yang sudah mengalami  ascites (perut membesar berisi cairan), cairan yang berlebih mungkin harus sesekali dihilangkan dengan disedot menggunakan  jarum suntik khusus (paracentesis). Menggunakan bius lokal, jarum dimasukkan melalui dinding perut dan cairan disedot.

Operasi lain mungkin diperlukan untuk mengobati hipertensi portal dan meminimalkan risiko perdarahan. Dan pilihan terakhir buat mereka yang sudah gagal hati adalah transplantasi hati.

Bagaimana mencegah penyakit hati ?

Penyakit hati bisa dicegah dengan mencegah paparan penyebabnya. Penyalahgunaan alkohol adalah penyebab paling umum penyakit hati di Amerika Utara, sehingga mengurangi konsumsi alkohol  dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit hati akibat alcohol.
Risiko tertular hepatitis B dan C dapat dikurangi dengan meminimalkan risiko terpapar cairan tubuh orang lain yang terkena infeksi hepatitis, juga dengan menggunakan vaksinasi. Vaksinasi yang tersedia adalah untuk Hepatitis A dan B. Penyakit hati berlemak dapat dicegah dengan peningkatan gaya hidup sehat, termasuk diet seimbang, mengontrol berat badan, menghindari konsumsi alkohol berlebihan dan program latihan rutin.

Penutup

Demikian, kawan, sekilas tentang penyakit liver. Aku tidak tau persis apa penyebab penyakit liver yang merenggut nyawa kawanku itu. Tapi apapun, semoga arwahnya di terima di sisi Allah swt, dan diampuni segala dosanya. Amien.

Dan buat kita yang masih sehat, mari selalu bersyukur dengan kesehatan yang telah Allah anugerahkan, serta berupaya menjaganya semaksimal mungkin. Udah dulu yaaa…. semoga bermanfaat.

 Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Sumber : http://www.medicinenet.com/liver_disease/article.htm


Aksi

Information

5 responses

1 05 2014
cincin kawin

jagalah kesehatan Cincin Kawin

21 09 2011
yatno

Bagus …. informasi edukasi yang sangat bermanfaat untuk semua orang

15 09 2011
Nugroho Tjokrodiwirjo

Ya saya memahami tulisan bu Zullies adalah pencerahan dari sisi medis. Saya hanya ingin menyampaikan dan memperkuat dari sisi spiritual yang bu Zullies tulis juga dalam tulisan ini.Dan sesungguhnya apabila kita diuji dengan penyakit, kemudian kita ikhlas. Maka insya ALLAH itu akan mengangkat dosa-dosa kita.

Saya senang dengan tulisan bu Zullies dan bangga mempunyai teman SMP yang sekarang sudah sangat sukses dalam bidangnya. Semoga sharing ilmu bu Zullie melalui tulisan tulisan di blog ini bermanfaat bagi kita semua dan menjadi amal ibadah bagi bu Zullies. Amien.

Salam untuk keluarga

14 09 2011
Nugroho Tjokrodiwirjo

“Aku tidak tau persis apa penyebab penyakit liver yang merenggut nyawa kawanku itu. Tapi apapun, semoga arwahnya di terima di sisi Allah swt, dan diampuni segala dosanya. Amien.”

Amien YRA

*Penyakit liver sahabat kita berbeda dengan penyakit hati dalam arti tidak menjaga qolbu.
Sebagai sahabat sejak masa kecil hingga beliau meninggalkan kita semua, saya tahu persis beliau menjaga hati dari penyakit hati dalam arti menjaga qolbu. Dan terutama dalam masa akhir hidup beliau, saya sering berdiskusi dan membahas mengenai soal hati/qolbu. Karena baik dan buruk seseorang tergantung dari hati/qolbu nya. Jadi tidak ada hubungan atau korelasi antara penyakit liver yg merenggut nyawa beliau dengan penyakit hati/qolbu. Bahkan beliau selalu berusaha membersihkan qolbu nya sampai akhir hayatnya.
Tepat sekali seperti yang disampaikan bu Zullies mengutip syair lagu tausyiah yang biasa dinyanyikan oleh KH Abdullah Gymnastiar (AA Gym):
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Insya ALLAH sahabat kita meninggal khusnul khotimah.Amien

Jawab:
Iya, Mas Nunu… Insya Allah sahabat kita pergi dalam keadaan khusnul khotimah. Amien. Tulisan ini sekedar pencerahan dari sisi medis mengenai penyakit liver, dan memang tidak ada hubungannya antara qolbu dan liver secara langsung.

11 09 2011
Budi Iskandar

Bu, saya pernah mendengar kalau penderita sakit diabetes bisa terkena komplikasi dengan penyakit hati. Mohon penjelasannya.

Jawab:
Setahu saya, komplikasi diabetes tidak terkait langsung terhadap hati, tapi lebih banyak ke ginjal. Jadi penderita DM lebih berisiko mengalami gangguan gagal ginjal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: