Vaksin MMR dan autisme : kisah penipuan ilmiah?

22 01 2011

Dear kawan,

 Maap, yah…. sudah lama tidak menulis lagi di blog ini…. lagi banyak pekerjaan koreksi-koreksi ujian dan lain-lain yang perlu diprioritaskan. Lagian sedang banyak yang lagi dipikirin….. tentang hidup ini..(cieee!). Well, tapi membiarkan blog ini tanpa tulisan baru juga jadi tambahan pikiran hehe….. mungkin sudah ada yang menanti (lebaaay……)… Yah, untung aku bukan penulis beneran yang mengandalkan nafkah dari menulis… Lha, kalau lagi ngga mood gini atau ga ada ide tulisan, bisa-bisa ngga makan deh….

Kawan, sebuah newsletter yang kulanggan dari Medscape belum lama ini memberitakan tentang tuduhan bahwa informasi tentang vaksin MMR sebagai penyebab autis adalah sebuah penipuan. Sementara, seorang teman di Face Book sempat pula menanyakan masalah tentang vaksin MMR dan autisme. Jadi aku pikir topik ini pasti bermanfaat jika diangkat sebagai tulisan dalam blog ini… walaupun sempat agak enggan menuliskannya.

Aku dan Dhika-ku...

Enggan? …Yah….menulis tentang autis selalu terasa mengiris…. karena itu akan membuatku sedih dan teringat si bungsuku Dhika yang juga mengalami spektrum Autisme. Walaupun sudah kami terima dengan ikhlas sebagai bagian dari rencana Allah bagi kami, tetap saja ada saat-saat aku merasa putus asa dan berat. Yah, tapi apapun… pasti ada tujuan Allah menakdirkan ini supaya kami lebih ingat kepadaNya dan berlatih sabar dan tawakal. Well, ngga usah mellow deh….. nanti malah ga jadi nulis…

Autisme

Kita kenali dulu yang disebut autism. Autisme adalah gangguan perkembangan, di mana anak-anak dengan autisme terutama memiliki masalah berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Orangtua biasanya melihat kesulitan dalam keterampilan bahasa ketika anak mereka berumur sekitar dua tahun. Cerita tentang gangguan autism Dhika sudah pernah kutulis dua tahun yang lalu di blog ini (klik di sini). Dhika sekarang sudah 5 tahun. Ia sekarang menjalani Play group-nya 5 hari seminggu dan terapi wicara, edukasi dan okupasi masing-masing sekali dalam seminggu. Alhamdulillah, sudah banyak perkembangannya. Sekarang sedang belajar membaca.

Apa yang menyebabkan autisme?

Penyebab autisme cukup kompleks, dan ilmuwan masih mencoba untuk memahami apa penyebabnya. Para peneliti percaya bahwa faktor genetika memainkan peran  dalam menyebabkan autisme dan bahwa faktor medis atau lingkungan yang lain juga mungkin terlibat, seperti pencemaran logam berat, makanan tertentu, dll. Para peneliti juga percaya bahwa kebanyakan kasus autisme dimulai sebelum atau segera setelah lahir. Salah satu yang pernah menjadi perdebatan seru adalah vaksin MMR sebagai penyebab autism. Benarkah?

Apakah vaksin MMR itu?

Vaksin MMR Vaksin MMR (mumps, measles, dan rubella) adalah vaksin terhadap tiga penyakit yang berbeda (campak, gondong, dan rubella) melalui satu suntikan. Vaksinasi diberikan dua kali selama masa kanak-kanak, dan telah sangat berhasil menekan kejadian penyakit campak, gondok, dan rubela (campak Jerman) pada anak-anak. Sebagai gambaran, sebelum vaksin diberikan kepada anak-anak, ada sekitar 400.000 kasus campak yang dilaporkan setiap tahun di Amerika Serikat, tetapi pada tahun 1999 setelah diperkenalkan vaksin ini, hanya ada 100 kasus yang dilaporkan.

Mengapa ada kekhawatiran tentang vaksin MMR menyebabkan autisme?

Kekuatiran tentang kemungkinan vaksin MMR sebagai penyebab autism dimulai pada tahun 1998, ketika sebuah hasil penelitian yang dipublikasikan pada journal The Lancet oleh Andrew Wakefield, dkk, melaporkan adanya hubungan penggunaan vaksin MMR dengan kejadian sindrom autism. Dalam papernya Wakefield mengusulkan gagasan bahwa interaksi dengan virus bisa (1) memiliki dampak negatif pada sistem kekebalan anak; (2) menyebabkan infeksi persisten pada saluran pencernaan dan (3) pada gilirannya, dalam jangka panjang, dapat menyebabkan kerusakan otak dan mungkin autisme.

Studi itu sendiri sebenarnya hanya melibatkan 12 pasien, dan tidak pernah ada temuan lain yang mendukung atau mereplikasi temuan ini, namun karena mendapat liputan yang luas dari media, maka berita ini memicu kepanikan di antara orang tua, yang mengakibatkan jumlah vaksinasi MMR menurun drastis. Kontroversi dan debat mengenai hal ini kemudian berkembang terus hingga sekarang.

Bagaimana faktanya?

Publikasi ini menyebabkan banyak lembaga-lembaga kesehatan independen maupun Pemerintah mengkaji lagi mengenai hubungan antara vaksin MMR dengan autism. Dan setelah setelah meninjau semua studi, termasuk temuan Wakefield tadi, Institute of Medicine ( sebuah lembaga kesehatan independen non pemerintah di Amerika) telah menemukan bahwa bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa tidak ada hubungan pada tingkat populasi antara MMR dan autisme. IOM merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki kemungkinan langka ini  dan untuk memahami lebih baik penyebab autisme pada umumnya.

Publikasi Wakefield adalah “penipuan” !!

Artikel Wakefield sendiri telah dicabut publikasinya oleh pihak The Lancet pada tg 2 Februari 2010. The Lancet mengatakan bahwa dalam sejarah 186 tahun berdirinya jurnal ini, artikel Wakefield merupakan 1 dari 10-15 studi yang pernah dicabut atau ditarik kembali publikasinya. Kalian lihat, kawan…… memerlukan waktu 12 tahun bagi Lancet untuk menarik artikel Wakefield dari publikasi di jurnalnya, yang menunjukkan perlunya pengkajian yang panjang dan serius tentang kebenaran hasil temuan ini. Penarikan artikel ini mengikuti temuan General Medical Council (GMC) Inggris yang mengatakan bahwa Andrew Wakefield, MD, dan dua rekannya bertindak “tidak jujur” dan “tidak bertanggung jawab” dalam menjalankan penelitian mereka. GMC juga menemukan bahwa studi ini belum disetujui Komite Etika yang sesuai, sementara dalam artikel itu dinyatakan sudah. Juga ditemukan bahwa 12 anak yang dilaporkan adalah memang sengaja dipilih untuk penelitian ini, sementara dalam artikel disebutkan bahwa itu adalah pasien yang berturut-turut datang untuk pengobatan. Dengan ditariknya artikel ini, maka studi ini tidak  lagi dianggap sebagai bagian resmi dari literatur ilmiah.

Bagaimana kelanjutan kasus Wakefield ?

Tanggal 5 Januari 2011, jadi belum lama ini, British Medical Jurnal menerbitkan serangkaian 3 artikel dan editorial yang menuduh bahwa studi yang dipublikasikan di The Lancet pada tahun 1998 oleh Andrew Wakefield dkk yang menghubungkan antar vksinasi MMR dengan autism dan kerusakan usus/otak bukan saja sebagai  ilmu yang salah/menyesatkan,  tapi “suatu penipuan “. Menurut artikel pertama yang diterbitkan pada BMJ hari itu oleh reporter investigasi Brian Deer, peneliti Wakefield mengubah dan memalsukan catatan medis dan fakta, menyalah-interprestasikan informasi kepada keluarga, dan memperlakukan 12 anak yang terlibat secara tidak etis. Selain itu, Mr Wakefield juga menerima jasa konsultasi dari pengacara yang sedang menyusun gugatan terhadap produsen vaksin, dan banyak dari peserta penelitian merupakan rujukan dari organisasi antivaccine.

Brian Deer melakukan investigasi pertamanya terhadap artikel Wakefield pada tahun 2004 untuk Sunday Times di London dan sebuah jaringan televisi Inggris. Atas dasar temuan-nya itu, GMC’s menyelenggarakan Sidang pada tahun 2007 dan mendengar kesaksian dari 36 saksi selama jangka waktu dua setengah tahun. Dan hasilnya ? Sidang menyatakan bahwa metode penelitian Mr Wakefield tidak benar dan ia dinyatakan telah melanggar aturan dalam etika penelitian. Lima hari setelah pernyataan GMC, The Lancet mencabut artikel tersebut.

Kesimpulan?

Hingga saat ini belum ditemukan hubungan yang kuat antara vaksinasi MMR dengan kejadian autism, karena artikel yang pertama kali memunculkan kontroversi tentang ini telah dicabut dan tidak diakui kebenarannya, dan belum ada lagi publikasi ilmiah yang valid yang mendukung hal tersebut.

Bagaimanapun,…. penyebab autism masih misteri, di mana satu dengan yang lain mungkin dipicu oleh faktor yang berbeda. Dhika sendiri belum mendapat vaksin MMR, dan nyatanya ia mengalami juga. Buatku sendiri, sulit untuk memastikan penyebab pastinya, kecuali bahwa itu sudah ditetapkanNya. Sekarang yang penting adalah bagaimana untuk mengoptimalkan perkembangannya dengan berbagai upaya yang bisa dilakukan. Mohon doanya saja ya, kawan, semoga Dhika bisa tumbuh kembang dengan sempurna sebagaimana seharusnya. Menjadi anak yang sholeh dan berguna bagi semua. Amien.

Sumber : http://www.medscape.com/viewarticle/735354


Aksi

Information

24 responses

9 08 2015
santi susilowati

bu zullies, saya mahasiswa apoteker USB surakarta yang pernah mengikuti kuliah umum ibu dgn materi farmakoterapi asam.

begini bu, terus terang saya melanjutkan profesi setelah menikah dan punya anak. anak saya sekarang berusia tiga tahun, dan perkembangannya lambat karena belum juga bisa bicara. intinya, sepertinya anak saya juga terkena autisme. setelah membaca beberapa artikel saya berpikir apakah salah satunya karena kesalahan saya. mengingat saat hamil dulu, sampai usia kandungan delapan bulan saya masih bekerja sebagai laborat yang tiap hari harus melakukan pengujian dgn menggunakan reagen kimia pekat.

anak saya juga lahir normal bu, 3,3kg cantik, dan dekat sekali dengan saya.

begitu tahu anak saya punya kecenderungan autis hiperaktif saya bingung bu, kuliah profesi saya tinggal satu semester lagi, sementara anak saya juga butuh penanganan segera. saya jadi berpikir saya sudah salah mengambil keputusan. maaf sekali lho bu kalau saya kesannya jadi curhat

tapi tulisan ibu memberi banyak sekali informasi untuk saya. saya ingin berterimaksih karena setelah membaca tulisan ibu, saya jadi lebih bisa menegarkan hati dgn kenyataan yg dialami anak saya.
ohya, bagaimana perkembangan mas dika sekarang bu?

Jawab:
Dika sudah hampir 9 tahun dan sekarang masuk SD kelas 2, Mbak.. tiap hari ikut terapi untuk melatih wicara, fokus, daily actvities, dll. Di sekolah kami menggunakan pseudo teacher untuk mendmapingi Dhika.

1 06 2014
rgmaisyah

Reblogged this on Rgm_Aisyah's Blog and commented:
Korelasi Autisme dan Vaksin MMR.

1 05 2014
cincin kawin

terma kasih Cincin Kawin

9 07 2012
Goodgrade

Dear Zullies

Selesai aku posting komentar, aku berputar-putar di blog Zullies.
Baru menyadari kalau putera Zullies juga autis. Aku terharu, tetapi juga marah pada otoritas kesehatan.

Kebetulan Zullies juga sebagai pendukung otoritas kesehatan dunia yang aku anggap “main stream”. (Anakku juga 2 dokter yang selalu berantem dengan Baoaknya).
Sanggahlah tulisanku tentang virus MMR, ataupun yang lain. Anda bisa melihat blog ku di http://www.goodgrade.wordpress.com ataupun di Kompasiana dengan nama goodgrade.
Aku panggil Zullies karena anda adik kelas yang jauh, same university,same hometown.

Salam

jawab:
terimakasih komentarnya… Apapun, isu tentang vaksinasi memang masih kontroversial sampai sekarang. Wallahu a’lam.. akhirnya hanya tergantung ikhtiar dan keyakinan masing-masing dalam mencari “kebenaran”. Tapi yang jelas, utk kasus Dhika anak saya, dia bahkan belum menerima vaksinasi MMR. jadi mungkin bukan karena itu. Yang jelas ini adalah peringatanNya dan titipanNya pada kami. Insya Allah kami mampu menjalaninya karena Dia tak akan memberikan beban melebihi kemampuan hambaNya memikulnya.

9 07 2012
Goodgrade

Dear Zullies

Tersedak aku dengan amarah membaca tulisan agnesia soraya.
Tak bisakah kita membantu agnesia berbuat seperti ibunya Valentino Bocca dari Italia yang berhasil memenangkan kasus nya dan “membuktikan vaksin MMR telah menyebabkan puteranya terkena autis.”

Hakim di Rimini, north-east Italy awarded the Bocca family Euros 174,000 (£140,000) after the Italian Health Ministry conceded the MMR vaccine caused autism in their nine-year-old son Valentino. 28/May/12

http://childhealthsafety.wordpress.com/2012/05/07/italy-mmr-vaccine-causes-autism/

Sekarang ada 100 kasus yang sama sedang diperiksa by Italian lawyers and experts suggest the case could lead to other families pursuing cases.

Kalau ingin melihat seperti apa Valentino Bocca, lihatlah di situs ini.
http://www.whale.to/v/mmr666a.html
Lihatlah Valentino yang cerah matanya menjadi anak autis.

Di situs ini juga anda bisa melihat anak autis dan tulisan tentang Dr Andrew Wakefield. Jauh berbeda dari yang di tulis Zullies.
http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2011/02/07/new-research-shows-link-between-mmr-vaccine-and-autism.aspx

Dear Zullies
Sekarang pun Wakefield sedang menuntut kepada Brian Deer, si wartawan, British Medical Jurnal dan Fiona Godlee dari BMJ editor

Dr. Andrew Wakefield takes legal action against Brian Deer, BMJ and Godlee
http://www.naturalnews.com/034974_Andrew_Wakefield_BMJ_lawsuit.html

Salam

jawab:
Silakan yang ingin berkomentar, kita semua sama-sama ikhtiar mencari “kebenaran”… Wallahu a’lam

26 03 2012
Dhianing

Assalamu’alaikum Prof…
Perkenalkan saya adalah mahasiswa profesi apoteker UII angkatan XX yang salah satu matkulnya yaitu Farmakologi terapan diampu oleh Ibu, dan saya senang sekali🙂
Ibu sekali-kali tolong bahas tentang Toxoplasma dan seberapa penting Vaksin TORCH Pra nikah, karena saya adalah penyuka kucing dan keluarga saya masih menganggap bahwa kucing adalah satu-satunya penyebab toxo.
( mohon maaf keluar dari konteks) Trimakasih atas jawabannya.
Wassalamu’alaikum🙂

26 01 2012
gatik

Terima kasih untuk ulasanya Ma, sangat bermanfaat buat kami, jujur sampai saat ini anak kami belum kami vaksin MMR krn kekawatiran akibat dr vaksin tsb.buat dik Dhika, semoga makin pintar dan Insya Alloh pertolongan dari Alloh akan selalu datang, amin amin

21 12 2011
iwan.........

tulisannya sangat bermanfaat sekali trims ya bu….smoga dhikax cepat sembuh n berkembang dgn baik ………amin………

17 12 2011
dewi

Menarik sekali artikelnya. Sangat bermanfaat! Terimakasih atas pencerahannya bundaa🙂

10 11 2011
rochmatherypratomo

Terima kasih..atas pencerahannya..ditunggu tulisan yang lainnya

24 10 2011
Sae

What a grateful information Prof. Zullies…..
Kalau dengar autis atau juga disleksia, jadi inget film Taare Zameen Par……. Setiap anak adalah bintang…….
Saya yakin Dik Dhika juga akan menjadi bintang sesuai dengan potensinya….

19 10 2011
Aris ananto

makasih banyak ibu, sangat membantu buat kami

10 04 2011
jesiko

slamt sore prof, ( maaf terlambat)…. sebagai orang awam apakah autis lebih banyak faktor virus dsb… atau karena kelembahan komunikasi ( interaksi dengan pribadi lain) alias terlalu sering “sendiri”………….karena dalam kunjungan kerjaku didaerah daerah yang terpencil …. kebanyakan orang tua suangat sibuuuk……………sehingga ada titik celah kebersihan, kedekatan pribadi yang lemah. apakah ada literatur yang ringan-ringan untuk info detail.n thanks

Jawab:
Penyebabnya kompleks, satu kasus dengan yang lain berbeda, dan tidak selalu diketahui mana faktor yang dominan…

12 03 2011
Anisa

Bunda, salam kenal. izin rewrite untuk sekedar kasih info ke teman2 ya bunda. semoga bunda dan mas dhika senantiasa diberi kekuatan oleh Allah…
makasih bunda…

Jawab:
silakan… sama-sama, terimakasih

22 02 2011
agnesia soraya

assalamualaikum…terimakasih ibu atas infonya… saya seorang ibu yang mempunyai 3 putra, kebetulan putra kedua saya menyandang autism,dan seperti yang ibu tuliskan miris hati seorang ibu yang anaknya menyandang autism tiap kali membicarakannya.Kalau boleh saya ingin sedikit berbagi disini,anak kedua saya bernama ammar,lahir normal 3 januari 2001. sejak lahir ammar sehat,gemuk dan lucu,saat usia 10 sampai 12 bulan dia sdh banyak berceloteh spt..memanggil kakaknya dgn sebutan kak i (singkatan dr kak ian),memanggil ayah dgn sebutan ayah,dan msh byk lg celoteh yg lain,juga bisa menyanyikan beberapa lagu anak2 dg bhsnya sendiri,begitu pula dg salam dan reaksi2 sehat-ceria yang lainnya.. Tapi semua itu berangsur-angsur hilang setelah dia mendapatkan vaksin campak saat usia 12 bln.Beberapa bulan setelah itu bukan hanya kemampuan berceloteh dan keceriaan yang hilang tapi kontak mata dgn kamipun tdk mau bahkan saat dipanggil spt tdk mendengar.Sayai coba periksakan ke dokter SpA yg biasa sayai datangi karena selain itu sma ammar jg lambat berjalan,jawaban yang sayai terima saat itu anak sayai baik2 saja. Suatu saat ammar bisa berlari dgn kaki berjinjit,tapi tidak berjalan bahkan mulai berputar dan tertawa sendiri. Benda apapun yang di pegangnya dia putar lama kelamaan dia mulai menyukai sgl benda berbentuk bulat krn lbh mudah untuk diputar. Menyadari perbedaan ammar dgn anak pertama,saya kembali membawa ammar ke dokter,dankembali pula kami mendapat jwban yg sama bahwa anak saya tidak apa2. Saya coba mencari keberbagai sumber ttg apa yang terjadi pada ammar,akhirnya saya membaca sebuah artikel yg memuat ttg anak berkebutuhan khusus yang mana gejala2nya mirip dgn yg ada pd anaksayai.Sayapun mendatangi yayasan dan dokter yang direkomendasikan dlm artikel tsb,dan lagi-lagi saya mendapatkan jawaban yang sama bahwa anak saya normal hanya butuh waktu bersama lbh banyak.Padahal saya selalu ada didekatnya,sejak melahirkan anak yang pertama saya sudah berhenti bekerja dan konsent pada anak2..sampai saat ini.Mungkin naluri seorang ibu yg merasakan ada keganjilan pd anaknyalah yg membuat saya terus mencari dan mencari kemana anak saya harus saya bawa,akhirnya semua bermuara pada rs harapan kita,disanalah saya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada ammar.Sejak saat itu ammar menjalani full therapy (saat itu usia ammar sudah 2,8thn. 8 bulan pertama belum ada hasil yang optimal pada ammar padahal disamping therapy yg di jalani ammar jg diet lactosa,gandum jg mknan dan minuman berwarna dan berpengawet selain itu jg menjalani theraphy obat yg diberikan dr psikiaternya spt notrophil dan beberapa lg yang saya sdh lupa nama obatnya. Kemajuan pada ammar tampak setelah therapy memasuki masa 1 thn,menginjak tahun kedua saya menghentikan therapy obatnya,dgn maksud agar ammar tdk ketergantungan.Alhamdulillah ammar jd lbh fit dan cepat menagkap pelajarannya(disamping therapy ammar jg bersekolah di tk) kecuali menulis dan berhitung. Karena keterbatasan biaya ammar stop therapy pd usia 5,6 thn. Kami mencoba memberikan therapy sendiri di rmh berbekal pengetahuan dr therapisnya dan menambahkan metode2 pembelajaran anak pada umumnya. Alhamdulillah…Allah maha adil,disamping keterbatasan ammar yg tdk bs menulis dan berhitung,ammar pandai membaca,menghafal dan fasih dalam pengucapan bahasa inggris jg tepat pada penulisannya(dgn mengetik). Ammar mendapat banyak sekali perubahan setelah kami pindah ke bandung,
Kami sempat menjalani 1 thn therapy d rs borromeus tapi akhirnya kami lbh memilih therapy alam untuk ammar seperti hiking dan berenang.Alhamdulillah ammar jd lebih tenang,dia sudah bisa berenang pd kedalaman 2 meter dan lebih bisa di ajak berbicara,perasaannya mulai peka dan bisa dilarang ataupun di perintah dgn isyarat mata. Kami sangat bersyukur dengan apa yang telah dicapai oleh ammar walaupun masih saaangat banyak kekurangan ammar bila di bandingkan anak2 yang lain. Saya seorang ibu rumah tangga yang boleh dibilang awam dalam masalah ini dan bisa jg dibilang belum mampu memberikan dan memfasilitasi yang terbaik untuk ammar,tp saya teramat sangat sayang padanya dan juga pada anak2 saya yang lain….semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayahnya pada kita semua,amiiin.Saat ini ammar tdk lagi bersekolah,ammar sempat menjalani pendidikan sampai dgn kelas 1sd,skrg ammar belajar dirumah bersama saya. Semoga tulisan ini dpt bermanfaat bg yg membacanya,dan bagi ibu…saya mhon masukannya untuk saya dan anak saya. Semoga dhika putra ibu mendapatkan kemajuan dan sehat selalu,amiiin.

Jawab:
Amiin
Terimakasih share-nya, Ibu… saling mendoakan ya…

24 01 2011
franki

bu, makasih ya infonya… anak saya juga autis… dari umur 3 tahun sampai sekarang (tepat hari ini tgl 25 januari 2011 berumur 6 tahun) masih terapi….
namanya Rico… Rico semenjak 2 bulan lalu saya beri minum lecitin dengan Enbepe produk dari NASA yogya (info dari teman katanya bagus, tapi harus di minum minimal selama 8 bulan setiap hari)… ada perkembangan sih bu walau dikit, itu pun sudah buat saya senang… sekarang di panggil atau di larang sudah mau nurut walaupun tanpa mengeluarkan kata2 dari mulutnya.. sudah mau di ajak salaman, toss… rico suka nyanyi atau bersenandung, walau ucapannya belum jelas…
waktu saya beli kado untuk rico, yg punya toko nanya kadonya utk 3 anak ya pak? saya jawab untuk 1 anak aja… karena saya beli kado 3 utk rico semua.. saya ingin buat dia senang…hehehe
cerita punya cerita, anak saudaranya yg di jakrta autis juga… di bawa berobat ke jeman di suntik sumsum kambing… 4 bulan di terapi sekrang sdh normal.. katanya sih… rada2 ndk percaya dgn omonganya… tapi buat saya penasaran, apa benar? kalo ibu tau hal ini, mohon informasikan kesaya.
Bu Thank’s bnget tulisannya.. nambah pengetahuan saya tentang autis

Jawab:
Terimakasih atensinya. Langsung saja ya, ttg suntik sumsum kambing saya belum pernah tau, jadi tidak bisa menjawab. Maaf, ya… Semoga Rico tumbuh sehat dan normal.

24 01 2011
elvien

Sekedar menambahi bu Zullies, kl dari penelitian yg diatas berkaitan dgn vaksin – sistem kekebalan – gangguan neurologis mungkin memang penelitian tersebut tidak valid krn desainnya. Akan tetapi banyak juga penelitian yg valid yg menyoroti efek neuropsikologis dari thimerosal (pengawet yg digunakan pada beberapa jenis vaksin) sehingga sampai CDC-pun setuju untuk mengurangi dan kalau bisa menghapuskan penggunaannya pada vaksin, artikel dan penelitian selengkapnya bisa dilihat disini :
http://www.cdc.gov/vaccinesafety/concerns/thimerosal/index.html

Mudah2an putra bu Zullies bisa tumbuh dan berkembang seperti anak2 lainnya, dengan pelatihan yg tepat Insya Allah.
Dan yg mungkin perlu diingat lagi adalah bahwa sekitar 30% dari populasi autisme memiliki savant syndrome, yaitu kelebihan diatas orang normal dalam beberapa fungsi kognitif, seperti kemampuan menghafal yg luar biasa, mampu memainkan lagu dgn hanya sekali dengar, dll. Adik kelas saya ada yg autis tapi juga salah satu yg memiliki savant syndrome tsb, kemampuan menghafalnya sangat luar biasa. Mungkin perlu dikaji kelebihan ini pada tiap individu autis, sehingga kl dikembangkan lebih jauh bisa menutupi kekurangannya dibidang lain.

23 01 2011
yuni listia tegawanto

Bagus sekali artikelnya bu, menjawab pertanyaan saya waktu itu. Semoga de’ dika cepat sembuh ya..

23 01 2011
Jishaleni S.

wah, boleh relate banget. Adik ku jg autis n i have been wondering about vaksin nya untuk sekian lama. The world seems so different in their eyes, and their presence adds colour to our monochrome world.

22 01 2011
Titik

Smoga dek Dhika cepet sembuh total,ceria,ðªñ jd anak Ÿªňƍ sholeh ðªñ berguna bagi smua,,,‎​آمِّينَ
Bu Zullies adlh orang kuat ðªñ tabah

22 01 2011
nita

Assalamualaikum ibu..
makasih byk ya infony.. pst sgt bmanfaat skali u/ mnambah referensi sy mngenai autis… mungkin sama seperti yg drasakn ibu,bicara ttg autis seakan mbuat hati teriris karena sy juga punya adik perempuan yg mderita autis (autis klasik). yg tpenting mmg dalam penangannnya adalah keikhlasan hati dari keluarga dlm menerima & mbuatny merasa tidak berbeda dgn anak lainnya. saling mnguatkn y bu..
skali lg terima kasih banyak ya bu🙂

22 01 2011
purwati

Berdoa dan Menanti :
1. Kesembuhan Dhika … Amiieenn..
2. Tulisan Ibu berikutnya… ​​‎​‎​Ħïî:D☀ Ħïî:D☀ Ħïî:D☀ Ħïî.

22 01 2011
wiwien

semoga putranya segera menjadi anak sehat dan cerdas…

jawab:
terimakasih doanya, amien.

22 01 2011
kelik

Bu, saya punya saudara keponakan perempuan lulusan S2 yang tinggal di AS , punya anak perempuan yang menderita sakit autis, pada awal 2 tahun pertama sejak kelahirannya diceritakan kondisinya sehat, ceria normal bahkan tak nampak tanda-tanda sakit. Pada tahun ketiga tiba-tiba anaknya jadi pendiam dan kemampuan bicaranya hilang sama sekali , yang dulu suka nyanyi setelah itu seolah hilang semua kepandaiannya. Baru setelah diperiksakan ke dokter setempat dinyatakan menderita autis. Sekarang anak itu berumur 6 tahun dan sekolah ditempat yang dikhususkan untuk penderita sakit itu.
Kemudian saya pernah bertemu dengan kawan yang anaknya kebetulan senasib dengan anak saudara saya, dikatakan bahwa penyakit itu akibat dari hubungan kedua orang tua anak yang selama itu tidak harmonis. Saya kaget , kemudian mencari tahu tentang kehidupan keluarga saudara saya , entah secara kebetulan saja saat itu ternyata memang hubungan mereka ( suami & isteri ) selepas nikah sudah lama tidak harmonis lantaran karena si suami tidak mau bekerja padahal orangya berpendidikan dan diceritakan pula karena merasa orang tua si suami kaya, maka isterinya yang disuruh mencari uang untuk menopang hidup keluarga sehari-hari sehingga sering terjadi percekcokan, yang akhirnya berujung perceraian . Pertanyaan saya benarkah BU meskipun belum pasti apakah salah satu sebabnya bisa terjadi karena hubungan yang tidak harmonis dalam perkawinan. Terima kasih sebelumnya.

jawab:
saya tidak bisa menjawab dengan pasti.. karena banyak pendekatan tentang penyebab penyakit. Secara medik, penyebabnya dipengaruhi banyak faktor. Yang jelas, menurut saya, penyakit apapun, itu adalah peringatan Allah untuk selalu ingat dan kembali sujud kepadaNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: