Deru campur abu

6 11 2010

Dear kawan,

Letusan Merapi (foto diambil dari besteasyseo.blogspot.com)

Memplesetkan sedikit judul buku puisi Chairil Anwar “Deru Campur Debu”, judul posting ini pas sekali dengan situasi di berbagai jalanan di Yogyakarta beberapa hari terakhir ini. Deru mobil dan motor bercampur abu vulkanik beterbangan di mana-mana, membuat suasana nampak suram dengan jarak pandang terbatas. Yah, ……. duka sedang melanda negeri kita dengan bencana alam di berbagai tempat, termasuk yang paling dekat denganku adalah meletusnya Gunung Merapi. Tentu aku termasuk di antara sekian puluh ribu orang yang kena dampaknya, walaupun tidak separah mereka yang berada di dalam radius 15 km dari puncak Merapi. Rumahku yang berlokasi di Jalan Kaliurang yang berada di Yogya bagian utara lumayan diselimuti abu tebal, di atap rumah, tanaman, dan halaman. Tentu sudah banyak diberitakan di koran atau TV tentang nasib para pengungsi dan korban Merapi. Alhamdulillah, keluarga kami masih termasuk yang masih bisa bernafas agak lega (walau harus pake masker hehe….)…karena tidak harus mengungsi.

Weit… tunggu dulu, memang sih…menurutku kami masih cukup aman berada di rumah, tapi ibuku yang di Purwokerto tak berhenti mencemaskan kami.. Bagaimana tidak, kalau melihat beritanya di TV memang cukup menyeramkan….. Korban awan panas bertambah terus. Jumlah pengungsi juga makin membludak. Ibu berulangkali membujuk kami untuk “mengungsi” ke Purwokerto saja.  Walaupun abu vulkanik Merapi sempat mampir juga di sana, tapi kan tidak bakal kena luncuran awan panas Merapi…..  Dan “ancamannya” itu loh….. katanya kalau kami tidak mengungsi, ibu jadi kepikiran terus dan tensinya bisa naik….. Hmm…oke deh, kebetulan anak-anak juga sekolahnya diliburkan. Jadilah… disinilah aku sekarang… di “barak pengungsian” di rumah ibu hehe….. dan tulisan ini kubuat di sini. Sepanjang perjalanan ke Purwokerto, hamparan warna abu-abu tipis terlihat tanpa jeda, ….di atap-atap rumah, di dedaunan, jalanan, dan mobil-mobil yang berpapasan, … dan nuansa abu-abu ini terlihat sejak dari Jogja, Wates, Purworejo, Kebumen, Gombong, bahkan sampai di Purwokerto. Malah katanya abu Merapi sudah sampai di Bogor dan Bandung. Icip-icip kali ya… hehe..

Apa sih dampak abu vulkanik ini? Posting kali ini akan mencoba mengulas tentang dampak abu vulkanik bagi kesehatan…..

Apa sih abu vulkanik itu?

Abu vulkanik terdiri dari partikel halus dari batuan vulkanik yang terfragmentasi/terpecah dengan diameter kurang dari 2 mm. Abu vulkanik sering kali sangat panas seperti isi gunung berapi, tetapi akan menjadi dingin ketika jatuh pada jarak yang jauh. Ia terbentuk selama ledakan gunung berapi, dari longsoran batuan panas yang mengalir menuruni sisi gunung berapi, atau dari semprotan cairan  lava yang berwarna merah dan panas membara. Abu vulkanik bervariasi dalam bentuknya, tergantung pada jenis gunung berapi dan bentuk letusannya. Ia bisa terdapat dalam kisaran warna abu-abu terang sampai hitam, dan dapat bervariasi dalam ukuran dari yang seperti kerikil sampai  sehalus bedak. Abu yang berada di udara dapat menghalangi sinar matahari, mengurangi jarak pandang, dan kadang-kadang bahkan menyebabkan kegelapan selama siang hari. Letusan juga dapat menghasilkan guntur dan kilat dari gesekan antara partikel udara yang halus yang terjadi secara lokal di atas gunung berapi. Deposit abu yang besar dapat masuk ke dalam tanah dan menjadi tanah lapisan atas suatu daerah vulkanik. Kesuburan tanah sekitar banyak gunung berapi disebabkan adanya deposit abu ini yang mengandung banyak mineral.  Ini merupakan efek yang menguntungkan dari vulkanisme, sehingga daerah vulkanik umumnya dipadati penduduk.

Nah,…. masalahnya, abu vulkanik yang baru saja terjadi akibat letusan gunung berapi seperti Merapi ini juga memberikan dampak bagi kesehatan. Partikel abu yang baru terbentuk memiliki lapisan asam yang dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru dan mata. Lapisan asam cepat terurai oleh hujan, yang kemudian dapat mencemari persediaan air setempat. Abu yang bersifat asam juga dapat merusak tanaman yang menyebabkan gagal panen.

Apa sih efek abu vulkanik terhadap kesehatan?

Efek utama abu vulkanik terhadap kesehatan utamanya terjadi terhadap saluran nafas, mata, dan kulit.

Efek pada saluran pernafasan

Pada letusan gunung berapi,  partikel abu bisa begitu halus sehingga mereka bisa terhirup masuk ke dalam paru-paru. Dengan paparan abu yang tinggi, orang yang sehat pun dapat mengalami ketidaknyamanan dengan peningkatan gejala batuk dan iritasi. Gejala akut yang dapat terjadi antara lain adalah : iritasi hidung dan hidung meler, iritasi tenggorokan dan sakit tenggorokan, kadang-kadang disertai dengan batuk kering. Orang yang sudah punya penyakit gangguan saluran nafas dapat berkembang sakitnya menjadi gejala bronchitis parah yang baru akan berakhir beberapa hari setelah paparan abu (misalnya, batuk, produksi dahak, mengi, atau sesak napas). Bagi penderita asma juga bisa terjadi kekambuhan dengan sesak nafas, mengi dan batuk.

Dalam beberapa keadaan, walaupun jarang terjadi,  paparan jangka panjang abu vulkanik halus dapat menyebabkan penyakit paru-paru serius yang disebut pneumoconiosis.  Penyakit ini bisa terjadi jika abu sangat halus, mengandung kristal silika, dan orang terkena abu tersebut dalam konsentrasi tinggi selama bertahun-tahun. Paparan kristal silika dalam abu vulkanik dari gunung berapi biasanya berdurasi pendek (dalam hitungan hari atau minggu), sehingga mungkin belum terlalu membahayakan. Namun demikian, orang yang menderita asma atau masalah paru-paru lainnya seperti bronkitis dan emphysema, dan masalah jantung memiliki risiko yang besar, sehingga harus lebih berhati-hati. Gunakan masker untuk menghindari dari masuknya abu vulkanik ke saluran nafas.

Efek pada mata

Iritasi mata adalah salah satu dampak yang disebabkan oleh abu vulkanik, karena partikel halus abu tadi dapat menyebabkan goresan yang menyakitkan pada mata (abrasi kornea) dan konjungtivitis. Pemakai lensa kontak perlu menyadari masalah ini dan untuk sementara melepaskan lensanya untuk mencegah abrasi kornea.

Gejala-gejala umum yang dapat timbul antara lain : Mata terasa seperti ada partikel asing di dalamnya, mata menjadi sakit, gatal atau merah, mata berair dan keluar kotoran, goresan pada kornea, konjungtivitis akut atau peradangan pada kantung konjungtiva yang mengelilingi bola mata karena adanya abu yang menyebabkan mata kemerahan, pedih, dan sensitif terhadap cahaya. Untuk mengatasi ini, obat tetes mata cukup membantu.

Efek pada kulit

Efek ini tidak begitu sering dijumpai, berupa iritasi kulit yang menyebabkan kulit berwarna kemerahan dan pedih. .

Dampak terhadap aspek di luar kesehatan

Dampak lain abu vulkanik cukup banyak juga. Membuat jalan jadi licin, mencemari sumber air minum, merusak tanaman, dll. Yang cukup berbahaya lagi adalah dampaknya bagi dunia penerbangan. Jika abu tadi masuk ke dalam mesin pesawat, dapat menyebabkan gangguan mesin pesawat, dan tau sendiri lah bagaimana efeknya. Selain itu, hamparan debu di bandara juga menyebabkan landasan menjadi licin, yang tentu juga berbahaya bagi pendaratan pesawat. Karena itulah banyak penerbangan dari dan ke Yogya harus tertunda karena abu Merapi ini.

Apa sih kandungan abu vulkanik?

Kandungan abu vulkanik satu gunung berapi mungkin sedikit berbeda dengan gunung berapi lainnya. Tetapi secara umum, selain unsur-unsur mineral seperti Ca, Mg, Mn, Zn, dll, dalam jumlah kecil, kandungan utama abu vulkanik adalah kristalin silika bebas (silikon dioksida, SiO2) dalam bentuk kuarsa, kristobalit, atau mineral tridimit dalam berbagai proporsi. Mineral silika digambarkan sebagai “bebas” karena senyawa silikon dioksida tidak terikat pada unsur lain untuk membuat mineral baru, misalnya, magnesium untuk membentuk mineral olivin. Kristal silika ini jika dilihat secara mikroskopik bertepi runcing dan tajam.  Paparan partikel silika kristalin bebas yang terhirup melalui pernafasan dapat menyebabkan silikosis, yaitu suatu penyakit mengakibatkan jaringan parut pada paru-paru dan menyebabkan penurunan fungsi paru. Namun ini terjadi pada paparan yang besar dalam jangka waktu lama.

Sebagai contoh, abu vulkanik dari letusan eksplosif Gunung Sint Helena selama 9 jam pada tanggal 18 Mei tahun 1980 yang jatuh di Washington timur terdiri dari 3 – 7 persen silika bebas (kristobalit dan kuarsa) dengan ukuran di bawah 10 mikron. Letusan Soufriere Hills Volcano yang dimulai pada tahun 1995 menghasilkan sejumlah besar abu halus terdiri dari 10-24 persen silika kristal, suatu kadar yang termasuk tinggi. Bagaimana dengan Merapi? Belum ada informasinya secara rinci. Tetapi kawan-kawan bisa loh, …membantu mengumpulkan abu Merapi dan mengirimkannya ke The International Volcanic Health Hazard Network untuk diidentifikasi kandungannya. Cara pengumpulan dan pengiriman abunya dapat dilihat disini (http://www.ivhhn.org ).

Yang jelas, tetap berhati-hati dengan dampak abu gunung Merapi dengan tetap memakai masker dan kacamata (jika perlu). Jangan lupa berbagi untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, dengan apa yang kita bisa. Aku sangat menghargai teman-teman dan mahasiswa yang menyingsingkan lengan baju menjadi relawan di posko-posko pengungsian, semoga amal ibadahnya dicatat oleh Allah swt.   Dan kita semua berdoa semoga bencana alam ini segera berakhir dan menyisakan kebaikan untuk tanah Indonesia.. Amien.

Iklan

Aksi

Information

7 responses

14 11 2010
denikrisna

Jd lebih tau bahaya ‘salju’ di jogja ini
trima kasih bu.. 🙂

11 11 2010
yoga

Assalamualaikum Ibu yang baik…
Saya suka membaca tulisan Ibu, terasa damai dan menyejukkan saat kata demi kata saya maknai.. hingga antara tersadar dan tidak saya diajak ikut belajar Bu, luar biasa…
Semoga kondisi di Jogja makin memulih ya Bu, dan saudara-saudara di sana makin sabar bersahabat dengan Merapi…
salam, dari Semarang
Yoga

Jawab:
alhamdulillah, terimakasih ya atas apresiasi dan doanya…. salam kembali dari Yogya

9 11 2010
Anugerah

Assalamualaikum bu..

Wah, mungkin anung orang yang kesekian-sekian ngomong klo tulisan ibu wuenak bgt ntuk dibaca..
lugas.. singkat..padat dan jelas..
btw, terkait merapi, anung juga kemaren baru mengungsikan adek yang masih belajar di kimia MIPA UGM.
Yah, itung-itung jadi relawan bu.. jauh ngungsiinnya ke Bandar lampung bu, karena emang rumah anung disitu.
ok d bu. met istirahat ya bu..
semoga Allah subhanawataala selalu melimpahkan rahmat dan karunianya pada kita yang bersabar..

jawab:
Halo, anung…. selamat mengungsi juga ya…hehe

9 11 2010
Usup Supriyadi

salam

saya langsung teringat bukunya Chairil Anwar. 😀

selamat beristirahat, Bunda…

semoga akan segera kembali menjadi lebih baik… ^^

9 11 2010
Pakde Darier

Note Anda jelas. Realistis, ringan, terkesan tanpa niat mendramatisir. Sehingga justu jadi gampang dimengerti oleh saya yang awam. Trimakasih infonya.

9 11 2010
darisjati

terima kasih atas infonya Prof

6 11 2010
Ridho

selamat berlibur sejenak ibu.. mungkin ini salah satu hikmah njeblugnya merapi… biar ada jeda istirahat sejenak buat orang2 disekitarnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: