Perlukah vaksinasi untuk orang dewasa?

17 08 2010

Dear kawan,

Tulisan ini sedikit istimewa karena ditulis pada tanggal 17 Agustus, bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia tercinta, dan sekaligus posting pertamaku pada bulan Ramadhan tahun ini. Merdekaa!! Dan selamat menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan, semoga dengan amal ibadah dan kekhusyukan kita menjalaninya, Insya Allah kita juga akan dimerdekakan oleh Allah dari api neraka. Amien…

 Kawan,

Ngga ada hubungannya dengan puasa dan hari merdeka, posting kali ini masih membahas tentang vaksin seperti posting sebelumnya. Nanggung sih,… sekalian dibahas saja biar lebih lengkap informasinya. Kebetulan dari respon terhadap posting kemarin ada kawan yang menanyakan tentang apakah ada vaksin utk orang dewasa.. Oke, aku coba sarikan dari berbagai sumber…

Di negara maju seperti Amerika, cukup banyak vaksin yang direkomendasikan untuk orang dewasa, antara lain vaksin influenza, pneumokokus, MMR, cacar (chickenpox), DPT, Hepatitis A, Hepatitis B, Human papilloma virus (HPV), herpes Zoster, Meningococcal, dan polio. Sebagiannya direkomendasikan pada usia lanjut (di atas 60 tahun), sebagian lagi direkomendasikan bagi usia-usia yang lebih muda.

Mengapa orang dewasa perlu mendapatkan vaksinasi?

Di bawah ini adalah beberapa fakta yang muncul di Amerika, yang mungkin saja bisa dijumpai di negara kita, walaupun dengan tingkat yang berbeda. Inilah beberapa faktanya:

• Influenza menyebabkan rata-rata 36.000 kematian dan lebih dari 200.000 orang harus dirawat di RS di Amerika Serikat setiap tahun.

• Sekitar 4.500 orang Amerika meninggal karena penyakit pneumokokus invasif per tahun. Bakteri pneumokokus dapat menyerang paru-paru, aliran darah, otak dan saraf tulang belakang, mengakibatkan sejumlah penyakit yang berbeda, termasuk pneumonia dan meningitis.

• Dua dari strain human papillomavirus (HPV) menyebabkan sekitar 70 persen dari kanker serviks. Setidaknya setengah dari seluruh orang dewasa yang aktif secara seksual akan terinfeksi HPV pada masa hidupnya; 80 persen dari semua wanita dapat terinfeksi pada umur 50.

• Sekitar 90 persen dari ibu rumah tangga yang tidak divaksinasi yang kontak dengan orang yang terkena cacar air akan terinfeksi cacar air.

• Begitu terinfeksi, tidak ada pengobatan khusus untuk virus hepatitis B. Hepatitis B adalah penyakit yang “diam-diam” yang sering mempengaruhi orang tanpa membuat mereka merasa sakit. Jika Anda sakit hepatitis B, mungkin merasa seperti gejala flu. Hepatitis B membunuh lebih dari 5.000 orang Amerika setiap tahun. Ini merupakan penyebab utama sirosis hati kronis dan kanker hati.

• Sekitar 15 persen orang dengan hepatitis A memerlukan rawat inap di Amerika Serikat setiap tahunnya. Sekitar 20 persen dari mereka yang campak mengalami satu atau lebih komplikasi. Komplikasi lebih sering terjadi di antara orang dewasa berusia di atas 20 tahun.

• Sekitar satu juta orang Amerika menderita herpes zoster setiap tahun, setidaknya dua dari 10 orang akan mendapatkan herpes zoster di masa hidup mereka. Walaupun lebih umum terjadi pada orang tua, herpes zoster dapat terjadi juga pada orang muda yang sehat dan bahkan pada anak-anak. Rasa sakit yang terkait dengan herpes zoster mungkin mulai dua sampai empat hari sebelum ruam muncul dan dapat berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah ruam sembuh.

 • Ibu merupakan sumber untuk hampir sepertiga dari kasus batuk rejan (pertusis) pada bayi di bawah usia 1 tahun. Bayi berada pada resiko kematian dari batuk rejan.  

• Tetanus biasanya disebut “rahang terkunci” karena menyebabkan kejang otot dan mengunci rahang. Kira-kira 16 persen kasus tetanus yang dilaporkan bersifat fatal.

Karena fakta-fakta itulah, maka orang dewasapun perlu mendapat vaksinasi untuk mencegah terinfeksinya penyakit, terutama penyakit2 yang memang bisa dicegah dan pengobatannya cukup sulit. Apalagi pada orang tua, yang sistem imunnya sudah mulai berkurang dayanya.

Seberapa sering vaksin perlu diberikan ?

Beberapa vaksin ada yang perlu diberikan setiap tahun; ada pula yang cukup diberikan hanya sekali dan dapat memberikan perlindungan seumur hidup. Berikut ini adalah beberapa pedoman umum untuk seberapa sering vaksin perlu diberikan dan berapa banyak dosis yang diperlukan:

Vaksin influenza

Vaksin influenza disarankan diberikan setiap tahun, bisa kapan saja terutama jika ada musim influenza. Kalau di negeri 4 musim, disarankan pada musim gugur atau musim dingin. Vaksin ini diberikan pada segala usia dewasa. Vaksin ini dikontraindikasikan bagi mereka yang alergi/hipersensitif terhadap vaksin, atau terhadap telur. Khusus utk vaksin influenza jenis LAIV (live attenuated influenza vaccine), dikontraindikasikan bagi wanita hamil, orang dengan penyakit gangguan pernafasan, kardiovaskuler, ginjal, hati, hematologi, gangguan metabolik termasuk diabetes, dan mereka yang sistem imunnya tertekan (misalnya pada pasien HIV atau yg mendapat terapi imunosupresan).

Vaksin pneumococcal

Vaksin ini untuk mencegah penyakit pneumonia yang menyerang paru-paru. Disarankan terutama bagi usia lanjut (65 tahun ke atas), juga pada mereka yang berusia lebih muda tetapi berisiko terhadap penyakit ini seperti yang memiliki riwayat Penyakit paru obstruksi kronis,asma, hepatisis kronis, peminum alkohol, perokok, dan diabetes. Vaksin ini cukup diberikan sekali saja, tetapi bagi usia lanjut sebaiknya ada revaksinasi setelah 5 tahun vaksinasi yang pertama.

Vaksin HPV (human papilloma virus)

Vaksin ini untuk mencegah kanker serviks. Direkomendasikan bagi wanita berusia mulai 26 tahun dan yang belum pernah divaksin. Vaksin diberikan dalam rangkaian 3 dosis dalam waktu 6 bulan, yaitu vaksin pertama, vaksin kedua diberikan 2 bulan setelah vaksin pertama, dan vaksin ketiga diberikan pada bulan ke enam setelah vaksinasi pertama. Sebaiknya gunakan vaksin dari produk yang sama. Vaksin dikontraindikasikan pada wanita hamil.

Vaksin Tetanus / difteri / pertusis (batuk rejan):

Semua orang dewasa di atas 19 tahun dan lebih tua harus mendapatkan satu dosis booster tetanus / difteri (Td) setiap 10 tahun. Orang dewasa di bawah usia 65 tahun yang belum pernah mendapat tetanus / difteri / pertusis (Tdap) perlu mendapatkan vaksin untuk dosis booster Td berikutnya, lalu lanjutkan dengan dosis Td setiap 10 tahun.

Hepatitis B:

Untuk mencegah infeksi hepatitis. Diberikan pada usia 18 tahun atau lebih, terutama yang berisiko tinggi seperti orang yang sering kontak dengan penderita hepatitis, pengguna narkoba suntik, petugas kesehatan yang sering kontak dengan spesimen penderita hepatitis B, penderita HIV, pasien liver kronis, dll. Vaksin sebaiknya diberikan 3 kali selama enam bulan, yaitu pada bulan ke 0, 1 dan 6, atau bisa juga pada bulan ke 0, 2, dan 4.

Vaksin Herpes Zoster:

Untuk mencegah penyakit herpes. Disarankan bagi orang-orang berusia 60 tahun ke atas yang rentan terhadap kejadian herpes. Diberikan cukup sekali.

Vaksin meningococcal

Untuk mencegah penyakit meningitis. Direkomendasikan bagi mereka yang berusia 11-18 tahun, mereka yang berusia lebih tua dan belum pernah divaksin, orang yang akan pergi ke daerah endemik meningitis misalnya di daerah Sahara (Afrika), petugas kesehatan yang secara rutin sering terpapar bakteri/virus (misalnya petugas lab mikrobiologi), juga mereka akan menunaikan ibadah haji. Cukup diberikan sekali saja.

Vaksin cacar

Disarankan buat mereka yang belum pernah divaksin, atau belum pernah terkena sakit cacar. Diberikan dua kali dengan interval 4-8 minggu.

Demikian kawan, sedikit tambahan informasi tentang vaksin pada dewasa. Silakan menentukan sendiri apakah akan divaksin atau tidak. Semoga bermanfaat.

Informasi lengkap bisa dilihat di sini : http://www.adultvaccination.com/vaccine_preventable_disease_infection_vaccination_immunization.htm


Aksi

Information

6 responses

1 03 2012
Lia Handayani

bu, mw tamya, apa vaksinasi HPV masi efektif diberikan pada pasien usia 40 tahun?

Jawab:
semestinya sih masih

20 02 2011
conny

vaksin cacar bagi yang pernah terinfeksi itu berapa kali ya bu? saya pernah terinfeksi cacar saat kecil, dan sudah pernah vaksin. Ketika medical utk kerja, rumah sakit memaksa utk vaksin chickenpox, padahal saya sdh pernah terinfeksi dan juga pernah divaksin. thanks

Jawab:
sebenernya cukup sekali saja, atau dua kali dengan interval 4-8 bulan sebagai booster. Mungkin pihak RS kuatir aja Anda akan terkena cacar dan menularkan pada yg lain. Anggap saja bonus..

16 11 2010
TheSalt Asin

Saya suka dapat menemukan Lembaran seperti ini, banyak sesuatunya yang belum tersentuh,wassalam.

8 09 2010
yudi

saya mau tanya ttg vaksinasi yang dilakukan pada saat kita akan masuk amerika bu? apakah ibu tahu ttg hal tersebut. apakah betul vaksinasi tersebut dapat membuat anak kita yang akan lahir nantinya menjadi autis atau ada efek samping lainnya bu? mohon informasinya ya? trims

Jawab:
Maaf, saya tidak terlalu tahu ttg vaksinansi yang dilakukan saat akan masuk Amerika. Memang pernah ada kontroversi yang membahas ttg kemungkinan vaksin menyebabkan autis, dll, tetapi sebagian ilmuwan membantahnya.

27 08 2010
mutianova

Terima kasih sekali bu atas penjelasannya

18 08 2010
mutianova

Terima kasih sekali bu atas informasinya.
Jika si kecil sudah mendapatkan vaksin HPV, MMR, pneumococus dan meningococcal ketika bayi, apakah sebaiknya divaksin lagi setelah dewasa?
Apakah common cold juga disebabkan virus influenza? Saya masih bingung perbedaan common cold dan influenza. Terima kasih banyak

jawab:
kalau sudah lengkap vaksinasinya, saya kira tidak perlu lagi saat dewasanya.
Perbedaan common cold dan influenza saya tuliskan dalam tulisan terbaru saya, mbak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: