Ujian kenikmatan yang sering melalaikan..

22 07 2010

Dear kawan,

Ramadhan sebentar lagi tiba. Alhamdulillah, …..semoga kita masih bisa menyambutnya. Masih jauh,… tapi bau wanginya telah tercium. Semoga akan menggantikan bau asap-asap pekat yang melekat. Meluruhkan segala amarah, merontokkan debu dan daki  kekhilafan, menggantinya dengan bau harum dan wajah bersih yang penuh kesyukuran. Amien.

Kawan, tulisan kali ini jauh dari urusan ilmiah, tapi lebih pada refleksi perjalanan hati yang penuh dinamika, yang kerapkali terjadi tanpa pernah bisa diprediksi sebelumnya.

Sungguh, di setiap perjalanan manusia ada sisik meliknya, dan dunianya bisa berputar seperti roda. Kadang di atas, saat lain di bawah. Kadang terlihat begitu cemerlang layaknya bintang, di saat berikutnya terjatuh di titik nadirnya. Kalau saja manusia  selalu mau berpikir sebelum melakukan perbuatan apapun, mempertimbangkan risiko dan manfaatnya, benar dan tidaknya, baik dan buruknya, bagaimana akibatnya bagi sesamanya, niscaya dunia akan aman-aman dan damai sentosa. Tapi sayangnya tidak. Dan di situlah letak ujiannya, yang nanti akan menjadi pembeda, mana mereka yang akan selamat dan mana yang harus mendapat mudharat.

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan berkata : ‘kami beriman’, padahal mereka belum di uji. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah betul-betul mengetahui orang yang benar, dan sesungguhnya Ia betul-betul mengetahui orang-orang yang berdusta “ (QS. Al- Ankabut :2,3)

Ya, dan setiap diri akan mendapatkan ujiannya masing-masing. “Seseorang mendapatkan ujian sesuai dengan tingkat keagamaannya. Bila agamanya kuat akan bertambah ujian baginya “ ( HR. Bukhari ).

Begitulah kawan, setiap kita akan mendapatkan ujian untuk menentukan apakah kita akan naik kelas atau tidak, atau ada di kelas mana. Dan seringkali kita jumpai, banyak orang lebih kuat menghadapi ujian penderitaan daripada ketika menghadapi ujian kenikmatan. Ketika diberi ujian kekurangan, kemiskinan, kesulitan, manusia lebih mudah mendekat kepadaNya dengan berlinang air mata dan alunan doa-doa. Mereka akan lebih tabah dan kuat menghadapinya dan akhirnya lulus ujian. Tapi ketika diberi ujian berupa kenikmatan, manusia lebih mudah tergelincir. Ketika Dia mengijinkan manusia mendapatkan banyak kenikmatan, baik harta,  keluarga, jabatan, prestasi, penghargaan, puja-puji, dan apapun yang berupa kesenangan, mereka lebih mudah lalai dan kurang bersyukur, seolah bahwa itu sudah semestinya mereka peroleh. Lalu ingin memperoleh yang lebih dan lebih lagi, bahkan kalaupun itu bukan haknya sekalipun. Atau kalau harus berlaku dzalim terhadap orang lain pun. Inilah yang sering terjadi. Yang berharta, ingin lebih banyak lagi hartanya bagaimana pun caranya, dan lupa bahwa pada hartanya terdapat  hak orang fakir dan miskin. Yang punya jabatan, ingin lebih tinggi lagi menjabat, walaupun harus menyuap atau menjatuhkan sesamanya. Yang sering mendapat puja-puji, menjadi sombong dan mengira bahwa itu adalah semata-mata karena kemampuan dirinya, sehingga mudah merendahkan lainnya.  Astaghfirullohal’adziim…. ampunilah hambaMu ya Allah…

Akhirnya, kunci pada ujian kenikmatan adalah rasa syukur. Mudah diucapkan, tapi sungguh tak ringan menjalankan… Aku sendiri masih terus belajar untuk bersyukur dan terus mensyukuri… masih terus belajar dan berinstrospeksi … dan harus diakui, masih banyak sekali kekurangan diri. Mudah-mudahan diberi kemampuan menjalani. Amien.

Tapi manusia memang tempatnya lalai dan salah. Tiada satupun yang bersih dari salah dan khilaf. Sangat mungkin manusia tak lulus ujian dan terjatuh dalam kubangan. Tapi untunglah, ….  Allah masih memberi jalan keluar bagi hambaNya yang menghendaki, untuk bertaubat dan memperbaiki kesalahan, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. 

Maka barangsiapa bertaubat sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS Ali Imron 39)

Semoga Allah akan mengampuni kita jika kita bersungguh-sungguh memintanya. Amien.

Demikianlah kawan, sebuah renungan kecil, untuk peringatan bagi diriku sendiri dalam mengarungi kehidupan yang semakin penuh tantangan dan godaan. Semoga Allah memberi kekuatan lahir dan batin. Insya Allah, selalu ada kesempatan bagi mereka yang ingin perbaikan. Kenapa manusia menghakimi sesamanya, sementara Allah sendiri sangat luas ampunanNya?

Apakah buku diri ini selalu hitam pekat?
Apakah dalam sejarah orang mesti jadi pahlawan?
Sedang Tuhan di atas sana tak pernah menghukum
dengan sinar mataNya yang lebih tajam dari matahari

Ke manakah sirnanya nurani embun pagi
yang biasanya ramah kini membakar hati?
Apakah bila terlanjur salah
akan tetap dianggap salah?
Tak ada waktu lagi benahi diri
Tak ada tempat lagi untuk kembali

Kembali dari keterasingan ke bumi beradab
ternyata lebih menyakitkan dari derita panjang
Tuhan, bimbinglah batin ini agar tak gelap mata
dan sampaikanlah rasa inginku kembali bersatu

(By : Ebiet G Ade, Kalian dengarkanlah keluhanku)


Aksi

Information

3 responses

23 07 2010
jo

bagus bu

23 07 2010
ono

‘berlaku dzalim thdp org lain..’.gr2 kata ini,.sy jd pengn unek2 lg..dtulisanx bu zullies.he2.

dulu,sy srg merasa di diskriminasi oleh tmn2,krn wrna kulit.smp puncaknya sy brusaha mati2an..agar kulit sy tampak lbh coklat (gr2 bny anak blg masa cowok kulitx putih ky anak cewek).

tiap siang panas2an naik sepeda,sgaja keluyuran ga pke jaket..(meski sakit,perih..rasanya.seperti ting clekit..)cm agar kulit sy jd gelap. Memang bnr hbs itu jd merah kulitx.tp malem harinya pasti rasanya jd spt terbakar..panas bgt.cm pikir saya drpd menahan malu diejek tmn2.

Namun jeleknya..’krn sy bnr2 tdk suka dibilang cina,mjdkn sy jd ikt benci dg org2 kturunan cina (waktu itu)’.

pernah,suatu ktika,ada ttangga kbetulan suka..dg saya.kbetulan dia keturunan.

lagi2,krn rasa marah yg luar biasa hebat..membuat tetangga sy itu jd kena imbasnya.menyesal saya akhirnya..(SMP kls 3).krn,mulai sadar: ‘apa kesalahannya?’.
Dan trnyata rasa pnyesalan itu msh ada..smp skrg (mski kejadiannya bertahun2 yg lalu).

jd..sy br bs myimpulkan bhwa siapapun org yg ‘berlaku dzalim thdp org lain..’,suatu saat..ktika sadar,dia pasti akan myesali pbuatannya..

*mhn dhapus,jk dianggap mgandung sara.

jawab:
bagus kok, ngga perlu dihapus…. bisa utk share pengalaman. makasih ya

23 07 2010
widyowati

sebuah renungan yg cukup membuat sya berintrospeksi diri….heee
makasih bu bwt posting tlsan y….
i like it….hiiii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: