Coto Makasar dan pemetaan polimorfisme genetik

20 07 2010

Dear kawan,

Coto Makassar

Apakah ada yang tahu hubungannya antara Coto Makassar dengan pemetaan polimorfisme genetik? Hm…. memang nggak ada hehe…. Tapi Coto Makassar hari Senin kemarin menjadi menu sarapanku ketika aku bertandang ke Makassar untuk menyiapkan penelitianku mengenai pemetaan polimorfisme genetik pada sebuah enzim pemetabolisme obat pada populasi suku Bugis Makassar.  Yah, kawan…. akhirnya memang aku memutuskan untuk mengerjakan hampir sebagian besar penelitian ini di Makassar karena lebih mudah mencari subyek penelitiannya. Makassar pun menjadi semakin familiar di mataku, walau aku baru pernah 3 kali ini pergi kesana. Makassar bagiku sangat ramah dan hangat dengan teman-teman yang helpful dan bersahabat (terimakasih buat mbak Suwarti Wasugai yang udah direpotkan dengan kehadiranku… beliau ini dulu mantan mahasiswa bimbinganku ketika mengerjakan thesisnya untuk Program S2 Magister Farmasi Klinik)

Yaa, …..kemarin aku pergi ke Makasar dalam kunjungan yang cukup heroik, karena berangkat pagi dan pulang malamnya. Perjalanan Jogya-Makassar-Yogya sangat convenient sekarang, karena ada flight pagi jam 6 WIB dari Yogya, dan jam 18.30 WITA dari Makassar. Jadilah dengan pengaturan waktu yang efisien, alhamdulillah, urusan setting penelitian bisa selesai. Pembicaraan dengan Prof Nasrum di FK Unhas menghasilkan kesepakatan kerjasama yang Insya Allah sangat fruitful. Aku rasa ini starting point yang bagus (padahal aku cuma modal nekad doang… hehe..).  Aku juga sempat bertandang ke Fak Farmasi Unhas dan bertemu teman-teman dosen di sana. Dan hanya dengan 1-2 jam pertemuan saja, ada juga hasilnya. Ada salah satu staf dosen Fak farmasi Unhas yang katanya pingin terlibat dalam penelitian ini untuk program S3-nya dengan aku sebagai salah satu promotornya. Hmm… alhamdulillah, ada gunanya aku datang. Beliau nanti juga akan turut membantu mencari subyek penelitian yang berupa orang suku Bugis asli sampai 3 turunan ke atas, dan akan mengembangkan lebih jauh penelitian ini untuk menjadi bagian dari disertasinya. Semoga.

Buat teman-teman yang ada di Makassar dan sekitarnya, kalau ada yang merasa suku Bugis asli sampe kakek nenek, usia 18-50 tahun, sehat, silakan loh kalau ada yang mau ikutan jadi sukarelawan penelitian….  Nanti bisa mendaftar pada Akbar Bahar di alamat e-mail ochank_1986@yahoo.com  atau langsung temui sendiri beliau di Fak Farmasi Universitas Hasanuddin. Nanti Anda akan dapat hasil general check up gratis, dan sebagai gantinya, kami nanti mau minta sedikit saja sampel darah Anda untuk kami analisis DNAnya untuk penelitian ini.

Makan Coto Makassar bersama ketupat

Siangnya aku masih ketemu lagi dengan Coto Makassar di kantin RS Wahidin Makassar, ditraktir Prof Nasrum.  Hm.. tau ngga bedanya soto yang di yogya sama Coto Makassar? Bedanya… Soto dibuat dari daging dan jeroan Sapi, sedangkan Coto dibuat dari daging dan jeroan Capi….. hehe…  Hm, nyam-nyam deh…  Sorenya aku masih sempat mampir ke Instalasi Farmasi RS Wahidin, bertemu teman-teman apoteker di sana. Di sini sempat dibincangkan kemungkinan menyelenggarakan Pelatihan Farmasi Klinik untuk teman-teman yang ada di Indonesia bagian timur, bekerja sama dengan Magister Farmasi Klinik UGM. Semoga bisa terealisasi  deh tahun depan.

Keluar dari RS Wahidin jam 4 sore, segera meluncur mencari otak-otak ikan tengiri kesukaanku untuk dibawa pulang ke Jogja. Selepas itu langsung cabut ke Bandara, dan tidak menunggu lama, sang Merpati pun membawaku kembali ke Yogyakarta. Demikian catatan perjalanan heroikku seharian berada di Makassar. Mudah-mudahan membuahkan hasil yang bermanfaat. Amien.


Aksi

Information

3 responses

18 08 2010
arisanty arifuddin

wah…ternyata ibu ke makassar ya baru2 ini. enak kan cotonya bu?
sayang sy gak bs jadi sampel, gak masuk kriteria sih…pdhl pengen banget!!

Jawab:
Insya Allah minggu depan saya ke Makasar lagi… wah, tapi lagi puasa nie… mungkin ngga sempat mencicipi coto-nya lagi

27 07 2010
febriosw

Sukses ya. N yang tak kalah penting, aku suka banget Coto Makassar! Hot!!

20 07 2010
Taofik

semoga penelitiannya sukses dan mendapatkan sample yang banyak sesuai dengan kriteria yg diinginkan. Boleh tanya bu….gen-gen yg akan diperiksannya jenis apa saja? apakah CM1 atau SM1?…he..he…maaf bu, just kidding!

jawab:
makasih ya… gennya CYP 2D6, 2C9, dan 2C19.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: