My trip journal (1): Long way to Russia…

2 07 2010

Dear kawan,

Setelah menembus gumpalan awan agak tebal yang membuat pesawat sedikit goyang, alhamdulillah, pesawat Rossiya Airlines yang membawa kami mendarat dengan mulus di Bandara Polkovo, Saint Petersburg, Russia pukul 14.45 waktu setempat. Wah,… ngga kebayang deh bisa menginjakkan kaki di negeri yang dulu terkesan menyeramkan ini (dan sekarang juga masih terasa). Yah, saat ini kami (aku dan suami) berkesempatan berkunjung ke Saint Petersburg untuk menghadiri sebuah International Congress “Phytopharm 2010” yang diselenggarakan di St-Petersburg State University (informasi dapat dilihat di sini). Kebetulan kami masing-masing berkesempatan untuk mempresentasikan sebagian dari hasil penelitian masing-masing di forum ini.

Perjalanan panjang yang melelahkan

Rencana pergi ke Russia mulai muncul ketika kami pingin punya waktu khusus jalan-jalan berdua ke tempat yang jauh dan gratis hehe…. Setelah berkutat dengan aktivitas rutin dan dinamika hidup yang cukup memeras pikiran dan perasaan, kayaknya perlu refreshing deh… Tapi agar bisa gratis, harus ada akal. Hmm… aku coba searching di internet, mencari even ilmiah internasional yang bisa cukup luas coverage-nya, sehingga bisa presentasi bersama. Eh, alhamdulillah  menemukan informasi tentang even ini, yaitu suatu International Congress di bidang obat herbal, yang meliputi : Food and medicinal plants: application and efficacy; Resources and cultivation of medicinal plants, Phytotechnology and quality control of herbal medicinal products, Pharmacology and ethnopharmacology, Novel formulations and efficacy of herbal medicinal products, dan Natural peptides and its future. Jadilah kami mendaftar, mengajukan abstrak hasil penelitian untuk presentasi oral, dan syukurlah keduanya diterima. Selanjutnya kami mengajukan permohonan kepada Universitas untuk membiayai perjalanan kami.

Pesawat KLM yang membawa kami ke Amsterdam sblm ke St Petersburg

Perjalanan dari Jogja sampai St Petersburg boleh dibilang memakan waktu 30 jam termasuk transit-transitnya. Keluar rumah jam 12.00 siang tanggal 30 Juni, sampai di St Petersburg jam 15.00 waktu setempat tanggal 1 Juli, atau jam 18.00 WIB, dengan transit di Jakarta, Kuala Lumpur, dan Amsterdam. Duuh…. perjalanan yang melelahkan.  Pesawat KLM yang membawa kami dari Jakarta butuh waktu 14 jam (mampir Kuala Lumpur sebentar) untuk sampai di Amsterdam. Pantat sampai tipis kelamaan duduk di pesawat hehe…. Transit selama 4 jam di Bandara Schiphol Amsterdam lumayanlah buat meluruskan badan, sambil checking e-mail masuk biar tetap well-informed. Yang menarik, walaupun Belanda cukup jauh juga, kami masih merasa dekat dan ada dalam “peradaban” karena masih bisa paham ketika mereka bicara bahasa Inggris. Tetapi ketika mulai masuk pesawat Rossiya yang akan membawa kami ke ke St-Petersburg, suasana asing terasa sekali… seperti masuk dunia lain hehe… pengumuman di pesawat disampaikan dalam bahasa Russia yang cepat, semua tulisan di majalah dan informasi tertulis dalam huruf Russia yang aneh dan menurutku terbalik-balik, dan bahasa Inggris mereka pun aksennya Russia banget dan cepat, sulit ditangkap.

Kesan “seram” di Petersburg

Dari Bandara Polkovo kami naik taksi ke hotel menggunakan taksi bandara. Ternyata cukup jauh juga perjalanan dari bandara menuju hotel, hampir satu jam. Memasuki St Petersburg rasanya memasuki tempat yang sangat jauh dan terisolasi, karena ngga ada informasi yang bisa dibaca dengan huruf kebaliknya itu. Parahnya lagi, orang Russia tidak banyak yang bisa bahasa Inggris. Sudah gitu, sebagian besar toko tidak menerima pembayaran dengan Euro, padahal semula kami pikir cukup bawa mata uang Euro saja. Lengkaplah sudah keterasingan kami. Untungnya perginya berdua, ngga kebayang deh kalo harus pergi sendiri kesana. Oya, sempet salah forecast juga….. sebelum pergi, aku check ramalan cuaca di internet, katanya suhu di sini sekitar 18-20 derajat, eh….  ketika kami datang, suhu lagi lumayan tinggi, yakni 27 derajat. Wah, salah bawa kostum deh…hehe…

Sejak di bandara, petugas di counter taksi bilang bahwa ongkos taksi ke hotel sekitar 22 euro. Sampe di hotel, sopir taksi yang sudah agak tua dan bertampang kurang bersahabat tidak mau dibayar recehan 2 euro, maunya uang kertas. Itupun ngomongnya pake bahasa Rusia, kami hanya mencoba menginterpretasikan saja sebisanya. Jadilah kami beri dia uang kertas terkecil yang kami punya yaitu 5 euro, jadi kami bayar 25 euro. Hm…. itu kesan “seram” yang pertama.

 

Di depan pintu Hotel Shelfort yang selalu tertutup

Hotel Shelfort tempat kami menginap sudah kami booking beberapa hari sebelumnya melalui internet. Waktu itu kami cari hotel yang lokasinya cukup dekat dengan Universitas St Petersburg dengan harga yang masih terjangkau (maklum kami cuma dapat lumpsum untuk dua hari). Sampai di depan hotel, kami bingung cara masuknya. Tampak depannya sama sekali jauh dari bayangan kami tentang sebuah hotel berbintang tiga. Hanya ada tulisan hotel Shelfort pada pintu besar coklat yang tertutup. Ketika kami pencet bel, ada bunyi bip-bip, tapi tak ada orang yang keluar. Sampai beberapa kali dan nyaris putus asa, untunglah kemudian seseorang wanita keluar dari pintu. Dia bilang, mestinya kalau sudah ada bunyi bip-bip, dorong aja pintunya. (Wah, mana kami tau, mbaaak….! ) Hm…ini kesan “seram” kedua, serba tertutup. Jadi memang betul itu hotelnya, dan pintu depan selalu tertutup. Itupun masih berlapis, ada dua  pintu besar lagi yang harus kami lalui untuk menuju resepsionis, di mana untuk membuka pintu yang satu harus pencet bel dulu. Entah karena faktor keamanan atau peninggalan budaya ketertutupan jaman dulu, bentuk toko-toko pun serba tertutup dari luar, tidak keliatan. Orang harus masuk dulu melalui pintu besar yang sering kali tertutup, baru masuk ke dalam toko. Buat orang asing seperti kami, apalagi yang gak bisa baca hurufnya, sulit untuk tahu itu toko apa. Alhamdulillah, setelah masuk, hotelnya cukup nyaman, walau lebih sederhana daripada hotel bintang 3 di Indonesia. Buatku yang terpenting adalah ada internet gratis hehe…. supaya bisa tetap terhubung dengan dunia luar…

Menikmati senja yang lama di Petersburg

Kami datang di musim panas, jadi matahari bersinar jauh lebih lama. Kota St Petersburg berada di garis 59,56 lintang utara, hampir segaris dengan Oslo di Norwegia dan Stockholm di Swedia. Sudah hampir dekat kutub utara hehe….. jadi bisa dibayangkan jika musim panas, matahari berada di bumi belahan utara dan itu bisa bersinar lama sekali. Hari ini matahari terbenam di St Petersburg pada pukul 22.45 lebih waktu setempat. Waduh, nunggu sholat maghribnya lama sekali, sampe ketiduran. Ngga kebayang juga kalau pas berpuasa Ramadhan di musim panas di sini……

suasana jam 20.0an "malam" di Petersburg.... masih benderang

Setelah “balas dendam” dengan mandi sepuasnya di hotel setelah selama 24 jam lebih ngga mandi selama dalam perjalanan, sorenya kami gunakan waktu untuk menikmati suasana Petersburg. Sempat diguyur hujan sejenak, untungnya segera cerah lagi. Jam 19.30 waktu setempat kami keluar hotel berjalan kaki menyusuri jalan-jalan Petersburg. Suasananya masih terang seperti masih jam 4 sore. Kami berjalan sambil mencari lokasi pertemuan esoknya supaya besok tidak nyasar. Tidak terlalu jauh, tapi lumayan capek juga. Susahnya, peta kota Petersburg juga pake huruf kebalik-balik, nama-nama jalan di sini juga gak bisa dibaca (maksudnya, kami yang ngga bisa baca). Aduuh….. lumayan repot…

Gedung-gedung di Petersburg hampir seragam warnanya, yang menurutku warna yang suram, yaitu sebagian besar berwarna krem dan coklat, dan ada yang abu-abu. Kesan bangunan tuanya terasa sekali. Tua, kokoh, tapi nampak dingin dan tak bersahabat. Ada beberapa gereja tua di tempat-tempat tertentu. Ada juga tempat yang khusus buat jalan-jalan, di mana banyak kafe-kafe bertebaran. Yang menonjol adalah hampir di mana-mana lihat tempat jualan vodka atau orang bawa botol vodka atau gin…..

Di tepi sungai Neva....

Yang indah adalah sungai Neva yang membelah kota. Banyak turis yang menggunakan kapal menyusuri sungai, tapi kami belum sempat mencoba, baru berfoto-foto saja. Kami jalan sampai pukul 22 waktu setempat, yang suasananya masih terang. Sebenernya mau mencari makan malam, tapi sialnya kami belum sempat menukar uang rubel, jadi ngga bisa beli apa-apa. Duh…. kacian deeh… punya duit tapi ngga bisa buat beli. Akhirnya cuma makan malam seadanya di hotel, pesan omelet dan scramble egg yang sederhana sekali. Kalau anakku lihat pasti dia bilang bahwa itu cuma telor dadar dan telor acak. Iiih,…. jauh-jauh ke Petersburg cuma mau makan telor hehe….. Dan malamnya kami tidur pulas kecapekan.

Begitulah hari pertamaku di sini. Hari kedua ini adalah hari H untuk presentasi paper kami. Semoga semuanya lancar, amien.


Aksi

Information

9 responses

10 10 2010
ali farkhan tsani

assalamu’alaikum…
alhamdulillah walau terlambat mungkin, aku bisa juga ktm mb via dunia maya.
slm deh bt kluarga n smuanya. ma’as salamah wa anti
ali farkhan tsani (smansa 88)
al-quds institute shana’a yaman

18 09 2010
rahman anak bekasi

wah pengalaman ibu sangat menginspirasi saya
jadi pengen k luar negeri

jawab:
ayooo!

3 07 2010
Daril

“Kutukan” jd org pinter ya bu he3.. Janji Allah slalu dtepati,bhw akan ditinggikan derajat org yg pinter diantara yg lain,subhanallah. Titip “halo” buat anna kournikova sm james bond ya bu kl ktm di jalan.. He3

2 07 2010
itcompare

jadi pingin melancong….

2 07 2010
ari

Bu,mohon pengembangannya bahan alam/herbal indonesia ke arah cosmetic active ingredient dan dipatenkan.trimakasih

2 07 2010
Rosa Ika Wijayanti

Honeymoon ke-2 bu….? prekitiew….
Semoga sukses presentasinya..!!

2 07 2010
rina

hebat deh bu zullies..selalu bsemangat. smg tulisan2 ibu slalu menulari kami tuk slalu bsemangat

2 07 2010
noviati fuada

nice story…aku selalu sempatkan bc kisah perjalan mbak zulies…duh serasa ikut ada disana, mengalir, membawa ke alam mimpi..he..he..serasa sy ikut menyertainya.Thanks ya mbak sharenya.Ku doain sering jalan2 ke belahan benua lain, biar sy jg kecipratan berkhayal he..he..
Doain sy juga dong mbak, biar anak sy spt mbak zulies,..salam SMASA.Btw, kka sy juga meraih gelar Guru besar saat umur 40 th, beliau dari SMA 1 juga, th 70.Selalu always bangga dg SMASA P.qertho.sukses buat mbak dan kel.:).

Jawab:
salam kembali dari St Petersburg ya…

2 07 2010
Tri Setyo Wijanarko

wow.. nice trip bu!! itu matahari terbenam jam 22.45 trus terbitnya jam berapa?

kalo nggak salah sih oslo di norwegia, bukan swedia.. hehe

Jawab:
eh, iya…maap, ntar direvisi.
Terbit matahari jam 03.40an

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: