About this blog: originalitas dan sentuhan pribadi

1 05 2010

 Dear kawan,

Sudah seminggu berlalu sejak tulisanku yang terakhir di blog ini. Saat ini mestinya ada tulisan baru (kalau mau konsisten), tapi otakku sedang buntu. Tak ada ide tulisan yang cocok di hati. Lagi pengen nulis yang santai dan ngga ilmiah hehehe…… buat variasi. Mungkin banyak yang mengira aku gampang untuk menulis…., sebenarnya tidak juga. Menulis itu perlu suasana hati yang mendukung, sehingga tulisan bisa mengalir lancar. Minggu depan aku diminta menjadi pembicara dalam sebuah Lokakarya Penulisan Buku Ajar di sebuah perguruan tinggi farmasi swasta di Yogya. Sebenarnya agak ciut juga, karena aku tidak punya teori dalam menulis dan tidak pernah mengikuti pelatihan atau kursus-kursus menulis. Lebih banyak berdasarkan insting dan perasaan. Mungkin nanti lebih banyak sharing pengalaman saja bagaimana proses menulis buku yang selama ini aku lakukan. Tulisan kali ini ringan saja mengenai blog ini dan ciri khasnya.

Alhamdulillah, sejak mulai lahirnya pada Oktober 2008, blog ini masih eksis, dan sudah dikunjungi 90.000an kali. Berdasarkan statistik blog, dalam sehari ada kunjungan rata-rata 250 kali. Beberapa kawan bahkan menyatakan sebagai pembaca setia blog ini. Makasih deh…..  Apapun itu, sudah merupakan kebahagiaan tersendiri, mengingat blog ini hanyalah blog pribadi yang sederhana. Dulu ketika pertama kali membuat blog ini, rasanya pengen nulis setiap hari. Masih excited sekali. Sekarang mulai berkurang, selain didera juga oleh kesibukan macam-macam. Tapi ada yang tetap aku pertahankan dari blog ini, dan juga sebagai “argumentasi” mengapa kadang aku produktif, kadang tidak. Ciri khas yang aku pertahankan adalah originalitas dan sentuhan pribadi hehe.. Mungkin keliatan terlalu over confidence, tetapi aku tidak ingin memaksakan diri atau berambisi berlebihan mengenai blog ini. Biar mengalir apa adanya saja. Aku tidak  menyediakan banyak link ke website atau blog lain, atau tukeran link, karena nanti akan mengaburkan keberadaan blog ini. Dan kadang nggak sempat aja bikin link-nya.  Aku juga ngga mau jadi search engine yang cuma dikunjungi untuk numpang lewat…. jadi biar ajalah, apa adanya…..

Apa maksudnya dengan ciri khas originalitas dan sentuhan pribadi?

Aku cukup ketat dalam urusan originalitas, karena buatku itu adalah masalah etika. Dan mungkin karena ke-pede-anku, aku sendiri juga malu kalau tulisanku adalah jiplakan dari tulisan orang. Mendingan aku yang dijiplak deh, daripada aku yang menjiplak hehe….. (pe-de banget ya…). Kalau memang harus merujuk pada suatu tulisan seseorang, aku usahakan untuk menyebut sumbernya. Yang dimaksud menjiplak dalam hal ini adalah jika tulisan sama persis hampir lebih dari satu paragraf. Aku pernah ditanya mahasiswa ketika memberikan sebuah pelatihan menulis di forum Piogama, bagaimana caranya menghindari plagiarisme, karena kadang kita merujuk tulisan dari suatu sumber. Apalagi tulisan tentang obat dan kesehatan kan sudah banyak sekali di internet dan mudah diakses. Kalau kiatku sih…cari sumber aslinya, dari jurnal atau paper, dan aku sendiri lebih suka mengambil sumber asli yang berbahasa Inggris. Kita bisa menterjemahkan dengan gaya bahasa sendiri, sehingga tidak mungkin sama dengan tulisan orang lain, walaupun merujuk dari sumber referensi yang sama. Menterjemahkan itu tidak sama dengan menjiplak, kita bisa menyarikan suatu informasi dari suatu sumber dengan bahasa sendiri. Untuk tulisan ilmiah, sumber informasi itu harus disebutkan. Kalau untuk tulisan populer, kadang aku sebut kadang tidak, sesuai kebutuhan saja, dan ditulis dengan cara berbeda dengan tulisan ilmiah. Tentu tidak dengan maksud menyembunyikan sumbernya, tetapi untuk lebih enak dibaca saja.

Ngomong-omong tentang plagiarisme, belum lama ini kita mendengar bahwa seorang doktor lulusan ITB terlibat dalam plagiarisme kelas berat, baik dalam pembuatan makalah ilmiah maupun disertasinya, hingga ijazah doktor dan gelarnya dinyatakan tidak berlaku (http://www.itb.ac.id/files/12/20100423/pressRelease23042010.pdf).

Apa itu plagiarisme?

Menurut Merriam-Webster Online Dictionary, to “plagiarize” berarti : – mencuri idea atau kata-kata milik orang lain, menggunakan hasil karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya,  menjiplak literatur tanpa menyebutkan sumbernya, menyatakan suatu ide atau hasil karya orang lain sebagai hasil karya sendiri.

Dengan kata lain, plagiarisme adalah penipuan, yaitu dengan mencuri ide atau karya orang lain dan berkata bohong tentang hal tersebut. Beberapa hal di bawah ini dapat digolongkan plagiarisme: – mengakui hasil karya orang lain sebagai hasil karyanya sendiri, mengcopy kata-kata atau ide orang lain tanpa menyebutkan sumber (without giving credit),  tidak menuliskan quotation pada quotation marks, memberi informasi yang salah mengenai sumber quotasi (rujukan), mengubah kata-kata tapi tetap dalam struktur kalimat yang sama dari suatu sumber tanpa menyebut sumbernya.

Namun semua ini sebenarnya dapat dihindari loh, …. yaitu dengan cara mencantumkan sumber rujukannya. Hal ini terutama sangat penting pada tulisan ilmiah. Jadi jangan sampai lupa. Tentang plagiarisme bisa dilihat lagi lebih jauh pada http://www.plagiarism.org/plag_article_what_is_plagiarism.html

Oya, mencari sumber informasi yang valid dan obyektif juga tidak gampang loh…… terutama jika kita mencari informasi mengenai suatu topik yang masih menjadi pro dan kontra, semacam aspartam, MSG, dll. Apalagi jika kita mencari di internet, yang menyediakan informasi dari yang paling valid sampai informasi sampah, perlu ada ketrampilan tersendiri memilih sumber yang baik. Salah satu petunjuknya adalah siapa yang mengeluarkan informasi. Kita masih bisa mempercayai (walaupun tetap boleh mengkritisi) informasi yang berasal dari lembaga pemerintah ( dot gov), institusi pendidikan (dot edu, dot ac ), atau lembaga-lembaga lain yang kredibilitasnya cukup tinggi. Informasi dari website dengan dot com sebaiknya kita pilih dengan hati-hati, untuk tidak terjebak pada suatu informasi yang menyesatkan.

Apa yang disebut sentuhan pribadi?

Hehe….ini mah istilahku sendiri untuk memberikan sentuhan khusus di blog ini, sehingga terasa “aku banget”. Salah satu contohnya adalah penggunaan kata ganti pertama “aku”. Ini adalah satu bentuk sentuhan pribadi yang memberikan keakraban bagi pembacanya (maunya…). Dan satu hal lagi, aku menulis berdasarkan pengalaman atau peristiwa pribadi yang mendorong munculnya ide menulis. Peristiwa itu bisa suatu pertanyaan teman atau mahasiswa (tentang obat atau masalah kesehatan), hari istimewa di sekitar kita (ultah, hari Kartini, 1000 hari wafatnya ayah, turunnya SK Guru besar, dll), catatan perjalanan ke suatu tempat istimewa, atau peristiwa apapun yang berkesan. Tulisan dalam blog bisa menjadi semacam dokumentasi atau catatan harian yang suatu saat bisa dibaca lagi. Namun supaya tidak berlalu sia-sia, aku suka memuati tulisan yang kelihatannya cuma catatan harian dengan informasi yang (kuharapkan) berguna. Misalnya ketika aku menuliskan tentang Mengenang ayah, aku memasukkan informasi tentang penyakit stroke, karena kebetulan ayah menderita stroke. Ketika menulis tentang catatan perjalananku ke Kota Bharu (Malaysia), aku menyisipkan informasi mengenai farmakogenetik dan farmakogenomik, di samping cerita tentang welcome dinnernya yang nyam-nyam dan mengenyangkan. Begitulah ciri khas blog ini, sehingga kalau pas tidak ada peristiwa istimewa atau yang berkesan di hati, yah…. tidak ada ide menulis dan tidak ada tulisan hehe…… Apalagi jika hati sedang kemrungsung dikejar berbagai deadline pekerjaan, atau terjebak dalam masalah hidup yang ada saja datang silih berganti. Jadi mohon maklum. Bagaimanapun blog ini hanya sebagai tempat curahan dan ekspresi hati saja, walau tentu tidak bisa semua dicurhatkan di sini hehe…. entar ketahuan semua deh jeleknya.

Okelah, tak terasa sudah cukup banyak juga tulisan kali ini walaupun tadi berangkat dari tidak ada ide sama sekali. Ternyata membiarkan jemari kita menari di atas keyboard komputer dan membiarkan otak berkelana sejenak, membuat ide keluar dengan sendirinya hehe…..  Semoga masih ada manfaatnya.

Iklan

Aksi

Information

6 responses

9 05 2010
ian abuhanzhalah

salut dengan prinsip dan idelaisme dalam blogging nya ^^
sukses selalu ya..
mampir sejenak 🙂

8 05 2010
lippocikarang

nice blog. keep writing n posting. salut karena konsisten memegang prinsip originalitas dan anti-plagiarisme. imho, memang itu yang diharapkan dari semua blogger

5 05 2010
Jimmy Ahyari

Benar sekali ibu.. dalam ilmu optimasi hasil pencarian (SEO = Search Engine Optimization) pun, duplicate content (plagiat) sangat ditentang. Hal tersebut (Copy-Paste) akan membuat “kedudukan” sebuah web/blog di mata search engine (seperti) google, menjadi “buruk”.

Saya, meski menulis asal-asalan, yang penting asli tulisan sendiri. Mau dibaca atau tidak, diberi komentar atau tidak; tidak masalah, sebab tujuan Saya ngeblog adalah untuk berbagi. Berbagi apa saja. Dan yang terpenting, dengan ngeblog, budaya membaca dan menulis akan tetap terjaga. Insyallah.

Salam.
*Saya Mahasiswa Profesi Apoteker 🙂 Semoga bisa menjadi Apoteker seperti ibu 😉

Jawab:
terimakasih ya, selamat ngeblog dan berbagi deh…

2 05 2010
Afree Rauf

Trimakasih Bu atas kesediaannya utk share kiat2 menulis agar tak berkesan plagiarisme. Terus terang Ibu sangat menginspirasi sy utk bs menulis jg, tp sy blum punya PD yang tinggi Bu, hehehe….
Sy suka sekali dgn semua tulisan d blog nya Ibu, membuat sy banyak tahu dan skali lg menginspirasi sy menjadi orang hebat seperti Ibu…
Sukses trus dgn tulisannya Bu dan smg tdk bosan utk terus berbagi ilmu… 🙂

1 05 2010
Haris Istanto

Posting yang menarik, salam kompak dan semoga sukses.
Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru kami berjudul : “Wisata kepulau Bali”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan tolong dikomentarin yaaa. Makasiiih.

1 05 2010
Siti Marjuni

Sy juga bingung mau komen apa ya mbak, tapi kok pengin komen ya…yg jelas sy suka tulisan mbak yg manapun yg ilmiah atau yg sekedar curhat sy baca sak titik komanya, sedikitnya sy tahu mbak Zulies dan keluarga dari sejak SMP, kebetulan ayah sy (alm) jg termasuk fansnya Bapak Ishak (alm), makanya sy penasaran bgt…kok bisa ya pak/bu Ishak putranya pinter2…luar biasa, sy pengin ikuti , walaupun sy tdk sepinter mbak zulis atau mbak Wiwik (adinda), siapa tahu yg dibaca tulisannya orang pinter2 nanti anak2 sy ikut pinter ya mbak… amin. Trims mbak dah nulis ttg plagiarisme, krn kasus2 yg terjadi di PT memang bikin kita yg awam jd bertanya2 nih bener2 pinter (karya ilmiah yg dibikin karya sendiri or cuma jiplak sana jiplak sini… (Kl mbak Zulies sih…sy percaya krn dr dl memang asli pinternya. yach..gitu dulu aja mbak, selamat berkarya, sy bisanya baca ya sy tunggu hasil karyanya…mbak. Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: