Pusiiiing…… !!

11 04 2010

Siapa yang belum pernah merasakan sakit kepala atau kita sering menyebutnya pusing? Rasanya setiap orang sudah pernah sakit kepala, baik yang ringan maupun berat, dengan berbagai penyebabnya. Tapi tahukah Anda bahwa sakit kepala ada beberapa jenis? Dan masing-masing memerlukan pengobatan yang sesuai. Postingan ini akan memaparkan macam-macam sakit kepala dan obatnya.

Sakit kepala primer dan sekunder

Sakit kepala dapat digolongkan menjadi sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer artinya sakit kepala itu sendiri yang merupakan penyakit utama, sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan oleh adanya penyakit lain, misalnya hipetensi, cedera kepala, dll. Termasuk sakit kepala primer adalah :

  • Sakit kepala tegang otot (tension-type headache)
  • Migrain
  • Sakit kepala klaster (cluster headache)

Sakit kepala tegang otot (tension type headache)

Sakit kepala tegang otot adalah jenis yang paling banyak dijumpai, dan mungkin sering kita alami. Sakit kepalanya ada di kedua belah sisi kepala, rasanya menekan, kadang terasa berat dengan nyeri tumpul yang konstan.  Bisa berada di sebelah depan, samping, atau bagian belakang kepala, tapi umumnya bilateral (kedua belah sisi). Sakit kepala jenis ini disebabkan karena adanya otot-otot sekitar kepala yang berkontraksi atau menegang. Biasanya disebabkan karena posisi tubuh yang tidak banyak bergerak, atau berada dalam satu posisi tertentu terlalu lama, atau terlalu banyak membaca, bekerja di depan komputer, terlalu banyak berpikir, dll.

Sakit kepala migrain

Migrain sering dikenal sebagai sakit kepala sebelah. Ya, sakit kepalanya memang umumnya terjadi di sebelah sisi  kepala saja. Jika tension-type headache melibatkan otot kepala, migrain melibatkan pembuluh darah sekitar kepala dalam patofisiologinya, makanya rasanya berdenyut-denyut.  Pada awalnya pembuluh darah berkontraksi (vasokonstriksi), tapi kemudian diikuti dengan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi).  Ada tahapan-tahapan pada kejadian migrain. Secara umum terjadi seperti berikut ini:

– fase prodrome: suatu rangkaian “peringatan” sebelum terjadi serangan, yang meliputi perubahan mood, perubahan perasaan /sensasi (bau atau rasa), atau lelah dan ketegangan otot

Aura, yaitu gangguan visual yang mendahului serangan sakit kepala. Tidak semua migrain diawali dengan aura. Aura adalah gangguan penglihatan seperti melihat sinar yang berpendar, atau warna-warna yang berbaur, dsb.

Nyeri kepala: umumnya satu sisi, berdenyut-denyut, disertai mual, dan pada beberapa orang mungkin bisa sampai muntah, menjadi sensitif terhadap cahaya dan suara. Sakit kepala ini terjadi selama sekitar 4 – 72 jam.

– Berhentinya nyeri kepala: sebenarnya meskipun tidak diobati, nyeri biasanya akan menghilang dengan sendirinya, misalnya jika dibawa tidur.

Postdrome: tanda-tanda setelah migrain berakhir, seperti tidak bisa makan, tidak konsentrasi, kelelahan

Serangan migrain dapat dipicu oleh berbagai hal, antara lain adalah: panas dan cahaya berlebihan, bau-bauan menyengat, makanan tertentu, terlalu lelah, stress pikiran, faktor hormonal, dll. Pemicunya bervariasi antar indivisu. Beberapa orang akan mengalami migrain menjelang haid, misalnya, orang lain akan kena migrain jika kelelahan, dll. Migrain sebenarnya akan reda dalam sendirinya, tetapi kadang penderita tidak cukup kuat mentoleransi sakit kepalanya, apalagi jika harus tetap beraktivitas, maka diperlukan pengobatan.

Sakit kepala klaster

Sakit kepala jenis ini memang jarang terjadi, sehingga tidak begitu dikenal. Sama seperti migrain, sakit kepala jenis ini tergolong sakit kepala vaskuler, yaitu melibatkan pembuluh darah sekitar kepala. Uniknya, sakit kepala ini lebih terpusat pada sekitar salah satu mata, sampai berair.

Bagaimana pengatasannya?

Untuk semua jenis sakit kepala, jika memang tidak tertahankan, bisa diredakan dengan pereda nyeri (analgesik). Setidaknya bisa mengurangi rasa sakitnya. Macam-macam analgesik bisa digunakan, tapi analgesik yang relatif aman dan banyak dipakai adalah parasetamol, yang tersedia dalam berbagai nama paten (tentang pemilihan analgesik, bisa dilihat di sini). Namun sebelum memutuskan menggunakan obat pereda nyeri, ada baiknya melakukan tindakan-tindakan non-obat untuk meredakan sakit kepala.

Untuk tension type headache, dapat dilakukan relaksasi otot, pemijatan, perubahan posisi tidur atau duduk lebih sering sehingga tidak terpaku pada satu posisi saja, dan cara-cara lain yang sesuai. Untuk migrain, adalah penting untuk mengenali pemicunya, karena setiap penderita mungkin memiliki faktor pemicu yang berbeda-beda. Jika sudah dikenali, maka hindari agar tidak mencetuskan migrain. Jika sudah terjadi serangan migrain, hindari suara bising, cahaya dan panas yang berlebihan, dan sebaiknya dibawa tidur saja.

Khusus untuk migrain dan sakit kepala klaster, jika pereda nyeri saja tidak cukup dan nyerinya sangat mengganggu, memang diperlukan obat lain yang bisa mengkontraksi pembuluh darah sekitar kepala. Jenis obatnya adalah ergotamin dan golongan triptan (sumatriptan), yang bisa dijumpai dalam beberapa nama paten. Tetapi obat-obat ini harus diperoleh dengan resep dokter. Jika kejadiannya cukup sering, misalnya sampai 2-3 kali sebulan, mungkin perlu menggunakan obat untuk pencegahan migrain yang akan membantu mengontrol aliran darah dan aktivitas sistem saraf. Obat untuk pencegahan migrain antara lain adalah golongan beta bloker (propanolol, atenolol), antidepresan trisiklik (spt: amitriptilin, imipramin, dll). Namun obat-obat ini harus diperoleh dengan resep dokter.

Rebound headache

Ada yang perlu diperhatikan dalam hal penggunaan obat analgesik. Penggunaan yang berlebihan justru dapat memicu sakit kepala yang disebut “rebound headache”, yang menyebabkan kita ingin menggunakan obat lebih banyak lagi. Jadi semacam gejala “putus obat”, ketika efek obat habis, mendorong orang untuk minum obat dan minum obat lagi. Siklus ini bisa berkelanjutan sampai akhirnya menjadi sakit kepala kronis yang lebih berat dan lebih sering. Penggunaan analgesik yang berlebihan akan mempengaruhi pusat otak yang mengatur penghantaran rasa nyeri, sehingga menyebabkan nyeri kepala makin memburuk. Jadi sebelum terlanjur, sebaiknya jangan membiasakan mudah minum obat, walaupun sekedar pereda nyeri. Lakukan tindakan-tindakan non-obat lebih dulu. Pengatasan rebound headache adalah dengan mengurangi frekuensi minum analgesik, dan biarkan tubuh Anda beradaptasi dengan rasa nyeri sakit kepala.

Demikian sekilas tentang sakit kepala. Jika sakit kepala disebabkan karena adanya penyakit lain seperti hipertensi, gangguan metabolik, sinusitis, dll, tentu penyakit utamanya itu harus disembuhkan dahulu. Dan kalau sakit kepalanya karena pusing kebanyakan hutang, ya hutangnya dibayar dulu hehe……  Kalau pusing karena mikirin yang enggak-enggak, ya sekarang mikir yang iya-iya saja. Semoga bermanfaat.


Aksi

Information

13 responses

6 05 2015
Welfin D Rich

Assalamualaikum…
prof akhir akhir ini sy mulai sering sakit kepala, sudh konsul ke dokter penyakit dalam dikasi analsik dan xanax juga gak mempan…
tapi waktu minum kopi mempan prof… apakh sakit kepala sy termasuk sakit kepala kluster.?? krn gejala dan ciri ciri sakit kepala sy.. sama seperti penjelasan sakit kepala cluster yg prof sebutkan tadi..
mohon penjelasannya..
terimakasih prof..:)

Jawab:
Ya mungkin saja anda mengalami sakit kepala cluster. Coffein pada sebagian orang memang bisa bersifat sebagai pereda sakit kepala, terutama sakit kepala vaskuler spt migrain dan cluster

7 12 2013
Zaki

Prof, saya sebelumnya pernah terkena anxietas disorder, apakah gara2 ini saya bisa terkena headache tension?apakah headache tension ini jg episodik ya prof?soalnya pernah sebelumnya sakit kepala bbrp minggu setelah itu mereda dan sekarang muncul lagi. mohon pencerahannya ya prof🙂

Jawab:
Halo, Zaki.. tension headache itu adalah sakit kepala primer, yang biasanya bukan disebabkan oleh penyakit lain. Tapi memang kadang ada yang terkait dengan depresi atau anxietas. Mungkin saja tension headache yg Zaki alami termasuk yang episodik, tapi belum bisa dipastikan jika baru sekali dua kali kambuh.Lihat dulu dalam enam bulan ke depan, apakah ada kekambuhan.

21 08 2013
bali tour

Terima kasih atas informasinya

4 03 2013
afy

saya pernah mengalami kecelakaan sekitar 5 tahun yg lalu, dirawat di rumah sakit selama hampir 1bulan. Sekarang kepala saya sering sekali sakit,biasanya minum analgesik biasa sudah hilang namun sekrang sudah tidak mempan. Saat ini saya mengonsumsi propolis,apakah ada kaitannya dengan sakit kepala saya tersebut?
Apakah efek dari kecelakaan itu masih ada sampai sekrang? Karena saat ini saya susah sekali konsentrasi dan trkadang merasa linglung,emosi pun jadi susah trkontrol. Pandangan mata saya juga jadi doble.
Kira – kira terapi apa yang bisa saya jalani?
Sekedar informasi,, dulu kata dokter ketika saya masih berada di rumah sakit ada sumbatan di kepala saya,tapi kecil. Apakah sumbatan semacam ini berbahaya? Apakah bisa di hilangkan?

Jawab:
Bisa jadi sakit kepala Anda karena akibat trauma/cedera kepala karena kecelakaan dulu, Mbak. Tentang sumbatan, hal itu bisa saja terjadi, tapi saya tidak tau persis itu sumbatan karena apa. Apakah yang dimaksud adalah sumbatan pembuluh darah? jika iya, kira2 sumbatan apa ya? apakah gumpalan darah? Bisa tidaknya dihilangkan tentu tergantung jenisnya dan letaknya. Jika pembuluh darah tersumbat, memang darah tdk mengalir lancar sehingga saraf2 yg mestinya memperoleh asupan oksigen dan nutrisi melalui darah bisa terganggu atau bahkan mati. Ini bisa berkontribusi trhadap gejala2 yg anda alami. Lebih baik diperiksakan ke dokter neurologis saja, jika perlu dilakukan CT-scan utk memastikan kondisi di kepala Anda.

12 09 2012
Cara Bisnis Pulsa

Sangat bermanfaat buat saya krn sy jg srg skt kpala.

12 09 2012
Cara Bisnis Pulsa

Sama seperti di atas sy jg sring minum obt anagesik ktika skt kpl.Pnyebabnya adalah karena terlalu lama di depan komputer..kira-kira apa solusinya..?.

10 09 2011
Bond

This is certainly Wonderful! Thank you so much.

26 07 2010
Ashia

trus bagaimana kalau sakit kepala seseorang yang susah banget hilangnya .
sehingga keseringan malah minum obat sakit kepala. habisnya kalau tidak minum obat, terkadang tida bisa sembuh ..

Jawab:
coba periksakan ke dokter, pastikan penyebabnya dulu, dan sembuhkan penyebabnya.
Usahakan untuk terapi tanpa obat dulu, misalnya akupuntur, massage, relaksasi, dll, karena semakin sering minum obat, bisa berisiko sakit kepala yang berkelanjutan (rebound headache).

15 04 2010
dep05

Oh begitu, terima kasih bu atas jawabannya…

13 04 2010
dep05

Bu, saya rentan terhadap tekanan darah rendah. Setiap darah rendah kambuh saya mudah terkena pusing, terutama setiap bangun tidur karena setahu saya saat kita tidur pembuluh darah melebar sehingga tekanan darah semakin rendah. Untuk pengatasannya saya selalu minum kopi setiap kali saya merasa pusing saat bangun tidur. Memang pusing saya segera hilang dalam waktu 1-2 jam, tapi di sisi lain saya juga sadar bahwa itu tidak sehat. Kira-kira apa ya solusi terbaik untuk kasus saya ini? Dan pusing saya masuk dalam klasifikasi yang mana? Apakah sakit kepala sekunder?

jawab:
Ya, pusing Anda termasuk sakit kepala sekunder. Mestinya gangguan hipotensinya diatasi dulu. Bangun tidur jangan langsung bangkit, supaya tdk terjadi hipotensi ortostatik. Selain itu, kebalikan dari hipertensi, mungkin bisa dengan lebih banyak mengasup makanan2 yg bergaram, sehingga meningkatkan volume cairan tubuh, sehingga meningkatkan tensi. Kopi boleh aja, asal tidak ada efek-efek samping lain yang tidak bisa ditoleransi.

12 04 2010
ryodimas

saya sering pusing juga nih….

12 04 2010
Ibu Haryanto

Prof, apa maksudnya obat gol. antidepresan trisiklik???kapan obat itu boleh diberikan pada pasien??maksh.

Jawab:
itu sejenis obat anti depresi, bekerja mengatur keseimbangan neurotransmiter tertentu di otak. Hanya bisa diberikan melalui resep dokter. Diberikan pada nyeri karena gangguan saraf, atau mencegah migrain.

11 04 2010
santika

Prof, saya langganan sakit kepala nih. bisa setiap hari atau sekali per dua hari. selain saya suka pijit saya ngga bisa bawa tidur karena kegiatan. saya minum NEURALGIN. biasanya hilang. bagaimana?

Jawab:
Jangan keseringan minum obat sakit kepala, Mbak…. malah bisa memicu sakit kepala lebih sering dan berat. Sebaiknya kurangi minum analgesik, dan biarkan tubuh adaptasi dengan rasa sakitnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: