Rumor tentang Aspartam, is that true?

7 03 2010

Dear kawan,

struktur kimia aspartam

Kemarin aku mendapat pertanyaan dari seorang teman melalui e-mail tentang aspartam. Aku kutipkan sesuai aslinya :

Selamat malam, aku merasa penasaran atas “tumbang”nya beberapa teman yg mengkonsumsi minuman kesehatan yg ternyata menggunakan ASPARTAM. Ada kemudian muncul selebaran daftar makanan dan minuman yg menggunakan bahan tersebut. Mulai dari Extrajoss, Kiranti, dlsb. Yg menjadi pertanyaan, sampai seberapa amankah bila kita mengkonsumsinya? Adakah batasan2nya? Benarkah bisa menyebabkan pengeringan sumsum tulang belakang? Efek apa bila kita mengkonsumsi? Kiranya saya bisa mendapatkan jawaban dari anda.

(editan pd tgl 14 Januari 2014: Bahkan barusan di wall Face Book seorang kawan, tertulis statusnya : Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sdg ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang). Untuk itu, hindarilah minuman sbb: Extra Joss, M-150, Kopi SusuGelas (Granita), Kiranti, Krating Daeng, Hemaviton, Neo Hema viton, Marimas, Segar Sari shachet, Frutillo, Pop Ice, Segar Dingin Vit.C, Okky Jelly Drink, Inaco, Gatorade, Nabati, Adem Sari, Naturade Gold, Aqua Splash Fruit. Karena ke-19 minuman tsb diatas mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, kanker otak, dan mematikan sumsum tulang. [Info: dr.H.Ismuhadi,MPH 0811323601]. Wah, berarti rumor atau hoax yang dulu beredar lagi.)

Hm,….. tidak mudah untuk segera menjawab, karena harus mencari sumber informasi yang benar-benar obyektif dan dapat dipercaya. Salah satu petunjuknya adalah jika ia berasal dari lembaga resmi Pemerintah, institusi pendidikan yang kredibel, atau jurnal2 terpercaya (walaupun tetap ada kemungkinan keliru, tapi sudah berusaha mencari data yang sevalid mungkin).

Apakah aspartam itu?

Aspartam adalah pemanis buatan yang tersusun dari 2 macam asam amino yaitu asam aspartat dan fenilalanin. Ia ditemukan pada tahun 1965 oleh James Schslatte sebagai hasil percobaan yang gagal. Asam aspartat dan fenilalanin sendiri merupakan asam amino yang menyusun protein. Khusus asam aspartat, ia juga merupakan senyawa penghantar pada sistem saraf (neurotransmiter). Aspartam, dikenal juga dengan kode E951, memiliki kadar kemanisan 200 kali daripada gula (sukrosa), dan banyak dijumpai pada produk-produk minuman dan makanan/permen rendah kalori atau sugar-free. Nama dagang aspartam sebagai pemanis buatan antara lain adalah Equal, Nutrasweet, Canderel, Tropicana Slim, dll.

Aspartam masuk pasar Amerika sejak tahun 1981 dan di Inggris pada tahun 1982, setelah kajian (review) mengenai keamanannya oleh Badan Pemerintah yang berwenang di masing-masing negara. Sebelum disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration), semacam Badan POMnya Amerika, keamanan aspartam telah diuji melalui lebih dari 100 kajian ilmiah, baik pada manusia maupun hewan uji. Hingga saat ini, FDA belum mengubah keputusannya, dan menyetujui aspartam sebagai pemanis buatan yang aman.

Apa keunggulan aspartam?

Seperti banyak peptida lainnya, kandungan energi aspartam sangat rendah yaitu sekitar 4 kCal (17 kJ) per gram untuk menghasilkan rasa manis, sehingga kalorinya bisa diabaikan, yang menyebabkan aspartam menjadi  sangat populer untuk menghindari kalori dari gula.Hal ini menjadi jalan keluar bagi penderita Diabetes yang masih ingin mencicip makanan manis tapi tidak meningkatkan kadar gula darahnya. Di samping mempunyai energi yang sangat rendah, ia mempunyai cita rasa manis mirip gula, tanpa rasa pahit, tidak merusak gigi, menguatkan cita rasa buah-buahan pada makanan dan minuman, dapat digunakan sebagai pemanis pada makanan atau minuman pada penderita diabetes. Bahkan penggunaan aspartam sebagai pengganti gula juga merupakan alternatif bagi konsumen non-diabetes yang ingin mengurangi asupan kalori untuk menjaga/mengurangi berat badan, dengan tetap masih bisa mencicipi manisnya makanan/minuman.

Seberapa aman kah aspartam?

Kembali ke pertanyaan rekan di atas, tentang “tumbang”nya beberapa temannya yang mengkonsumsi minuman yang mengandung aspartam, aku sendiri belum begitu paham dengan maksudnya “tumbang”. Apakah terjadi secara tiba-tiba, atau karena mengkonsumsi dalam jangka waktu lama, juga bentuk “tumbang”nya seperti apa. Tapi dari segi keamanan, aku coba melihat dari bagaimana aspartam dimetabolisir oleh tubuh. Di antara semua pemanis tidak berkalori, hanya aspartam yang mengalami metabolisme. Tetapi proses pencernaan aspartam juga seperti proses pencernaan protein lain. Aspartam akan dipecah menjadi komponen dasar, dan baik aspartam maupun komponen dasarnya tidak akan terakumulasi dalam tubuh. Jadi, kembali ke pertanyaan teman di atas, sebenarnya aspartam cukup aman dipakai, karena dia dipakai dalam kadar yang sangat kecil (1% dari gula) dan akan dikeluarkan oleh tubuh. Aspartam bahkan dinyatakan aman digunakan baik untuk penderita kencing manis, wanita hamil, wanita menyusui, bahkan anak-anak.

Satu-satunya kondisi yang dikontraindikasikan bagi aspartam adalah penyakit fenilketouria. Apa itu? Dalam keadaan normal, fenilalanina (salah satu komponen aspartam) akan diubah menjadi tirosin dan dibuang dari tubuh. Pada orang yang mengalami gangguan fenilketouria, terdapat gangguan dalam proses ini. Penyakit ini diwariskan secara genetik, di mana tubuh tidak mampu menghasilkan enzim pengolah asam amino fenilalanin, sehingga menyebabkan kadar fenilalanin yang tinggi di dalam darah, yang berbahaya bagi tubuh. Timbunan fenilalanin dalam darah dapat meracuni otak dan menyebabkan keterbelakangan mental. Karena itu, aspartam dikontraindikasikan bagi penderita fenilketouria.

Apa batasan-batasannya?

Seperti halnya bahan tambahan makanan lainnya, ada dosis tertentu yang dapat diterima penggunaannya, yang sering disebut sebagai Acceptable Daily Intake, atau ADI, yaitu perkiraan jumlah bahan tambahan makanan yang dapat digunakan secara rutin (setiap hari) dengan aman. Dalam hal aspartam, angka ADI-nya adalah 40 mg per kg berat badan. Berarti sekitar 2800 mg untuk berat rata-rata orang Inggris dewasa. Dan untuk anak-anak usia 3 tahun, angka ADI-nya berkisar 600 mg. Selama belum melebihi dosis tersebut, keamanannya cukup terjaga.

Efek samping aspartam?

Banyak berita-berita di internet yang menyebutkan bahwa aspartam menyebabkan pengeringan sumsum tulang belakang dan Lupus, dan berbagai efek samping lainnya. Itu semua TIDAK BENAR. Istilah pengeringan atau pengerasan sumsum tulang belakang sendiri tidak dikenal dalam dunia medis. Apalagi dikatakan dalam beberapa sumber di internet bahwa terjadi WABAH, yang tentu ini kurang masuk akal. Wabah adalah peningkatan kejadian suatu penyakit, seperti wabah demam berdarah, wabah kolera, yang disebabkan oleh adanya peningkatan pencetus. Apalagi jika dikaitkan dengan penyebabnya adalah minuman yang mengandung aspartam… apakah ada peningkatan secara dramatis jumlah konsumsi produk minuman/makanan mengandung aspartam?… tidak ada data yang pasti.

Dalam hal Lupus, tak kurang Yayasan Lupus Amerika (Lupus Foundation of America) juga membantah bahwa ada kaitan antara penggunaan aspartam dengan Lupus. Tahun 2007, keamanan aspartam sempat dpertanyakan kembali ketika satu tim peneliti dari Italia melaporkan bahwa aspartam dapat meningkatkan risiko kanker. Namun demikian, setelah dikaji kembali oleh the European Food Safety Authority (EFSA) dan FDA (Amerika), dinyatakan bahwa belum ada perubahan rekomendasi mengenai keamanan aspartam karena data yang ada belum cukup mendukung penemuan tersebut. Artinya, aspartam tetap aman digunakan. Infonya juga bisa dilihat pada website resmi National Cancer Institute  bahwa TIDAK ADA hubungan antara kejadian kanker dengan konsumsi aspartam. Banyak kemungkinan karsinogen lain yg bisa mencetuskan kanker.  Selain itu, konsumsi minuman beraspartam kan juga tidak setiap hari, dan dosis yang digunakan relatif kecil, sehingga efek samping yang dikuatirkan sebenarnya tidak sering terjadi. Tentu ada respon individual terhadap aspartam yang mungkin terjadi pada beberapa orang, tapi itu tidak bisa digeneralisir.

Namun demikian ada baiknya untuk berhati-hati dengan tidak terlalu banyak mengkonsumsi produk-produk dengan pemanis buatan. O,ya, aku bukan penjual aspartam, tidak punya hubungan keluarga maupun bisnis dengan produsen aspartam…. 🙂   Yang kusampaikan sekedar apa yang kuketahui, supaya kita lebih berhati-hati menanggapi aneka berita yang beredar, dan mengajak kawan-kawan untuk bersikap kritis dan analitis. Demikian apa yang bisa disampaikan tentang aspartam, semoga bermanfaat.

Iklan

Aksi

Information

24 responses

30 07 2015
9 09 2014
didik

Info baik ijin untuk share

27 06 2014
toko bunga online

Terima kasih atas infornasinya ya Bu….

17 01 2014
Elok Wake Up

boleh ijin share ya Ibu…

silakan

12 01 2012
ardian

Semoga info ini bermanfaat bagi kita semua…
Dan menjauhkan masyarakat awam dari info2 Ƴƍ menyesatkan…
Amien.

ALWAYS be SUCCESS…!!!
Wassalam.

6 11 2010
winda agustina

ass…………………..
mksh bu infonya…………..
sgt bermanfaat, tp saya msh penasaran tentang kabar kalau terlalu sering mengkonsumsi aspartam dapat mempengaruhi gijal.. dan pada akhirnya menimbulkan gagal ginjal. apa benar bu?
ko bisa? mekanismenya gmn??????????????
makasih bu sebelum dan sesudahnya………

Jawab:
Saya belum menemukan informasi tentang hal tersebut. Yang saya temukan justru aspartam bahkan aman bagi orang diabetes yang mengalami gagal ginjal kronis. Jadi tidak ada mekanisme menimbulkan gagal ginjal.
Ini adalah informasinya :
Am J Clin Nutr. 1989 Jun;49(6):1302-6.
Effect of aspartame on plasma amino acid profiles of diabetic patients with chronic renal failure.
Gupta V, Cochran C, Parker TF, Long DL, Ashby J, Gorman MA, Liepa GU.

Abstract
A randomized, double-blind study was conducted to determine the possible effects of aspartame on the plasma amino acid profiles of 23 diabetic patients with renal failure who were undergoing maintenance hemodialysis. Subjects were given a single dose of 10 mg aspartame/kg (approximately equivalent to 25 packets of Equal [NutraSweet Consumer Products, Inc, Chicago, IL] or the amount of phenylalanine in a 300-mL glass of milk) or a placebo in a crossover study design. Three postdialysis blood samples were drawn just before and 1 and 2 h after aspartame or placebo consumption. After aspartame consumption statistically significant increases in only two amino acids, phenylalanine and tyrosine, were noted at 1 and 2 h when compared with placebo values. The increases in phenylalanine were within the normal postprandial range for healthy subjects; no other increases in essential or nonessential amino acids, except for tyrosine, were detected. This study supports the view that aspartame is safe for diabetic subjects with chronic renal failure.

11 10 2010
haryoshi

huuufff, lega…..
maren msh agak takut mengkonsumsi makanan yg mengandung aspartam.
thanx so much info nya y bu….

9 04 2010
diansetyaningsih

Assalamu’alaykum
Ijin copas utk bahan PIO di PKM, boleh Bu ?
Trims ^^,

JAwab:
Silakan

5 04 2010
warsiti

beberapa waktu lalu saya tulis di status fbku “seberapa jauhkan efek aspartam dalam tubuh manusia? ” Namun ga ada satupun teman yang menjawabnya. Dan alhamdulillah artikel ini menjawab sudah pertanyaan saya.
Mohon ijin artikel ini saya copy paste untuk saya tampilkan di webku, semoga bermanfaat untuk orang lain.

Jwab:
silakan, semoga bermanfaat

1 04 2010
andi

thanks info nya ya bu, saya share link ya.. info menarik nih

26 03 2010
Joko Untung

arigatou ibu zullies
info ini bisa menjadi jawaban tentang keluhan salah satu anggota keluarga saya yang menuduh salah satu merk di atas sebagai penyebab mudah letih nya beliau,

26 03 2010
muhammad irfan

Terima kasih atas info ini. Nunut share ya,bu! MAJU TERUS MY PROF!

21 03 2010
apre

maaf,bukannya mau mengacau,tapi sy pernah membaca bahwa ada hasil penelitian yg menyebutkan bahwa ada tikus percobaan yang mengalami ductile carcinoma in situ yg diduga disebabkan oleh aspartam. berikut kutipan asli dari artikel yang sy bc :————————————————————–

Here is a description of mammary tumors found in Female Rat.No.M17LF, (a low dose female) fed DKP in rat chow. “In toto” means the tissue has been left to deteriorate before microscopic examination, one of the felonious things Searle did to hide negative results.

Jawab:
Itulah sulitnya ketika pertama kali saya ingin memastikan kebenaran isue aspartam. jika kita search di internet, banyak sekali sumber-sumber yang isinya saling kontradiksi, tergantung kepentingan masing2. makanya, yang harus dilakukan adalah mencari sumber yang paling valid, yaitu yang berasal dari sumber resmi pemerintah atau dari institusi pendidikan yang bonafid. biasanya dengan alamat…. dot gov, atau dot edu. Sumber yang Anda kutip jelas-jelas sumber yang kontra dengan aspartam, dan boleh jadi isinya juga tidak valid. Saya sudah search pada journal mana info ini dipublikasikan, dan tidak menemukan. Jadi ada kemungkinan berita ini tidak valid.

Mammary Gland
Mass (1) A 3 X 3 X 2.5 cm. Spheroidal Multinodular yellowish non-adherent to the surrounding muscles or tissue (submitted in toto)

Mass (2) 2X5 X 2X1 cm. Irregularly shaped, spheroidal, smooth, yellowish white firm mass located subcutaneously and adjacent to the above described mass (submitted in toto) mass non-adherent to the surrounding muscles or tissues.

Mass (3) A 2.3 X 1cm. Irregularly shaped, multinodular, yellowish white, firm mass located subcutaneously on the rt. Axillary area. Mass non-adherent to the surrounding muscles or tissues (submitted in toto).

Mass (4) A 3X1X1 cm. Elongated, multinodular, yellowish white, firm mass located subcutaneously on the left inguinal area. Mass non-adherent to the surrounding muscles or tissues (submitted in toto.)

Mass (5) A 2X1.5 X 1 cm. Flat, multinodular, yellowish white firm mass located subcutaneously of the rt. Inguinal area. Mass non-adherent to the surrounding muscles or tissues (submitted in toto.)

Pathologist Dr. Charles H. Frith spent 3 days with the FDA to review 145 animals from Searle’s DKP toxicity study. Sufficient slides substantiated 73 female animals with grossly observed masses. (Bressler Report to FDA, DORway.com)

To hide the mammary tumors, Searle scientists excised them and returned the animals to the study or removed the tumors, post-mortem (after death).

Malignancies were made to appear benign. Searle explained that a computer “programming error” was responsible.——————

apa pendapat ibu?
terima kasih

20 03 2010
indah

ibu…trimakasih telah berbagi ilmu, jazakumullah…..

20 03 2010
wachyu

Maturnuwun bngt infonya jd kalau ditny jwbnya ilmiah ga asal soalnya br sj muncl lg ttng bhy aspartam,mksh ya buGURU BSR smg sukses sllu.

20 03 2010
Fitri

Ass…it’s really great…thanks…
Tp ada g ya bu hubungannya antara penyakit hepar n ginjal…kalo konsumsi minuman2 spt yg d sebutkan d atas….karena g sdkt saya mendengar bbrp org yg saya knl heparny rusak, sampe sdh muntah trz berak darah..stlh d telusuri org tsbt almost everyday mengkonsumsi mnman spt ‘joss ato jreng’,mskpn bkn krn aspartamnya ato mgkn ada faktor lain….mohon infonya bu….trimakasih byk..wass

jawab:
saya kira itu mungkin karena kandungan2 lain dalam suplemen tersebut, bukan semata-mata karena aspartamnya.

19 03 2010
zami

Thanks Bu’ Infonya……^^ kebetulan saya mau bikin tablet efervecent dng pemanis aspartam tp agak ragu2 karena munculnya kabar miring tntng aspartam tp sekarang saya dah gak ragu menggunakan aspartam dlm formulasi saya… Makasih ya Bu’…^^

17 03 2010
syarhy

nice info.. thx ^^

14 03 2010
yusmanita

thq bu infonya..
berguna bgt..memang banyak sekali pertanyaan dari masyarakat tentang aspartam ini..cuma memang agak sulit menjelaskannya dengan orang awam..
apalagi dengan tingkat pendidikan yg tidak terlalu tinggi..
tapi saya akan coba..

12 03 2010
apotekgriyafarma

thanks infonya, ikutan ngelink bu

9 03 2010
rera

ini merupakan pengetahuan baru bagi saya. saya sangat berterimakasih atas informasi yang telah Ibu berikan.

8 03 2010
selpina

thx a lot u info nya bu, saya juga pernah di tanya teman yg bukan non farmasi, jawaban saya hanya intinya saja, thx u info komplitnya bu 🙂

jawab:
Sama-sama… semoga bermanfaat

8 03 2010
Istianatus

trima kasih atas infonya bu..slama ni kami gunakan equal(aspartam) sbg pemanis susu dan puyer.skrg kami tahu yg sbnrnya.

8 03 2010
hangga ady

Mohon ijin share ya Ibu 🙂

Jawab:
silakan, it’s my pleasure

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: