Berbagi (lagi) di radio Trijaya FM Yogyakarta

5 03 2010

Dear kawan,

in action...

Maaf lama tidak menyapa….. sedang kehilangan mood menulis saja…. padahal banyak loh, yang bisa ditulis. Sekarang malah kepengin nulis cerpen deh…. tapi bingung mulainya dari mana hehe…. Daripada blog kosong melompong, aku mo cerita saja tentang sedikit aktivitasku beberapa hari lalu, yaitu menemani mas Sukir jadi narasumber pada acara “Healthy Talk” di radio Trijaya FM tanggal 3 Maret yang lalu. Acara itu sendiri merupakan acara rutin setiap Rabu malam, yang digawangi oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Yogyakarta. Hm… asyik juga sih. Kali ini tidak ada topik khusus yang dibicarakan (dulu pernah khusus tentang bahaya alkohol), tapi yang pasti seputar obat dan kesehatan. Jadi datang ke studio masih blong deh…. tidak ada persiapan apa-apa. Acara bergulir secara alami saja, dengan banyaknya pertanyaan mengenai pemakaian obat. Aku sempat bawakan buku souvenir pada acara Pidato Pengukuhanku sebagai hadiah buat mereka yang tanya dalam acara tersebut.

Aku coba ulas lagi deh, beberapa pertanyaan yang sempat ditanyakan dan masih aku ingat.

1. Anak saya sering minum obat triheksifenidil (THF). Sebenarnya obat apakah itu, dan apakah itu temasuk golongan narkotika?

Hm… sebenernya tidak begitu jelas dari pertanyaannya berapa umur si anak dan bagaimana ia bisa memperoleh obat tersebut. Namun, triheksifenidil termasuk obat keras (harus dengan resep dokter) dan termasuk yang sering disalah gunakan, sehingga Apotek diminta melaporkan juga pemakaian obat THF ini secara rutin kepada Dinas Kesehatan, disamping obat golongan narkotika dan psikotropika lain. THF sebenarnya adalah golongan antikolinergik (bukan termasuk narkotika) yang sering dipakai untuk pengatasan penyakit Parkinson. Tau penyakit Parkinson kan? Itu loh… yang tangannya gemeteran, langkah kaku, tidak bisa jalan cepat, dll. Itu penyakitnya mantan petinju legendaris Muhamad Ali. Obat ini ternyata memang memiliki efek euforia (kesenangan semu), menyerupai narkotika. Mungkin itu sebabnya mengapa sering disalahgunakan sebagai obat “rekreasional”.Tentu apoteker di apotek maupun masyarakat perlu waspada jika ada penggunaan THF di masyarakat yang tidak sesuai dengan indikasi (tujuan pengobatannya).

2. Apakah boleh minum vitamin secara rutin?

Tentang vitamin pernah dibahas dalam blog ini, dan pada dasarnya vitamin itu memang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah kecil, Sebaiknya diperoleh secara alami dari makanan (sayur, buah, dan laukpauk), namun dalam keadaan tertentu seperti sakit, banyak aktivitas, mungkin membutuhkan lebih banyak, sehingga bisa diasup dari suplemen vitamin.

3. Ayah saya hobby minum obat. Setiap sakit kepala, sedikit aja langsung minum obat. Sekarang nampaknya ada gejala alergi obat, tapi belum tau yang mana. Bagaimana solusinya?

…. Lucu deh.. hobby kok minum obat. Sebaiknya kita jangan terlalu mudah minum obat. Pertama kali, lakukan dulu upaya-upaya non obat (tergantung penyakitnya), seperti olah raga, pengaturan makanan, dll. Untuk sakit kepala, jika termasuk jenis sakit kepala tegang otot, sebaiknya dicoba dulu relaksasi otot, pemijatan, perubahan posisi tidur, dll, yang relevan. Obat sakit kepala itu jika digunakan terlalu banyak juga akan memicu sakit kepala baru yang disebut “rebound headache”, jadi baiknya dikurangi penggunaannya. Jika sakit kepalanya kronis, perlu diperiksakan lebih lanjut untukmemastikan penyebabnya. Nah, untuk alerginya, perlu dicoba untuk menghentikan suatu obat tertentu dan mengamati apakah reaksi alergi terjadi atau tidak. Jika tidak bisa mengidentifikasikan macam obat yang menyebabkan alergi, bisa dilakukan skin test (tes kulit) untu memastikan alergennya.

Kawan,

Pertanyaannya sih sebenernya banyak, tapi sudah lupa. Mungkin ada baiknya untuk mendokumentasikan semua pertanyaan dan jawabannya, dan bisa jadi satu buku lagi deh….

Sementara gitu dulu ya…… Mudah-mudahan bermanfaat.


Aksi

Information

4 responses

28 09 2010
inung

obat THF jarang bisa di dapat d apotik2 kecil, dmana sj obat ini dapat djual? apakah hanya d apotik tertentu?

jawab:
ya, memang jarang karena pemakaiannya kan terbatas. Biasanya dipakai sebagai pengatasan efek samping obat antipsikotik. Mungkin bisa dicari di apotek besar, atau apotek di RS yang memiliki pelayanan psikiatri.

24 05 2010
Cyn

Klo THP bkn termsk narkotika,apakah termsk psikotropika krn dpt mempengaruhi saraf?sumberny dr mn y?mksh bu..

Jawab:
THP bukan termasuk narkotika, maupun psikotropika. Ia masuk golongan antikolinergik. Bisa dilihat di Drug Information Hand book.

24 04 2010
m4rnos1

kumpulan ebook, tips-trik penting –> silakan download gratis di http://segalamacam.com/e-book/ebook-gratis

5 03 2010
Ompoer

hay…selamat anda telah mengudara kembali…
salam jumpa dari saya…..
semoga tetap jaya di udara……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: