My note(4): My tanoshikata weekend…

29 11 2009

Dear kawan,

Alhamdulillah, tak lepas rasa syukur dan terimakasihku pada Sang Maha Sutradara yang masih memberiku kesempatan menginjakkan kaki di bumiNya yang berada di 33 derajat Lintang Utara dan 132 derajat Bujur Timur alias di Matsuyama dan menikmati keindahannya. Setelah hari Jumat kemarin sudah berjuang “habis-habisan” haha….. sekarang waktunya untuk sedikit memanjakan diri, memberi “reward” pada diri sendiri dengan jalan-jalan…..

Begitu lah, kawan…..  hari Sabtu dan Minggu ini aku melepaskan diri dari segala urusan ilmiah….. dan mencoba menikmati week-end dengan acara khusus. Kebetulan teman Jepangku, Kyoko, mengundangku untuk berkunjung ke kotanya di Imabari, yang berjarak sekitar 60 km dari Matsuyama.  Katanya ada tempat menarik untuk dikunjungi, namanya Towel Museum…. Museum Handuk!  Walah, handuk aja dibikinin museum ……

Visiting Towel Museum

Sabtu pagi yang lumayan cerah dan hangat. Aku bersiap menuju Imabari menggunakan densha (kereta). Pertama, aku harus pergi ke Matsuyama-shi Eki dulu (stasiun kota), lalu nanti naik trem ke Matsuyama JR station (stasiun yang lebih besar utk perjalanan antar kota), lalu baru ambil kereta menuju Imabari. Sebetulnya Kyoko sudah memberi tahuku, bahwa kereta tokkyu yang cepat menuju Imabari ada pada pukul 09:16. Dan sebenarnya juga, nyaman sekali bepergian dengan kendaraan umum di sini karena semua serba tepat waktu, sehingga kita bisa menghitung kapan harus berangkat dari rumah. Tapi… yah, begitulah, aku salah menghitung waktunya…. aku lupa bahwa dari eki dekat kampus ke Matsuyama-shi butuh 25 menit (aku tadi menghitungnya 15 menit). Belum lagi perjalanan dari Shi-eki ke JR eki…  Hm, jadilah aku ketinggalan kereta tokkyu yang cepat. Tapi untungnya masih ada kereta futsu (jenis yang agak lambat) padapukul 09:28. Akhirnya aku naik kereta futsu ke Imabari dengan lama perjalanan tepat 70 menit.

Ini adalah kali pertama aku pergi sendiri ke Imabari, naik kereta pula. Dulu sekali waktu masih di sini, aku pernah ke Imabari tetapi bersama rombongan menggunakan bus. Perjalanan ke Imabari cukup menarik. Kebetulan sebagian dari jalan kereta ada yang melewati pinggir laut, jadi indah sekali. Di samping kiri kanan ada pula perkebunan jeruk dengan jeruknya yang bergelantungan berwarna oranye.  Jeruk merupakan produk andalan daerah Ehime. Sampai di Imabari-eki, Kyoko sudah menanti, dan kami pun segera naik bus ke Towel Museum di Asakura, kira-kira 30 menit perjalanan, dengan harga tiket 500 yen untuk round-trip ticket.

wajah sendu (seneng duit) di antara "autumn leaves"

Sebelum masuk Towel Museum, kami sengaja menikmati taman dulu yang ada di luar Museum. Subhannallah….. tamannya indah sekali dalam suasana musim gugur. Pohon dengan daun-daun kemerahan yang hanya ada di gambar-gambar saja (karena di Indonesia ngga ada) ada di sini. Hm…. kami tidak menyia-nyiakan waktu untuk berfoto-foto di taman ini. Untung deh, datang berdua…. jadi kami bisa bergantian memotret, kadang juga minta orang lain untuk memotret kami berdua. Suasana musim gugur memang agak sendu… tapi ada keindahannya tersendiri. Ada pula bunga-bunga khusus yang memang mekar pada musim gugur ini… Aku bersyukur bisa menikmatinya. Taman ini pasti juga akan berubah nuansanya saat musim semi, karena akan banyak bunga-bunga musim semi yang bermekaran….. dan suasananya bakal romantis! hehe…

My lunch at Imabari... dengan aneka penghuni laut, sampai sak rumput-rumputnya..

Setelah puas berjalan di taman dan berfoto-foto, kami pun makan siang di restoran di lingkungan Museum. Jangan tanya harga deh…. yang jelas cukup mahal untuk ukuran kantongku. Di Yogya bisa buat makan 20 kali di kantin Fak Farmasi UGM dengan status sama kenyangnya hehe… Dan just for your info, ya….. di Jepang gak model deh traktir menraktir, kecuali ada situasi khusus, jadi walaupun makan bersama, kami bayar sendiri-sendiri.  Tapi ngga papa sih….. di sini nggak boleh terlalu menghitung-hitung hehe…. nanti nggak bakalan dapat pengalaman apa-apa. Kyoko memilih satu set makanan China, aku sendiri pilih makanan yang nggak terlihat  terlalu asing .. yaitu nasi campur sea food plus sup dan salada rumput laut yang diberi potongan gurita. Enaak…, oishii,…aku habis satu porsi.

mirip kan posenya?... itu handuk terpanjang di dunia..

Setelah makan siang, kami masuk museum handuk. Menurut Kyoko, Imabari terkenal dengan produk handuknya. Semula aku pikir handuk aja kok dijadiin museum…. tapi ternyata memang bagus sekali. Aku melihat berbagai produk yang berasal dari kapas (bahan pembuat handuk) dalam berbagai bentuk. Bahkan ada boneka-boneka binatang, baik binatang laut maupun darat, yang terbuat dari handuk/kapas yang ditata seperti di kebun binatang. Ada juga bentuk-bentuk raksasa dari ice cream, burger, popcorn, dll yang terbuat dari cotton ! Yang menarik lagi, ada handuk terpanjang di dunia yang dibentangkan di dinding sebagai hiasan dinding, dengan corak yang sangat menarik. Di sini masih boleh berfoto, jadi aku tidak sia-siakan kesempatan untuk berpose-pose di situ. Pokoke narsis banget deh…. hehe. Selain itu juga ditampilkan aneka lukisan cantik buatan pelukis terkenal Jepang dalam bentuk handuk…. Dan harganya…. jangan tanya deeh…!!  Sayangnya  isi dalam museum tidak boleh diambil gambarnya. Yah, pokoknya puas sih… bisa menyaksikan sebuah keindahan seni yang bermutu tinggi….!

di depan Shimanami Kaido...

Kami pulang pukul 14.40 dari sini menggunakan bus menuju Imabari-eki. Pengalaman naik bus menuju eki tidak kalah menariknya, karena bus ternyata mengambil route berbeda dari saat berangkat kesini, yaitu melewati suatu taman di dekat Shimanami Kaido, sebuah jembatan panjaaaang yang menghubungkan antara pulau Shikoku dan Honshu. Wah…. ini pun sebuah karya besar anak manusia. Aku ingat dulu ketika jembatan ini pertama kali dibuka tahun 2000, kebetulan kami masih di sini, dan mengikuti tour menyusuri Shimanami Kaido. Rasanya waktu itu ikut bangga gitu lho, melihat jembatan yang begitu megah di sini….!  Hm…sepotong nostalgia muncul lagi..  Arigatou, pak Supir, telah memberi aku kesempatan berfoto sebentar di depan jembatan…. hehe..

Aku pulang ke Matsuyama menggunakan kereta lagi pada jam 15:17. Wah, capek rasanya, tapi senang! Aku sempatkan sholat di kereta, kebetulan penumpang tidak begitu ramai. Sampai di Matsuyama sudah jam 16.30an, sudah mulai gelap. Maghrib di sini jatuh pada jam 17.05 sore. Sesampai shi-eki, aku sempatkan jalan dulu ke Gintengai, sebuah shopping arcade dekat eki yang dulu biasa kami kunjungi kalau senggang.  Wah, sepotong nostalgia kembali hadir…. ! Aku jalan sendiri menyusuri Gintengai sambil mencari-cari barangkali ada yang menarik untuk dibeli.. Tidak terlalu lama karena sudah capek, aku balik ke hotel naik densha dari shi-eki. Ada satu yang menarik ketika aku pulang naik densha melewati Kume-eki, ternyata Bapak penjaga stasiun yang dulu itu masih ada!! Kemaren ternyata kebetulan beliau sedang bergantian dengan yang lain.. Oh, kalau gitu, suatu saat aku mesti ke Kume-eki lagi deh menemui bapak tadi. Malamnya aku tidur nyenyak.

Ehime Kokusai Matsuri

di depan "Waroeng Indonesia"

Kokusai Matsuri artinya Festival Internasional. Yah, alhamdulillah…. ada lagi yang bisa aku saksikan di sini. Rasanya aku harus selalu bersyukur dengan keberuntungan ini…. walaupun tidak direncanakan, ada saja sesuatu yang indah yang kudapat. Jadi ingat waktu pergi ke Melbourne bulan lalu. Padahal juga cuma berkunjung sebentar, tapi ndilalah ya pas ada Festival Indonesia di Melbourne, sehingga bisa menyaksikan sesuatu yang lain dari biasa. Kali ini juga demikian, pas datang kesini,  eh.. pas ada Ehime Internasional Festival. Internasional Festival ini seperti biasanya diselenggarakan di halaman Ehime Perfectural International Center (EPIC), yang menampilkan performance dari berbagai negara yang masyarakatnya ada di sini, termasuk Indonesia. Ini juga sebuah mozaik nostalgia lagi, karena ketika kami dulu di sini 10-an tahun yang lalu juga selalu berpartisipasi dalam festival serupa. Aku pernah masak nasi goreng dan bikin lumpia, untuk dijual di stand Indonesia saat festival. Kalau sekarang sih aku sebagai tamu saja…. dan sekarang banyak temen-temen dari Indonesia yang ada di Matsuyama yang ikut meramaikan dengan aneka makanan dan penampilan.

Cuaca hari ini cukup bagus, tapi dingin dan lumayan berangin. Mungkin sekitar 8-10 derajat celcius. Herannya, ada juga penampilan-penampilan yang memakai baju terbuka, seperti tari Hawaaian, tarian latin, dan termasuk tarian Indonesia sendiri yang memang busananya sudah paten. Masak mau nari Jawa pake mantel tebal hehe…..! Salut deh !!Festivalnya sendiri sangat ramai, dan jauh lebih banyak negara yang tampil daripada di jamanku dulu. Selain itu juga ada stand-stand orang Jepang yang menjual barang second hand. Selain orang asing, banyak juga masyarakat Jepang yang datang. Dan kayaknya sih makanan Indonesia yang dijual laris manis!! Teman-teman Indonesia menampilkan fashion show tentang baju-baju adat dari beberapa daerah, dan ada yang menari.

Bapak penjaga Kume-eki

Sepulang dari Matsuri, aku naik trem menuju shopping arcade Okkaido, another shopping arcade yang dulu sering kami kunjungi, tidak jauh dari Gintengai. Aku tidak terlalu lama juga di sini, mencari-cari sesuatu yang pengen dibeli, sayangnya  tidak menemukan. Sepanjang arcade, banyak sale, tetapi kebanyakan adalah busana musim dingin. Aneka mantel tebal, jumper, kaos panjang, sepatu boot, dll.  Yah, … mana cocok dipakai di Indonesia hehe…… Sempat juga masuk ke depato (department store) besar di dekat shi-eki yaitu Takashimaya,.. eh… malah kayak orang ilang lingak-linguk ngga tau jalan… Habis aku memang jarang kesini, dan sudah banyak berubah. Selain itu aku tidak banyak waktu karena mau mengejar densha menuju pulang ke hotel.

dengan bapak penjaga stasiun Kume yang ramah...

Perjalanan ke hotelku yang nun jauh di Shigenobu melewati Kume-eki. Aku sudah berniat, nanti kalau pas Bapak penjaga stasiun itu ada, aku mau turun sebentar menemui beliau untuk say hello, lalu aku akan ambil densha 15 menit berikutnya. Nah, benar juga…….. ternyata bapak penjaga stasiunnya sekarang ada!! Langsung deh aku turun dan menemui beliau. Beliau nampak kaget tapi jelas sekali masih ingat sama aku. Kami berbincang ala kadarnya dengan bahasa Jepangku yang sepotong-sepotong.  Wah, surprised deh… beliau nampak gembira aku kunjungi! Beliau nampak makin sepuh dengan rambutnya yang memutih semua, tapi tetap ramah seperti dulu. Aku nggak tau apakah beliau ini sudah pensiun apa belum, atau mungkin diperpanjang masa tugasnya. Tapi anehnya, walaupun aku terkesan dengan keramahannya, sampai sekarang aku nggak tau nama beliau lhooo!… dan mungkin beliau juga tidak tau namaku hehe….

Suka duka bepergian

Kawan, aku sering dapat komentar dari teman-teman atau mahasiswa,”….wah, asyik ya,… ibu jalan-jalan ke luar negeri terus….. pengen deh kayak ibu!” … Hmm,…. kayaknya begitu yaa… Kebetulan memang dalam tahun ini ndilalah aku lagi agak banyak jalan keluar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang bahkan absen sama sekali dari kunjungan ke luar negeri. Kunjungan terakhirku cuma ke Malaysia tahun 2007. Tahun ini aku empat kali jalan ke luar negeri, yaitu ke Groningen Belanda (Maret), Kelantan Malaysia (Mei), Melbourne Australia (Oktober), dan sekarang ini.  Senang nggak? Yah… masing-masing ada suka dukanya tersendiri. Ada asyiknya kalau kita pergi ke tempat yang belum pernah kunjungi, jadi bisa nambah pengalaman. Tapi untuk seperti itu, enaknya ada temannya. Kalau ilang dan sendirian, repot kan? Hehe…. Kalau pergi sendiri, lebih enak kalau kita sudah pernah kenal dengan tempat itu, seperti yang aku jalani sekarang. Tapi yang jelas senanglah, bisa break sebentar dari rutinitas dan menikmati hal lain dan baru. Dengan catatan, aku pergi ke LN bukan semata-mata untuk liburan lho….. yang pasti ada “tugas negara” deh…. yang harus diemban dengan baik dulu, jalan-jalan itu adalah bonusnya….

Dukanya?…. yah, tentu ada harga yang harus dibayar… yaitu meninggalkan keluarga di rumah, terutama anak-anak. Walaupun keliatannya ceritaku penuh kegembiraan di sini, pastilah ada saat-saat dukanya, apalagi kalau dengar kabar anak-anak ada yang sakit selama aku pergi. Seperti kemarin ini, tiga hari yang lalu Dhika anakku terkecil demam agak tinggi.. Aduh, rasanya sedih (maafkan ibu, sayang…. tidak bisa mendekap saat Dhika sakit….). Tapi alhamdulillah, sekarang sudah baik semua, tinggal ada batuk sedikit. Kalau seperti itu bisanya cuma mohon pada Allah, semoga diberi kesembuhan dan kesehatan selama aku pergi. Yah, itulah salah satu dukanya kalau harus bepergian meninggalkan rumah. Yah, semoga kita selalu diberi perlindungan, kelancaran dan kemudahan di manapun berada. Amien.

Penutup

Demikian cerita week-end-ku, kawan. Oya,… tanoshikata itu artinya menyenangkan. Alhamdulillah, masih bisa menikmati semuanya. Besok start working lagi deh….. sampai ketemu next posting.

Iklan

Aksi

Information

3 responses

3 08 2013
aizawa

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl‎
الحمد لله …
Membaca weblog ibu prof. sangat mengasikkan, terlalu berkualiti bagi diri saya yang fakir dalam pelbagai bidang…. saya berjumpa weblog ibu prof. semasa mencari foto terkini Seto-Ohashi Bridge yang pernah saya lawati. Shimanami Kaido/Tatara Bridge yang ibu prof. lawati adalah jambatan ke2 hubungi pulau Honshu-Shikoku, tercanggih/termodern di jepang dan antara trek berbasikal terbaik didunia.
Semoga weblog ibu prof. dan lain-lain penulisan berilmiah ini akan di menafaatkan sepenuhnya olih mereka yang dahaga ilmu pengetahuan.
Saya doakan semoga ibu prof. berjaya didunia dan akhirat… Amien …. Salam untuk semua ahli keluarga dan Selamat Hari Lebaran..

21 07 2010
desi

wah keren ya Bu, ternyata Jepang sangat unik dan menyenangkan. Saya sangat suka berkunjung ke museum, semoga suatu hari nanti.

29 11 2009
ajikinai

wuaaaaa…asik sekali….
iriiiiiiiiii….
saya pengen sekali ke jepang….>.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: