My note (1): Japan, I’m coming (again)….

22 11 2009

Dear kawan,

Tulisan "Matsuyama" dalam huruf kanji di Stasiun

Jepang bukan negara yang terlalu asing buatku, karena sekitar 10 tahun yang lalu aku sempat tinggal selama 3 tahun (1998-2001) di sini ketika studi S3, di Matsuyama, Ehime Perfecture. Cerita tentang bagaimana aku bisa studi di sini sungguh peristiwa yang penuh keberuntungan bagiku, alhamdulillah…. dan pernah aku tulis di posting lawasku yang berjudul ‘”Belajar di negeri Hirohito dengan modal bejo” (klik di sini). Dan alhamdulillah… kali ini aku bisa menengok lagi tempat ini dalam suasana dan dengan posisi yang berbeda.

Cuaca dingin dengan suhu 10-11 derajat Celcius, gerimis, dan daun-daun yang memerah pada peralihan musim gugur ke musim dingin menyambut kedatanganku di Matsuyama hari ini. Maeyama Sensei dan istri telah menantiku di Matsuyama Airport  ketika aku tiba, lalu mengajak lunch bersama. Hm…. arigatou, Sensei……. perutku memang udah keroncongan dari tadi hehe…… Yaa,….kali ini aku akan stay selama 2 minggu memenuhi undangan Profesor Maeyama, mantan supervisorku dulu, untuk menjadi salah satu pembicara dalam Pharmacological Meeting wilayah Jepang barat-selatan. Jangan membayangkan yang keren-keren dulu deh…  Ini semacam undangan balasan kali, hehe…… karena sewaktu kami mengadakan International Conference bulan Oktober lalu (ceritanya bisa diklik di sini), aku juga mengundang beliau sebagai salah satu pembicara. Nah, kebetulan kali ini beliau kebagian jadi tuan rumah untuk menyelenggarakan semacam kegiatan tahunan pertemuan para ahli (researchers, students, professors) di bidang farmakologi. Jadilah beliau berinisiatif untuk membuat space untuk “new professor”  untuk jadi pembicara….. dan aku menjadi salah satunya. Jadi begitu aja sih ceritanya….   Kok lama amat 2 minggu ? Hm… itu pun aku sudah nawar sama sensei, sebelumnya sensei mengundang untuk selama 3 minggu. Wah, tapi kayanya agak berat ninggalin keluarga dan pekerjaan terlalu lama. Acaranya sebenernya juga cuma dua hari sih, tanggal 26-27 November.  Selebihnya aku gunakan kedatanganku kesini untuk memperluas networking, studi banding tentang pelaksanaan farmasi klinik di Ehime University Hospital, dan juga untuk menulis.

Alone, but not lonely

Perjalanan Jogja-Matsuyama kalau dihitung sejak aku keluar rumah bisa dikatakan 13 jam…. hmm, sehari penuh. Lumayan capek. Sendirian lagi….!. Ini adalah kali kedua aku pergi ke Jepang sendiri sejak selesai studi.  Kali ini aku berangkat dengan route Jogja-Denpasar-Kansai- Itami-Matsuyama. Tahun 2005 yang lalu, aku berangkat ke sini juga sendirian selama sebulan, dan sempat nangis bombay saat di pesawat saking “semedot rasaning ati” hehe…. Maklum, anakku terkecil saat itu masih 2,5 tahun. Habis ditinggal 40 hari untuk ibadah haji pada bulan Desember-Januari 2005, bulan Maret sudah harus ditinggal pergi lagi 30 hari ke Jepang. Tapi kali ini sih suasananya udah lain….. Seperti biasa, aku “mengimpor” ibuku untuk turut njagain anak-anak di rumah. Selain itu, dengan era tekonologi informasi sekarang ini, komunikasi bukan hambatan lagi.  Thanks for Face Book dan teman-teman FB yang terasa menemani walau hanya dari jauh….!! I am alone, but not feel lonely….. as I know, you’re always be with me…. eventhough from far away! Ceilee…..

Pokoknya gak boleh lepas internet deh hehe….. sewaktu transit di Denpasar selama 2 jam, masih bisa chatting juga, jadi tidak merasa sendiri. Dan sewaktu tiba di Kansai Airport, ternyata HP-ku bisa menangkap signal NTT Docomo sehingga bisa keep online. Semula aku pikir itu wifi di Airport, tapi ternyata dalam perjalanan ke Itami  naik bus limousine airport, aku tetap bisa keep online. Semula aku pikir gak bisa kirim SMS karena setahuku sistem telekomunikasinya lain, di sini pakai CDMA dan HPku pakai GSM, tapi kok ternyata bisa juga tuh…..  Hmm..aku ngga begitu mudeng tentang hal ini. Aku menggunakan salah satu provider telekomunikasi yang memang pernah aku minta untuk membuka utk penggunaan internasional.. And it works !

Cuma, nggak enaknya kalau pergi sendiri adalah ngga ada yang jadi fotografer hehe….. gak ada yang motret-motretin kita… Jadi nggak yakin nih banyak foto-foto bagus yang bisa cerita…..

Bandara Kansai

Kansai International Airport, megah dan kokoh

Burung Garuda besi yang membawaku terbang mendarat dengan mulus di Bandara International Kansai Osaka pada pukul 08.15 waktu Jepang (2 jam lebih cepat dari WIB). Bandara Internasional Kansai Osaka termasuk Bandara yang besar dan megah di Jepang. Ia berlokasi di sebuah pulau buatan yang sengaja dibuat untuk membangun bandara ini. Konstruksinya terkesan kokoh dan kuat dengan baja di mana-mana. Yang paling convenient adalah bahwa Bandara ini terhubung dengan aneka transportasi lainnya, seperti kereta, bus, kapal, dll. Seperti hari ini, aku juga harus menggunakan bus limousine menuju Itami Airport untuk penerbangan domestik ke Matsuyama. Dan sangat mudah mendapatkan kendaraan ini di sana. Berdasarkan peraturan baru Pemerintah Jepang, Bandara Internasional tidak lagi melayani penerbangan domestik, jadi aku mesti pindah bandara Itami untuk menuju Matsuyama. Perjalanan dari Kansai ke Itami memakan waktu kurang lebih 70 menit menggunakan bus. Tetapi ngomongin tentang Bandara, aku masih lebih terkesan dengan Bandara Changi di Singapore…. bener-bener hommy…. Indah dan hangat!

Pemeriksaan imigrasi lumayan lama dan antri cukup panjang. Dan ndilalah…. aku gak tau kenapa, aku termasuk yang diperiksa agak ketat, sampai tasku dibuka dan dilihat isinya. Bahkan souvenir yang aku bawa saja dibuka dan dilihatnya. Yah, ..dont worry, Saudara Tua…. aku gak bawa bom kok hehe…. Tapi ada bagusnya sih, karena tas koperku aku wrap plastik sejak di Yogya dan sekarang wrappingnya di buka oleh petugas imigrasi Bandara, aku jadi nggak perlu repot-repot buka wrappernya nanti ketika sampai Matsuyama…. hehe. Berpikir positif aja, selalu ada hikmah di balik suatu “bencana”…..

Pesawat commuter

Alhamdulillah, .. aku termasuk yang gampang tidur di mana saja hehe….. jadi aku fine-fine saja bisa tidur lumayan nyenyak di pesawat, bahkan di penerbangan Jogja-Denpasar, dan Osaka-Matsuyama yang pendek pun aku sempat terlelap. Ngomong-omong tentang pesawat,.. aku menikmati 3 jenis pesawat yang berbeda dalam perjalanan kali ini. Untuk route Jogja-Denpasar, pesawatnya ukuran sedang yang biasanya kita naiki untuk penerbangan domestik, dengan lay out 3 kursi masing-masing di bagian kiri dan kanan. Pesawat untuk route Denpasar-Osaka lebih besar lagi, dengan lay out kursi 2-4-2 untuk di kelas ekonomi. Naik pesawat ini rasanya lebih mantap aja, tidak terasa ada goncangan atau apa. Nah, yang ketiga ini yang agak mendebarkan…. dari Osaka – Matsuyama, aku naik pesawat kecil berbaling-baling dengan kapasitas 30-an penumpang, Japan Air Commuter, dengan lay out kursi 1-2, kiri dan kanan. Waduuh,… kalau yang ini aku tadi sempat agak miris juga. Apalagi cuaca tidak begitu bagus.  Pesawat lebih banyak terbang di dalam awan, jadi agak deg-degan juga karena beberapa kali seperti tergoncang. Sebelumnya aku berpikir untuk mengambil gambar dari atas pesawat. Dulu aku pernah menjalani route yang sama dengan pesawat sejenis, dan pemandangannya indah sekali dari atas. Terlihat ada jembatan panjang Shimanami Kaido yang menghubungkan pulau Honshu dan Shikoku. Tapi sayangnya saat ini cuaca tidak begitu bersahabat, sehingga pemandangan ke luar jendela berisi awan melulu… Jadi yah… gak jadi ambil gambar deh..!

 Sampai Matsuyama

Alhamdulillah, seperti ditulis di bagian atas posting ini, sampailah aku di Matsuyama dengan selamat dan disambut cuaca dingin dan gerimis. Sehabis lunch, Maeyama Sensei mengantarku ke hotel Shigenobu, yang berlokasi di dekat Ehime University School of Medicine, tempat studiku dulu. Sensei sempat mengajakku ke lab sambil menunggu waktu check in ke hotel. Hm… lab tidak banyak berubah. Sensei memberiku satu meja untuk aku nanti bisa bekerja selama di sini, plus koneksi internetnya. Semua masih terlihat sama, hanya ada sedikit perubahan pada lay out. Terbayang deh selama tiga tahun dulu berada di sini dengan berbagai suka dan dukanya… Berangkat jam 8 pagi pulang jam 8-9 malam setiap hari…  Orang Jepang memang workholic !!  Jadi ketika sampai di Indonesia lagi dan melihat jam 4 sore sudah lengang tanpa aktivitas di kampus, rasanya agak aneh….. karena di sini sampai jam 6-7 malam masih hiruk pikuk aktivitas lab hehe ……… tapi ya lama-lama biasa juga…

Matsuyama sendiri adalah ibukota Ehime Perfecture (semacam provinsi) yang berlokasi di Pulau Shikoku. Karena lokasinya yang agak selatan, iklimnya termasuk mild, tidak terlalu seekstrim seperti di Hokkaido misalnya, yang ada di Jepang utara yang selalu bersalju tebal saat winter. Seingatku dulu, di sini saat winter paling dingin ya “cuma”  sekitar minus 1 sampai minus 5 derajat Celcius. Mudah-mudahan aku gak perlu mengalami sampai sedingin itu deh…

Aku belum sempat mengeksplorasi lagi Matsuyama….. tentu sudah banyak perubahan sejak 4 tahun yang lalu aku terakhir datang kesini. Aku sudah bercita-cita mau mampir ke Kume Eki (Eki = stasiun), stasiun langgananku dulu jika berangkat ke kampus. Bapak penjaga stasiunnya masih yang dulu nggak ya? Aku juga mau cari takoyaki kesukaanku dulu yang dijual di dekat stasiun Kume hehe…… Di Jogja sekarang ada sih yang jual takoyaki, tapi itu takoyaki bo’ongan karena tidak pakai gurita di dalamnya(tako=gurita).  Aku mau jalan-jalan lagi ke Gintengai dan Okkaidoshopping arcade yang dulu sering kami kunjungi dengan bersepeda kalau hari minggu atau libur… Juga ke beberapa tempat lain yang dulu sering kami kunjungi, termasuk 100-en (hyaku-en) shop hehe… toko semua serba 100 yen..!

Well, tetapi sebelum itu semua, tentu aku harus menyelesaikan dulu bahan presentasiku untuk Pharmacological Meeting besok jumat…… Biasa deh, selalu bikinnya in the last minute hehe…… Lha kemaren belum sempat bikin selama di Indonesia.  Okey, kayaknya ceritaku hari ini cukup dulu…. aku mau istirahat dulu ah…. jaga stamina buat esok  hari.`


Aksi

Information

2 responses

24 11 2009
Irfan

Selamat ya bu Zulies..kami mantan mahasiswa ibu juga turut bangga. Semoga berhasil…

22 11 2009
Lutfi Chabib

Wah…
Ceritanya seru… serasa ikut dibawa kesana…
Semangat Prof… tidak kebayang bagaimana rasanya yg dulu pernah hidup dan tinggal disana cukup lama, dan kini kembali lagi…
kami tunggu cerita selanjutnya…

Semoga Rencana Berjalan Lancar, Sebuah Kebanggaan Luar Biasa ketika orang Indonesia (Prof. Zullies) berbicara di forum internasional.

Jawab:
Bukan forum international sih, mas Lutfi… cuma di forum Jepang aja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: