Liputan khusus Konser “4 DIPA” : balancing the hemisphere !

7 11 2009

Dear kawan,

Kali ini judul postingku agak heboh…. dan itu memang salah satu trik menulis, yaitu memberi judul yang “eye catching” dan bikin penasaran hehe…

Malam minggu ini ada acara lumayan langka di Fakultas Farmasi UGM, yaitu Pentas Seni dalam rangka Dies Natalis Fakultas yang ke 63. Jaman aku kuliah dulu sebenernya acara ini masih sering diselenggarakan, ada lomba penampilan seni setiap Angkatan, lomba olah raga, dll. Tapi beberapa tahun terakhir ini acara serupa sudah tidak pernah diadakan lagi, baru mulai lagi tahun ini. Nah yang akan kutulis kali ini adalah story behind the performance of “4 DIPA”… !!

Ceritanya,… mahasiswa meminta untuk ada penampilan dari dosen dalam pentas seni tersebut. Singkat cerita, bu Hilda yang dihubungi mahasiswa mencoba mengumpulkan “seniman-seniman” Fakultas untuk tampil. Mbak Hilda sendiri piawai memainkan beberapa alat musik, aku suka nyanyi walau suara pas-pasan (setidaknya ada niat dan semangat), lalu kami menghubungi Prof Lukman, gitaris di masa mudanya, dan Pak Sardjiman, sang gitaris juga. Lalu Jumat malam kami janjian untuk latihan di kampus sambil pilih-pilih lagu yang mau dimainkan. Sejak siangnya aku dan mbak Hilda coba cari-cari lagu dan liriknya lewat internet, di sela-sela menyiapkan kuliah. Ngga tanggung-tanggung, malamnya di kampus kami mencoba menyamakan persepsi dalam menyanyi dan bermusik sampai jam 22.30 malam hehe…… Tapi kok ngga terasa ngantuk yah dan waktu terasa berjalan cepat,…. padahal kalo ngerjain tugas, waduh…. baru bentar dah ngantuk!

Kami menyiapkan beberapa lagu. Pertama kami pilih lagunya Ebiet G Ade yang hampir selalu diputar di TV kalau ada bencana alam yaitu ”Berita Kepada Kawan”. Lagu-lagu Ebiet ini kita pilih karena cocok untuk akustikan. Semula sih aku pilih lagu “Untuk Kita Renungkan”…. tapi kata Pak Jimmy itu kurang populer dan kord gitarnya beliau belum familiar. Oke deh. Hm… lagu kedua sebenernya kami menyiapkan lagunya Letto, “Sebelum Cahaya”, untuk cadangan, tapi ngga jadi kami tampilkan karena waktunya dibatasin. Kami cari lagu lain yang easy listening dan kord-nya gampang…… Akhirnya kami menemukan lagu “Donna-donna”, lagu jadul banget tahun 1960-an yang dinyanyikan oleh Joan Baez, dan dipopulerkan lagi oleh penyanyi Sita RSD. Lagunya ringan dan manis. Dan lagu terakhir yang agak mendadak idenya adalah lagunya Doris Day, berjudul  “Que sera-sera”, yang di sini ngetop sebagai jingle iklan salah satu produk semen..hehe.

Hari H “Konser

Hari Sabtu pagi, kami dikejutkan oleh berita duka, wafatnya Prof Sasmito, salah seorang senior kami karena sakit. Proses wafatnya termasuk cepat, sehingga cukup mengejutkan, tetapi Insya Allah beliau wafat dengan khusnul khotimah. Amien. Jadi setelah paginya aku harus kasih kuliah selama 5 jam di Magister Farmasi Klinik, siangnya langsung takziyah. Sorenya masih harus menghadiri rapat Rumah Sakit Akademik UGM, dan menyempatkan latihan sebentar. Dan acara pentas seninya sendiri tentu harus tetap jalan, karena sudah dipersiapkan lama oleh mahasiswa. Dan itu melibatkan banyak sekali mahasiswa yang juga tampil di acara tersebut. Sedangkan penampilan dosen sebenernya hanya sebagian kecil saja dari acara tersebut. So, the show must go on…..! Dan di awal acara kami pun memanjatkan doa untuk alm Prof Sasmito semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Amien.

IMG_0229-edit

Penampilan "4DIPA" ki-ka: Hilda, Zullies, Mr. Jimmy, Mr. Lucky Man

Well,…. akhirnya sampailah pada saatnya tampil. Kalau di blantika musik Indonesia ada “3 DIVA”, aku memperkenalkan group kami sebagai “4 DIPA” haha….. Istilah DIPA sendiri sebenernya bukan istilah asing buat kami para dosen, apalagi aku sendiri sekarang lagi jadi Ketua Task Force Kegiatan DIPA WCRU Fakultas, sebuah kegiatan pengembangan fakultas, dari urusan akademik, riset, dan pengembangan sumber daya manusia yang didanai dari dana DIPA UGM menuju WCRU (World Class Research University).  DIPA di sini singkatan dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaranhehe… Jadi melintas aja nama itu di kepala saking familiernya. Cuma untuk group kami, DIPA itu singkatan dari “Dosen Ikut Pasang Aksi” haha….. ide yang muncul mendadak di kamar mandi. Tapi ini bukan nama paten lho… itu nama cuma asal comot saja. Mungkin untuk konser selanjutnya (hehe…kalo ada) kami perlu cari nama baru yang lebih keren….

Formasi untuk group “4 DIPA” adalah Prof Lukman (dengan nama panggung Mr. Lucky Man) dan Dr Sardjiman (nama panggung: Mr. Jimmy) sebagai gitaris untuk lagu “Berita kepada Kawan“, Mbak Hilda sebagai gitaris pada lagu “Donna-donna“, dan lagi-lagi Prof Lukman dan Mbak Hilda playing gitar pada lagu “Que sera-sera”. Aku sendiri posisinya sebagai tukang ngocol dan vokalis dengan vokal ala kadarnya haha…  Sayangnya foto yang aku punya kurang begitu siip pencahayaannya, kalau ada yang  punya foto yang bagus-bagus aku mau lho dikasih……!!

Well… lagu pertama “Donna-donna” mengalun manis (menurut pendengaranku sendiri, ngga tau kalau menurut penonton…hehe). Jangan salah… Donna itu bukan nama orang…. lagu ini menceritakan tentang sapi yang mau disembelih….. Ini liriknya:

On a waggon bound for market there`s a calf with a mournful eye.

High above him there`s a swallow, winging swiftly through the sky.

How the winds are laughing, they laugh with all their might.

Laugh and laugh the whole day through, and half the summer`s night.

Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don.

Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don.

“Stop complaining!“ said the farmer, Who told you a calf to be ?

Why don`t you have wings to fly with, like the swallow so proud and free?“

Calves are easily bound and slaughtered, never knowing the reason why.

But whoever treasures freedom, like the swallow has learned to fly.

IMG_0232-crop

salah satu performance "4DIPA"

Lagu kedua “Berita kepada Kawan” agak kacau sedikit haha….. padahal waktu latihan lumayan mulus….  Kayaknya suaranya sedikit “maksa” … Tapi ngga masalah, dosen kan memang bukan penyanyi …. jadi kalau salah dikit ngga boleh protes. Tapi kayaknya sih penonton cukup terpuaskan, buktinya waktu lagu kedua berakhir para penonton berteriak “ lagii… lagii!” hehe… Padahal sebelum naik pentas kami dipesan panitia untuk nyanyi dua lagu saja karena waktunya terbatas. Namun karena permintaan penonton (dan kami sebenernya juga udah menyiapkan 3 lagu), jadilah kami menyanyi lagi… lagu “Que Sera sera”…. Hmm…. kalau boleh sih kami pengen nyanyi terus haha…. 5 lagu juga mau…

Acara pentas seni sendiri berisi aneka penampilan lain dari mahasiswa, yang kali ini bertemakan “Tribute to Koes Plus”, jadi banyak menampilkan lagu-lagu Koes Plus. Selain itu juga ada pengumuman dan pemberian hadiah berbagai lomba kreativitas mahasiswa. Sayangnya aku tidak bisa mengikuti acara sampai selesai karena si kecil Hani yang kuajak minta pulang karena dah ngantuk.

Balancing hemisphere…

Aku melihat bahwa banyak sekali mahasiswa (maupun dosen) yang punya bakat-bakat seni yang besar. Aku sendiri juga punya sedikit bakat terpendam dalam hal menyanyi… Cuma terpendamnya dalaaaaam .. sekali haha, jadi sulit digali lagi. Aku rasa harus lebih banyak acara-acara serupa untuk mengekspresikan jiwa seni ini agar mendapat penyaluran yang pas dan kondusif untuk pengembangannya. Dan buatku itu sih penting….. istilahnya adalah untuk menyeimbangkan otak kiri dan kanan hehe…. balancing right and left hemisphere,… biar hidup seseorang menjadi lebih optimal. Setelah berhari-hari berkutat dengan kuliah, praktikum, penelitian, rapat ini dan itu, yang nota bene banyak memakai “otak kiri”, maka ada saat-saat untuk menggunakan “otak kanan”nya.

left_right_brain_xp

left and right hemisphere with their function

Teori perbedaan  fungsi otak kanan dan otak kiri telah populer sejak tahun 1960. Seorang peneliti bernama Roger Sperry menemukan bahwa otak manusia terdiri dari 2 hemisfer (bagian), yaitu otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsi yang berbeda. Atas jasanya ini beliau mendapat hadiah Nobel di bidang fisiologi kedokteran pada tahun 1981. Selain itu dia juga menemukan bahwa pada saat otak kanan sedang bekerja maka otak kiri cenderung lebih tenang, demikian pula sebaliknya.

Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Daya ingat otak kanan bersifat panjang (long term memory). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi misalnya. Otak kiri berfungsi dalam hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika. Walaupun keduanya mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi setiap individu mempunyai kecenderungan untuk mengunakan salah satu belahan yang dominan dalam menyelesaikan masalah hidup dan pekerjaan. Setiap belahan otak saling mendominasi dalam aktivitas namun keduanya terlibat dalam hampir semua proses pemikiran.

Ada baiknya jika seseorang itu seimbang untuk fungsi kedua otak ini….. Supaya tidak terlalu kaku sekali ketika menghadapi persoalan, atau sebaliknya terlalu emosional.

Penutup

Konser telah usai… tetapi telah menyisakan semangat untuk terus berlatih hehe…. siapa tau ada produser tertarik ngajak rekaman…..

Demikian saja liputan khusus konser “4DIPA”… sampai ketemu lagi di konser berikutnya (kalau ada..)….


Aksi

Information

5 responses

8 11 2009
Hartati Nurwijaya

4 DIPA kalau ada rekamannya mau mendengarkannya nih Prof. secara lagu Ebiet G Ade rumput yg bergoyang kesukaan saya.
Yang pakai topik terbalik siapa ya, wah gayanya anak muda sekali. Bravo he he he!

8 11 2009
Heri

makasih bu atas penampilannya,,,goyangan pak marchaban n pak bagus di lagu penutupan juga heboh,,,
sayang pak ronny ga jd ikut maen trumpet,,,

Jawab:
wah, sayang saya dah pulang duluan yaa… pinginnya sih sampai selesai, tapi anakku dah minta pulang…
Oke, sukses deh buat kalian…!! ntar kalau ada lagi, kita diundang saja hehe….

8 11 2009
Nanz

wah..berarti memang harus selalu seimbang ya bu… antara otak kiri dan kanan…^^ TOP deh bu, lanjutkan nyanyinya bu…semoga 4DIPA bisa merajai blantika musik kampus farmasi tercinta….=D

8 11 2009
Cakim

Hebring deh. Saya setuju banget klo acara seperti ini diterusin, misalnya tiap abiz ujian semesteran. Biar pusingnya hilang, biar hidup gak terlalu monoton, dan yg lebih penting adalah penyaluran bakat. Acara-acara seperti ini juga akan menjadi kenangan ketika kelak telah menjadi alumni. Untuk saya sendiri, acara itu seperti mengulang lagi masa-masa bahagia ketika menjadi mhs Farmasi. Hehe… Please go ahead !!

8 11 2009
tee

=) mengingatkan masa muda pasti yaah buu…ada videona gag yaah?t gag liaat niii..

jawab:
sekarang juga masih merasa muda hehe…. kayaknya sih ada mahasiswa yang merekam, tapi saya gak punya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: