My note (3): Ballarat journey..

24 10 2009

Dear kawan,

IMG_0115-crop

Menuju Ballarat city....

Judul posting ini mengambil nama sebuah kota kecil berjarak 110 km di barat Melbourne. Sama dengan Bendigo yang aku kunjungi dua hari lalu ketika melawat ke Fakultas Farmasi La Trobe University, kota ini merupakan salah satu kota bersejarah di Australia terkait dengan penambangan emas jaman dulu. Pada tahun 1851, John Dunlop dan James Regan menemukan beberapa ons emas di sungai Canadian di daerah Ballarat, dan saat itulah dianggap sebagai awal dari sejarah perburuan emas terbesar di dunia dan telah mengubah wajah Australia….. Ballarat saat ini menjadi kota yang cukup banyak dikunjungi wisatawan, karena memiliki berbagai tempat yang menarik. Ada Eureka Center, yang menggambarkan penemuan emas jaman dulu, ada observatorium, castle, Botanical garden, dll. Nama Ballarat yang terdengar agak aneh di telinga itu adalah berasal dari bahasa Aborigin: “Balla Arat”, yang artinya istirahat (rest) atau tempat berkemah ( “camping place”).

Yah,…. setelah tiga hari bekerja keras mikirin negara (haha…..), hari Sabtu ini kami memanfaatkan waktu untuk menambah wawasan tentang Australia,.. maksudnya jalan-jalan gitu loh… hehe.. Kami dijadwalkan pergi ke Ballarat, untuk bertemu dengan kanguru dan koala…..setelah sebelumnya bertemu dengan para profesor dan doktor dari Monash dan La Trobe University..

Namun sebelum ke Ballarat, kami akan menengok Festival Indonesia dulu, sebagai bentuk kecintaan kami pada negeri kita haha…. (gayane..). Pagi-pagi jam 10an dengan dipandu oleh dik Ika, kami berjalan menuju Federation Square, sekitar 10 menit jalan kaki dari Hotel, di depan Flinder Street Station. Di sanalah tempat diselenggarakannya Festival Indonesia, yang memperagakan berbagai budaya Indonesia di sebuah panggung besar. Wah, pas sekali, kami datang pas ada Festival Indonesia. Alhamdulillah, …. cuaca sangat bersahabat. Langit biru cerah dengan suhu yang cukup hangat. Di Federation Square sudah cukup ramai. Selain orang Indonesia sendiri, banyak juga orang-orang bule lainnya yang nonton dan ikut berpartisipasi disitu. Banyak stand-stand yang menjual makanan Indonesia. Dan ternyata banyak tuh, orang Indonesia yang ada di Melbourne… baik yang tinggal untuk studi atau yang menjadi permanent resident. Melbourne nampaknya memang tempat yang nyaman untuk tinggal. Dengan banyaknya universitas di kota ini, industri pendidikan merupakan salah satu motor perekonomian di sini. Perlakuan pada orang-orang dengan multikultur cukup baik, karena sudah biasa menghadapi orang dari berbagai negara.

Hmm… Setelah sempat menikmati empek-empek Palembang dan melihat-lihat sejenak, kami pergi menuju stasiun Southern Cross  untuk naik kereta menuju Ballarat. Setelah membeli tiket ke Ballarat yang harganya 28 dolar AUD, kami berempat pun memulai perjalanan ke Ballarat yang memerlukan waktu sekitar 75 menit dari Melbourne. Perjalanan cukup asyik aja, tapi yah… hampir sama seperti perjalanan ke Bendigo. Sesekali kami menjumpai peternakan domba atau sapi dari kejauhan. Bunga-bunga yang tidak diketahui namanya bermekaran indah mewarnai musim semi… kuning, ungu, merah muda, dll…

Oya, ada yang menarik sepanjang perjalanan kami di dalam kota Melbourne menuju stasiun. Aku melihat banyak wanita-wanita muda dengan baju resmi dan indah mengenakan topi bulu atau topi bunga bergerombol di pinggir jalan beserta para pria yang berbaju resmi pula. Olala…. ternyata mereka menunggu jemputan untuk  menonton pacuan kuda. Kata dik Ika, orang sini kalau mau nonton pacuan kuda pasti pake baju dan dandan heboh…. pernah kan lihat kaya gitu di TV ?..  Ya, kebetulan memang saat ini ada Melbourne Spring Carnival…. pacuan kuda bergengsi yang diselenggarakan sekali setahun pada musim semi, dan jadi tempat taruhan orang-orang berduit kelas dunia. Hm… aneh-aneh aja ya di dunia ini….

Tempat yang dituju di Ballarat tak lain adalah Ballarat Wildlife Park, sebuah taman yang penuh dengan kanguru, dan beberapa hewan lain yang ada dalam kandang, termasuk koala, wombat, emus, dan aneka reptil. Kanguru di Ballarat Wildlife Park ini tersebar bebas di lapangan yang cukup luas. Kita boleh memberi makan langsung pada kanguru dengan makanan yang sudah disediakan. Koala tidak sebebas kanguru, karena mereka cukup sensitif dan berbahaya jika merasa terganggu. Cakarnya yang tajam bisa merobek kulit kalau ia marah, jadi ketika kami berfoto bersama koala, ada petugas yang memandu dan mengarahkan. Lumayan lama berjalan-jalan di sini, kami kembali ke Melbourne jam 4 sore waktu setempat.

Yah, lumayan capek hari ini… tetapi cukup menyenangkan. Masuk hotel lagi jam 18.30an karena harus berjalan lumayan jauh dari stasiun ke hotel, lalu kumulailah menulis posting ini dan sebentar lagi mesti siap-siap packing untuk pulang besok. Cerita tentang cari oleh-oleh di Victoria Market sengaja tidak aku tuliskan …. takut ntar pada minta oleh-oleh…hehe…. sangunya terbatas je..

See you later in the next posting from Yogyakarta….

Iklan

Aksi

Information

2 responses

27 10 2009
moko

ibu…

Jawab:
maksudnya??

24 10 2009
Ridho

bu..bu… beneran nih pake kosakata “indon”??? hehehehhee…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: