Catatan tentang Blog dan Lebaranku tahun 2009

23 09 2009

Dear kawan,

Tak terasa hampir setahun usia blog ala-kadarnya ini, dengan jumlah  kunjungan sekitar 41 ribuan. Banyak masukan yang membangun dan memotivasiku untuk setia menulis. Katanya banyak pula yang terinspirasi oleh tulisan-tulisanku, hm…..  terimakasih atas apresiasinya.. Aku coba telisik lagi, posting pertamaku adalah tanggal 6 Oktober 2008. Hmm.. masih naif banget waktu itu…. dengan tulisan2 pendek dan mendaur ulang simpanan tulisan2ku yang tercecer di beberapa tempat… 

Tapi belakangan memang frekuensi menulisku sudah mulai berkurang. Bahkan sebulan terakhir ini hampir sama sekali tiada tulisan baru. Aku mencoba evaluasi lagi nasib malang blog-ku ini, yang jarang ku-update lagi…  Yang pertama, ada sedikit kejenuhan, .. semua hal rasanya sudah pernah kutulis. Mau nulis tentang obat, sudah banyak blog serupa. Yang kedua, aku pun makin selektif menulis…. semakin banyak yang membaca, ada semacam ‘beban’ untuk tidak menulis asal-asalan saja. Yah, walaupun pada dasarnya ini adalah blog untuk berekspresi pelepas penat, tapi tentu harus ada muatan yang bermanfaat. Yang ketiga,… belum ada lagi peristiwa2 istimewa di seputar keseharianku yang mendorongku untuk menulis..  Biasanya aku suka mencari ide tulisan dari pengamatan atau pengalaman sehari-hari yang kukombinasi dengan pengetahuan tertentu. Ada sih tentu hal-hal istimewa dalam 1-2 bulan belakangan, tapi itu terlalu pribadi dan bukan untuk konsumsi publik hehe……  Aku masih menulis, tapi untuk diriku sendiri. Aku kan harus ja-im haha…. (jaga image).  Jadi mohon maklum jika produktivitasku menulis di blog ini sedang rendah sekarang….

Kali ini aku mencoba membuat catatan kecil lebaran tahun ini, sekedar untuk dokumentasi aku sendiri… Dan catatan lebaran kali ini adalah yang pertama kubuat karena Blog ini memang baru mengalami sekali lebaran.

Era Face Book

Sekali lagi aku perlu menyebut-nyebut tentang Face Book dan harus angkat jempol dengan ide inventif penemunya untuk mengkreasi suatu media pertemanan yang sangat fenomenal abad ini. Terus terang… aku termasuk yang “tiada hari tanpa membuka Face Book” hehe… walau kadang hanya sebentar2 untuk menengok suasana hiruk pikuk di dunia maya. Face Book ini perlu kusebut karena benar-benar mewarnai suasana Ramadhan maupun Idul Fitri tahun ini bagi sebagian besar orang…..  Aku jamin!! Ada yang mengisinya dengan penuh canda-tawa, ada yang serius penuh pesan hikmah dan menggunakannya sebagai media dakwah. Termasuk aku juga yang kadang muncul ide-ide iseng dan jail untuk ditulis, namun sesekali juga menulis serius membawa pesan tertentu. Kadang berbau sentimentil pula hehe……. sesuai suasana hati. Face Book pula yang menjadi media utama mengucapkan selamat berpuasa atau selamat Idul Fitri, di samping SMS atau MMS. Kartu Lebaran jadi terasa jadul !! Pak Pos jadi berkurang pekerjaannya nih…..

Ramadhan 1430 H

Hmm, kawan…., aku merasa Ramadhanku kali ini tidak begitu optimal. Astaghfirullohal adziim. Aku tidak bisa cerita banyak… tapi pada bulan yang mestinya penuh pengendalian diri dan emosi, nampaknya aku lebih banyak gagal. Emosi masih berfluktuasi naik turun, kurang sabar, sensitif, mudah menangis, …. yah begitulah. Aku masih harus banyak berlatih.. Sampai-sampai aku berpikir, begitukah memang sifat wanita?…. Ah, mestinya tidak. Banyak wanita-wanita kuat yang berhasil menguasai diri dan mengendalikan emosinya dalam berbagai keadaan.

Apa penyebabnya? Hm…. biar jadi ranah pribadi saja hehe….  Mengapa ini kutuliskan? Aku hanya ingin memberi gambaran tentang kompleksitas manusia.  Bahwa walaupun seseorang punya daya nalar yang baik, seringkali logika kalah dengan perasaan…. sampai-sampai pernah kutulis di status FBku…. bahwa tidak mudah mengkompromikan akal dan hati.  Dan hal-hal serupa tentu akan sering kita hadapi di kemudian hari. Itu sungguh ujian hati yang berat… bagaimana untuk tetap berpegang pada bisikan kalbu yang jernih, yang  menuntun pada kebaikan. Dan aku hanyalah manusia lemah belaka…. dan nampaknya sedang berada dalam titik terlemah…

Ramadhan pun berlalu, menyisakan harapan semoga akan bertemu bulan mulia ini tahun berikutnya, dan akan menjalaninya dengan lebih baik. Amien.

Persiapan untuk lebaran

Persiapan lebaran aku lakukan ala kadarnya saja. Yang penting mengeluarkan zakat mal dan membagi bingkisan lebaran untuk tetangga kiri kanan yang kurang beruntung. Dan tidak lupa, memberi THR untuk dua asisten di rumah hehe….. Aku sendiri tak ada baju baru khusus. Beberapa saat sebelumnya sudah beberapa kali jahitkan baju yang kainnya pemberian dari teman-teman (thanks, teman-teman…). Dan sebaliknya, justru bongkar-bongkar lemari mencari baju-baju lama yang masih pantas diberikan pada yang membutuhkan. Paling cari baju untuk anak-anak, juga untuk para keponakan, karena ibuku ingin 10 cucunya memakai baju batik yang senada/seragam pada acara silaturahmi keluarga besar hehe… kaya panti asuhan saja..

Mudik Lebaran

Anak-anakku sudah mulai libur semingguan sebelum lebaran. Yang sulung malah sudah tidak sabar lagi untuk mudik ke rumah eyangnya di Purwokerto, dan secara khusus meminta eyangnya untuk menjemputnya mudik. Yah, si sulung kami memang cukup lama menghabiskan masa balitanya bersama eyangnya karena dulu dia ditinggal ketika kami (ayah ibunya) belajar di Jepang selama tiga tahun. Kebetulan ia juga kelahiran Purwokerto, jadi maklum saja jika ia merasa sangat dekat dengan eyang dan kota kelahirannya itu. Aku sendiri masih bertahan sampai hari terakhir masuk kantor, sampai sore hari.  Tapi hawanya sudah mulai hawa liburan hehe…. jadi agak santai, sambil kirim-kirim dan cek-cek e-mail dan persiapan untuk rencana benchmarking ke Australia bulan Oktober ini. Insya Allah.

Perjalanan mudik pada hari Jumat alhamdulillah berjalan lancar. Jalanan masih normal… dengan waktu tempuh Jogja-Purwokerto selama 4,5 jam dengan mobil sendiri, termasuk break untuk sholat jumatan. Sampai Purwokerto aku agak pangling dengan berbagai perubahan kota. Alun-alun yang dulu pernah jadi tempat banyak aktivitasku di masa kecil dan remaja sudah banyak berubah wajah. Pohon-pohon pinggir jalan banyak yang berkurang. Makin banyak saja bangunan-bangunan baru di sepanjang jalan menuju rumah ibuku. Hm… tiba-tiba saja aku jadi sentimentil menyusuri jalan-jalan kotaku dan mengenang semua yang pernah lewat dua puluh lima tahun yang lalu…. Lagi-lagi, Face Book tidak dilupakan….hehe… melalui mobile text via HP ku-update status FBku:… “Purwokerto, I’m coming!”….

Kerepotan lebaran

Menurutku, yang paling menikmati liburan lebaran adalah para asisten rumahtangga alias PRT. Sudah dapat THR, bebas dari pekerjaan pula. Sedangkan sang majikan gantian kerepotan mengurus segala pernak-pernik keperluan rumah. Begitu jugalah aku, terutama untuk urusan anak-anak, terutama sekali si bungsu yang baru 3,5 tahun. Wah,… aku tak pernah bisa lepas dari urusan si kecil, mulai dari bangun tidur, mandi, sarapan, nemani bermain, makan siang, tidur siang, mandi sore, makan malam, sampai tidur lagi. Terasa banget tidak mudah to be the real mother, though I am not a perfect mother. Paling lega kalau anak sudah tidur hehe…. bisa nulis-nulis seperti sekarang ini, bisa buka Face Book, cek e-mail, dll.

Adik-adikku sudah mulai pula berdatangan dengan keluarga masing-masing. Rumah ibu menjadi ramai dan mulai berantakan kayak kapal pecah. Maklum cucu-cucunya masih anak-anak yang sukanya main melulu dan belum punya rasa tanggungjawab untuk membereskan. Kerepotan bertambah saja. Tapi yah… Lebaran adalah kerepotan yang menyenangkan, dan kesenangan yang merepotkan, begitu kutulis di status FBku.

Aku sebenarnya sedang tidak ingin menulis yang sedih-sedih… tapi bagaimanapun kadang ada keprihatinan menyusup. Melihat keponakanku yang kecil-kecil sudah pandai berceloteh, aku ingat si bungsu kami Dhika yang masih terbatas percakapannya. Yah… itulah ujian kami juga, mudah-mudahan Allah akan memberikan yang terbaik bagi kami semua, Amien.

Hari Idul Fitri tiba

keluarga kecil kami di Idul Fitri

keluarga kecil kami di Idul Fitri

Alhamdulillah, hari raya telah tiba. Pagi-pagi kami sekeluarga besar berangkat bersama ke Alun-alun Purwokerto untuk sholat Ied. Kali ini untuk pertamakalinya si bungsu aku coba ajak untuk berangkat sholat Ied. Terus terang, aku agak sangsi apakah Dhika sudah bisa diajak ke acara semacam, karena Dhika memang sedikit hiperaktif dan tidak betah diam. Tapi bismillah… aku coba saja. Aku sudah siapkan mainan yang kuharap bisa membuatnya betah menunggu. Apa yang terjadi ?… Rakaat pertama berjalan dengan lancar, Dhika duduk manis di dekatku. Pada rakaat kedua, nampaknya ia mulai bosan. Tiba-tiba saja ia lari melalui lorong yang terbentuk dari jamaah sholat ied. Waduh, aku mulai tidak khusyu, tapi sempat berharap dia segera kembali. Ketika sholat selesai, Dhika tidak kembali. Wah, aku lumayan panik mencarinya. Aku sedikit berlari melewati orang-orang yang sedang mendengarkan khotbah sambil berkali-kali mohon maaf karena melewatinya untuk mencari Dhika. Sejauh mata memandang tak banyak yang bisa kulihat karena pakaian jamaah warna-warni dan sulit sekali mencari anak kecil seusia Dhika. Sambil aku memohon kepada Allah semoga Dhika ketemu, akhirnya aku menatap sosok kecil di kejauhan sedang asyik berlari kecil menyusuri pinggir alun-alun di dekat pohon beringin paling timur. Alhamdulillah, aku langsung berlari kencang, takut kehilangan sosok kecil itu. Akhirnya kutemukan dan kobopong Dhika untuk kembali ke tempat kami berkumpul. Ah,.. sungguh pengalaman yang cukup mendebarkan. Alhamdulillah, kami masih diberi kesempatan  menemukan Dhika. Dhika sungguh ujian bagi kami untuk menjaga dan merawatnya. Beri kami kekuatan ya, Allah. Amien.

Usai sholat Ied, suasana rumah cukup hiruk pikuk dengan makan opor ayam dan ketupat, sungkem dengan ibu dan saling bermaafan di antara keluarga, serta pertemuan keluarga besar RT tempat tinggal kami di Masjid dekat rumah. Ini Lebaran ketiga tanpa ayah yang telah meninggalkan kami tahun 2006 yang lalu. Kami juga sempatkan ziarah ke makam ayah untuk mendoakan beliau. Cuma ada yang sedikit menganggu, ketika kami lagi khusyu berdoa di makam ayah, keponakanku yang masih umur 3,5 tahun tiba-tiba menyanyikan lagu dengan lidah cedalnya  ”C lagi A minol D minol ke G ke C lagi….”…Lagunya Lupa-lupa Ingat-nya Band Kuburan…. Waah, ketawa deh semua…… dan berdoa harus diulang lagi.

Reuni SMA 1 Purwokerto

Setelah sehari sebelumnya kami bersilaturahmi ke Pekalongan dan kembali pada esok paginya, H +4 Idul Fitri alias tanggal 23 September diisi dengan acara Reuni SMA Negeri 1 Purwokerto Angkatan 1987 di sebuah restoran alam di dekat Baturaden. Lumayan banyak yang datang, dan kami cukup terkaget-kaget dengan penampilan beberapa teman yang banyak berubah setelah belasan tahun tidak ketemu. Ada yang jadi kelas berat, ada yang bertahan langsing, ada yang tetap awet muda, dan macam-macam lagi. Cukup seru dan heboh…!! Semoga forum ini bisa menjadi media untuk berbagi dan bertukar pikiran dan pengalaman, terutama buat kemajuan almamater tercinta.

Hm.. hari yang cukup melelahkan hari ini. Semua anggota keluargaku langsung tidur pulas lebih awal.. sehingga aku bisa bebas nulis banyak malam ini hehe……

Penutup

Demikian catatan lebaranku kali ini yang kutulis pada H+4. Pagi tadi aku sudah mendapat SMS dari Pak Dekan untuk membuat laporan singkat tentang kegiatan DIPA WCRU (World Class Research University) untuk Fakultas Farmasi di mana kebetulan aku menjadi Ketua Task Force-nya, karena akan dilaporkan dalam Pidato Dies Fakultas Senin mendatang. Artinya….. hm, liburan telah usai. Siap-siap lagi menghadapi berbagai aktivitas pasca liburan. Semoga akan menjadi hidup baru yang lebih baik…. Amien.

Selamat Idul Fitri

Mohon maaf lahir dan batin.


Aksi

Information

4 responses

15 10 2009
Wulan

Ternyata Ibu berasal dari Puerto rico juga toh (baca:Purwokerto..:) ). Suami saya juga orang Pwt Bu.. dan ex SMA 1 juga. meskipun angkatan jauh di bawah ibu.. Lulus 1998 sepertinya. Suasana Pwt enak ya Bu.. dan anak saya akhirnya merasakan pertama kalinya naik becak di sana.. dari dalemnya Eyang di Jend Sutoyo (depan deretan penjual mendoan itu) sampai alun2 trus balik lagi..🙂 Di Jkt nggak ada yang kaya gini..
Saya juga sangat menikmati suasana Pwt selama PKL di RSUD Margono selama 2 bulan.. wah tak terlupakan.. (apalagi sotonya.. nyammmm).
Rgds, Wulan FA’99

13 10 2009
moko

hmmm nikmatnya membaca blog ini serasa makan coklat. tetep semangat nulis ya bu

8 10 2009
Lutfi Chabib

Assalamualaikum Wr Wb
Wah saya ketinggalan baca catatan lebaran bu Zullies, facebook memang mengalahkan segalanya, saya berharap ada beberapa catatan yang memang tidak di ekspresikan di FB, cukup di Blog pribadi, biar para pembaca yang benar-benar dekat selalu menengok Blog ini…
Kalo Boleh berkomentar, terkait cerita ibu diatas : Dimana bu zullies sangat menyayangi dan berbagi dengan penduduk bumi, bahkan sampai meggunakan kata yang halus untuk 2 asisten rumah tangganya, dengan sudah berbagi dengan tetangga kiri kanan, di kampus berbagi ilmu dengan mahasiswa, saya Hakkul Yakin bahwa Seluruh penduduk Langit pasti akan sayang dengan bu Zullies sekeluarga, terutama akan selalu menjaga putra-putri ibu, dikala ibu beribadah apapun (baik mengajar, keluar kota/negeri untuk research atau bahkan sholat menghadap-Nya, seperti cerita diatas).
Sayapun yakin saat itu dek dhika pasti sedang dijaga malaikat/ penduduk langit lainnya disaat ibunya Sholat menghadap Allah.
Pernah ada cerita On Air dari Ibu Mustinah seminggu yang lalu di Editorial Media Indonesia, ketika kita mencintai penduduk bumi, maka penduduk langit akan menyayangi kita, setiap hari bu siti selalu bersedekah serta dalam doanya dia memohon diberi rizki yang banyak untuk nantinya bisa berbagi dengan fakir miskin, al hasil ketika gempa terjadi beliau sekeluarga, anak2nya selamat dari gempa, bahkan rumahnya tidak ada yang rusak sedikitpun, padahal tinggal di pasaman notabene pusat gempa, sesaat tersebut rumah tetangga kanan kirinya sudah hancur. Subhanallah…
Mohon Maaf Lahir Batin ya bu… masih di bulan Syawal🙂
Semoga Allah dan seluruh penduduk Langit menyayangi dan menjaga ibu sekeluarga… Amin Ya Robb…

Jawab:
Amien…
terimakasih atensi dan doanya, mas Lutfi…
jadi terharu nih….

8 10 2009
abdul rouf angk88

ASS.WR.WB MBAK TANGGAL 23/9 KAMI SEKELUARGA (SOLO, SURABAYA,MALANG &PURWOKERTO)JUGA KE BATURADEN DAN SEMPAT MAMPIR DI RESTORAN ALAM YG KIRI JALAN …. CUMA SEBENTAR KARENA PENUH SEKALI DAN PESEN MAKANAN LAMA SEKALI …. TERMASUK MBAK MAHANANI, DOSEN UNIV NEGERI SURABAYA YG TITIP SALAM UNTUK MBAK ZULIS ….. WAH MUNGKIN PENUHNYA PAS MBAK ZULIS REUNIAN ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: