Dosen sibuk dengan Face Book?

9 08 2009

rbon396l

Dear kawan,

Sebuah tulisan ringan saja di akhir minggu tentang Face Book dan dosen.

Demam face book makin merajalela saja…. Beberapa hari lalu, anakku yang masih kelas dua SD, si Hanisa, minta main “pet so ce ti”… Duh, apaan tuh, aku nggak mudeng… Katanya yang kayak dimainkan kakak Afan. Usut punya usut, ternyata itu adalah game di Face Book yaitu “ Pet Society”…. Dia minta pula “dibuatkan” Face Book atas namanya. Jadilah, oleh kakaknya dia dibuatkan account ke Face Book. Dia diajarin juga untuk cari teman dan invite teman… termasuk invite ibu dan bapaknya hehe… Sepupu-sepupu, tante-tante dan oomnya di-invitenya semua.

Yah… sebenarnya sih gak papa, karena memang sekarang adalah eranya internet… kasihan kalo dia gaptek sendiri… Tapi masalahnya, anak-anak sekarang jadi keranjingan internet…. Wah, repot sekali…. aku harus sering “teriak-teriaki” mereka untuk mulai belajar atau nyiapin pelajaran untuk hari besoknya. Asal ada waktu luang dikit saja, larinya ke internet. Kemarin ada tambahan lagi permintaannya,… “ Bu, aku pengin punya laptop sendiri kaya kakak”…. Waduh ..! Untungnya yang ini bisa diatasi dengan mengkoneksikan desktop computer di rumah dengan internet.. Semula dia pikir yang bisa internetan cuma laptop.

Yah… jaman bergerak cepat sekali…. kemajuan terjadi di segala bidang, utamanya teknologi infomasi, yang kadang bisa mempengaruhi gaya hidup manusia. Sungguh makin berat tugas orang tua jaman sekarang, untuk bisa bersinergi dengan kemajuan yang ada, jangan sampai kemajuan jaman justru mengarah menuju kemudhorotan.

Era Face Book sekarang juga mewarnai era baru hubungan antar manusia…  yang semula terpisah jauh oleh jarak dan waktu bisa bertemu di Face Book, termasuk antara dosen dengan mahasiswanya. Sekarang bukan jamannya lagi dosen sangar dan untouchable hehe….. dosen dan mahasiswa bisa berbagi informasi tentang hal-hal akademik maupun bukan. Seorang sejawatku dosen yang aktif ber-Face Book ria malah sampai tahu tentang mahasiswanya, si ini pacarnya siapa, si itu pandai bikin puding, si ini hobbynya apa, hehe….. Hmm, boleh juga….. asal nggak keasyikan sampai lupa tugas utama lho, Jeng…. (nama dirahasiakan).

Hm….omong-omong tentang dosen,  jadi ingat tentang profesi “dosen”….

Buatku sendiri, dosen bukanlah cita-citaku sejak kecil…. karena waktu aku kecil tidak ada yang memberiku informasi tentang profesi dosen. Tapi setelah aku selesai kuliah dan akan memilih jalan hidupku, aku memutuskan untuk mengambil jalan ini dengan banyak pertimbangan (aku pernah menulis ini somewhere in my blog) Alhamdulillah, ternyata pilihanku tidak salah. Di jalan ini pula aku bertemu dengan si dia yang kemudian menjadi ayah anak-anakku hehe…..

Dosen bukan pekerjaan yang menjanjikan secara finansial….. Aku ingat, dan masih menyimpan amplop gaji pertama suamiku (dosen juga) ketika kami baru saja menikah….. Amplop yang sudah berwarna kekuningan itu bertuliskan,” Gaji pertama yang kunafkahkan untuk istriku setelah dikurangi infak untuk adikku, Rp 100.000,– Rp 20.000,- = Rp 80.000,00” hehe….. bisa dibayangkan betapa limited-nya (waktu itu tahun 1995 akhir). Ia masih harus membiayai adik bungsunya untuk kuliah. Gajiku sendiri tidak jauh-jauh dari itu… Padahal kerja di Industri farmasi , setahuku waktu itu gajinya sekitar Rp 350-400 ribuan.  Mungkin lebih.  Tapi alhamdulillah, gaji dosen yang kecil tetap kami syukuri…. Dan kesyukuran dan keikhlasan kami mungkin telah membawa ijin Allah untuk kami belajar ke Jepang bersama-sama. Dari situ kami bisa menabung agak banyak dan bisa bernafas lebih leluasa…  Bahkan bisa berhaji bersama dan menghajikan ayah mertua pada tahun 2005. Alhamdulillah….

Nah, kembali ke profesi dosen… bagaimanapun aku sudah terlanjur mencintai profesi ini…. Dan syukurlah ia pun mencintai aku hehe…. sehingga aku banyak diberi kesempatan dan pengalaman luas menyelami ilmu, bisa jalan-jalan ke negeri orang, dan income financial pun mengikuti seiring dengan kinerja kita. Profesi ini menjanjikan keleluasaan berimpovisasi dalam hidup sehari-hari….  Mau rajin apa mau malas, terserah kita. Mau naik pangkat atau tidak, terserah kita….dan apa yang kita peroleh akan tergantung dari aktivitas kita…

Aku menikmati saat mengajar di kelas, menjelaskan sampai paham, dan ada kepuasan tersendiri jika bisa membuat mahasiswa paham dengan apa yang kita ajarkan. Mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat yang pahalanya tidak putus-putus. Amien. Memang harus ada usaha keras bagaimana mengajar yang enak, jelas, dan tidak boring. Hm…. beberapa mahasiswa bilang sih aku ngajarnya lumayan enak dan sistematis hehe…. (ge-er). Lha, gimana, .. kalau nggak sistematis kan aku sendiri yang bingung waktu mau ngajar. Namun aku juga menyadari bahwa mahasiswa sekarang juga jauh lebih maju daripada jaman aku mahasiswa dulu. Mahasiswa bisa jadi lebih dulu “melek informasi” ketimbang dosennya, jika sang dosen tidak berusaha meng-update ilmunya. Dosen kan cuma menang baca duluan hehe…… kalau keduluan mahasiswanya ya bakalan mati kutu di kelas. Nah, makanya ketika Universitas menawarkan hibah untuk pengembangan metode pengajaran yang  membangun hubungan lebih serasi antara dosen dan mahasiwanya, aku coba apply dan berhasil mendapatkan hibah tersebut. Sudah pernah aku ceritakan di somewhere in my blog, bahwa aku membuat milis kelas untuk berdiskusi dan berbagai informasi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Konsekuensinya, aku mesti sering online… disamping tetap menyediakan waktu untuk bertatap muka di luar kelas jika dibutuhkan. Thanks for semua participants di kelas, kalian telah membuat kelas kita lebih berwarna. Aku juga sering dapat info atau inspirasi baru dari kegiatan kelas maupun online.

Nah selain milis, Face Book pun sekarang jadi media komunikasi yang sangat efektif….  Kadang ada konsultasi atau pertanyaan yang dilontarkan untukku lewat Face book, pernah pula aku menerima undangan sebagai pembicara di sebuah Seminar yang diawali dari komunikasi melalui Face Book.

Dosen tak lagi menjadi sosok misterius dan angker….. Profesor juga boleh gaul kan? hehe….. walaupun mungkin tak bisa sekerap mahasiswanya untuk Face-Bookan… maklum, urusannya makin banyak, baik urusan kantor maupun urusan domestik rumahtangga. Belum lagi kadang harus “rebutan” internet dulu dengan anak di rumah…..

Oke, selamat berFace Book ria….

Iklan

Aksi

Information

4 responses

8 10 2009
Engkong Areep

buk izin masang feed blog ibu di blog komunitas, lagi uji coba buat blog komunitas 🙂 jadi tulisan ibu bisa langsung tampil di blog komunitas farmasi

jawab:
silakan, dik… tapi aku mulai kurang produktif nih…
tapi gak papa sih…

14 08 2009
superkecil

Ibu boleh usul??
di tulisan Ibu di atas ada “somewhere in my blog”
sepertinya akan lebih ‘nice’ jika di link ke tulisan terkait
sehingga netters lebih mudah melacak…
dan lagi, satu pengunjung tidak hanya mengunjungi tulisan Ibu yang ini..
blogstat bisa naik juga..

tentang tulisan di atas..
imuz jadi pengen senyum.. 😆

Jawab:
Dear Imuz, sebenernya sih emang nice-nya gitu…. cuma kadang tangan ini malas bikin linknya… atau pas internetnya lelet, jadi males nunggu proses nge-linknya..
Anyway, thanks

12 08 2009
Yus

Sukses ya dengan inovasinya . . . . Bagaimana tanggapan rekan rekan ibu sesama dosen dengan proyek pengembangan metode pengajaran yang membangun hubungan lebih serasi antara dosen dan mahasiwanya. Soalnya tidak semua dosen mau terbuka dengan mahasiswanya, ada juga yang masih jaga image. Khawatir kalau terlalu deket ntar diremeh’in, he he he.

Jawab:
Saya belum tau komentar teman-teman dosen, tentu ada yg cocok ada yang tidak. Cape deeh kalo harus “ja-im” terus…. apa adanya saja, dan mahasiswa tetap menghormati kalau kita memang layak untuk itu hehe…. Biarpun dekat dg mahasiswa, yang penting konsisten dalam penegakan aturan.. Insya Allah tidak akan diremehkan..

9 08 2009
lawliet90

nice…. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: