Bahaya alkohol mengintai kita…

2 08 2009

Dear kawan….,

alcoholAku yakin pembaca blog ini sebagian besar tidak begitu “aware” dengan bahaya alkohol… Bukan karena tidak tau atau tidak pernah membaca, tapi lebih karena jarang menyentuh apa lagi meminumnya (begitu mudah-mudahan). Termasuk aku sendiri pun, kalau nggak diajak Mbak Tati (Hartati Nurwijaya) menulis buku tentang ini, aku ya hanya tau sekedarnya saja….. karena merasa tidak berkepentingan, karena nggak pernah minum, dan Insya Allah tidak akan minum.

Tapi kawan, ….

kalau kita pelajari lagi dan lihat sekeliling kita….. betapa sebenarnya alkohol dan teman-temannya (drugs, narkoba) sudah mengintai di setiap sudut kota. Alkohol adalah salah satu pintu masuk untuk mengenal drugs dan menjadi salah satu penyebab utama kriminalitas remaja dan dewasa. Fenomena kecanduan atau bahaya alkohol seperti “fenomena gunung es”, yang hanya kelihatan puncaknya saja, tapi ternyata di bawah banyak sekali kejadiannya. Berita yang muncul di koran tentang matinya secara sia-sia beberapa orang akibat menenggak miras hanyalah nol koma nol sekian persen dari jumlah kejadian sebenarnya. Hal ini didasarkan fakta bahwa sebenarnya sejarah alkohol sama panjangnya dengan sejarah peradaban manusia itu sendiri.

Ini diketahui melalui hasil penelitian para ahli arkeologi bahwa minuman alkohol muncul pertama kalinya dari zaman peradaban Mesir kuno. Dari sinilah minuman alkohol berkembang hingga kini, dan masih menjadi bagian dari peradaban manusia. Kemudian dilanjutkan dengan sejarah alkohol di zaman Yunani kuno dan Romawi kuno. Dari sejarah tadi bermunculanlah berbagai jenis minuman beralkohol di berbagai belahan bumi, masing-masing dengan kekhasan pembuatannya, yang tidak lepas dari budaya setempat. Perancis terkenal dengan wine-nya, Rusia dengan vodka, Jepang dengan shochu dan sake, dan masih banyak lagi daerah-daerah menghasilkan minuman beralkohol yang khas, tidak terkecuali berbagai daerah di Indonesia. Tuak, arak, brem, ciu, lapen adalah sedikit saja dari macam minuman beralkohol tradisional di Indonesia.

Sekarang dengan era globalisasi, semakin mudah pula penyebaran budaya, termasuk budaya minum alkohol. Masih “untung” mayoritas penduduk kita adalah muslim yang notabene mengharamkan alkohol, sehingga kelihatannya budaya minum alkohol belum menjadi budaya kita. Tapi bukan rahasia pula bahwa banyak mereka yang mengaku muslim, tetapi minum alkohol pun tak dipantang.

Setelah menyadari bahwa lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya, sekarang di negara-negara yang punya “budaya” minum alkohol pun sudah mulai muncul gerakan-gerakan untuk berpikir ulang untuk minum alkohol – rethinking for drinking. Sebuah website yang disponsori oleh Pemerintah Amerika Serikat dan jajarannya (http://rethinkingdrinking.niaaa.nih.gov/ ) telah mengajak masyarakatnya untuk berpikir ulang untuk minum alkohol. Karena yang banyak itu pasti dimulai dari yang sedikit. Mereka menerbitkan booklet dengan judul Rethinking drinking: Alcohol and Your Health yang dapat diperoleh secara gratis.

Nah, keprihatinan terhadap bahaya alkohol untuk para generasi penerus bangsa inilah yang menjadi dorongan kami (Mbak Tati dan saya) untuk mewujudkannya dalam buku yang sekarang dalam proses penerbitan. Dalam buku itu dipaparkan berbagai macam minuman beralkohol dari berbagai penjuru dunia dan budaya minum alkoholnya. Beberapa kisah peminum alkohol dan akibatnya juga disampaikan, demikian pula efeknya, baik secara fisik maupun psikis dalam sudut pandang kesehatan. Tentu saja beberapa cara mencegah atau mengobati kecanduan alkohol juga diuraikan dengan gamblang. Terimakasih atas semua rekan dari berbagai belahan bumi yang sudah berkontribusi untuk buku ini.

Just for your info saja……

Tahukah kalian, kawan, bahwa jenis alkohol itu ada yang hanya merupakan hasil fermentasi dan ada juga yang didestilasi setelah fermentasi? Itu yang disebut jenis beer dan spirits, di mana spirits ini kadar alkoholnya lebih tinggi yang diperoleh dari proses destilasi. Sebuah tulisan pada jurnal Alcohol terbitan Mei 2009 (Vol 43, hal 185-195) melaporkan bahwa jenis alkohol yang diminum dapat mempengaruhi keparahan dari ketergantungan alkohol dan kepatuhannya terhadap pengobatan kecanduan alkohol. Baltieri, dkk menemukan bahwa keparahan ketergantungan alkohol lebih banyak dijumpai pada peminum spirits ketimbang beer, demikian pula kepatuhan pecandu spirits terhadap pengobatan kecanduan alkohol lebih kecil ketimbang pada pecandu beer, sehingga perlu dicarikan metode yang lebih baik untuk mengatasi kecanduan spirits.

Di Indonesia, bentuk spirits ini tidak banyak dijumpai pada minuman beralkohol asli Indonesia. Tapi yang lebih memprihatinkankan adalah banyaknya minuman-minuman oplosan yang umumnya dikonsumsi masyarakat kalangan ekonomi lemah, sebagai bentuk “pelarian” dari himpitan kehidupan. Sedih sekali melihatnya. Mestinya ada upaya dari berbagai pihak untuk bisa menekan penggunaan miras ini dengan lebih sistematis, sekaligus pemberian informasi yang lebih luas mengenai bahaya alkohol. Kampanye Bahaya Alkohol ke berbagai penjuru tanah air yang memiliki korban miras tinggi merupakan salah satu upaya yang akan kami lakukan (Insya Allah) bersamaan dengan peluncuran buku ini. Siapa ya yang akan mendukung? Kami sangat terbuka untuk mendapat dukungan semua pihak, baik moril maupun materiil. Mungkin ada yang mau ngasih penginapan gratis, atau akomodasi dan transportasi, atau apalah hehe…….. Silakan kontak saya saja melalui blog ini…

Demikianlah, ini iklan untuk buku kami : “Bahaya Alkohol dan Cara Mencegah Kecanduannya” yang mudah-mudahan akan segera diterbitkan oleh PT Elex Media Computindo hehe…..  Beli yaa…..

About these ads

Aksi

Information

12 tanggapan

23 11 2011
ita

bu, tolong email address bu Hartati Nurrwijaya, tk

jawab
e-mail addressnya : tatia30@yahoo.com

4 12 2010
abu syifa

Tiap tahun pasti minum alkohol…………….alias makan Tape ketan ????????????

29 11 2010
dhieka cliquers or shiety embem

alkohol sangat berbahaya bagi tubuh kita ,maka dari itu bagi para remaja untk menghindari minuman keras

17 02 2010
Cancer house

Bu,smgd truz dmi kemajuan gnrasi muda kta.Alhamdulillah q lum pnh nyicipi,tu brang.N jgn smpe deh…Amin

26 10 2009
tantri

bag1 ParA PEMUdA 1NDONESIA

JANGANLAH eNgkau mRuSAK

cITRa bAngsA InDonESia ne………………………………

okEy………..mAmen…………………..

16 09 2009
Hasanudin Abdurakhman

bu prof,
bahaya alkohol itu menurutku sangat tergantung pada jumlah yang kita minum. bener nggak?

Jawab:
betul, mas Hasan.. dikenal ada kurva J… alkohol dlm jmlh kecil sampai kadar tertentu akan menurunkan angka kematian, tapi ketika dosisnya meningkat, angka kematian menjadi meningkat.

25 08 2009
ayu

Salam kenal bu Zullies ..
Kebetulan saya tertarik sekali membahas Alkohol, karena saya alergi minuman berAlkohol. Selama ini saya baru 2 kali minum minuman berAlkohol, cuma penasaran pengen nyoba aja. Yang pertama minuman racikan di tempat dugem, yang kedua merk “*** Label”. Setelah minum keduanya timbul ruam kulit, kemerahan dan gatal hampir seluruh tubuh.
Sekarang saya menghindari minuman, makanan, maupun obat yang mengandung alkohol. Kira2 apa ya kandungan dalam minuman tersebut yang membuat saya alergi? Dan apakah ini memang berarti saya alergi terhadap semua yang mengandung alkohol?

Jawab;
dear Ayu, salam kenal kembali..
Sangat mungkin Anda memang alergi alkohol… Hm, Anda perlu berterimakasih karena “dipaksa” menjauhi minuman beralkohol ;) Kandungan yang membuat alergi ya alkohol itu sendiri, atau etanol. Kemungkinan besar Anda akan alergi trhd semua yang mengandung alkohol…

10 08 2009
Yus

Saya masih ingat sekitar tahun 1988 an biasa minum obat batuk yang mengandung alkohol dgn % yang rendah (sekitar 5%). Saya rasakan saat itu cukup ampuh juga obat tsb (lupa merknya tapi dijual bebas). Sebetulnya apa manfaat penambahan alkohol di obat tsb.

Jawab:
Alkohol itu temasuk pelarut yang baik sekali untuk banyak bahan obat, mas Yus. Banyak bahan obat yang tidak larut dalam air, tapi larut dengan bantuan alkohol. Kalau cuma segitu, mungkin efek bahayanya tidak signifikan. Tapi dengan makin berkembangnya concern tentang halal-haramnya alkohol, maka mulai banyak produsen obat menghindari alkohol sebagai pelarut. Juga untuk sediaan obat bagi anak-anak.

5 08 2009
rafila

Bu…kalo tape ada alkoholnya ngga yach?

jawab:
ada

3 08 2009
Zhai Azhary

wah…

stuju bangetz ma kampanye yg nie bunda..
alkohol, drugs emank bahaya dan sya menambahkan satu lagi.. rokok…
di negara kita memang bebas sekali penjualan barang2 nie dan nyarinya gampang..
semua bisa beli, gak peduli anak-anak yg penting ada uang ada barang, beda sekali di negara2 maju yg sangat keras dengan peraturan2 ini, mereka gak bisa beli sembarangan dan ada batasan umur yang jelas….

hal yang nyata2 merusak masih dikonsumsi…
merusak diri sendiri sama aza berbuat dzhalim ke diri sendiri yang nyata2 dosa….
so let’s fight… hehehe…..
mudahan bukunya ntar bisa diliat di rak-rak buku di kota saya ya..
SmangAdh terus bun’….

Jawab:
Thanks dukungannya..

2 08 2009
Lutfi Chabib

hahaha…
pastinya ada buat bu zullies, cendranata kecil… besok saya kirim bareng buku yang saya janjikan bu…
sepertinya ada tawaran ngajar di malaysia bu… berkah dari singapore, tawaran gaji pertama 5000 ringgit ( waduh bisa naikin haji emak bapak dikampung kerja setahun ya bu…) tapi masih gamang diambil apa tidak, secara bahasa inggris gratul2 plus ada beberapa penelitian internal yang belum selesai (wuihh sok neliti; yo kalah jauh sama empunya ini…:-)), and perpanjangan kontrak baru untuk setahun kedepan di *** baru di teken, (kok jadi curhat ya…) moga2 aja mahasiswa nggak ada yang baca ntr bisa dilaporin… yach mohon doa restunya bu… cita2 saya ndak banyak mung pengin nyekolahin adek2 saya sama naikin haji bapak emak dikampung, kalo tuhan memberi lebih itu mah bonus… :-)
Sukses selalu bu Zullies…

2 08 2009
lutfichabib

Bismillah… sukses dengan bukunya bu Zullies bareng bu Tati…
Semoga kelak bisa dicetak dalam berbagai bahasa, agar bermanfaat bagi semua umat dibelahan bumi…
Saya yakin orang baik, pasti akan mendapatkan yang terbaik, apalagi untuk kemaslahatan umat manusia dalam mengentaskan dari bahaya “alkohol”.

Jawab:
Amien, terimakasih mas Lutfi…. Mana nih oleh-olehnya dari Singapura?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 378 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: