Mengintip dunia kecilku: bikin proposal riset…

24 07 2009

Dear kawan,

Alhamdulillah, aku sudah balik lagi ke Yogya dengan selamat…. (kayak dari mana aja hehe……). Kemarin pagi aku berangkat ke Jakarta, tepatnya ke Puspiptek Serpong untuk mempresentasikan proposal penelitianku tahun kedua yang akan didanai oleh Kementrian Negara Riset dan Teknologi (KNRT), jadi sering disebut penelitian Ristek. Presentasinya sih cuma sekitar 45 menit di hadapan para reviewer, dan alhamdulillah… berjalan lancar-lancar saja. Petangnya dah balik lagi Jogja. Perjalanan pun lancar, tidak ada delay pesawat, jam 19.40an sudah mendarat dengan mulus di Bandara Adisucipto. Cuaca pun cerah. Tinggal tunggu hasil nih…. mudah-mudahan bisa kayak Pak SBY hehe…. : Lanjutkan…. Lanjutkan!

pura-pura penelitian...

pura-pura penelitian...

Omong-omong tentang proposal penelitian, ada kawan yang minta aku menuliskan kiat-kiat membuat proposal penelitian biar bisa joss gitu lho…… Hm, sebenarnya sih aku juga nggak jago-jago amat menyusun proposal penelitian. Mungkin lebih karena faktor “luck” dan suka mencoba  hehe…. jadi lumayanlah….  kalau melihat list of my research activities di blog ini, cukup banyak juga penelitian-penelitian yang sudah aku lakukan. Dan dana-dana riset yang sempat aku peroleh (tidak ditampilkan karena alasan etika hehe…) berada pada rentang yang cukup luas, dari yang “kecil” senilai 30 jutaan, sampai yang ratusan juta-an. Untuk Penelitian Ristek yang lumayan bergengsi ini, aku sempat tembus dua kali, yaitu tahun 2007 dan 2009. Tahun 2007 aku mendapat insentif untuk Riset Terapan selama 2 tahun, dan tahun 2009 ini aku mendapat insentif Riset untuk Katagori Riset Peningkatan Kapasitas IPTEK dan Sistem Produksi. Aku mendapat dana (grant) untuk tahun pertama, dan sedang berjuang untuk mendapatkan dana tahun kedua. Mudah-mudahan nanti juga ada tahun ketiga, karena penelitian ini memang aku rencanakan selama 3 tahun. Pada tahun yang sama ini (2009), proposal penelitianku yang lain juga berhasil didanai oleh UGM untuk jenis Penelitian Kolaborasi Internasional. Untuk ini aku bermitra dengan profesor pembimbingku waktu studi S3 dulu di Jepang. Dan saat ini aku masih berharap-harap cemas untuk sebuah proposal yang aku ajukan ke DIKTI beberapa saat lalu untuk kategori Penelitian Kolaborasi Internasional, tapi untuk topik yang sama sekali berbeda dan dengan mitra luar negeri yang berbeda.  Hehe…. gayanya sok saintis banget ya…….

Bagaimana sih caranya menulis proposal penelitian ?

Hm… penelitian tentu berawal dari sebuah “research question”…. sesuatu yang kita tidak tahu dan ingin mengetahui jawabannya. Untuk itulah kita mengadakan penelitian. Ide penelitian bisa berasal dari mana-mana… Aku biasanya mengandalkan insting saja ditambah baca-baca literatur. Yang jelas harus original, dapat menghasilkan sesuatu yang baru yang belum ada sebelumnya. Sesuatu itu bisa suatu produk, atau suatu pernyataan atau jawaban atas sebuah pertanyaan.

Untuk jadi “proyektor” alias mroyek penelitian, kita tentu perlu menyesuaikan dengan aturan dari penyandang dana, topik-topik apa yang lebih disukai untuk didanai. Dalam panduan penulisan proposal, biasanya disebutkan secara detail apa-apa yang harus ditulis dan topik apa yang menjadi ruang lingkup pendanaan. Kebetulan latar belakang ilmuku adalah farmasi, khususnya farmakologi, maka  topik-topik yang kukembangkan terutama adalah pengembangan obat baru atau uji farmakologi suatu bahan baru (bisa bahan alam atau sintetik) untuk suatu efek tertentu.

Kalau ditanya kiat-nya apa supaya bisa berhasil, aku bingung juga… apa ya? Coba kuurutkan satu-satu bagaimana sistematika proposal penelitian…

1. Latar belakang penelitian atau pendahuluan

Ini bagian yang sangat penting yang menentukan apakah suatu proposal atraktif atau tidak bagi penyandang dana (yang diwakili oleh reviewer). Kita harus bisa secara meyakinkan menulis bahwa penelitian ini memang sangat penting  dan sangat bermanfaat jika penelitian ini bisa terlaksana. Misalnya : bisa meningkatkan daya saing produk berbasis bahan alam pada pelayanan kesehatan formal, mengurangi ketergantungan terhadap produk ekspor, atau apalah….. tergantung topik penelitian. Mungkin perlu dengan kalimat-kalimat yang sedikit bombastis, tapi tetap relevan… hehe….

2. Rancangan dan metode penelitian

Ini juga sangat krusial untuk menunjukkan bahwa penelitian kita akan dapat mencapai tujuan karena didukung dengan metode yang shahih/valid. Walaupun ide penelitian kita bagus dan hasilnya sangat bermanfaat, jika disain penelitiannya tidak sesuai tentu akan diragukan keberhasilannya. Sebuah penelitian untuk mengetahui/mempelajari efek dari suatu “jamu masuk angin” misalnya, atau mau mengembangkan obat baru untuk obat “masuk angin”, memerlukan metode yang valid untuk menentukan parameter efek jamu “masuk angin”. Apakah akan melihat efeknya menghangatkan badan, efeknya terhadap mual atau kembung, atau yang lain. Alat ukur apa yang dipakai juga sangat penting. Istilah masuk angin sendiri tidak dikenal secara medis, tetapi nyatanya di masyarakat sangat familiar dan banyak jamu yang diindikasikan sebagai jamu masuk angin… wesewes-ewes… baablas angine hehe….. ! Dari segi disain penelitian sendiri, maka disain yang paling pas adalah rancangan penelitian eksperimental, yang memerlukan ada kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok kontrol tidak mendapatkan obat, sedangkan kelompok perlakuan mendapatkan obat, lalu diukur parameter2 yang telah ditetapkan tadi. Pelaksanaannya bisa pada hewan uji atau langsung pada manusia. Jika pada hewan, maka parameter dan alat ukurnya harus dipilih yang sesuai, karena hewan tidak bisa ngomong untuk menceritakan apa yang dirasakan. Namun jika ujinya akan dilaksanakan pada manusia, tentu harus memenuhi etika pada manusia. Biasanya proposal harus direview dulu oleh suatu komite etik penelitian pada manusia, jika oke maka akan mendapat “ethical clearance”.

Jika suatu uji akan menggunakan hewan uji, maka harus dipilih hewan uji yang sesuai dengan tujuan penelitian. Efek obat terhadap kontraksi trakea yang diinduksi histamin misalnya, biasanya menggunakan marmut sebagai hewan uji, bukan tikus, karena tikus tidak memiliki reseptor histamin pada trakeanya. Pokoknya antara tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian dengan rancangan dan metode penelitiannya harus match.

Yah… semacam itulah….. kira-kira.

3. Sumberdaya manusia yang tersedia

Dalam sebuah proyek penelitian yang agak besar, tentu tidak mungkin dikerjakan sendiri oleh satu orang. Untuk itu perlu ada anggota, dan anggota peneliti tentu harus yang memiliki kompetensi yang relevan dengan topik penelitian. Hal ini biasanya terlihat dalam biodata peneliti yang harus disertakan dalam proposal.

4. Usulan biaya

The last but not least adalah usulan biaya. Usulan biaya harus cukup masuk akal dan sepadan dengan volume penelitian dan hasil  yang diharapkan. Jika terlihat terlalu mengada-ada malah akan diragukan, dan sangat mungkin biaya yang disetujui jauh lebih kecil dari yang diusulkan. Item-item biaya perlu diuraikan sedikit rinci untuk lebih meyakinkan reviewer bahwa kita paham betul medan kerja yang akan kita kerjakan.

Nah, kawan…

Begitu kira-kira gambaran umumnya. Hehe…. sory, ya, kalau cuma begini saja. Yah, aku nggak bisa nulis terlalu rinci, nanti bisa panjang sekali kalau mau pake contoh-contoh. O,ya…. satu lagi, kadang kita diminta mempresentasikan proposal penelitian kita di hadapan reviewer seperti yang aku lakukan di Serpong kemarin. Yang penting adalah percaya diri saja dan bisa menjelaskan dengan meyakinkan apa yang akan kita kerjakan.

Sekali lagi, proposalku juga tidak selalu berhasil…. tapi jangan pernah lelah mencoba. Proposal yang gagal bisa jadi bahan proposal baru dengan perbaikan di sana-sini.

Begitulah…. sedikit berbagi. Semoga bermanfaat.

Iklan

Aksi

Information

5 responses

24 11 2014
w.waluyo

wah kalau gitu kenal sama proff.hamzah hilal ,donk bu.

22 03 2011
Tri Yuliani

Mengenai batas honor 30% total anggaran
ada di undang-undang mana ya Prof?
Mohon infonya. Setahu saya,
30% belanja bahan.
Tks.

jawab:
Kalau undang-undangnya mestinya ada, tapi secara persis saya tidak tahu, mungkin mengacu pada aturan Menkeu. Tetapi hal tersebut umumnya selalu ada dalam panduan penyusunan proposal mengenai biaya. Umumnya usulan biaya dalam proposal terdiri dari komponen : Gaji dan upah, Bahan habis pakai, Peralatan, Perjalanan, dan lain-lain. Jika memang tidak ada peralatan dan perjalanan yang dibelanjakan tidak harus diisikan. Tapi untuk Gaji dan upah umumnya diberi batasan 30%. Selebihnya untuk 4 komponen sisanya. Demikian pengalaman saya.

28 07 2009
Yus

Terus kalau hasil penelitian itu buat siapa sih, apa dirasakan juga oleh pihak luar.

Jawab:
Yah, mungkin belum semua bisa dirasakan oleh banyak pihak… tapi pasti ada lah yang sudah memanfaatkan. Mungkin publikasinya kurang, sehingga banyak yang belum tau apa hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat…

28 07 2009
Yus

Kalau melihat cerita di atas, ternyata banyak juga berbagai penelitian yang yang sudah dilakukan oleh orang Indonesia (dari Bu Zullies saja sudah banyak, belum lagi oleh pakar pakar yang lain). Pertanyaannya dari berbagai penelitian penelitian tersebut (tentunya dengan biaya besar) apakah hasilnya ada manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat atau hanya sebatas untuk konsumsi pihak pihak tertentu (pemberi dana ) atau malahan hanya disimpan saja atau hanya sekedar proyek untuk keuntungan pihak tertentu. Bukannya apa apa (mohon maaf sebelumnya, semoga tidak benar) soalnya kata orang (sekali lagi kata orang lho) ada juga proposal yang dilakukan dosen bertujuan untuk mencari penghasilan tambahan (tapi kalau dipikir wajar wajar saja toh mereka telah bekerja melakukan penelitian, kali orang itu sirik aja ya karena tidak mampu, he he he). Itu sedikit komentar, semoga saja apa yang dilakukan para peneliti bisa berguna untuk bangsa dan negara.

Jawab:
hehehe juga…….. sambil menyelam minum air lah…. meneliti, menemukan jawaban pertanyaan, menghasilkan sesuatu, mendapatkan kepuasan hati, mendapatkan honor.. Just for your info, honor dalam penelitian itu sah-sah saja, dilindungi undang-undang hehe….. dan dibatasi sampai 30% dari total anggaran. So ?

25 07 2009
Hartati Nurwijaya

Assalammu’alaikum wrwb,

Prof. boleh izin agar cara membuat proposal penelitian saya masukkan di milis mhs Mesir (wordsmartcenter)?
Tentu nama Prof Zullies Ikawati sebagai sumbernya. Malah kalau boleh semua tulisannya.. he he he hitun-hitung promosi buku kita.

Salam sukses selalu dan ikut senang.

Jawab:
Wah, Mbak tati… apa ya pantes, wong itu cuma sekedarnya saja. Tapi ya nggak papa sih kalau dianggap bisa bermanfaat. Trims apresiasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: