Menumpas obesitas…..

27 06 2009

Dear kawan,

Dua mingguan tidak menulis di blog rasanya seperti punya hutang…..  pasti sudah ada yang menunggu-nunggu hehe….. Karena itulah menjelang tengah malam ini kuupayakan menulis posting ini. Seharian tadi menguji seminar thesis Magister Farmasi Klinik 5 orang sekaligus. Waduh, Sabtu-sabtu masih aja ada kerjaan….  Tapi herannya, banyak aktivitas, banyak “stress”, ….. tapi kok nggak kurus-kurus yah… hehe…. Makin bertambah usia, badan makin mekar saja. Sebuah hasil pemeriksaan yang iseng-iseng kulakukan pada sebuah salon pelangsingan tubuh menyatakan bahwa untuk ukuran tinggi badanku, berat badanku sudah kelebihan 11 kg dari berat badan ideal. Wueek..kekek..!

Tapi yah… enjoy ajaa….! Kalau terlalu kurus entar malah dikira hidup menderita atau mengalami KDRT seperti Manohara hehe…….. Manohara yang menderita aja ngga kurus-kurus. Nah, kebetulan seorang sahabatku yang sedikit gendut memintaku menulis tentang obat-obat pelangsing yang banyak dipakai di masyarakat.  Hm… boleh juga, sekalian aku bisa belajar supaya tidak tambah kegendutan. Obat-obat pelangsing umumnya dipakai untuk mereka yang mengalami obesitas (atau takut menjadi obes). Jadi kita akan start dengan mengetahui dulu tentang obesitas.

 Apa itu obesitas?

mau segendut ini?

mau segendut ini?

Secara gampang, obesitas adalah keadaan kelebihan berat badan di atas normal. Salah satu cara mengukur apakah seseorang mengalami obesitas atau tidak adalah menggunakan ukuran BMI (body mass index), yaitu menghitung berat badan dibagi tinggi dalam kuadrat ( BMI = kg/m2). Pada umumnya, seseorang dengan usia 35 tahun dinyatakan obesitas jika ia memiliki BMI sama atau lebih dari 27. Untuk mereka yang berusia < 34 tahun, skor BMI sebesar 25 sudah termasuk dinyatakan obesitas. Secara umum, BMI sebesar 30 atau lebih sudah mengindikasikan obesitas sedang sampai berat. Coba ukur BMI kalian, kawan….

 Apa yang menyebabkan obesitas?

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas, antara lain faktor genetik, lingkungan, psikologis, dll.

Faktor genetik

Obesitas umumnya cenderung bersifat menurun dalam keluarga, yang menunjukkan adanya pengaruh faktor genetik. Sebenarnya tak hanya masalah genetik, keluarga umumnya juga “menurunkan” pola makan dan gaya hidup yang bisa berkontribusi terhadap kejadian obesitas. Jika suatu orang tua membiarkan anaknya makan apa saja dan bahkan memfasilitasi anak untuk makan makanan yang enak-enak berlemak… yah… bagaimana anaknya nggak gemuk.

Faktor lingkungan

Faktor lingkungan memberikan pengaruh yang signifikan, misalnya kemudahan mendapatkan fast-food yang umumnya berkolesterol tinggi, pekerjaan yang kurang memungkinkan banyak gerakan fisik tubuh, atau lebih mengutamakan rasa makanan ketimbang faktor nutrisi di dalam memilih makanan.

Faktor psikologis

Faktor psikologis ini dapat mempengaruhi kebiasaan makan. Sebagian orang makan lebih banyak sebagai respon terhadap keadaan mood negatif seperti sedih, bosan, atau marah. Sebagian lagi mungkin mengalami gangguan makan seperti dorongan makan yang kurang terkendali (binge eating) walaupun sudah kenyang, atau kebiasaan ngemil yang sulit dihentikan. Orang-orang seperti ini sangat berisiko terhadap kegemukan, dan perlu mendapatkan perlakuan khusus, seperti konseling atau terapi psikologi lainnya.

Penyebab lain

Selain tiga faktor di atas, penyebab lain obesitas bisa berupa penyakit atau penggunaan obat tertentu. Penyakit hypotiroid, Cushing’s syndrome, dan depresi dapat memicu makan berlebihan. Beberapa obat seperti steroid dan antidepresan tertentu juga memiliki efek samping peningkatan berat badan.

Bagaimana mengatasi obesitas?

Yang pertama sekali tentu adalah pembatasan makan dan meningkatkan aktivitas fisik, sehingga asupan kalori dan penggunaannya terjadi seimbang. Namun jika ini sulit dilakukan dan tidak berhasil, maka perlu bantuan obat-obatan, yaitu obat anti obesitas.

Obat anti obesitas adalah obat-obat yang dapat menurunkan atau mengontrol berat badan. Obat-obat ini bekerja dengan mengubah proses fundamental dalam tubuh dan regulasi berat badan, dengan cara menekan nafsu makan, mempengaruhi metabolisme, atau mengurangi absorpsi makanan/kalori.

Bagaimana mekanisme aksi obat anti obesitas?

Obat-obat anti obesitas bekerja dengan beberapa mekanisme:

1. menekan nafsu makan.

2. Meningkatkan metabolisme tubuh

3. Menurunkan kemampuan tubuh untuk mengabsorpsi nutrien tertentu dari makanan, utamanya lemak, misalnya dengan cara menghambat peruraian lemak sehingga tidak dapat diserap oleh tubuh.

 Ada beberapa contoh obat anti obesitas, antara lain adalah:

1. Orlistat (Xenical)

Obat ini menggurangi penyerapan lemak di usus dengan cara menghambat enzim lipase dari pankreas. Lipase adalah enzim yang bertugas menguraikan lemak. Obat ini bisa menyebabkan feses menjadi berlemak, perut kembung, dan kontrol BAB terganggu. Tapi efek samping ini bisa dikurangi jika asupan makanan berlemak di kurangi.

 2. Sibutramin (Meridia, Reductil)

Obat ini bekerja secara sentral menekan nafsu makan, dengan mengatur ketersediaan neurotransmiter di otak, yaitu menghambat re-uptake serotonin dan norepinefrin. Namun obat ini harus digunakan secara hati-hati karena dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan mulut kering, konstipasi, sakit kepala dan insomnia.

Sibutramin inilah yang sering ditambahkan oleh produsen nakal jamu pelangsing, sehingga beberapa waktu lalu pernah dilakukan penarikan 6 merk  jamu pelangsing oleh Badan POM karena dicampur dengan sibutramin. Sungguh, pencampuran jamu pelangsing dengan sibutramin ini merupakan tindakan kriminal yang sama sekali tidak memikirkan keselamatan penggunanya. Buat mereka yang memiliki gangguan penyakit kardiovaskuler tentu sangat riskan menggunakan jamu ini karena dapat meningkatkan tekanan darah dan mungkin risiko terjadinya stroke.

 Cara kerjanya hampir mirip seperti obat-obat golongan katekolamin dan turunannya. Ini mengingatkan pada salah satu obat yang cukup terkenal dan menghebohkan, yaitu fenilpropanolamin (PPA), yang juga banyak dijumpai pada komposisi obat flu. Sudah pernah aku tuliskan somewhere di blog ini bahwa di Amerika, PPA banyak dipakai sebagai pelangsing dengan dosis jauh lebih tinggi dari dosis yang dipakai untuk efek pelega hidung tersumbat. Dan ternyata, PPA ini meningkatkan risiko kejadian stroke hemoragik. Saat ini PPA tidak lagi dipakai sebagai obat pelangsing di sana.

 3. Obat-obat laksatif

Selain obat-obat di atas, obat-obat lain yang sering dipakai untuk mengurangi berat badan adalah golongan laksatif atau pencahar. Dengan melancarkan BAB (buang air besar) diharapkan berat badan juga relatif terkontrol. Banyak sediaan suplemen yang mengandung high-fiber yang ”diindikasikan” untuk melangsingkan tubuh dan dapat diperoleh secara bebas. Serat tinggi tadi diharapkan mengembang di saluran cerna dan memicu gerakan peristaltik usus sehingga akan memudahkan BAB. Walaupun mungkin berhasil, tetapi efeknya umumnya tidak terlalu signifikan. Selain sejenis fiber ini, beberapa pencahar lain juga sering dipakai sebagai pelangsing. Penggunaan pencahar sebagai pelangsing dalam waktu lama tidak disarankan karena usus akan menjadi “malas”, akan bekerja jika ada pemicunya, dan hal ini akan menjadikan semacam “ketergantungan”.

 4. Diuretik

Obat-obat diuretik (pelancar air seni) juga sering dipakai sebagai obat pelangsing. Tapi sebenarnya efeknya tidaklah signifikan dalam mengurangi berat badan. Justru penggunaannya harus diperhatikan karena dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh karena banyak ion-ion tubuh yang mungkin akan terbawa melalui urin. Jika berat badannya disebabkan karena timbunan cairan, maka diuretik memang pilihan yang tepat, tetapi jika karena timbunan lemak, tentu diuretik tidak akan berefek signifikan. Umumnya teh-teh pelangsing mengandung senyawa alam yang bersifat diuretik sehingga memberikan efek kesan melangsingkan.

 5. Obat-obat herbal pelangsing

Sekarang banyak sekali ditawarkan berbagai produk herbal yang diklaim memiliki efek pelangsing. Ada yang dikatakan bekerja melarutkan lemak, atau mengurangi penyerapan lemak di usus. Salah satu herbal yang terkenal sebagai pelangsing adalah Jati Belanda. Senyawa tanin yang banyak terkandung di bagian daun, mampu mengurangi penyerapan makanan dengan cara mengendapkan mukosa protein yang ada dalam permukaan usus. Sementara itu, musilago yang berbentuk lendir bersifat sebagai pelicin. Dengan adanya musilago, absorbsi usus terhadap makanan dapat dikurangi. Hal ini yang yang menjadi alasan banyaknya daun jati belanda yang dimanfaatkan sebagai obat susut perut dan pelangsing.

Obat-obat herbal pelangsing memang lebih aman, tetapi efikasinya tentu perlu bukti-bukti penelitian lebih lanjut. Mungkin ada yang berhasil, mungkin pula tidak.

 Nah, begitulah… pilih yang mana?

Bagaimanapun menjadi langsing tentu lebih baik, tetapi jangan sampai ingin langsing tetapi malah jadi sakit karena efek samping. Jika benar-benar mengalami obesitas dan perlu pengobatan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan terapi yang sesuai. Cara-cara lain seperti akupunktur, akupressur, boleh juga dicoba. Jika perlu dilakukan liposuction (sedot lemak), tapi tentu harus dilakukan oleh tenaga medis profesional dan pertimbangan yang cermat.

Aku sendiri.. hm…. masih agak sulit untuk menahan ngemil. Yah…. gendut-gendut dikit tak apalah, yang penting sehat…. (menghibur diri hehe…..).

Demikian, semoga bermanfaat.

Iklan

Aksi

Information

18 responses

29 10 2014
aksesoris mobil

Terima kasih atas informasinya.

29 04 2014
Sherly Novita

Bu sy mw tanya sy salah 1 wanita yg obesitas bahkan hasil BMI sy mencapai 40,123 dan selama diet (pakai macam2 obat diet) sy turun tp beberapa saat akan naik lg ditambah sy punyA masalah dg BAB yg seringkali maksimal 3hari sekali. jadi apa solusinya sist supaya ak melangsing

8 04 2014
Kris

Mba ,aku punya penykit lambung ,klau mnum laxing sminggu 4x gak apa2 tha?

Jwab:
selama tidak ada gangguan lambung tidak apa-apa

1 04 2014
Lanny Ratna

assalamualaikum ibu, belakangan ini saya sering mndengar bahwa minum air yang banyak dapat membantu mnurunkan berat badan. apakah pernyataan itu benar? bagaimana hubungannya dengan metabolisme lemak bu?
mohon di jawab bu. terima kasih

Jawab:
Kok saya belum pernah dengar ya…? atau mungkin kalau minum air banyak kan jadi kenyang, jadi makannya jadi kurang 😀
Kalau benar air bisa mengurangi berat badan, saya mau juga deh.. hehe

20 11 2012
Andar

Jadi?kita kendalikan makan dan olah raga atau kegiatan fisik aja,tapi mesti sabar dong…

5 10 2012
Lactofun

saya punya formulanya untuk turunkan badan gan, visit me,

19 02 2012
didi

assalamu’alaikum……
maaf, mw tnya ni…. teman saia ikut pijit diet, dlam waktu 2 bulan turun 13 kg, di kasih obat pelangsing “serasi” sama “laxing”. apakah ada efek negatif dari pijit diet tersebut? apakah “serasi” baik buat umur 20tahun??? dan apakah baik “serasi” dipadupadankan sama “laxing”????
terima kasih….

24 09 2011
maya

ibu zullies..ass wr wb
saya mahasiswi farmasi ugm jg lho bu,dan tulisan di blog ini benar2 bermanfaat buat saya,scr langsung krn sedang diet,jg krn saya lama tertarik ingin berkutat meneliti,terutama daun jati cina (saya punya di kos,hehe) tp apa daya saya baru angkatan 2010,blm bs apa2 T.T ibu,bagaimana dg daun jati cina? ada yg blg menyebabkan rahim kering,benar bu? terima kasih banyak… wass wr wb

Jawab:
Wah, saya belum mempelajari banyak ttg daun jati cina, dan belum pernah mendengar juga efeknya menjadikan rahim kering. Tapi kalau jati Belanda memang sering disebut2 punya efek utk menurunkan berat badan. Istilah rahim kering itu juga merupakan istilah yg sangat awam sekali…coba deh sebagai mhs farmasi yang notabene berkait dengan bidang kesehatan lebih banyak belajar lagi mengenai istilah medis yang benar… cheers!

26 07 2010
Indah Purnamasari

Assalamu’alaikum…

ibu saya mau tanya? kata teman saya yang kuliah bagian kedokteran mengatakan bahwa obat pelangsing yang berbahan dasar teh bisa mengakibtkan kencing batu karena terjadi pengendapan dedak teh di ginjal, kalo dicontohkan teh yang kita seduh di cangkir plastik maka akan ada sisa2 teh di dinding cangkir tersebut, bagaimana kalo di ginjal kita?
ada jg yg bilang pakai laxing mengakibatkan sulit punya anak? bagaimana dengan demikian? saya sudah kehabisan cara untuk menurunkan berat badan apalagi bagian perut, segala obat sudah saya coba tp tak berpengaruh.
saya baca obat tradisoional cina, tp dlm waktu 1 bln bisa turun 10kg,, dengernya aja serem, bagaimana pendapat ibu? berbahayakah obat tradisional china itu? yang satu ini saya belum mencobanya,,!!! mohon sarannya bu..
Terimaksih

Jawab:
saya kira kok teh tidak menyebabkan kencing batu. memangnya mau minum seberapa? Lagipula kan kita minum teh tidak dengan ampasnya. Tentang Laxing, saya kira juga tidak demikian, isinya kan juga teh dan beberapa ekstrak tanaman.
Obat China yang bisa menurunkan 10 kg dalam 1 bulan memang keliatannya sangat menjanjikan, tetapi perlu dipastikan kandungannya. Jangan2 mengandung bahan obat sintetik, yang tentu harus diperhatikan cara penggunaannya, karena efek sampingnya cukup besar. Sayangnya obat china seringkali tidak ada informasinya dalam bhs Indonesia. Kalau saran saya sih hati-hati untuk mencoba-coba. memang berapa gemuk sih, Mbak? Tidak selalu berbadan besar itu tidak indah loh…..

24 06 2010
mibnufajar

Mohon infonya, apakah Sibutramin itu ada generik-nya ? Soalnya saya beli Reductil mahalnya minta ampun, 26ribu sebutir.

jawab:
saya kira ada, selain itu juga ada beberapa merk lain yang lebih murah. Bisa ditanyakan di apotek.

6 05 2010
githa

kau umur 12 thn tinggi 154 dan berat badan aku 47 memang sih normal tapi aku pingin ideal atau turun berat badan g mna caranya ya…

Jawab:
masih muda kan msh mudah dibentuk badannya, yg penting jaga supaya seimbang kalori yang masuk dan yang dipakai. makan secukupnya, banyak olahraga.

20 12 2009
nova

asslmlkm
bu, saya ingin tanya, apa sibutramin benar2 efektif?
karena saya sudah berjuang mati2an menurunkan bb.
saya sudah olah raga dan tidak mkn nasi slama 6 bln.
stlh 5 bln, trn 8 kg, tp stlh itu, tidak ada perubahan lg. pdhal sy msh ga mkn nasi. pernah saya mkn nasi, lsng naik. bgmn ini?apa sy hrs ga mkn nasi seumur hdp, biar ga naik lg.
sedangkan sy msh ingin trn lg smp 60. krn trlalu gemuk, jd males bw badan. trims ats prhatian nya

Jawab:
dear Mbak Nova,
sibutramin bekerja dengan menekan nafsu makan, dan ia cukup efektif selama 4 sampai 6 minggu, namun setelah digunakan 3 sampai 6 bulan efeknya akan sangat berkurang akibat terjadinya toleransi. Dan saya tidak bisa memastikan apakah obat ini akan efektif atau tidak untuk mbak, karena boleh jadi ada perbedaan respon antara satu orang dengan yang lain. Kalau mau, dicoba saja. Jangan lupa konsultasikan ke dokter
.

15 12 2009
ivha alhaddar

sya bru menumukan blok semanfaat ni
sya udh minum obat pelangsing.dri yg alami sampai yg trjual di toko.
tpi kurng mempan,,trus sya bralih ke laxing,,akhirnya brsa hsilnya..brat bdan sya turun,,stiap mlam sya minum 5 butir,,mau tanya apa efek samping nya???
thanx

Jawab:
syukurlah klo mbak sudah menemukan obat yang sesuai dan berhasil. Yang penting makan tetap bergizi walau porsi dan kalorinya dikurangi. Insya allah tidak berefek samping karena sifatnya alami.

8 10 2009
abdul rouf angk88

ass.wr.wb. bravo mbakku yg cakep ….. maaf blognya baru kutemukan …. ini yg kucari-cari …. biar tambah pinter tapi nggak usah kuliah lagi ….. terus aja menulis mbak …. tiap hari akan terus kubaca ….. salam untuk keluarga
wassalamu’alaikum wr.wb

30 06 2009
rafila

assalamu’alaikum bu…
saya juga obess bu dan pingin banget langsing, trus dua bulan lalu saya coba minum laxing selama satu minggu, trus berhenti…trus minum lagi selang seling alias ga tiap hari hasilnya? saya jadi lancar BAB tapi berat badan ga turun juga…trus ga saya terusin lagi minum laxing nya..nah dua hari kemarin saya minum laxing 1 tablet…tapi…biasa aja tuh perut saya juga ga mules mules…BAB tetep susah, apa saya sudah resisten dengan laxing ya?

Jawab:
Dear Rafila,.. istilah “resisten” terhadap Laxing mungkin tidak terlalu tepat, tapi mungkin saja terjadi demikian. Otot-otot saluran cerna sudah tdk mudah lagi dipicu oleh adanya peningkatan isi volume usus. Dan sekali lagi… Laxing itu sifatnya hanya memperlancar BAB, jika asupan makanan juga “lancar”… yah… mungkn akan sulit utk turun berat badan. Gak usah resah, Mbak…. gendut dikit gak apa, yang penting sehat, hati bahagia, dan selalu bersyukur atas nikmatNya….

29 06 2009
Ridho

wah gitu ya bu? hehehehe… mau coba gaya itu ah… maturnuwun ya bu 🙂

28 06 2009
Ridho

bu..bu.. njenengan itu baca apa aja tho kok joss kayak gini hehehehe..
tolong dunk bu, buku2 apa aja yang harus saya baca agar kemapuan klinis saya meningkat. karena saya sekarang kerja di tempat yang banyak dokter spesialisnya…
tolong ya bu…

Jawab:
Dear mas Ridho,…. saya jarang baca buku lho… tenan. Untu berbagai informasi, saya cuma mengandalkan mas Google. Tapi kalau ada yang kurang jelas, saya kejar terus informasinya sampai ke sumber pertama, kalau bisa. Kalau perlu contact author-nya, minta copy papernya. Gitu aja sih….

27 06 2009
isyaratpena

Assalamu’alaikum..

Kalau sebaliknya, agar bisa gemuk ? apa punya tips jitunya Bu ..

Terima kasih

Salam Ukhuwah

Jawab:
Insya Allah coba nanti saya coba menulis tentang itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: