Science of Love

9 06 2009

Dear kawan,

falling-loveKemarin aku dapat pertanyaan menarik dari seorang mahasiswa…,” Bu, mengapa sih kalau kita ketemu dengan orang yang kita sukai, rasanya deg-degan. Faktor apa yang menyebabkan?”… Hm,,… boleh juga nih untuk bahan tulisan. Ngomong tentang cinta atau love memang nggak pernah basi. Siapa sih yang belum pernah jatuh cinta? Ternyata masalah cinta bisa asyik juga jika dikupas dari sisi sains…

Mengapa jatuh cinta?

Cinta sendiri sebenarnya adalah suatu cara manusia untuk menjaga keberlangsungan spesiesnya di muka bumi. Dengan jatuh cinta, menikah, punya anak, maka keberlangsungan hidup manusia akan terjaga. Sesederhana itu kah? Hm… tentu tidak. Manusia itu mahluk multi dimensional, jadi cinta bisa menjadi simpel atau rumit tergantung dari mana memandangnya.  Tulisan kali ini mencoba mensimplifikasi cinta dari sisi sains saja….

Ketika seseorang jatuh cinta, ternyata ada beberapa senyawa kimia di otak, yang biasa disebut neurotransmiter, dan hormon, yang turut bermain di dalamnya. Apa yang dilakukan seseorang ketika jatuh cinta? Ternyata orang jatuh cinta tidak selalu mengatakan apa yang dirasakannya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 55% orang menyatakan ketertarikannya dengan bahasa tubuh (body language), 38% menunjukkan melalui nada suaranya, dan hanya 7 % yang menunjukkan langsung dengan kata-kata. Hm… bener nggak ya?

Seorang antropolog biologi dari Rutgers University, Helen Fisher, menyatakan bahwa ada 3 tahap dalam cinta, yang disebutnya : lust, attraction, dan attachment, yang masing-masing tahap itu diatur oleh hormon dan atau senyawa kimia yang berbeda.

Tahap 1 : lust (hasrat, keinginan, desire)

Tahap ini diawali dengan ketertarikan atau gairah terhadap lawan jenis, yang dipengaruhi oleh hormon sex yaitu testosteron dan estrogen, pada pria dan wanita. Ini dimulai dari masa pubertas, di mana seseorang mulai tertarik dengan lawan jenisnya.

Tahap 2 : attraction

Tahap ini merupakan tahap yang “amazing” ketika seseorang benar-benar sedang jatuh cinta dan tidak bisa berpikir yang lain. Menurut Fisher, setidaknya ada 3 neurotransmiter yang terlibat dalam proses ini, yaitu adrenalin, serotonin, dan dopamin.

Adrenalin

Tahap awal ketika seorang jatuh cinta akan mengaktifkan semacam “fight or flight response”, yang akan meningkatkan pelepasan adrenalin dari ujung saraf. Adrenalin akan bertemu dengan reseptornya di persarafan simpatik, dan menghasilkan berbagai efek seperti percepatan denyut jantung (takikardi), aktivasi kelenjar keringat, menghambat salivasi, dll. Ini yang menyebabkan ketika seseorang secara tidak sengaja bertemu dengan seorang yang ditaksirnya, ia akan berdebar-debar, berkeringat, dan mulut jadi terasa kering/kelu. Iya, nggak?

Dopamin

Helen Fisher meneliti pada pasangan yang baru saja “jadian” mengenai level neurotransmiter di otaknya dengan suatu alat pencitraan, dan menemukan tingginya kadar dopamin pada otak mereka. Dopamin adalah suatu senyawa di otak yang berperan dalam sistem “keinginan dan kesenangan” sehingga meningkatkan rasa senang. Dan efeknya hampir serupa dengan seorang yang menggunakan kokain! Kadar dopamin yang tinggi di otak diduga yang menyebabkan energi yang meluap-luap, berkurangnya kebutuhan tidur atau makan, dan perhatian yang terfokus serta perasaan senang yang indah (exquisite delight) terhadap berbagai hal kecil pada hubungan cinta mereka…. Dopamin juga merupakan neurotransmiter yang menyebabkan adiksi (ketagihan)… termasuk adiksi dalam cinta. Seperti  orang yang mengalami addiksi cocain atau ecstassy (obat yang menyebabkan penghambatan re-uptake dopamin)…… Secara neurobiologi keadaannya sama… yaitu level dopamin yang tinggi di otak…..

Tentang hal ini menurutku keadaannya mirip seperti seorang penderita bipolar yang mengalami state “hipomania” hehe…… perasaan yang elevated, energi yang meluap-luap, kreativitas yang meningkat, dll.  Aku berani jamin, orang yang lagi jatuh cinta itu pasti tidak akan merasa lelah kalaupun harus berjalan berkilo-kilometer kalau itu dijalani bersama yang lagi dicintai !! Jadi pintar bikin puisi, jadi semringah… Ya kan ? …. hehe

Serotonin

Yang terakhir adalah serotonin. Ketika jatuh cinta, kadar serotonin otak menurun. Serotonin merupakan neurotransmiter yang terlibat dalam obsesi. Turunnya level serotonin inilah yang menyebabkan mengapa ketika kita jatuh cinta, wajah si dia selalu terbayang-bayang terus di kepala…. menjadi terobsesi terhadap si dia. Dan keadaan kimia otak terkait dengan kadar serotonin pada orang yang sedang “falling in love” itu mirip dengan keadaan orang dengan gangguan Obsessive Compulsive Disorder!!  Ada obsesi atau keinginan terhadap sesuatu dan ada dorongan (kompulsi)  untuk berulang-ulang melakukan sesuatu  untuk mencapai keinginan (obsesi)-nya. Misalnya terobsesi untuk mendengar suara si dia, maka akan ada dorongan untuk menelponnya berulang-ulang, hehe…… bener kan?

Walah..walah….  dalam sudut pandang sains kesehatan…. “patofisiologi” cinta itu memang mirip patofisiologi penyakit….. Dan nyatanya memang tidak sedikit orang yang sakit fisik dan jiwa karena cinta …. hmmm….! Selain itu,  perasaan jatuh cinta itu bisa sangat mempengaruhi mood seseorang….. Kalau perasaan sedang sehati dengan dia, hidup terasa indah berbunga-bunga… Dan kalau sedang bertepuk sebelah tangan, hidup bagai kehilangan warna… Aiih!!  Dan cinta tidak memandang pangkat, jabatan, tingkat intelektual,…. karena itu fitrah manusia…

NGF (nerve growth factor)

Seorang peneliti lain, Enzo Emanuele dari University of Pavia di Italy, menemukan adanya senyawa lain yang terlibat dalam peristiwa jatuh cinta, yaitu NGF (nerve growth factor). Penemuannya itu merupakan penemuan yang pertama yang menyatakan bahwa NGF mungkin berperan penting dalam proses kimia pada orang jatuh cinta. Ia membandingkan 58 orang pria dan wanita, usia 18-31 tahun, yang baru saja jatuh cinta, dengan kelompok orang-orang yang sudah cukup lama memiliki hubungan cinta dan dengan kelompok lajang. Ia menjumpai bahwa pada kelompok orang yang sedang “falling in love” dijumpai kadar NGF dalam darah yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang sudah membina cinta lebih lama atau yang lajang, dengan perbandingan 227 unit berbanding 123 unit. Menariknya, ketika ia mengecek lagi pada orang yang sama dan masih dengan pasangan yang sama setahun kemudian, kadar NGF-nya turun mencapai kadar yang sama dengan kelompok yang sudah mantap hubungannya atau dengan yang lajang.

Tahap 3 : Attachment

Tahap ini adalah tahap ikatan yang membuat suatu pasangan bertahan untuk jangka waktu yang lama, dan bahkan untuk menikah dan punya anak. Para ilmuwan menduga bahwa ada 2 hormon utama yang lain yang terlibat dalam perasaan saling mengikat ini, yaitu oksitosin dan vasopresin.

Oxytocin – The cuddle hormone (hormon untuk menyayangi)

Oksitosin adalah salah satu hormone yang dilepaskan oleh pria maupun wanita ketika mereka berhubungan seksual, yang membuat mereka menjadi lebih dekat satu sama lain. Oksitosin juga merupakan hormone yang dilepaskan oleh sang ibu ketika proses melahirkan dan merupakan hormon pengikat kasih sayang ibu dengan anaknya.

Vasopressin

Sedangkan vasopressin adalah hormone penting lainnya yang menjaga komitmen hubungan suatu pasangan. Hormon ini juga dilepaskan setelah hubungan seksual…

Hm, menarik juga ya membicarakan cinta dari pandangan sains. Jadi ingat deh saat-saat jatuh cinta hehe….. it was amazing feeling !!

Duhai separuh jiwaku,

Memandangmu, adrenalinku terpacu

Mengaktivasi saraf-saraf simpatisku..

Takikardi, salivasi terhenti…

Dopamin pun mengiringi

membuatku addiksi

tak ingin kau pergi..

Serotonin berkurang

wajahmu tak mau hilang…

(Hehe…… ora romantis blas puisine…. )


Aksi

Information

43 responses

1 09 2015
alif

saya izin kutip ya bu puisi nya dopaminenya

27 02 2014
scdinata

Ulasan yang menarik, dari sudut hormonal. Kerenn..

19 02 2013
cherry

bu…sy pernah ikut seminar dgn ibu sbg pembicaranya, saat itu adrenalin meningkat, ttp setelah baca blog ibu ternyata blog nya jauh lebih tinggi mengeluarkan serotonin buuuu……kereeennn

14 02 2013
hapsari

keren bu…
puisinya pokoke TOP
itulah cara farmasis berpuisi, bahasa farmakologi molekuler

15 06 2012
gre

kunjungan pertama… blognya keren buk..:)

13 06 2012
mafidisya

Saya baru baca artikel ini,keren sekali Bu
Membahas dr sisi sains kesehatan tp dg bahasa yg mudah dimengerti,jadi dapet tambahan ilmu ttg neurotransmitter &hormon,plus ilmu ttg cintanya juga dapet banget🙂

12 02 2012
abas

ijin copas bu,,,artikelnya bagus banget,,,banyak manfaatnya,,, hehehe,, ^_^

27 01 2012
aghna

keren prof artikel pluss puisinya,
izin di share yg prof….sukses selalu🙂

11 01 2012
fitri zu

berikut menyusul mata kuliah ‘farmakoterapi cinta’

5 02 2011
yayun

ibu DPA saya, ijin share y Bu ^_^ bagus artikelnya..

jawab:
silakan…

16 01 2011
fafa

ijin share ya bu (^_^)

jawab:
silakan… semoga ada manfaatnya

16 01 2011
nurhasanah

senang deh baca tulisan2 ibu..smoga tulisan2 ibu makin bertambah banyak dan kreatifitas nulisnya jg bs bertambah…

24 08 2010
dany_ar

jadi ingat mantan pacar yang orang farmasi🙂
izin dishare artikelnya ya prof ..

Jawab:
monggoo…. ngga CLBK too?

24 08 2010
dany_ar

keren…saya jadi terkesima membaca tulisan ini
sukses selalu ya prof..ditunggu tulisan yang lain🙂

13 07 2010
dee you

Ijin share artikelnya, iawh prof…
Thx.
:-))

17 05 2010
hafidz

mungkin lebih tepat kalau disebut sbg romance atau romansa ya. science of romance. karena cinta atau love itu kan maknanya luas. bisa cinta kepada tuhan atau cinta kepada orang tua. sekedar tambahan aja bu, saya penah nonton film dokumenter tentang hal ini. jadi, intensitas bertemunya pasangan berpotensi menimbulkan cinta. mungkin sama kyk oxytocin juga. hormon2 tersebut ditularkan melalui bau/aroma tubuh.

24 04 2010
goodlovesa

ohhhh…..ternyata cinta itu sebuah ektase ya, pantes klo cinta sms saya suka senyum2 sendiri heheheh…artikel bagus.

salam.

5 11 2009
khotijah

saya izin share artikelnya ya,prof..

4 11 2009
nadjeeb

Btw minta izin di ‘copas’ prof, boleh nda ?

JAwab:
silakan..silakan…

1 11 2009
alexia titis

duh buk.. saya cinta deh sama ibu dan tulisan2 ibu. tetap berkarya ya buk..

31 10 2009
n a n a

hiya,, saya cinta farmakoterapi sistem saraf!😀
jadi inget, dulu kuliah saraf malah sering jadi ajang konsultasi temen2,,

31 10 2009
Puguh Indrasetiawan

berarti benae ya Bu kalau National Geographic bilang

“jatuh cinta sama dengan orang gila”

=)

19 10 2009
guest

thanks ibu coz byk kongsi maklumat

11 09 2009
lina

Subhanallah…
Semoga Allah swt tambahkan kecerdasan & kreatifitas pada ibu..
keren..keren pembahasannya ilmiah

10 09 2009
Bambang Laresolo

Berarti makin sering mengadakan hubungan seksual, makin awet cintanya ya mbak😉

Jawab:
iya kali ya… 😉

10 09 2009
Yoru-sama

Whakakakakak… Puisinya..
Lucu bu.. Lucu.. Kreatip abis.. Tulisannya juga bagus.. ;D

Lama ga ke kampus,lama ga liat ibu..,jadi kangen,he..

Salut bwt ibu.. Sukses selalu.. ^.-

27 08 2009
gek maya

wow.. keren bgt.
tp emang beneran gt ya bu?

Jawab:
ya iyalah…. rasain sendiri aja🙂

23 08 2009
Lana

naksir deh bu’ puisinya…
terasa sangat “farmasi”..*halah…
hehe…

17 08 2009
bnugraha

cinta emang sesuatu yang aneh tapi bener dan sangat menarik tuk di bahas dari sudut manapun cinta tetep menarik dan penuh sensasi… apalagi dengan sentuhan science,.. sepertinya lebih menggairahkan untuk selami lebih dalam,… salam cinta dan sukses selalu buat bu prof😀

Jawab:
terimakasih… sukses selalu juga buat Anda
semoga selalu dikelilingi cinta:)

14 08 2009
superkecil

Ibu puisinya ngga cuma ‘science’ banget…
Terapi Saraf sekalee malah Bu..
seumur-umur imuz belum bisa bikin puisi scientific..
boleh tu Bu idenya..
*tenang Bu, ngga akan dijiplak kok..*

Jawab:
iya, itu puisi dijamin orisinil…. khas dosen Farmakoterapi Sistem Saraf🙂

12 08 2009
anom

assalamkm wr wb Bu Prof
walaupun saya bkn mahswa farmasi, saya sangat tertarik menghubungkan science dg kehidupan nyata, terutama artikel science of love ini. Jadi ingat ttg biorhythm, apakah bu prof tmasuk orang yang percaya keakuratan teori biorhythm?

Jawab:
Wah, saya belum mempelajari biorhythm….

23 07 2009
enny

cinta dari sisi sains oke juga ya.. topik yang gak ad habisnya untuk dibahas. seneng deh baca tulisan2 ibu..🙂 segar nan berbobot. salam kenal..

18 07 2009
Ani

Huaaa…top jg ya…berpuisi dgn bhs science…2 thumb for bu prof…he he

11 07 2009
iena

puisi nya bagusss,,,
buetin donk bu prof.

11 07 2009
iena

Oooooohhhhh 9tU…????
boleh,,,

16 06 2009
Hartati Nurwijaya

Makanya saya jatuh cinta pada Prof.Zullies nan ayu.. weeh nanti disangka Bapak saya taksir Ibu beneran… H ehe he saya naksir kecerdasannya jee.

Jawab:
Ah, mbak…bisa aja… hehe

14 06 2009
Hafsyah Zahara

Wah, ibu puisi cinta walau bernada “sience” tapi tetap romantis Bu!!!
Nice blog…dgn tulisan2 apik nan bermutu.
Sukses selalu buat Ibu.
Hafsyah-FSI 2006

Jawab:
Thanks, dik… sukses selalu juga

10 06 2009
fitria

hwa, ternyata ibuQ nie juga pandai bikin puisi… Siip bu’! Kyknya keajaiban cinta bakal menyebar menaungi farmasi tercinta ;p

Jawab:
itu belum apa-apa dik,…. kalau lagi jatuh cinta pasti puisinya lebih heboh lagi hehe….

10 06 2009
rika

wah, keren bu.. saya tertarik baca waktu fafa (latifa) cerita, jd penasaran.
hmm, tapi ada satu hal menjadi misteri ; penyebab ‘virus’ cinta dari mana ya ?!🙂
Cinta memang Anugrah yang terindah dari Nya.
Thanks bu.. Jadi membantu menghapal pelajaran ibu..^^

Jawab:
Hm…. selamat menyebarkan “virus” cinta…

10 06 2009
Yus

Puisinya sangat romantis bila ditujukan buat kalangan kedokteran, apoteker atau psikolog. Untuk kalangan teknik atau ekonom bisa juga sih, cuma . . . . . . . . . . . .bisa ribut, he he he.

9 06 2009
Lathifa

Wah,makasi bgt y Buk..science of love-nya oke sekali.. dopamin,serotonin,oksitosin,vasopresin, ngga akan pernah lupa deh, Buk.. Salut..

Jawab:
Oke, selamat jatuh cinta…

9 06 2009
k_mulyono

Analisis ilmiah yg menarik dan seger. Ternyata peristiwa cinta bisa diperikan secara ilmiah juga dari sisi biologi.

Cinta mungkin salah satu nikmat Tuhan yg paling besar selain akal, iman dan lainnya. Mungkin Tuhan menciptakan maklukNya juga karena Dia sedang jatuh cinta. Karena tidak lucu kalau jatuh cinta pada diri sendiri, maka Dia ciptakan manusia dan lainnya untuk mencintaNya dan dicintaNya.

Dari sisi sastra, cinta adalah sumber inspirasi yg paling besar dan utama sehingga sebagian besar karya sastra bercerita tentang cinta. Mungkin peradaban besar dunia ini juga dibangun dan dihancurkan oleh cinta. Cinta kepada seseorang, kepada negara dan kepada etnis dan bangsa.

9 06 2009
backpackerman

fiuh.. cinta….

btw nice blog bu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: