Seminar – Vitamin C – Tengkleng Solo

24 05 2009

Dear kawan,

Kata-kata dalam judul posting ini nggak ada saling keterkaitannya sama sekali……. Apakah ada seminar mengenai Vitamin C yang terkandung dalam tengkleng Solo ? Hm….  tentu tidak, emangnya tengkleng mengandung Vit C ? Kalaupun ada mungkin sedikit sekali…… Lalu apa maksudnya? Ya, itulah yang pengalaman yang kulalui hari Sabtu lalu….

 Jadi ceritanya hari Sabtu kemarin aku diundang untuk menjadi pembicara di sebuah Seminar Nasional di Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi Surakarta. Bukan tentang Vit C dalam tengkleng, tetapi temanya cukup bombastis juga, yaitu : Kajian tentang rematik: Segala Permasalahan dan terapinya.

Jadilah, pagi-pagi jam 7 aku berangkat menyusuri jalan ringroad utara ke arah timur menuju Solo. Pagi cukup ramah dan cerah, jalanan juga belum terlalu ramai. Jam 8.30an sudah sampai di sana, disambut dengan wedang jahe hangat dan kudapan ringan sebelum acara. Aku ada dalam satu sesi bersama Dr. Nyoman Kertia (ahli rheumatology dari RS Sardjito Yogya), dan ibu Dra Titik Marminah (praktisi apoteker di Solo). Aku kebetulan dapat giliran sebagai pembicara ketiga dengan topik ”Obat-obat rematik terkini dan permasalahannya”.

Hm… jadi pembicara ketiga ada enak dan tidaknya …. enaknya beberapa hal sudah dijelaskan oleh pembicara sebelumnya, sehingga tinggal menggaris-bawahi saja. Susahnya, audiens sudah mungkin sudah cukup capek mendengarkan presentasi2 yang lumayan panjang. Sementara waktunya pun sudah menjorok siang… jadi waktunya terasa agak diburu-buru.

 Seminar berjalan lancar. Dr Nyoman cukup kocak ketika menyampaikan paparannya tentang patofisologi dari beberapa jenis penyakit artritis. Penyakit artritis itu banyak macamnya lo…. katanya bisa sampai 100 macam. Tapi yang disampaikan dalam seminar tentu tidak semuanya,…… bisa-bisa butuh tiga hari tiga malam untuk menjelaskan.  Bu Titik menyampaikan tentang tatalaksana terapi berbagai penyakit artritis, terutama pada farmasi komunitas. Aku sendiri memaparkan obat-obat rematik terkini dan permasalahnnya. Pada dasarnya, obat-obat rematik untuk osteoatritis atau gout tidak ada yang sangat baru. Untuk pengobatan rematik ini sudah pernah aku tuliskan somewhere in my blog (bisa ditengok di : https://zulliesikawati.wordpress.com/2008/11/03/pengobatan-untuk-reumatik-dan-encok/ ).

Memang ada satu-dua obat baru untuk pengobatan artritis. Perkembangan obat-obat baru dijumpai pada pengobatan rheumatoid arthritis yang merupakan penyakit persendian dan sekaligus merupakan penyakit autoimun. Obat-obat baru itu adalah golongan agen biologis,  antagonis reseptor IL-1 (anakinra) dan antibodi terhadap TNFalfa (contoh: etanercept, infliximab, dan adalimumab). Obat terbaru untuk agen biologis adalah abatacept yang menekan aktivitas sel T yangberperan dalam sistim imun, dan rituximab. Kalau dicari masalahnya, maka masalah utama untuk obat-obat ini adalah harganya yang selangit, apalagi untuk ukuran kantong kebanyakan dari kita. Satu paket untuk pemakaian dua minggu harganya Rp 6 juta. Sebulan 12 juta, setengah tahun sudah 72 juta. Bisa bayangkan sendiri…….

 Sedangkan hal yang relatif baru bagi pencegahan penyakit asam urat (hiperurisemia) adalah vitamin C,  yang pernah dilaporkan mengurangi kejadian hiperurisemia pada pria. Hal ini sudah pernah aku tuliskan di blog ini juga.

 Vitamin C dan osteoporosis?

Pada sesi tanya jawab banyak juga pertanyaan yang datang untuk ketiga pembicara. Salah satu pertanyaan menarik untukku yang agak sedikit menyimpang dari topik artritis adalah tentang Vitamin C dan efeknya menyebabkan osteoporosis. Menanggapi paparanku tentang peranan Vit C dalam menghambat hiperurisemia, penanya menceritakan bahwa ia rajin mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi (500-1000 mg/sehari), dan ia mendengar dari temannya bahwa Vitamin C bisa menyebabkan osteoporosis. Ia menanyakan kebenaran hal itu dan bagaimana dengan kebiasaannya minum vitamin C, apakah harus dihentikan.

Aku segera searching informasi tentang ini, dan yang kutemukan cukup menarik, karena faktanya justru sebaliknya. Sebuah tulisan dari http://www.webmd.com/osteoporosis/news/20080919/vitamin-c-good-bones  menyatakan bahwa vitamin C bagus untuk tulang, terutama untuk pria usia lanjut. Hasil penelitian tentang hal ini dipublikasikan di Journal of Nutrition tahun 2008.

 Jalannya penelitian

Tucker (sang peneliti) dan team-nya mengevaluasi kepadatan tulang pada 213 pria dan 393 wanita, yang berusia 75 tahun pada saat awal penelitian, selama periode 4 tahun  dan melihat apakah ada hubungan antara intake vitamin C dengan kepadatan tulang. Partisipan pada study ini adalah juga partisipan pada study besar yang bernama Framingham Osteoporosis Study. Peneliti mengamati pada hasil quesioner tentang diet partisipan dan mengevaluasi perubahan pada densitas tulang pada tulang pinggul, tulang punggung, dan lengan setelah 4 tahun. Hasilnya?

Pria dengan intake vitamin C tertinggi mengalami pengurangan kepadatan tulang terkecil pada tulang pinggul. Hal yang sama tidak dijumpai pada wanita. Diperkirakan faktor hormonal pada wanita lah yang menyebabkan efek ini tidak dijumpai pada wanita. Efeknya menjadi paling signifikan pada kadar tertinggi, yaitu sekitar 314 mg Vit C sehari, yang berasal dari suplemen maupun makanan. Sedangkan pada mereka yang konsumsinya terendah, yaitu sekitar 106 mg/sehari, kehilangan kepadatan tulangnya mencapai 5,6 %.

Bertambah lagi deh fungsi asupan Vitamin C…  Jadi, asal tidak ada masalah dengan gangguan saluran cerna akibat keasaman vit C, silakan saja mengkonsumsi vitamin C setiap hari, baik dari makanan alami maupun suplemen. Untuk wanita memang belum terbukti efeknya dalam mempertahankan densitas tulang, tapi yang jelas tidak ada bukti bahwa ia menyebabkan osteoporosis. Apalagi jika dalam bentuk kombinasi dengan Calcium seperti yang banyak dijumpai dalam produk suplemen Vit C, tentu akan justru mnghindarkan dari osteoporosis. Selain itu, vitamin C juga banyak berperan dalam kecantikan karena membantu sintesis kolagen sehingga membuat kulit tetap kencang tidak mudah keriput…

 Menikmati Tengkleng

tengkleng Solo

tengkleng Solo

Siang seusai seminar, aku ditemui teman SMA dan ditraktir makan tengkleng, salah satu masakan khas Solo. Tengkleng dibuat dari bagian-bagian tertentu dari kambing dan dimasak mirip gulai namun lebih encer. Ketika makan, aku agak sulit mengidentifikasikan dari bagian manakah dari kambing itu yang sedang kumakan…. Tapi I don’t care about it lah….. pokoknya enak….

Pertemuanku dengan Budi, teman SMAku ini, juga sedikit unik. Terus terang, sebelum bertemu aku bahkan agak lupa ini Budi yang mana hehe…. (sory, Bud..). Ceritanya aku menulis di status Face Book-ku bahwa aku akan ke Solo. Dan kemudian datanglah comment darinya untuk mengontaknya kalau aku jadi ke Solo dan ia memberikan nomer teleponnya. Jadilah, untuk sebuah silaturahmi kawan lama yang sudah berpisah lebih dari 20 tahun… kami bertemu di warung tengkleng. Selain Budi, aku ketemu pula dengan Ebrahm dan keluarganya yang sekarang juga berdomisili di Solo.

Kawan,

malamnya ketika sudah di rumah, aku mendengar berita di TV bahwa sudah mulai suara-suara untuk mengharamkan Face Book karena katanya menjadi media untuk menyebarkan gambar porno, memfitnah, menipu, dsb. … Wah,… aku jadi tak tau mau komentar apa. Soalnya siangnya aku baru mendapat manfaat dari Face Book yang telah menyambungkan tali silaturahmi dengan teman SMA yang sudah 20-an tahun tidak ketemu, ditraktir tengkleng pula. Sama sekali jauh dari urusan negatif.  Apakah tidak berlebihan tuh? Mengapa tidak internetnya saja dilarang karena teknologi internet-lah yang memungkinkan pengiriman gambar porno, dsb-nya tadi. Face Book hanyalah tools saja….. mungkin suatu saat akan beralih ke teknologi lain yang lebih menarik. Aku bukan pendukung Face Book walaupun aku juga kerap menggunakannya. Tapi menurutku terlalu berlebihan jika sampai dilarang….  Para pengguna memang dituntut untuk bijaksana dalam menggunakannya. Kadang kalau sudah Face Book-an memang banyak yang lupa waktu, lupa tugas, dll.

Begitulah ceritaku hari ini. Tidak terlalu menarik, tapi itulah yang bisa kutuliskan….

Iklan

Aksi

Information

3 responses

12 06 2009
nadya_veron

Facebook haram???Busyet dah,secara saya juga mendapat manfaat yang sama dengan ibu,yaitu menghubungkan dengan teman2 ama yg sudah gak kontak.

25 05 2009
Ridho

facebook haram??? aya-aya wae.. ga sekalian mobil+sepeda motor, kan sering juga dipake alat buat selingkuh, pacaran, “mobil goyang” dll.. Ngapunten bu zullies, tapi kok ya ga adil dalam ngasih fatwa.

Jawab:
Yah, begitulah beritanya….. no comment 😦

25 05 2009
Yus

Ada yang mengklaim kalau suplemen vitamin C dalam bentuk tablet effervescent merk A tidak mengakibatkan iritasi lambung, sementara merk B kata orang mengakibatkan iritasi. Sebetulnya anggapan itu benar ngga sih, soalnya saya jadi berpindah dari merek B ke merk A. Apa karena ada kandungan lain yang mengakibatkan iritasi atau memang masing masing orang memiliki tingkat sensitivitas terhadap vitamin C yang berbeda beda. Makasih infonya

Jawab:
Kalau Vitamin C-nya sih sama pengaruhnya terhadap lambung, tetapi memang ada sediaan yang dibuat dalam bentuk ester untuk mengurangi keasamannya, sehingga kurang berpengaruh thd lambung. Di sisi lain, “kekuatan” lambung seseorang memang mungkin juga berbeda-beda dalam berespon terhadap efek samping vitamin C. Silakan pilih saja bentuk sediaan mana yang paling sesuai dengan kekuatan lambung masing-masing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: