Memilih analgesik yang pasti pas…..

21 05 2009

Dear kawan,

Ada yang belum pernah merasakan nyeri ? Pasti semua orang sudah pernah merasakan nyeri. Bisa sakit kepala, nyeri haid, nyeri punggung, rematik, dan lain-lain, sampai nyeri yang berat, seperti nyeri kanker, nyeri pasca operasi, dll. Obat anti nyeri itu namanya analgesik. Analgesik apa yang biasanya Anda gunakan ketika nyeri?  Parasetamol, aspirin, antalgin, asam mefenamat, piroksikam, meloksikam, ibuprofen, diklofenak, ketorolak,  atau yang lain? Untuk nyeri ringan sampai sedang, kita bisa menggunakan obat-obat analgesik (pereda) nyeri tanpa resep.  Untuk nyeri berat tentu memerlukan analgesik yang lebih kuat seperti analgesik golongan narkotik yang harus diperoleh dengan resep dokter. Obat analgesik mudah diperoleh di mana-mana, sampai ke warung-warung kecil di sekitar kita. Kelihatannya hanya obat sepele, tetapi jika pemilihan tidak tepat, bisa-bisa malah mendapat masalah yang tidak diinginkan.

 Seorang mahasiwa pernah berkonsultasi tentang pengalamannya menggunakan obat anti nyeri natrium diklofenak setelah dia terkena cedera sehabis olahraga. Dia mengalami reaksi obat yang disebut Stevens-Johnson syndrome, yaitu reaksi alergi berat yang ditandai dengan melepuh dan membengkaknya selaput mukosa di rongga mulut, kulit kemerahan, demam, dan beberapa gejala lain. Ini memang reaksi alergi yang sulit diprediksi sebelumnya. Aku hanya menyarankan bahwa setelah tahu dia ternyata hipersensitif terhadap golongan obat ini, maka dia harus hati-hati untuk memilih obat analgesik, jangan menggunakan obat sejenis apapun merk-nya.

 Apakah ada efek samping obat AINS yang bisa diprediksi atau lebih sering kejadiannya sehingga kita bisa menghindari penggunaannya?

Ya, ada. Obat-obat golongan anti inflamasi non-steroid (AINS) seperti yang disebut di atas umumnya memiliki efek samping pada lambung. Seorang sejawat menceritakan bahwa setelah menggunakan piroksikam, lambungnya terasa perih.

 Mengapa obat AINS menyebabkan gangguan lambung?

Obat-obat AINS bekerja dengan cara menghambat sintesis prostaglandin. Prostaglandin sendiri adalah suatu senyawa dalam tubuh yang merupakan mediator nyeri dan radang/inflamasi. Ia terbentuk dari asam arakidonat pada sel-sel tubuh dengan bantuan enzim cyclooxygenase (COX). Dengan penghambatan pada enzim COX, maka prostaglandin tidak terbentuk, dan nyeri atau radang pun reda.

Tapi kawan,….. ternyata COX ini ada dua jenis, yaitu disebut COX-1 dan COX-2. COX-1 ini selalu ada dalam tubuh kita secara normal, untuk membentuk prostaglandin yang dibutuhkan untuk proses-proses normal tubuh, antara lain memberikan efek perlindungan terhadap mukosa lambung. Sedangkan COX-2, adalah enzim yang terbentuk hanya pada saat terjadi peradangan/cedera, yang menghasilkan prostaglandin yang menjadi mediator nyeri/radang. Jadi, sebenarnya yang perlu dihambat hanyalah COX-2 saja yang berperan dalam peradangan, sedangkan COX-1 mestinya tetap dipertahankan. Tapi masalahnya, obat-obat AINS ini bekerja secara tidak selektif. Ia bisa menghambat COX-1 dan COX-2 sekaligus. Jadi ia bisa menghambat pembentukan prostaglandin pada peradangan, tetapi juga menghambat prostaglandin yang dibutuhkan untuk melindungi mukosa lambung. Akibatnya? Lambung jadi terganggu….  

 Bagaimana pengatasannya?

Untuk mengatasi efek obat AINS terhadap lambung, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, sebaiknya digunakan setelah makan untuk mengurangi efeknya terhadap lambung. Kedua, obat golongan AINS umumnya dalam bentuk bersalut selaput yang bertujuan mengurangi efeknya pada lambung, maka JANGAN DIGERUS atau DIKUNYAH. Ketiga,  jika memang menyebabkan lambung perih atau sudah ada riwayat maag atau gangguan lambung sebelumnya, bisa diiringi penggunaannya dengan obat-obat yang menjaga lambung seperti antasid, golongan H2 bloker seperti simetidin atau ranitidin, golongan penghambat pompa proton seperti omeprazol atau lansoprazol, atau dengan sukralfat.

Kekuatan efek samping obat ini terhadap lambung berbeda-beda antar satu obat dengan yang lain, maka pilihlah yang efeknya terhadap lambung paling kecil.  Adapun urutannya dari yang paling berisiko pada beberapa obat AINS terhadap lambung adalah sebagai berikut : 

NSAID Relative risk of GI complications
Indomethacin 2.25
Naproxen 1.83
Diclofenac 1.73
Piroxicam 1.66
Tenoxicam 1.43
Meloxicam 1.24
Ibuprofen 1.19

                          Sumber : http://www.medscape.com/viewarticle/537837

 Tapi sebaiknya, mereka yang sudah punya riwayat gangguan lambung menghindari penggunaan obat-obat AINS ini. Alternatif yang paling aman adalah parasetamol atau asetaminofen. Obat ini tersedia dalam berbagai merk.

 Mengapa parasetamol relatif aman terhadap lambung?

Parasetamol termasuk obat lama yang bertahan lama sebagai analgesik, karena relatif aman terhadap lambung. Juga merupakan analgesik pilihan untuk anak-anak maupun ibu hamil/menyusui. Mengapa ia sedikit beda dengan teman-temannya sesama pereda nyeri?

Ya, parasetamol memiliki sedikit perbedaan dalam target aksi obatnya. Parasetamol tidak berefek sebagai anti radang, tetapi lebih sebagai analgesik dan anti piretik (obat turun panas). Ternyata, selain COX-1 dan COX-2, ada pula COX-3. Ada peneliti yang menyatakan bahwa COX-3 adalah varian dari COX-1, yang terdistribusi di sistem saraf pusat. Dengan penghambatan terhadap COX-3 di otak/sistem saraf pusat, maka efeknya lebih terpusat dan tidak menyebabkan gangguan pada lambung. Maka buat mereka yang punya gangguan lambung, parasetamol adalah pilihan yang aman.

Tapi bukan berarti parasetamol tidak punya efek samping loo…..  Efek samping parasetamol larinya ke liver/hati. Ia bersifat toksik di hati jika digunakan dalam dosis besar. Karena itu, dosis maksimal penggunaan parasetamol adalah 4 gram/sehari atau 8 tablet @ 500 mg/sehari. Melebihi itu, akan berisiko terhadap hati.

 Efek samping AINS terhadap asma

Selain berefek samping terhadap lambung, AINS juga sering disebut-sebut bisa memicu kekambuhan asma buat mereka yang sudah punya riwayat asma. Bahkan cukup banyak pula penderita asma yang sensitif terhadap aspirin, yang terpicu kekambuhan asmanya jika minum aspirin. Kok bisa ya? Tidak begitu pasti penyebabnya, tetapi diduga hal ini berkaitan dengan dampak dari penghambatan terhadap enzim COX. Penghambatan terhadap COX akan mengarahkan metabolisme asam arakidonat ke arah jalur lipoksigenase yang menghasilkan leukotrien. Leukotrien sendiri adalah suatu senyawa yang memicu penyempitan saluran nafas (bronkokonstriksi). Karena itu, penderita dengan riwayat asma juga harus hati-hati menggunakan obat-obat AINS. Alternatif paling aman ya kembali ke parasetamol.

 Apa alternatif lainnya?

Setelah mengetahui bahwa enzim COX yang lebih berperan dalam peradangan adalah COX-2, bukan COX-1, maka para ahli berpikir untuk membuat obat yang khusus menghambat COX-2 saja. Maka muncullah obat-obat coxib, yaitu celecoxib, rofecoxib, valdecoxib, dll. Obat-obat ini sangat laris ketika pertama kali dimunculkan, karena memenuhi harapan sebagian besar pasien yang harus mengkonsumsi AINS dalam jangka waktu lama, tapi terhindar dari efek terhadap lambung.

 Apakah obat ini bebas dari efek samping?

Hm…. ternyata tidak juga tuh. Beberapa tahun setelah diluncurkan di pasar, mulai ada laporan-laporan kejadian efek samping gangguan kardiovaskular pada penggunaan obat-obat ini, yaitu terjadinya gangguan jantung iskemi atau stroke iskemi. Mengapa bisa terjadi?

Ternyata penghambatan secara selektif terhadap COX-2 juga memunculkan masalah lain. Diketahui bahwa selain prostaglandin, COX-1 juga mengkatalisis pembentukan tromboksan A2, suatu senyawa dalam tubuh yang berperan dalam pembekuan darah dan bersifat vasokonstriktor (menyebabkan penyempitan pembuluh darah). Ketika COX-1 dibiarkan tidak terhambat, maka pembentukan tromboksan jalan terus, dan ini ternyata dapat menyebabkan meningkatnya risiko terbentuknya gumpalan-gumpalan darah kecil (blood clots) yang dapat menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah. Jadilah gangguan kardiovaskuler seperti yang disebutkan di atas.

Karena itu, VIOXX (rofecoxib) yang sudah beredar di pasar, pada tahun 2004 ditarik lagi dari peredaran oleh produsennya. Sementara itu, celecoxib (Celebrex) tetap masih boleh beredar tetapi perlu ada pelabelan ulang pada kemasannya, di mana perlu dinyatakan bahwa obat ini harus digunakan secara hati-hati oleh mereka yang memiliki riwayat gangguan kardiovaskuler.

 Begitulah….. ternyata walaupun “cuma” mencari obat penghilang sakit, juga perlu ada ilmunya. Dan perlu diingat, sebaiknya obat penghilang sakit ini digunakan hanya jika perlu saja, karena obat-obat ini sifatnya adalah simtomatik, atau menghilangkan gejala. Jika penyebab sakitnya sendiri belum hilang, maka nyeri masih mungkin akan muncul kembali. Jadi misalnya sakit kepala karena banyak hutang,… maka segeralah bayar hutangnya…… analgesik tidak bisa menyelesaikan masalah Anda.

 Oke, demikianlah sekilas info.. Kalau masih bingung dalam memilih obat analgesik, belilah di Apotek, dan carilah Apotekernya untuk berkonsultasi…

Semoga bermanfaat…


Aksi

Information

46 responses

28 10 2016
yunita dewi

Selamat siang ibu, saya ingin bertanya. Ada seorang anak yg disuruh ibunya yg beusia 63 tahun untk membeli obat di apotek. Kemudian apotek mengatakan kalau stok obatnya habis.Lalu apoteker menyarankan menggunakan obat golongan NSAID yang lain seperi ibuprofen dan diklofenak. Namun sang anak kebingungan karna tidak mengerti tentang obat obatan. Menurut ibu apakah obat yang ditawarkan apoteker itu aman untuk ibunya si anak, apakah fungsi dari obat yg ditawarkan apoteker itu sama dan apakah ada efek samping lainnya?.Terima kasih.

Jawab:
Sayangnya obat yang habis tadi tidak disebutkan namanya, jadi saya tidak bisa membandingkan dengan obat yang ditawarkan oleh apotek, apakah sama atau tidak. Tetapi secara umum obat NSAID cukup aman. Tetapi perlu berhati-hati jika akan digunakan dlm jangka waktu lama, terutama jika ada riwayat gangguan lambung atau ginjal.

10 10 2016
Edward

Selamat sore ibu,
Saya mau tanya bu,
Pertama adalah ada pasien yang alergi paracetamol, ibuprofen dan kyknya gol. NSAID, saya bingung masih bingung juga memberikan alternatif obat krn paracetamolpun dia alergi, saya sarankan saja ke dokter dulu. Kira-2 alternatif obatnya apa ya bu….
Kedua: Pasien saya (laki-2, 43 tahun) mendapat resep Celebrex, Dexa M dan Zyloric 300 dan Neurosanbe plus untuk kasus asam urat (kaki kanan bengkak dan nyeri intensitas sedang, pernah juga diterapi recolfar 10 tablet) padahal asam uratnya dari 3x pemeriksaan hanya berkisar 7.2 – 8.3. Ada sedikit peningkatan kreatinin serum. Celebrex sdh digunakan 2 minggu dan kembali mendapatkan resep utk 1 minggu ke depan. saya membaca suatu artikel bahwa lama terapi sekitar 2 minggu atau dibawah 6 bulan. Yang saya mau tanyakan masih amankah lama terapi/pemberian obat ini meskipun selective cox-2 tapi tetap masih bisa menimbulkan efek samping pd lambung, kardio dan cerebrovaskular (ditambah Neurosanbe plus dan zyloric pd resep terakhir, ada Skrening r/ dan PMR).
Tadi saya sempat diskusi dengan dokternya untuk mengevaluasi penggunaan celebrex atau mencari indikasi/diagnosis lain.

Terima kasih bu atas jawabannya

Jawab:
Yang pertama, jika memang perlu sekali bisa dicoba dengan COX-2 inhibitor mungkin….
Yang kedua, perlu diperhatikan riwayat gangguan kardiovaskuler pasien, celecoxib berisiko meningkatkan pembekuan darah. Sebaiknya memang tidak terlalu lama penggunaannya. Perlu dipastikan juga diagnosanya. Jika memang masalah asam urat, sarankan tentang dietnya utk rendah purin.

25 03 2016
Ida

Reblogged this on another journal and commented:
Persoalan obat nyeri, makasih loh bu buat saya paham🙂

19 03 2016
Harun Khadafi

Selamat siang, Bu…
Saya Harun. Ortu saya gagal ginjal tp sering bgt nyeri punggung (encok). Kira2 pengganti diclofenac yg aman apa ya? Dulu pernah pakai X-flam pd saat blm gagal ginjal. Skrg nyeri punggungnya kumat lagi, saya baca dikontra indikasi klo x flam (golongan diclofenac) berefek ke ginjal bagi penderita gangguan fungsi ginjal. Mohon jawabannya Bu…
Salam,
Harun

Jawab
Dear Harun, mungkin bisa dicoba dengan Celebrex (celecoxib), suatu analgesik yang leboh selektif terhadap COX-2. Tapi baiknya bisa dikonsultasikan dengan dokter.

16 03 2016
Febia Wulandari

assalamualaikum bu.. saya mau bertanya mengapa asetosal pada dosis kecil berefek sebagai pengencer darah, sedangkan pada dosis besar hanya berefek sebagai analgetik saja.. terima kasih bu…

Jawab:
asetosal bersifat cukup selektif terhadap COX-1 yang merupakan enzim yang mengkatalisis pembentukan tromboksan. Jika tromboksan tidak terterbentuk, maka tidak ada yang mengaktifkan platelet, sehingga tidak terjadi penjendalan darah. Jadi asetosal dapat digunakan sebagai pengencer darah, dan itu cukup dengan dosis kecil. Jika dosis besar dia sebagai anti inflamasi, tapi tetap juga memiliki efek samping perdarahan, jadi sifat pengecer darahnya tetap masih ada.

11 03 2016
nia

bu,saya ingin bertanya. akhir akhir ini saya sering buang air kecil disertai rasa nyeri pada kemaluan,juga sakit seperti sedang haid padahal saya tidak sedang haid.. kira kira itu gejala apa ya bu??

jawab:
saya bukan dokter yang bisa mendiagnosa, mbak.. gejala seperti itu kurang spesifik. Bisa mengarah ke infeksi saluran kemih, namun harus dipastikan dengan pemeriksaan dokter.

14 01 2016
El

Salam sejahtera Ibu.
Sebagian besar ulasan Ibu seputar farmasi saya sudah baca, termasuk beberapa buku yang Ibu karang. Menurut saya, kontennya luar biasa & sangat2 membantu.

Kali ini saya punya permasalahan Ibu, kiranya ibu berkenan dapat membantu.
Ayah saya, sudah lama menderita gout. Selama ini beliau saya lihat biasa mengkonsumsi analgesik Diklofenak & Piroxicam (tentunya tidak bersamaan). Dalam bungkus obat yang saya temukan, juga terdapat Dexamethason beberapa biji & Allopurinol. Saat ini, penyakitnya sering kambuh kalau berada di cuaca dingin. Sejak divonis menderita gout, ayah saya memang benar2 menghindari makanan/minuman yang dapat menjadi pencetus. Ayah saya bukan peminum/perokok.
1. Apakah itu memang Gout atau RA. Bagaimana cara membedakannya?
2. Analgesik mana yang paling direkomendasikan, apakah diklofenak atau meloxicam atau lainnya? Apakah mungkin menggunakan Celexocib?
3. Apakah masih butuh kortikosteroid? Kalau iya, mana yang lebih direkomendasikan, Methylprednisolon, Triamcinolon atau Dexametason atau ada yang lainnya? Apakah kortikosteroid bisa dipakai saat perlu saja seperti analgesik atau ada aturan khususnya?
4. Apakah butuh Probenezid atau cukup Allopurinol?

Salah satu kendalanya adalah saya tinggal jauh dari beliau, jadi saya tidak bisa mengontrol penggunaan obatnya.
Kiranya Ibu berkenan memberi informasi & menjawab pertanyaan saya. Terima kasih sebelumnya. Tuhan memberkati Ibu dalam berbagai pelayanan. -L-

jawab:
Dear L, saya coba jawab ya..
1. Untuk membedakan gout atau RA “gampang” saja, yakni tes laboratorium. Jika kadar asam urat tinggi, kemungkinan ke arah gout. Untuk RA saya kurang yakin karena biasanya gejalanya tidak cuma nyeri sendi, kadang bengkak dan jari-jari bisa bengkok. Kalau OA (osteoartritis) itu lebih mungkin, mengingat usia ayah anda yang sudah sepuh. OA merupakan penyakit degeneratif yang biasanya terjadi pada usia lanjut, sedang RA adalah penyakit autoimun yang umumnya menyerang pada usia lebih muda.
2. Analgesik yang lebih aman untuk lambung adalah meloksikam, ketimbang piroksikam. Lebih aman lagi adalah celecoxib. jadi bisa dicoba dengan celecoxib. Tetapi jika ayah anda punya gangguan/riwayat kardio atau serebro vaskuler, perlu menggunakan dengan hati-hati karena ada risiko peningkatan penjendalan darah.
3. Untuk steroid, sebaiknya dilihat keparahannya. Untuk steroid oral sebaiknya tidak digunakan terus menerus karena efek sampingnya cukup banyak. Pilihannya bisa dexa atau metilprednisolon. Tapi karena ini obat keras, maka sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk memastikan perlu tidaknya.
4.Probenesid dan allopurinol bisa diberikan jika memang diagnosanya adalah gout. Bisa salah satu atau keduanya, tergantung keparahan (lihat angka asam uratnya). Kedua obat ini berbeda titik tangkapnya, jadi bisa dikombinasi untuk saling sinergis. tetapi harus dicek dosisnya.
Demikian ya, semoga bisa membantu

5 12 2015
iswandi

Hallo bu, sy iswandi dari papua, bu’ sy mau nanya, sy kadang alami sakit kepala atau gigi hanya saja sy alergi sama obat2 pereda nyeri gol gin-gin/asamfemanat, boleh sy dibantu saranya kira2 obat apa yg baik sy konsumsi jika mengalami nyeri agar tidak alergi.

Makasih.

Jawab:
untuk nyeri gigi maupun sakit kepala, bisa dicoba juga dengan ibuprofen.. Obat ini memiliki efek anti radang dan penghilang nyeri. Mudah-mudahan tidak alergi juga

19 11 2015
Isma

Ass bu. info dr ibu sangat bermanfaat.Mohon maaf seblmnya bu, di koreksi jika sy salah. Dr penjlsan ibu terhadap beberapa pertanyaan d atas sy melihat spertinya ibu setuju2 sj dengan kombinasi OAINS. bukan kah seharusnya kombinasi obt dr gol yg sama tidak di sarankan, walaupun itu pemberian jangka pendek. misalkan pada pasien yg memiliki radang sendi diberikan Natrium diklofenak dan Piroxicam dgn mksd untuk meningkatkan efek analgetik n antiinflamasinya. baru mkan 1 tab nadic n 1 tab pirox aj nyerinya da lngsng hilang. mmg penggunaanya jgka pendek tp biasanya pasien seperti ini akan kembali dgn keluhan yg sama, lalu kemudian akan diberikan lg obt yang sama. bgt seterusnya, apakah kasus seperti ini bisa dikatakan obat itu akan aman bagi si pasien? apakah tdk lebih aman bu jika kita kombinasi nadic atau pirox ini dgn obt dr gol berbeda misalnya untuk meningkatkan efek analgesiknya kita kombinasi dengan parasetamol n untuk efek antiinflamasix dikombinasi dgn deksametason. ataukah mmg tidak apa-apa mengkombinasi obat dari golongan yang sama selama i2 diberikan dalam jangka pendek? mohon maaf untuk ketidak tahuan sy bu, mohon penjelasan.

Jawab:
kalau ditanya masalah keamanan, memang lebih aman jika digunakan satu macam NSAID saja. Tidak perlu dikombinasi dengan analgesik parasetamol karena NSAID sendiri sudah berefek analgesik. Kombinasi dengan kortikosteroid dapat diterima jika memang radangnya cukup berat atau disertai radang karena alergi, tapi jika masih ringan-sedang, NSAID saja cukup memiliki efek anti radang.

25 09 2015
IMAS FARIS FIRMANSYAH

waaaahhh,,,,bener-bener bermanfaat bu,,
saya mau tanya Bu,,,mertua saya mengalami saraf kejepit, setelah di operasi untuk analgesiknya oleh Dokter dikasih ZALDIAR, Setelah seminggu mengkonsumsi dengan aturan pakai 3x/hari rutin mertua saya kontrol lagi, dan ternyata si Dokter men STOP untuk konsumsi ZALDIAR dan di kasih MYLANTA,,,,tapi mertua saya sampai sekarang masih merasakan nyeri dengan skala 6 ( 1-10 ), kemudian saya dapat saran dari Kakak saya untuk pakai PARACETAMOL yang 650 Mg sedangkan di atas Ibu menjelaskan dosis maksimal penggunaan parasetamol adalah 4 gram/sehari atau 8 tablet @ 500 mg/sehari. Melebihi itu, akan berisiko terhadap hati. Mohon penjelasannya Bu Zullies, Dan minta solusi yang cocok untuk mengurangi rasa nyeri tapi dengan resiko yang seminimal mungkin, sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

Jwab:
saya kira bisa dicoba dengan parasetamol dulu.. asal spt yang saya sampaikan, jangan melebihi 4 gram sehari. Alternatif lain adalah menggunakan Celecoxib yang aman bagi lambung.. tapi harga relatif mahal.

18 08 2015
Bude Lies

sangat bermanfaat, apa yg ibu sampaikan. karena begitu detail ibu mengulasnya, saya suka, trimakasiih yaa.

3 06 2015
mushlih007

assalamu alaikum ibu. makasih sudah datang ke farmasi UMI bebrapa hari yg lalu ibu. seminar yang luar biasa…
ohh iya ibu saya kembali ada pertanyaan lagi ibu. ada kasus pemakaian cetirizin selama 2 tahun ini krn sakit gatal2 seperti reaksi alergi gitu bu. si pasien juga sudah periksa ke dokter n dokterx ini malah ngasih obat ozen (cetirizin). kira2 akibat pemakaian yang lama dari obat ini apa yah bu? ad solusinya nggk bu spy nggk ketergantungan dgn obat cetirizin ini…

Jawab:
dear Muslih, alergi memang sulit disembuhkan karena bisa dibilang sebagai penyakit bawaan… tapi bisa dikontrol dengan obat. Jika bisa menghindari pencetus tentu lebih baik, tapi jika tdak bisa memang perlu akai obat. Kadang harus dipakai bertahun-tahun… saya kira tidak ada-apa.. sebaiknya memakainya jangan terus-menerus tetapi diberi jeda.. jadi kalau bener2 gatalnya tidak tertahankan bisa digunakan, jika masih bisa ditoleransi bisa berhenti dulu.

28 05 2015
mohamad s

Wah bagus sekali artikelnya. Selama ini kalo nyeri ndak pernah pilih2 obat analgesik. Terima kasih..

19 05 2015
Agus Nainglan

Nama saya agus nainglan

dear Ibu Zullies: Bu saya mau nanya saya dulunya sering mengkonsumsi obat tramadol slama 2 tahun dan sekarang saya mengalami sakit gusi bu sudah 8 bulan rasa sakit itu saya rasakan sakitttttt bangtttt gak ada henti2 nya, saya udah berobat ke dokter gigi manapun tpi tetap aja sampai skrng gak ada hasil nya, saya gak kuatttt bu ngerasain sakit gusi ini terus menerus saya minta tolong tips cara pengobatan nya bu saya mohon !!?

Jawab:
Wah, anda minum tramadol selama 2 tahun utk sakit apa ya? tentang sakit gusinya apakah dokter gigi sudah bisa memperkirakan penyebabnya… Kalau sakit gusi bisa sampai berbulan-bulan itu sudah termasuk nyeri kronis…jangan2 itu masalah nyeri saraf. Coba konsultasikan dengan dokter ahli spesialis syaraf saja.

16 03 2015
NW Melantini Noepunk

berbahayakan konsumsi meloxicam pada ibu menyusui? apakah tablet harus dihabiskan apabila sudah tidak merasakan nyeri? terima kasih

jawab:
Tidak apa jika digunakan seperlunya saja. Tablet tidak perlu dihabiskan jika sudah tidak nyeri.

14 03 2015
kailliant

Terimakasih, tulisan Ibu Zullies benar-benar mudah dipahami…

26 12 2014
Mushlih

amazing blog ibu….
perkenalkan saya mahasiswa farmasi UMI Makassar yg fans ma ibu.
ibu saya ada pertanyaan juga nich. dari jurnal yg prnh z dapat bahwa obat2 selektif COX-2 dapat menyebabkan pnginkatan resiko gagal ginjal ibu. bener nggk bu??? trima kasih bu…..

Jawab:
Tidak banyak yang melaporkan efek nefrotoksik pada obat coxib. Memang ada beberapa. Tapi dibandingkan NSAID, coxib lebih aman terhadap ginjal. Salah satunya dilaporkan di sini:
IS CELECOXIB NEPHROTOXIC? A META-ANALYSIS OF OBSERVATIONAL STUDIES
Patompong Ungprasert, Napat Leeaphorn, Pongsathorn Kue-A-Pai.
Bassett medical center, Cooperstown, NY, USA
Nephrotoxicity is a well-recognized adverse drugs reaction of
non-selective NSAIDs. However, data on selective COX-2
inhibitors, particularly celecoxib, the only remaining drug on the
U.S. market, remain unclear. Therefore, we conducted a systematic
review and meta-analysis of observational studies addressing this
issue. Extensive literature search in MEDLINE, EMBASE and
Cochrane database yielded two case-control studies comprising of
27,052 cases and 421,274 controls. Data analysis was performed
using the Review Manager 5.2 software from the Cochrane
Collaboration. Odds ratios and 95% confidence intervals were
calculated for dichotomous variables using a random-effect
Mantel-Haenszel analysis. Our meta-analysis revealed no
statistically significant increased odds of AKI among celecoxib
users (OR 0.71; 95% CI, 0.42-1.21; P 0.21).
Our result is consistent with a previous meta-analysis of
randomized-control trial that also demonstrated no statistically
significance increased risk of celecoxib on adverse renal events.
Celecoxib may present a better safety profile in this regards,
compared with non-selective NSAIDs.

22 12 2014
dian damayanti

dear ibu zullies
setiap bln saya menderita sakit kepala akibat menstruasi. hal itu terjadi biasanya 2 mggu sth mens, tp akhir2 ini pusing saat mens atau begitu mens selesai. pusingnya sampai 3 hr bu, paracetamol, antalgin, neuralgin, neo remasil sdh pernah saya coba, tp bbrp jam kemudian pusing lagi. dlm sehr maksimal sy minum obat 4 x. jk sy tunda minum obat, pusing sulit hilang malah mual. stlh tersiksa pusing 3 hr, baru sembuh benar.sebaiknya minum obat apa ya bu supaya tdk tersiksa selama bbrp hr?
nb. saya menggunakan kb spiral andalan

jawab:
Dear Dian, memang ada beberapa orang yg mengalami sakit kepala menjelang haid. Apakah sakit kepalamu termasuk migrain atau bukan? Migrain biasanya terjadi di sebelah sisi kepala, dengan nyeri yg berdenyut-denyut dan tingkat sakit yang cukup berat, dan seringkali disertai mual. Migrain ada yg kambuhnya dipicu oleh faktor hormonal, misalnya dengan kambuh setiap haid. Jika memang cukup mengganggu dan tdk mempan dengan berbagai analgesik, periksakan saja ke dokter. Ada obat-obat yang bersifat pencegahan sakit kepala/migrain, mungkin bisa dicoba. Tetapi obat2 ini harus diperoleh dengan resep dokter.

6 12 2014
endangsusi72

Reblogged this on endangsusi72's Blog.

20 10 2014
arozam

Untuk sakit gigi, mengapa kebanyakan dipakai asam mefenamat..sebernarnya mekanisme nya seperti apa dibandingan golongan lain sperti piroksikam yang untuk nyeri pada sendi..

Jawab:
Sebetulnya mekanismenya sama saja, dengan menghambat sintesis prostaglandin. Jadi sebenarnya bisa dipakai golongan NSAID yg lain

11 10 2014
st. hasma nur putriani (putri)

bismillah…
asslm.wr.wb.. apa kabar bu???
subhanallah menarik sekali artikel bu… jujur sya sgat terinspirasi dgn ibu,,, shingga membuat sya sllu termotivasi n ingin jadi sprti ibu…
sya mahasiswa farmasi dari UIN alauddin makassar ingin bertanya sputar obat NSAID,, bgini bu… sya prnah bca n dengar informsi kalau efek analgetik parasetamol it lebih lemah dibandngkan dengan aspirin (asetosal) pdhal potensi n afikasinya sama…. apakh krna mkanisme pct dgn penghambatannya selain pada cox-1 n cox-2 jga mnghmbat enzin cox-3 dimana COX-3 adalah varian dari COX-1, yang terdistribusi di sistem saraf pusat. Dengan penghambatan terhadap COX-3 di otak/sistem saraf pusat, maka efeknya lebih terpusat dan tidak menyebabkan gangguan pada lambung. mksudnya apkah efek lemahnya parasetamol itu trhadap efek analgasik disbbkan krna efek penghambtan prasetamol yg lbih terpusat pda COX-3 bu? bgaimana tanggapan ibu?

selain itu,, bu bgmana jk seorg pasien mengalami nyeri, ttp si pasien mmiliki riwayat gangguan kardiovaskuler n lambung.. takutnya sya bu klu pakai obat NSAID misalnya aspirin yang akn berisiko pd lambungnya, tp kalu sya pke obat yg selektif misalnya selecoxib tp berdmpak pd resiko jantung iskemik krna faktor penghambatn cox-2 yg mengakibatkan COX-1 mengkatalisis pembentukan tromboksan A2 sehingga pmbentukan keping drah terjadi scara trus mnerus jka cox-1 tdk dihambat… obat apa ya bu yg bgus??

n bu… kluargaku pernah mengalami pendrahan krna kguguran, ia merasa nyeri. NSAID dikenal obat untk nyeri yg amn… tp sya tdk berani bu krna efek vasodilatasi n penghambatan agregasi plateletnya. apakah obat parasetamol bgus bu? krna meknisme penghambatnnya trhadp enzim COX-3 yg mengakibatkan trbntuknya mediator prostasiklin sehingga trjadi vasokonstriksi n agregasi platelet. bagaimana tanggapan ibu???

maaf bu.. bnyak sekli pertanyaan sya🙂😀 n terima ksih bu?? wassalm.wr.wb

Jawab:
dear putri, pertanyaanmu bagus dan banyak.. saya lihat kamu sudha banyak memiliki pengetahuan tentang ini. Ya efikasi parasetamol sebagai analgesik memang sedikit di bawah NSAID yg memiliki efek anti radang. Parasetamol bekerja pada COX-3 di SSP, sehingga lebih berefek sebagai analgesik dan antipiretik, bukan anti inflamasi. Tapi yang namanya nyeri itu sifatnya subyektif jadi perbedaan itu seringkali tidak terlalu nyata secara klinis.
Buat yang mengalami nyeri tetapi memiliki gangguan kardiovaskuler dan lambung bisa dipilihkan parasetamol, atau bisa saja tetap diberi NSAID tetapi disertai dengan obat utk proteksi lambung seperti PPI atau misoprostol.
Pasien yang nyeri yg disertai perdarahan (misal pada keguguran) memang berisiko jika menggunakan aspirin atau NSAID yg berisiko menyebabkan perdarahan. Parasetamol cukup aman. Tapi masalahnya, cukup mempan tidak karena jika nyerinya berat parasetamol mungkin tidak cukup kuat. Jika terpaksa, bisa minta dokter untuk meresepkan analgesik opiat (tramadol, kodein).

2 08 2014
Nur Basuki Rachmanto

Matur nuwun, Bu atas penjelasannya yang mudah dicerna dan amat berguna. Saya yakin banyak orang yang akan terbantu dengan ulasan yang seksama ini. Sekali lagi, matur nuwun. Tuhan memberkati.

1 04 2014
ita

Bu, mau tanya, efek analgetik antara paracetamol dengan ibuprofen, mana yg lbh kuat? Ada yg blg ibuprofen lbh bagus dr paracetamol. Apa itu benar? Trimakasih

jawab:
Ibuprofen memiliki efek anti radang, sementara parasetamol hanya analgesik dan antipiretik, kurang berefek anti radang. Kalau potensi analgesiknya relatif sama. Tapi memang ibuprofen dipakai dalam dosis yang lebih kecil daripada parasetamol

25 12 2013
puteh

Gigi molar 3 saya posisinya tidur,smlm baru saya rontgen dan diberikan obat prolic utk antibiotik dan flamar utk pereda rasa sakit, sedangkan smp skrg rasa sakitnya masih terasa sekali, kykny flamar ga mempan deh,smbl nunggu jadwal operasi,menderita bgt, haduh…… apakah ada saran obt yg lebih ampuh dr flamar utk menemani saya smp sblm operasi? thx

Jawab:
Klo mau yang lebih poten ya golongan narkotik, tapi itu tidak boleh sembarang dipakai..
Coba ditingkatkan dosisnya dulu.. tapi risikonya pada lambung klo dosisnya ketinggian. Dah, ditahan saja dulu…:)

4 11 2013
swisti

hidup bayar hutang,,wjwkwk,,,,
makasih bu info nya menarik sekali,,,,

28 10 2013
fajarnr07@gmail.com

mlm bu saya mau tanya kalo farsipen plus dan divoltar trus ranitidin di berikan pada pasien dengan keluhan sakit kaki kurang lebih seminggu , aman tidak ya ?
regards

Jawab:
Farsipen dan Divoltar sebenarnya satu golongan sebagai obat antiradang, jadi sebenarnya cukup satu macam saja. Keduanya bisa memberi efek samping pada gangguan lambung, sehingga diberi ranitidin. Tapi kalau cuma dipakai seminggu sih Insya Allah masih aman.

27 09 2013
lailiyatie@yahoo.com

suami habis jatuh dari motor trus jempol kaki tertimpa motornya.sekarang bengkak.dia punya maag,trus dikasih obat omeprazole sama meloxicam,apakah itu aman untuk lambungnya/ku tunggu solusnya,kalo solusi diatas kurang tepat.trim

Jawab:
saya kira obatnya sudah cukup tepat, di mana untuk mencegah efek samping meloksikam terhadap lambung diberikan juga omeprazol.Tapi klo nanti masih agak perih, sebaiknya dihentikan meloksikamnya. Sebenarnya untuk lambung lebih aman pakai parasetamol.

14 06 2013
Rosmaya Julita

makasih ya bu🙂

9 06 2013
Rosmaya Julita

Ass.. bu , mau nanya pasien dengan nyeri kaki terus dikasih aspirin malah nyeri lambung dan nyeri kakinya juga blm hilang, trus klo pasien dikasih celecoxib tapi punya riwayat penyakit IHD gimana ya bu?padahal celecoxib itu menyebabkan gang.kardiovaskular dan memicu terjadinya jantung iskemik.. maksih bu sebelumnya ..

jawab:
Coba dengan parasetamol. Kalau ngga mempan, mungkin bisa tetap diberi aspirin atau NSAID dengan penambahan ranitidin atau sukralfat untuk proteksi lambungnya.

15 01 2013
Nuniek aulia

ikut kuliah ibu asyik kali ya… kapan bu ada seminar klinik dimana ibu jd pembicara nya ?

jawab:
Udah sering kok, Mbak.. terakhir kemarin di Yogya, bulan Februari besok berturut-turut di Semarang, Yogyakarta, dan Bandung. Bulan Maret Insya Allah di Jepara. Silakan kalau pas waktu dan tempatnya, bisa menghadiri dan temu darat🙂

13 01 2013
ratna

Bu,,kalau minum piroksicam dan na diclofenack kmngkinan ada efek samping apa untuk orang tua,,terimakasih..

Jawab:
Kalau dua-duanya diminum sekaligus, mungkin bisa berefek samping ke lambung, bisa perih.

7 08 2012
rustam

asam mefenamat tidak ada dalam urutan.berarti aman ya….

1 05 2012
sandurezu

trima kasih byk ibu, sangat membantu😀
sy mahasiswa kedokteran yg kbtulan lagi blajar tntang OAINS.🙂

9 02 2012
nixon

Istri saya sedang menyusui..bayi usia 6 bulan. Mengeluh nyeri perut seperti ditusuk2.. Obat anti nyeri apa yang aman..makasih,,.

Jawab:
untuk sementara bisa pakai parasetamol dulu, tapi jika nyeri berlanjut, sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk dipastikan penyebab nyerinya agar bisa ditangani dengan tepat

7 01 2012
Yenny

Saya lagi hamil 4 bulan dan lg sakit demam,skt gigi,skt kepala. Sama dr umum diberikan ifen ibuprofen. Soalnya minum dumin tidak mempan. Apakah aman ya bu?? Thx …

Jawab:
masih aman kok, Mbak… asal sesuai dosis yang dianjurkan

19 07 2011
Prajnya

Ibu hamil bukannya kontraindikasi diberikan asam memfenamat ya?

jawab:
kontraindikasi sih tidak, tapi perlu diberikan dengan hati-hati..

24 02 2011
adit

saya lagi hamil 6 bulan dan diberikan obat sakit gigi karena gusi bengkak obatnya yaitu natrium diklofenak, amoxilin, dan asam mefenamat, apakah aman ya bu u/ janin saya?

Terima kasih

Jawab:
Untuk pemakaian jangka pendek tidak apa-apa, Mbak… saya kira masih cukup aman.

3 02 2011
dina

mw tanya sebaiknya anak umur 5tahun diberikan obat ap ya bu jika ia demam dan kejang ?? trima ksh

jawab:
untuk kejangnya bisa diberi luminal atau diazepam, untuk meningkatkan ambang kejangnya.

23 11 2010
naufal

bismillah….
artikel ibu bagus sekali. rasanya jadi pengin kuliah lagi. membaca artikel ibu diatas saya masih ada yang sedikit ngganjel. sebenarnya prostaglandin yang dihasilkan COX 1 itu apakah sama dengan prostaglandin yang dihasilkan COX 2 ? kalo sama kok efeknya beda. atau hanya distribusinya yg berbeda? coz diatas ibu menjelaskan
“COX-1 ini selalu ada dalam tubuh kita secara normal, untuk membentuk prostaglandin yang dibutuhkan untuk proses-proses normal tubuh, antara lain memberikan efek perlindungan terhadap mukosa lambung. Sedangkan COX-2, adalah enzim yang terbentuk hanya pada saat terjadi peradangan/cedera, yang menghasilkan prostaglandin yang menjadi mediator nyeri/radang.”
trus satu lagi bu, ada rekan yang bilang kalo obat2 coxib itu memang tidak mengiritasi lambung. tapi ternyata pada penggunaan jangka panjang tetap mengiritasi lambung. bahkan lebih parah dari NSAID yang lain. rekan tsb bilang itu kata dosennya. bagaimana tanggapan ibu? mohon pencerahannya. terimakasih dan mohon maaf sebelumnya….
wassalamu’alaikum

jawab:
dear Naufal,
prostaglandin yang dihasilkan COX-1 dan COX-2 bisa jadi sama saja, hanya terdistribusi di tempat yang berbeda. prostaglandin yang dihasilkan melalui COX-2 berada di tempat-tempat terjadinya peradangan, karena COX-2 baru akan terekspresi tinggi ketika ada peradangan.
Untuk COXIB, saya belum pernah mendengar bahwa coxib menyebabkan gangguan lambung pada jangka panjang. Setahu saya, efek samping coxib lebih pada gangguan kardiovaskuler karena peningkatan risiko penjendalan darah akibat tidak terhambatnya pembentukan tromboksan (yang dikatalisis oleh COX-1). Jadi maaf, kayaknya sih saya tidak sepakat dengan pernyataan di atas bahwa coxib jangka panjang menimbulkan gangguan lambung yg lebih parah dari NSAID.

11 11 2010
Marianne

Asww…..Ibu artikelnya menarik sekali…gampang dipahami dan lebih mudah masuk ke otak hehe…Ibu..mau nanya dong..kenapa yang Valdecoxib ditarik dari peredaran sedangkan Celecoxib tidak ditarik, padahal kan sama-sama cox 2 inhibitor. Trims Ibu….

jawab:
Halo Anne,
biarpun sesama COX-2 inhibitor, valdecoxib memiliki potensi penghambatan COX-2 yang lebih besar daripada celecoxib, sehingga efek samping kardiovaskulernya lebih besar.. terbukti dalam post marketing surveillance-nya, kejadian efek samping yg disebabkan oleh valdecoxib lebih besar ketimbang celecoxib. Jadi valdecoxib ditarik dari peredaran, dan yg menarik dari pasar itu produsennya sendiri… Semoga bisa membantu ya..

14 09 2010
Memilih obat turun panas dan analgesik untuk anak-anak « Instalasi Farmasi RSUD Curup

[…] Aku pernah menulis di blog ini tentang bagaimana memilih analgesik yang pas… (bisa dilihat di sini). Tapi tulisan itu masih agak luas, yaitu menguraikan berbagai jenis obat penghilang rasa sakit dan […]

28 04 2010
han'sss

Ass??ibu saya mahasiswa farmasi,,saya mau tanya mengapa paracetamol efek analgetiknya lebih lemah dibandingkan dengan acetosal setelah saya coba pada hewan uji,,thanks….

jawab:
saya kira efikasi dan potensinya sebanding sih antara parasetamol dan acetosal, yang berbeda adalah daya anti inflamasinya. parasetamol tdk memiliki daya antiinflamasi.

18 12 2009
Memilih obat turun panas dan analgesik untuk anak-anak « Farmasi dan Informatika

[…] Aku pernah menulis di blog ini tentang bagaimana memilih analgesik yang pas… (bisa dilihat di sini). Tapi tulisan itu masih agak luas, yaitu menguraikan berbagai jenis obat penghilang rasa sakit dan […]

29 05 2009
sholihin dr

Ass.wr.wb.
Mbak Zullies mohon ijin download ya? sangat bermanfaat untuk kita yang ada dipinggiran jauh dari sekolahan.. Salam untuk keluarga, mbak Tri Murti dan mbak Ernawati di Kampus. makasih
Wass.wr.wb.

Jawab:
Monggo mas Sholihin, semoga bermanfaat.

21 05 2009
Ridho

bu zullies wrote:
Kalau masih bingung dalam memilih obat analgesik, belilah di Apotek, dan carilah Apotekernya untuk berkonsultasi…

ridho komen: kalo apotekernya ada. hehehe…

Jawab:
sengaja aku tulis demikian, semoga teman-teman apoteker jadi “merasa” bahwa mereka itu diperlukan😉

21 05 2009
Daril

Assalamualaikum, ibu apa kbr?wah episode yg berat tp tnyt “ngedongi” jg he3.. Bu,ttg topik ibu,sy ad ptny.klinisi kdg mggbgkn antsida/h2blkr/ppi bsm NSAID dg dalih antisipasi,tnp mlht evidence nya.sy yakin ibu spakat menilai ketdkrasionalnya.namun,kdg f.klinis tdk pny plhn lain slain mnuruti klinisi”ngeyel”,solusi ibu bgmn?bkaitan sm prubhn pH lmbung,teknlg enterikny.trimakasih ibu

Jawab:
mungkin ya dituruti dulu, sambil dipantau adakah dampak dari ketidakrasionalan tersebut…. sambil diajak diskusi (kalau bisa) ttg evidence yang ada. Say with data, not only assumption…. Gitu kali...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: