Mempopulerkan hasil penelitian: Gamavuton-0 sebagai anti rematoid artritis

10 05 2009

Dear kawan,
Beberapa hari telah berlalu sejak aku pulang dari Kelantan. Biasa lah…. berderet pekejaan sudah menunggu. Pekerjaan rutin maupun di luar rutin. Bakal ada tambahan kerjaan lagi beberapa saat ke depan…. Proposal IMHERE UGM di mana Fakultas Farmasi termasuk di dalamnya (dan aku terlibat di dalamnya pula) diterima…. Hm… bingung mau merasakan apa… hehe… lega karena kerja keras kami menyusun proposal beberapa waktu lalu sampai lembur berhari-hari ada buahnya….. tapi juga sudah kebayang beratnya pekerjaan yang harus dilakukan……. harus menyerap dana Rp 3 M untuk tiga tahun dalam berbagai aktivitas Fakultas itu tidaklah mudah.

Nah, sekarang…… teman-teman mungkin ada yang pengin tau, penelitian apa yang sebenarnya kami lakukan dan aku presentasikan kemaren di Kelantan, yang secara mengejutkan(ku) mendapatkan second winner prize for oral presentation.
Penelitian kami adalah pengembangan obat baru untuk rematoid artritis (RA) yang berasal dari modifikasi struktur kurkumin. Kurkumin sendiri adalah suatu zat warna kuning yang berasal dari tanaman Curcuma, termasuk temulawak, kunyit, kunir putih, dll. Pak Sardjiman cs dari Curcumin Research Center telah mencoba memodifikasi struktur kimia kurkumin menjadi beberapa senyawa baru. Beberapa di antaranya sudah dipatenkan di beberapa negara. Salah satunya adalah Gamavuton-0.
Nama Gamavuton-0 sendiri berasal dari kata “Gama” yang berarti Gadjah Mada (University), dan “vu” dari “Vrije Universitetit”, serta “ton” adalah senyawa dengan struktur keton. Vrije Universiteit di Belanda adalah institusi yang bekerja sama dengan Farmasi UGM dalam pengembangan struktur kurkumin ini. Nah, aku sebenarnya hanya “take a small part” dari proyek besar pengembangan kurkumin ini, dengan menguji efek farmakologinya. Dan aku memilih efek anti rematoid artritis sebagai salah satu efek yang aku teliti.
Aku mengajukan proposal pendanaan riset tentang hal ini kepada Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia untuk anggaran tahun 2007 lalu, dan alhamdulillah diterima (thanks for Kementrian Ristek for giving financial support). Kami bekerja mulai dengan mensintesis lagi senyawa ini dengan metode yang sudah ada, tetapi dengan beberapa modifikasi untuk meningkatkan rendemennya. (Thanks for Rizal dan Rozi for technical assistance, tentunya di bawah arahan Prof. Supardjan). Setelah senyawa jadi dan dipastikan kebenarannya dengan berbagai uji (KLT, jarak lebur, spektrofotometri IR, NMR, dan GC-MS), maka kemudian diuji efek farmakologinya.

Mengapa rematoid artritis (RA)?
Aku pilih RA karena ia merupakan satu bentuk peradangan/inflamasi kronis, yang memerlukan pengobatan dalam jangka panjang. Obat-obat yang sering dipakai seperti metotreksat dan penekan sistem imun yang lain memiliki efek samping yang lumayan besar. Kami mencoba mencari alternatif obat baru yang diharapkan bisa menambah khasanah dunia pengobatan.
RA sendiri adalah suatu penyakit inflamasi pada persendian yang penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun sangat erat kaitannya dengan sistem imunitas, di mana tubuh berespon berlebihan terhadap senyawa yang ada dalam tubuh sendiri. Penyakit ini ditandai dengan peradangan dan rasa nyeri di berbagai persedian, secara menyeluruh di semua bagian tubuh. Terjadi pula pengeroposan tulang rawan dan tulang keras di sekitar persendian. Pada tahap yang lebih berat, bisa terjadi deformitas bentuk tangan (perubahan bentuk, jadi pada bengkok-bengkok). Dari segi selular/molekuler, terjadi peningkatkan beberapa senyawa sitokin dalam tubuh, yang berperan terhadap kejadian RA, yang paling penting adalah sitokin tumor necrosis factor (TNF-alfa) dan interleukin-1 (IL-1). Karena itu, pada penelitian ini akan dikaji, apakah Gamavuton dapat menekan peradangan/inflamasi, apakah dapat menghambat perusakan tulang rawan, apakah dapat menekan produksi TNF alfa dan IL-1?

Cara penelitiannya bagaimana?
Kami menggunakan tikus putih sebagai hewan percobaan. Kondisi RA dibuat dengan menyuntikkan suatu antigen yang disebut Complete Freund Adjuvant . Antigen ini bisa menyebabkan inflamasi yang sifatnya kronis (bertahan lama) dan sistemik. Dua puluh satu hari setelah penyuntikan pertama, dilakukan booster dengan penyuntikan antigen kedua, untuk memperbesar respon imunnya. Setelah itu, tikus dibagi menjadi 6 kelompok, satu kelompok tidak diberi obat, satu kelompok diberi metotreksat, selebihnya diberi Gamavuton dengan berbagai dosis. Lalu diamati selama 20 hari berikutnya untuk profil inflamasi dan artritisnya, lalu setelah itu dilakukan pengambilan sampel untuk berbagai pengamatan lainnya: dengan histologi (pengecatan dengan Safranin-O) untuk mengamati penipisan tulang rawan, dan teknik Enzyme Linked-Immuno-Sorbent Assay (ELISA) untuk pengukuran kadar TNF dan IL-1 dalam jaringan sendi (thanks for Indri, Ryona, Viddy, dan Dodi for technical assistance).

Hasilnya ?
Singkat cerita, Gamavuton dapat menekan peradangan, menghambat penipisan kartilage/tulang rawan, dan menekan produksi TNF dan IL-1 dengan potensi yang bervariasi untuk setiap paramater. Namun demikian, sungguh ini memberikan harapan untuk bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi alternatif obat baru. Uji toksisitas subkronis Gamavuton-0 sudah dilakukan (thanks for Ari dan Putra for technical assistance, di bawah arahan bu Nunung), dan ditemukan relatif tidak toksik.
O,ya……. Gamavuton juga telah diuji potensinya dalam menghambat enzim cyclooxygenase-2 (COX-2), suatu enzim yang berperan dalam proses peradangan (thanks for Gita for technical assistance). Juga dilaporkan memiliki efek anti kanker pada kultur sel Hela (sel rahim) dan T47D (sel payudara) (thanks for Rizal dan Rozi).

Begitulah, inilah yang aku presentasikan kemaren di Kelantan. Jadi itu bukan pekerjaanku sendirian, sehingga sebenarnya bukan aku saja yang menjadi winnernya. Aku hanya pengembang ide dan organisatornya, serta pelantun tembangnya hehe…….. Terimakasih untuk semua yang terlibat dalam proyek ini.
Demikian, siapa tahu ini bisa jadi inspirasi teman-teman untuk mengembangkan penelitian lainnya.


Aksi

Information

One response

18 12 2011
wenny indriasari

ass. bu zullies,
salam kenal, saya wenny, mhswa pasca itb. kebetulan tesis sy tentang RA dgn induksi CFA menggunakan metode catwalk. bu, kalo bole saya sharing dong bu, mohon waktu dan mungkin email ato no hp/pin bb. kalolah mungkin dengan senang hati sy bisa mengunjungi ibu di jogja. mohon bantuannya sekali bu, pastinya sy harus banyak berguru dg ibu🙂, mohon di tanggapi ya buuuu

Jawab:
silakan bisa e-mail di ikawati@yahoo.com… silakan yaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: