My Note (4): Hari yang mengesankan

4 05 2009

Dear kawan,
Hari ini kisahku agak berwarna…..
Pagi diawali dengan menikmati “nasi dagang” di saat breakfast….. Nasi dagang adalah hidangan khas Kelantan berupa nasi dari beras merah yang dimakan dengan taburan “srundeng” ikan…. Selain itu ada gulai ayam, dan aneka makanan yang lain. Telur hancur kesukaanku tidak disajikan hari ini……..

Hari terakhir conference
Setelah bersiap-siap, aku beranjak turun ke lantai 6 tempat di mana conference di selenggarakan. Yah, antara lega dan sedikit ciut hati…… Lega karena akhirnya acara akan berakhir, dan sudah membayangkan nanti siang aku akan “pusing-pusing”… sekadar mencari oleh-oleh. Agak ciut… karena aku merasa sendirian .. dan sempat merasa sebagai “outlayer”,… merasa di luar arena. Karena paparan topik yang dibahas cukup advanced di bidang molekuler, sedangkan aku cuma ngerti permukaannya saja….
Acara pagi itu masih ada beberapa pembicara, tapi lebih banyak adalah pembicara dari Malaysia sendiri. Sungguh aku terkagum-kagum dengan Ibu Prof Asma Ismail. Jabatan beliau sekarang menjadi Deputy Vice Chancellor di USM bidang Research and Innovation. Beliau dulu Direktur Institute for Research in Molecular Medicine, yang menjadi host conference ini. Orangnya sudah cukup berumur, cantik, berkerudung, tapi nampak lincah dan gesit. Bahasa Inggrisnya bagus sekali. Beliau ini penemu suatu alat test diagnostik (Rapid test) untuk infeksi bakteri Salmonella typhi. Ketika ada acara diskusi panel tadi dengan pembicara-pembicara tamu lain, nampak sekali penguasaannya terhadap ilmunya. Juga nasionaliti-nya. Katanya,” kita harus punya vision, motivation, dan passion…” untuk mengembangkan ilmu. Dalam presentasinya, ia pun sempat mengutip kata-kata bijak dari seorang penulis : “ Knowing is not enough, we must apply. Willing is not enough, we must do”. Inspiratif sekali bukan ?

Pembicara lain juga menarik. Cuma semangatku sudah mulai kendor, ilmunya aku juga ngga begitu mudheng. Jadi tadi pagi aku datang ke acara simposium dengan santai-santai, cari tempat agak pojok dan buka laptop, dan sempat chatting sebentar. Juga SMS-an dengan beberapa teman. Perasaanku masih sama… lonely, dan sedikit merasa outlayer… Untungnya tidak ada yang tau kalau aku profesor hehe…… dan tidak perlu tahu lah. Eh, ada ding…. ada satu yang tahu… yaitu seorang mahasiswa UPM (Universiti Putra Malaysia). Kebetulan presentasinya satu ruangan denganku, dan ia juga mempelajari senyawa turunan kurkumin, efeknya terhadap penekanan ekspresi gen beberapa sitokin. Jadi ketika Barbeque party kemaren kami bertemu, dan berbasa-basi dan sedikit bertanya tentang penelitianku, ia kemudian minta kartu namaku. Ketika membaca kartu namaku yang sudah tertulis Profesor hehe…. ia sempat sedikit surprised,”…. Wah, you are professor !”…. Aku tersenyum malu-malu. Aku merasa belum apa-apa dibanding Profesor Asma Ismail yang begitu berjaya…..

Second Winner for Oral Presentation
Acara pagi menggelinding lancar. Sampailah pada acara Closing Ceremony. Sebelum penutupan, dibacakan pemenang-pemenang presentasi untuk kategori Poster maupun Oral Presentation. O,ya, sebelum itu, Profesor Cushley dari Inggris sebagai Ketua Dewan Juri menyampaikan sedikit pengantar dan komentar umum mengenai presentasi-presentasi yang sudah disampaikan dan dasar penjuriannya. Intinya sudah bagus-bagus lah…… namun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, misalnya ketepatan waktu presentasi. Kelihatan sepele, tapi penting, yang artinya pemakalah sudah memperhatikan medan kerjanya dan cermat dalam perhitungan.

Aku sudah bersiap-siap membereskan laptopku yang tadi sempat kubuka, sambil mendengarkan pembacaan pemenang. Pertama dibacakan pemenang poster, urutan dari nomer 3 ke nomer 1. Aku tidak begitu perhatian siapa pemenangnya, karena aku juga nggak kenal. Aku malah mencermati pembacanya, yaitu profesor wanita keturunan India, yang kalau ngomong “to” itu jadi “tho”… aduh, agak geli mendengarnya. Kemudian dibacakan pemenang untuk presentasi oral, mulai dari nomer 3. Ketika sampai pada pemenang kedua, kudengar, “the second winner for oral presentation is, ….. Dr. Zullies Ikawati, from Gadjah Mada University, Indonesiaa!!”.

Bruk…..!! Rasanya ada bulan jatuh ke pangkuanku. Aku kaget sekali dan tidak menyangka sama sekali…. sampai gemetar lho hehe……. Gila apa ?! Dan dengan setengah tidak percaya aku maju ke depan, untuk menerima hadiah yang disampaikan oleh profesor Asma Ismail. Ketika kembali ke tempat duduk, aku sudah nggak konsen lagi, bahkan tidak mendengar lagi siapa pemenang pertamanya. Aku masih terkaget-kaget……. Bayangin, paginya aku masih merasakan sebagai outlayer dalam conference ini….. Sudah pula aku ceritakan kemaren dalam postingku bahwa aku lumayan nervous waktu mau presentasi karena persiapannya kurang serius. Selain itu penelitian yang kupresentasikan juga tidak molekuler-molekuler amat. Cukup komplet sih, tapi tidak sangat molekuler. Aku sampai tak habis pikir. Namun tentu aku bersyukur kepada Allah. Alhamdulillah…. Allah begitu baik kepadaku. Terimakasih ya, Allah… atas kejutan yang Kau berikan. Hadiahnya uang tunai 250 ringgit Malaysia…. tak banyak, tapi rasanya itu lho….. seperti melayang-layang.

Pak Cik supir taksi yang baik
Selesai acara penutupan, aku balik ke kamar hotel. Setelah sholat dhuhur, meletakkan tas dan barang lainnya, lalu bersiap-siap pergi lagi untuk pusing-pusing…. cari oleh-oleh hehe… Nggak banyak sih, sekedarnya saja sebagai tanda kasih untuk orang-orang di rumah. Dekat hotel ada Billion Mall. Aku sempat putar-putar lama di sana. Sendirian kaya orang ilang. Barang-barangnya sih sama saja kaya di Indonesia… jadi bingung juga mau beli apa. Maklum, aku tidak ada teman, jadi juga tidak sempat berwisata-wisata ke tempat tourism.

Yah… akhirnya cukuplah beberapa hal sudah terbeli. Yang kurang tinggal satu nih…. titipan boss di rumah. Susah mencari baju muslim pria yang model kaya baju Cina, apalagi yang bermotif naga. Dulu dua tahun lalu aku pernah membelikannya waktu mampir di Kuala Lumpur, dan waktu itu ada guidenya yaitu Sa’ad, orang Malaysia mantan bimbingan skripsiku, yang menemani mencari. Sekarang dia nitip baju serupa. Tapi sekarang di Kota Bharu, Bung !….. sendirian pula. Namun akhirnya demi si tercinta di rumah yang sudah berbaik hati menjaga anak-anak kami selama aku pergi (thanks, dear), aku memutuskan akan pergi ke Kota Bharu (KB) Mall, siapa tau ada di sana. Itu adalah Mall lain lagi, yang katanya Manohara suka belanja ke situ. Kali aja ketemu Manohara hehe….. Berhubung gerimis turun, aku panggil taksi. Pak Hamid bilang, taksi dari hotel ke KB Mall cukup bayar 1 ringgit. Dekat kok.

Jadilah aku naik taksi, minta diantar ke KB Mall. Sopir taksinya ramah sekali. Beliau sudah tua, termasuk taksinya juga hehe…. . Dia menyebut dirinya Pak Cik. Aku bilang kalau aku dari Indonesia, dan belum tahu kemana-mana. Aku tanyakan kalau mau beli baju muslim di mana. Dia bilang, oh di dekat Masjid Negeri saja. “Okelah, saya nak kesana saja, Pak Cik… tak jadi ke KB Mall”. Jadilah kami kesana diiringi hujan yang makin deras. Sampai dekat sana, kebetulan adzan Ashar terdengar. Pak Cik bilang bahwa dia akan sholat dulu di masjid, aku bisa ke toko dekat masjid sana. “Nanti kalau sudah selesai beli-beli, masuk lagi saja ke kereta Pak Cik, akan PakCik antar lagi balik ke hotel.”, begitu usulnya. Okelah…. daripada repot mencari taksi lain, mendingan aku setuju saja dengan usulan Pak Cik. Pak Cik bahkan meminjamiku payungnya untuk ke toko karena hujan cukup deras.

Selama perjalanan pulang ke hotel, sambil menyopir Pak Cik berlagak seperti guide profesional saja….. kulihat ia tulus dan semangat melakukannya. Kami sempat ngobrol juga tentang keluarga, dll. Anaknya empat, ada yang bekerja jual minuman, bekerja di restoran, dll. Setiap sampai di tempat yang menarik, dia ceritakan. Misalnya ketika kami melewati Istana Raja yang lama, tempat bersidangnya raja, Sekolah Raja, dan tempat-tempat lain. Pak Cik suka bercerita… bahkan nama jalanpun ia terangkan. Diejanya dengan semangat, misalnya , “… Ini namanya jalan Telipot… T-E-L-I-P-O-T”. Wah, bener-bener deh…. dapat guide gratis. Beliau juga tulus…… Ketika sampai di hotel, kutanyakan berapa ongkosnya… dia bilang terserah….. Waduh, aku jadi bingung, soalnya kan tidak biasa dengan harga taksi di sana. Kuberi sejumlah uang yang mudah-mudahan cukup, sampai-sampai perlu aku yakinkan apakah tidak kurang aku beri sekian. Ia bilang sudah, terimakasih… kalaupun lebih, anggaplah sebagai imbalan atas guide gratisnya…

Demikianlah, ….. aku merasakan banyak kesan dari Kota Bharu seharian ini. Alhamdulillah…. Sebelum masuk hotel lagi, aku sempatkan cari kedai makanan dan makan agak banyak, untuk cadangan di perut sampai besok pagi hehe….. karena malam ini tak ada lagi yang menyediakan makan, dan besok harus berangkat sebelum shubuh ke Airport untuk kembali ke Jogja.

Sampai ketemu lagi Insya Allah di posting berikutnya dari Yogya….


Aksi

Information

3 responses

9 05 2009
Daril

Assalamualaikum bu,he3 stuju dg komen diatas,ckp mengejutkn tnyt ibu bisa nervous! Mgkn,karakter ibu kali ini spt Joe Sandy di acara the master rcti swktu memecahkn rekor dunia. 1 kata unbelievable!subhanallah!
hidup indonesia!hidup ugm!hidup farmasis!

Jawab:
Ya, saya memang pasti tidak mirip Limbad…😉

6 05 2009
Ridho

Tahniah buat Prof. Zullies…
hehehehee… saya liat Prof. Zullies udah gemeter.. eh, ga taunya sang professor juga masih bisa gemeter hahahaha…….
sekali lagi selamat bu………..

Jawab;
aku masih manusia kok, dik….

4 05 2009
Lutfi Chabib

Selamat ya bu…
Waduh bulannya gede buanget kalo di pangku…
hehehe…
akhirnya bu zullies merasakan gemetar juga jadi pemenang… tapi memang pantas ibu menjadi juara dengan kerjakerasnya selama ini…
kita tunggu lho upload materi presentasinya di blog ini…
Sukses Selalu Prof…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: