My note (2): Farmakogenetik/genomik

3 05 2009

Kawan,
Hari pertama di Kelantan diawali dengan sholat shubuh…. Ya iyalah… kayak gitu kok ditulis…hehe… Eh, tapi ini cukup menarik, soalnya aku sempat mengalami disorientasi waktu di sini, terutama untuk waktu sholat. Kalau dilihat di peta dunia, lokasi Kota Bharu ini berada di 102 derajat bujur timur, dan itu kira-kira hampir sama dengan daerah Sumatra Barat. Tapi, jam di Malaysia satu jam lebih awal dari pada Waktu Indonesia Bagian Barat. Jadi agak sedikit disorientasi, karena di sini adzan shubuh sekitar jam jam 06.00 waktu setempat, dan masih gelap gulita….. sedangkan adzan maghrib pukul 19.20an….. bingung kan?

Suasana pagi dilanjutkan dengan menikmati breakfast di Hotel Renaissance yang cukup menggugah selera. Variasi menunya jauh lebih banyak daripada di Groningen dulu. Ada makanan khas Melayu, ada soto, nasi goreng, dan aneka makanan internasional lainnya. Makanan kesukaanku yaitu scrambled egg di sini namanya “telur hancur” hehe…….

Regional Conference on Molecular Medicine
Setelah menyelesaikan urusan pendaftaran seperti lazimnya suatu conference, aku pun masuk ke Ball Room tempat pelaksanaan acara. Acara dimulai pukul 8.30an. Ini menarik, karena tadi aku sampaikan bahwa ada perbedaan waktu satu jam dengan WIB, walaupun real-nya tidak benar-benar berbeda waktu, karena masih dalam rentang longitude yang sama. Suasana pk 8.30 itu seperti pukul 7.30 di Yogya. Jadi…. orang-orang Malaysia memang bekerja lebih awal dari pada di tempat kita ya?

Conference dipenuhi dengan orang-orang dari beberapa negara, walau yang paling banyak tentu adalah Malaysia. Tapi Malaysia sendiri merupakan negeri multi etnik, yang tersusun dari orang-orang Melayu, India dan China. Jadi tetap saja bertemu dengan manusia-manusia dari berbagai ras dan etnis. Aku sempat sedikit ngantuk tadi pagi hehe…… dasar ngantukan. Mungkin karena sendirian, tak ada teman bercakap…. Paling cuma basa-basi dikit dengan beberapa orang. Oya, selain mengikuti konten dari conference, aku juga sambil mengamati pelaksanaan conference. Soalnya Fakultas Farmasi akan menyelenggarakan international conference juga Insya Allah bulan October nanti, di mana aku menjadi salah satu steering committee-nya. Silakan cek di http://farmasi.ugm.ac.id/issaps. Siapa tau ada ide-ide penyelenggaraan yang menarik yang bisa ditiru hehe…..

Pembicara-pembicara tamunya berkelas dunia. Topik bahasannya sangat advanced dalam bidang molecular medicine, yang aku pun kadang nggak nyandak hehe…… Salah satu yang menarik dan cara menyampaikannya juga cukup jelas untuk ukuran kupingku adalah Professor Bertilsson dari Karolinska Institutet, Swedia. Mendengar nama Karolinska Institute saja rasanya udah terkesan……. soalnya lembaga ini sangat bergengsi untuk urusan ilmiah dan telah banyak menghasilkan pemenang Nobel. Prof Bertilsson menjelaskan dengan pelan dan jelas (kalau listening pada test TOEFL seperti ini, TOEFL-ku bisa 600 lebih nih hehe…..) mengenai “Pharmacogenetic/genomic of Drug Disposition: Clinical Importance and Interethnic Differences”…..
Judulnya kelihatan berat, tapi sebenarnya ini adalah hal yang ada dalam dunia kita sehari-hari. Yang intinya adalah…. bahwa adanya perbedaan secara genetik pada satu orang dengan orang lain, atau satu etnis dengan etnis lain, dapat membawa konsekuensi terhadap perbedaan efek suatu obat. Itu kan sering kita jumpai……. “Mengapa sih orang tertentu sembuh dengan satu pengobatan tertentu, dan orang lain tidak, padahal mereka meminum obat yang sama?. Mengapa sih satu orang tertentu mendapatkan efek samping tertentu, sedangkan orang lain tidak, untuk penggunaan obat yang sama?” Hal ini pernah aku postingkan somewhere di blog ini,… tapi aku coba ulangi lagi sedikit.
Yah, jawabannya sih… itu kehendak Allah hehe….. Tapi kalau mau mencoba menggali salah satu ilmu Allah yang terhampar luas itu ya salah satunya dengan melihat dari sisi farmakogenetik/genomik tadi. Bagaimana itu bisa dijelaskan?
Salah satunya adalah adanya fakta perbedaan antar etnis/orang mengenai aktivitas enzim pemetabolisme obat yang namanya CYP (cytochrome P450), yang memiliki banyak subtipe. Prof Bertilsson memaparkan salah satu hasil penelitian, di mana 20 orang sukarelawan sehat diminta meminum suatu obat dengan dosis yang sama, beberapa jam kemudian kadar obat darah subyek tersebut diukur. Ternyata ? Kadar obat dalam darah pada sukarelawan sehat itu terdapat dalam rentang yang sangat luas…. dari yang sangat kecil hampir tidak terdeteksi, sampai yang cukup besar. Apa artinya ? Artinya, dengan dosis obat yang sama, kadar obat dalam darah seseorang bisa jadi berbeda-beda. Padahal kadar obat dalam darah itulah yang menentukan efek obat dalam tubuh. Jika kadarnya terlalu kecil, bagaimana ia bisa berefek? Sedangkan jika terlalu besar… mungkin akan menyebabkan efek toksik yang tidak diinginkan.
Mengapa itu bisa terjadi? Ternyata pada orang-orang yang kadar obatnya sangat kecil tadi, enzim pemetabolismenya sangat aktif, sehingga obat segera dimetabolisme dan dikeluarkan dari tubuh. Hal sebaliknya terjadi pada orang-orang yang kadar obat dalam darahnya tinggi. Metabolismenya lambat. Jika dirunut lagi satu step ke belakang, hal ini karena pada orang-orang tersebut terjadi perbedaan pada gen tertentu. Sebagian karena mereka memiliki gen yang mengkode enzim CYP dengan subtipe berbeda, yang beraksi secara berbeda. Sebagian lagi disebabkan karena gen yang mengkode enzim CYP mengalami semacam duplikasi atau multiplikasi, sehingga jumlah enzimnya jadi banyak dan aktivitasnya besar. Sedangkan pada orang lain tidak terjadi duplikasi atau multiplikasi ini, sehingga enzimnya tidak banyak, dan aktivitas metabolisme kecil. Kenapa terjadi duplikasi atau multiplikasi gen pada orang atau etnis tertentu? Wallahu a’lam…. Ini memerlukan penjelasan lain yang perlu ilmu lebih tinggi…..
Welcome Dinner
Acara hari pertama selesai jam 18.30an… tapi aku tadi pulang duluan ke kamar hotel hehe…. menyelesaikan membuat powerpoint yang akan dipresentasikan hari kedua. Payah deh…. mau berangkat presentasi kok powerpoint-nya belum disiapkan.
Malamnya diselenggarakan welcome dinner di Ball Room. Dinner di Malaysia tidak seperti di tempat kita, yang umumnya prasmanan. Di sini, para tamu duduk di kursi-kursi yang sudah disediakan, mengitari satu meja bulat. Satu meja berisi 10 kursi. Pengen tahu makanannya? Ada DELAPAN macam hidangan yang disajikan satu persatu.. Pertama, yang datang semacam makanan pembuka. Isinya ada 4 jenis snack, ada semacam lumpia, udang bungkus, rolade, dan satu lagi aku tak tau namanya. Kedua, datang sup sirip ikan hiu dengan suwiran daging kepiting. Hmm… Ketiga, datanglah ayam panggang dengan Chinese sauce. Itu nggak pake nasi lho….. jadi ya dimakan seperti makan snack. Keempat, datang ikan goreng tepung. Ikannya besar, dan dagingnya sudah dipotong-potong. Duh, sudah mulai kenyang nih…… Kelima, udang goreng dengan saus. Keenam, suatu sayuran namanya Brasica apalah gitu, aku nggak begitu doyan. Ketujuh, baru datang nasi goreng bercampur irisan ayam. Waduh…. sampe sini perutku sudah penuh. Aku hanya mengambil sedikit untuk mencicipi. Ke delapan, dessert, hidangan penutup, semacam es campur dengan beberapa buah yang aku agak asing melihatnya. Duuh… kenyang banget. Agak menyesal juga membiarkan diriku makan terlalu banyak…. karena konsekuensinya beberapa hari ke depan mesti diit nih…. biar badan tidak terlalu mekar. Selain makan, acara dinner diisi dengan berbagai pertunjukkan khas Kelantan, yang ditampilkan oleh suatu lembaga turis Kelantan. Ada tari-tarian dan nyanyian. Cukup menarik juga. Acara berakhir jam 22an waktu setempat.

Well, acara hari pertama selesai. Aku pun tidur pulas untuk menyambut hari kedua….

Iklan

Aksi

Information

6 responses

20 02 2012
Lina Nurfadhila

Prof, saya sangat kagum dengan anda, semoga saya bisa mengikuti jejaknya.
terima kasih telah memberi banyak pencerahan dan telah sangat mengharumkan farmasis indonesia 😀

1 02 2010
ita dwi aini

assalamualaikum ibu…
masih ingat ita kan? buk kapan2 tulis tentang kiat2 kepemimpinan ibu donk, soalnya ita lagi butuh bgt nih bu…dengan senang hati ita akan mendengarkan…makasih ya bu sebelumnya

Jawab:
Wah, aku ngga bakat memimpin, Ita… jadi tidak punya kita-kiat….

19 05 2009
chynthia

heee……iy bu nyambung,,,,,

terima kasih atas penjelasanya…..boleh y bu kalau lain kali sharing lagy….

17 05 2009
chynthia

Assalamu’alikum ibu. . . .
saya salah satu mahasiswa ibu tapi kita belum pernah bertemu dalam satu kelas,,,,
saya hanya mendengar cerita mengenai ibu dari teman2 dikampus, , , ,ibu terkenal banget c. . . .heeee
maaf bu, dalam kesempatan ini saya ingin menanyakan dan mungkin ibu bisa membantu. . . .
mengenai farmakogenetik dan farmakogenomik ada keterkaitan yang bagaimana kah dengan farmakokinetik bu.. ..
sebelumnya terima kasih,,,

Jawab:
Dear Chynthia… hubungan farmakogenetik/genomik dengan farmakokinetik baik-baik saja hehe… Farmakokinetik adalah nasib obat dalam tubuh, yakni mengalami proses ADME (absoprsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi). Hasil dari proses ini adalah bioavailabilitas obat, yang pada gilirannya akan mempengaruhi efek obat. Tapi faktanya, walaupun seseorang menggunakan obat sama, dengan dosis sama, cara pemberian sama, kadang efeknya bisa berbeda. Mengapa? ternyata proses ADME yang dialami obat tersebut tidak sama, karena adanya perbedaan genetik pasien. Perbedaan efek obat pada seseorang yang diakibatkan karena perbedaan genetik inilah yang dipelajari dalam farmakogenetik/genomik. Nyambung kan?
Begitu saja, semoga bermanfaat.

3 05 2009
hidayat

tiap hari pasti syaa buka blognya ibu, dan tiap saya buka saya seperti menemukan luapan ilmu yang maha dashyat. makasih bu,

Jawab:
Ah… Anda terlalu berlebihan. Tapi saya bersyukur jika Anda bisa mendapatkan manfaatnya..

3 05 2009
daril

Assalamualaikum ibu..
Tulisan ibu unik, saya seperti sedang menonton pak Bondan yang ma’nyus yang dikombinasi dengan penuturan ilmiah ala dosen.. kaya rasa.

Jawab:
hehe…. mas Daril ini lucu, kemaren dibilang seperti JK Rowling, sekarang seperti Pak Bondan, besok siapa lagi ya…? 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: