My note (1): Berangkat ke Kelantan

2 05 2009

Kawan,
Kali ini aku akan menuliskan catatan perjalananku ke Kelantan, untuk mengikuti Regional Conference on Molecular Medicine, tepatnya di Kota Bharu. Wah, agak heboh juga … soalnya bersamaan dengan persiapanku pergi ke Kelantan, kasus Manohara lagi rame-ramenya di infotainment. Manohara adalah model Indonesia yang menikah dengan anak Sultan Kelantan, dan dilaporkan ibunya bahwa dia diculik dan mengalami KDRT. Jadi ketika kutulis status dalam Face Book-ku ttg rencana kepergiaanku ke Kelantan, banyak yang titip salam hehe…..

Keberangkatan
Alhamdulillah, akhirnya pesawat Malaysian Airlines yang membawaku dari Jogja sampai juga di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) pukul 15.15 waktu setempat. KLIA lumayan besar, aku harus berjalan lumayan jauh dari tempat kedatangan menuju tempat keberangkatan domestik. Dan kali ini aku berangkat sendirian, tidak seperti waktu ke Belanda bulan lalu yang berombongan. Sempat lingak-linguk juga pada awalnya untuk mencari tempat untuk penerbangan domestik… Petugas di Information Service terkesan agak cuek melayani customer, malah sibuk omong sendiri walaupun aku sudah berdiri di depannya. Uff…!

Pertama kali sampai, yang pertama kulakukan adalah memastikan ada tidak sambungan telepon. Aku bawa dua nomor, Matrix dan XL Bebas. Untunglah nomer XL-ku langsung otomatis searching dan bisa connected. Sedangkan nomor yang Matrix lupa belum aku buka utk international connection, sehingga tidak bisa dipakai. Setelah berkabar sedikit ke rumah bahwa aku sudah sampai KL, aku mulai mencari tempat untuk penerbangan domestik. Setelah urusan imigrasi selesai, aku menuju gate untuk pelepasan domestik. Santai aja, soalnya pesawat ke Kelantan dijadwalkan jam 18.25. Aku mesti transit sekitar 3 jam-an. Setelah sholat di surau bandara, aku duduk manis saja… pencet-pencet HP, SMS ke rumah, buka laptop, tulis-tulis sedikit…
Alhamdulillah, keadaan rumah baik-baik saja. Aku sempat agak kuatir, karena malam sebelum berangkat, Dhika sempat sedikit demam dan batuk…. Paginya juga masih sedikit rewel, bahkan minta ikut ngantar ke Bandara. Maafkan ibu, sayang…..

Hm… pergi sendirian agak nglangut juga. Tapi untungnya nggak terlalu jauh, dan komunikasi gampang sekarang, jadi tidak terasa jauh dari keluarga di rumah…. Pokoke enjoy ajaa…. kaya iklan rokok. Aku teringat, pernah juga aku berangkat sendirian tahun 2005… Waduuh, it was terrible time…..!! Waktu itu aku mesti ke Jepang selama sebulan, diundang Sensei (profesor)ku untuk semacam collaboration research di sana, di lab tempat aku dulu belajar. Aku ingat betul, waktu itu bulan Maret 2005, hanya selang dua bulan dari aku pulang haji. Hanisa, anakku yang kedua waktu itu baru 2,5 tahun. Ninggalin anak 40 hari waktu haji sudah lumayan berat, terus pergi lagi sebulan.. huu hu… Waktu pesawat Garuda membawaku ke Denpasar, aku masih bisa senyum-senyum melambaikan tangan. Sampai Denpasar masih bisa SMS-an dengan suami. Tapi waktu pesawat Garuda yang lain membawaku ke Osaka, waduh…. di pesawat aku mrebes mili….. di hatiku seperti ada lubang kosong menganga… Apalagi di pesawat kan gak boleh pake HP. Duh, sedih banget deh…. Sampai-sampai aku bertanya pada diriku sendiri: “ Apa sih yang kamu cari, Jeng? ……. jauh-jauh meninggalkan rumah dan keluarga?”… Butuh beberapa hari untuk bisa hidup normal dan beradaptasi dengan kehidupan di sana. Apalagi di sana juga tinggal sendiri di guest house universitas.

Sampai di Kota Bharu
Ternyata di Malaysia ada juga pesawat terlambat. Pesawat yang mestinya membawaku ke Kota Bharu pukul 18.25 delayed sampai pk 18.45, karena memang terlambat datang dari Kuching. Well, no problem.…. dinikmati saja. Sampai Kota Bharu jam 19.50an, alhamdulillah, dijemput keluarga Pak Hamid. Pak Hamid ini adalah sedikit dari ilmuwan (doktor) Indonesia yang berjaya di negeri orang, yang sayangnya malah tidak “dipakai” di negeri sendiri. Sehingga beliau malah merantau ke Amerika, dan sekarang bekerja di Universiti Sains Malaysia. Walau lebih banyak berkomunikasi lewat e-mail, YM, atau Face book, dan cuma pernah bertemu sekali di Yogya, aku merasa lega juga punya teman di sini, sesama Indonesia.
Sepanjang perjalanan dari Bandara ke Hotel, kami berbincang-bincang. Aku sempat tanya pada istri pak Hamid,.. seperti apa kabar Manohara di sini hehe…. soalnya di Indonesia ramai sekali berita tentangnya. Dia bilang, di sini adem ayem saja…. tak ada pemberitaan macam-macam tentang Manohara. Kerajaan cenderung menutupi berita-berita tentang Manohara, dan lebih banyak ditampilkan yang baik-baik saja…

Kota Bharu sendiri tidak begitu besar. Tak lebih besar dari Yogya, walaupun merupakan ibukota Kerajaan. Sebelum kesini, aku sempat dipesan oleh teman Malaysia yang dulu bimbingan skripsiku di UGM, bahwa kalau di Kota Bharu, jangan lupa mampir ke Pasar Siti Khadijah. Ketika kutanyakan hal itu pada Bu Hamid, dia bilang….. alah, itu cuma pasar biasa saja. Di Indonesia banyak hehe…. Tapi memang itulah kehebatan Malaysia, ia pandai mempromosikan dirinya ke dunia, pandai “menjual diri”. Padahal yang dijualnya mungkin barang biasa-biasa saja, dan di Indonesia banyak yang lebih bagus…. Wisatawan mancanegara merasa lebih secure jalan-jalan ke Malaysia daripada ke Indonesia…. Duh, sedih deh…. rasa keIndonesiaanku membuatku prihatin memandang negeriku. Waktu bulan Maret lalu aku ke Belanda dan melihat banyak hal-hal canggih, aku maklum… bayangkan, pada tahun 1500an saja mereka sudah melangkah jauh, bahkan sampai ke negri kita. Jadi maklum kalau mereka jauh lebih maju. Tapi Malaysia kan lebih muda dari negara kita?…. Please dong…..!!

Hm, … masuk hotel Renaissance yang berbintang lima membuatku seperti rusa masuk kampung hehe….. Maklum, … ngga biasa tinggal di hotel bintang lima. Semula aku mau cari hotel yang lebih murah hehe…. tapi ternyata kata Pak Hamid sudah fully-booked. Ya sudah, … tapi aku merasa beruntung juga memutuskan untuk tinggal di sini, karena conference-nya diselenggarakan di hotel ini, jadi aku tidak perlu repot dengan transportasi. Juga kalau mau perlu apa-apa gampang, misalnya sholat, atau istirahat sekejap. Setelah mandi, sholat, dll, aku segera istirahat. Uaah….capek juga setengah hari di jalan.

Waktu pertama tiba di hotel, Pak Hamid bilang bahwa Pangeran Kelantan sedang makan malam di hotel ini, tapi itu putra raja yang lain, bukan suami Manohara.
Jadi yah….. buat teman-teman yang sudah titip salam, maaf nih belum sempat aku sampaikan, karena belum sempat ketemu hehe……
Cerita tentang hari pertama di Kelantan akan ku postingkan kemudian……


Aksi

Information

5 responses

29 05 2009
menik

Sukses selalu Mbak Zullies yang selalu ‘enjoying n happy’ dengan pekerjaan
Ceritanya inspiratif untuk tidak mudah menyerah kalau harus meninggalkan keluarga dalam waktu lama untuk kemajuan Indonesia ..
Soalnya pengalaman pribadi baru rencana aja udah nelangsa duluan

Jawab:
hehe… sebenarnya sedih juga, dik…. tapi lama-lama jadi lebih tahan mental.. Yang penting ada dukungan keluarga (suami dan anak-anak). Thanks for my dear husband for the suppport..😉

5 05 2009
nadyaveron

Ketemu Manohara gak,Bu? Hehehe

Jawab:
Nggak sempat nengok Manohara…. tapi kalau berita dari sana sih Manohara baik-baik saja…;)

3 05 2009
abahguru

Salam kenal bu…
Mohon sumbangan materi download buat blog saya…
Wah… cerita2 nya cukup menyentuh nih………

Jawab:
Salam kenal kembali. Silakan saja download kalau ada yang menarik…

2 05 2009
Lutfi Chabib

Thakyu Prof atas cerita part 1 nya di kelantan, kami semua menunggu postingan cerita selanjutnya dengan agenda2 yg diikuti disana.
Cerita pembukanya dikelantan masih ada satu kata yang kurang; “menangis bombay” saat meninggalkan putranya 40 hari. hehehe…
Sukses selalu bu Zullies…

2 05 2009
sarmoko

Semangat bu. Hidup Indonesia !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: