Vitamin C, mengurangi risiko gout pada pria

9 04 2009

Halo semua,

Sudah mencontreng hari ini? Posting di hari percontrengan ini nggak ada hubungannya dengan urusan contreng-mencontreng.. Tapi kalau sendi-sendi tangan terasa linu karena gout, bisa-bisa salah mencontreng lho. Nggak ada hubungannya kan? Hehe……

Apa itu gout?

Di posting lain dalam blog ini pernah dikupas sedikit tentang gout dan pengobatannya. Gout adalah gangguan/radang sendi yang disebabkan karena tingginya kadar asam urat dalam darah akibat adanya gangguan metabolisme asam urat. Akibatnya, terbentuk kristal-kristal urat yang membuat sendi-sendi jadi linu dan neyeri. Gout lebih banyak terjadi pada pria di atas usia 40 tahun. Nah, buat yang belum terkena gout, terutama para pria, ada berita bagus nih….. Sebuah publikasi pada jurnal Archives of Internal Medicine 2009, Volume 169, Issue 5, hal 502-507, melaporkan bahwa setiap peningkatan 500 mg asupan Vit C, akan menurunkan risiko terjadinya gout pada pria sebesar 17%. Dan untuk pria yang asupan Vit Cnya sedikitnya 1500 mg/hari, risiko terjadinya gout berkurang sampai 45%. Fakta terakhir ini diperoleh dari sebuah studi prospektif yang dilakukan peneliti dari Boston University School of Medicine. Dan menurut ketua tim penelitinya, Hyon Choi, studi ini merupakan fakta prospektif pertama yang menggambarkan hubungan terbalik antara asupan Vitamin C dengan risiko terjadinya gout.

Studi secara detail

Choi dan timnya mengevaluasi intake vitamin C, baik yang berasal dari makanan maupun suplemen, pada 46.994 orang pria menggunakan kuesioner dengan interval 4 tahun, antara tahun 1986 sampai 2006. Selama studi yang memakan waktu 20 tahun tersebut, dijumpai sebanyak 1317 kasus gout. Tim peneliti ini mengkalkulasi bahwa, dibandingkan dengan pria yang asupan vitamin C-nya kurang dari 250 mg/hari, pria yang asupan Vitamin Cnya antara 500-999 mg ternyata risiko terjadinya gout berkurang 17%. Pada pria dengan asupan Vitamin C antara 1000-1499 mg/hari, risiko goutnya berkurang sampai 34 %. Sedangkan mereka yang minum Vitamin C lebih dari 1500 mg/hari, risiko goutnya berkurang lagi sampai 45%.

Bagaimana mekanismenya?

Bagaimana caranya Vitamin C bisa mencegah kejadian gout ? Tim Peneliti menyatakan bahwa vitamin C bisa mengurangi kadar asam urat dalam darah, sehingga mengurangi terbentuknya kristal urat. Hal ini karena vitamin C bersifat urikosurik, yaitu menghambat reabsorpsi asam urat oleh ginjal, sehingga meningkatkan kecepatan kerja ginjal mengekresikan asam urat melalui urin. Selain itu juga memproteksi terhadap peradangan, yang mana semua ini mengurangi risiko terjadinya gout. Efek vitamin C dalam mengurangi kadar asam urat serum juga telah banyak dipublikasikan oleh peneliti lainnya.

Penutup

Namun perlu dicatat bahwa dosis tertinggi yang masih dapat ditoleransi dengan aman oleh tubuh adalah sekitar 2000 mg/hari. Apalagi buat mereka yang memiliki riwayat gangguan lambung, vitamin C yang asam mungkin dapat menyebabkan terpicunya gangguan lambung. Untuk itu bisa dipilih vitamin C dalam bentuk ester yang tidak asam dan aman bagi lambung.

Jadi, boleh dicoba, tapi jangan lupa mempertimbangkan kondisi tubuh Anda.

Demikian, semoga bermanfaat.

 Source:

Archives of Internal Medicine 2009, Volume 169, Issue 5, Pages 502-507
“Vitamin C Intake and the Risk of Gout in Men: A Prospective Study”
Authors: H.K. Choi, X. Gao, G. Curhan

Aksi

Information

3 responses

13 02 2015
Krim Pemutih Ester Amankah | Tips Perawatan Badan

[…] Vitamin C, mengurangi risiko gout pada pria | Zullies … – Makasih bu infonya… Tapi ada yang bingung ni…meningkatkan efek reabsorpsi koq malah mengurangi kadar asam urat darah ya ? Vitamin C dosis tinggi apa ga …… […]

12 04 2009
daril rahmaullah

Kajian yang menarik bu, sekalian menanyakan, bu Harlina menceritakan bahwa penggunaan allopurinol bersama dengan vit c dosis tinggi (>500-1000 mg/hr) bisa menginduksi pembentukan kristal di ginjal (tidak jelas apakah kristalisasi asam urat atau komponen/metabolit allo?? maaf bu tidak mengklarifikasi ke beliau sumbernya. Soalnya seringkali saya mengkonselingkan statement beliau ke pasien sebagai warning… Bagaimna ya bu? Terma Kasih

Jawab:
Halo, Daril… saya coba ulas lagi tentang Vit C dengan batu ginjal pada posting hari ini. Mudah-mudahan menambah informasi

11 04 2009
yennihartati

Makasih bu infonya…
Tapi ada yang bingung ni…meningkatkan efek reabsorpsi koq malah mengurangi kadar asam urat darah ya ?
Vitamin C dosis tinggi apa ga berbahaya juga buat ginjal ?
Terima kasih

Jawab:
trims masukannya, Mbak. Maksudnya memang Vitamin C itu bersifat urikosurik, jadi meningkatkan ekskresi asam urat melalui ginjal. Nanti saya koreksi kalimatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: