Catatan perjalanan (4): Farmasi di Belanda

25 03 2009

 

Dear kawan,

 

Satu malam lagi telah berlalu. Malam selalu terasa berjalan terlalu lambat di sini. Memang, pada bulan Maret seperti ini, matahari berada di selatan khatulistiwa, sehingga malam di bagian utara khatulistiwa menjadi lebih lama. Matahari terbit pada pukul 6.35.

 

Hari ini kami dijadwalkan menjumpai Head of Pharmacy Department di University Medical Center Groningen (UMCG). Beberapa pertanyaan mengenai pelayanan kefarmasian kami tanyakan pada beliau. Hm… pelayanan kefarmasian di Belanda mirip seperti yang kita jalankan sekarang. Artinya, tidak terlalu banyak berhubungan langsung dengan pasien. Bayangkan dengan jumlah bed sebesar 1044 bed di UMCG, hanya ada 10 hospital pharmacists. Dan mirip dengan kita, farmasis di Belanda dibantu juga oleh sekian banyak asisten apoteker. Ya, tentu saja mirip….. karena kan sistem kita banyak mengadopsi atau merupakan warisan jaman Belanda dulu, termasuk istilah apotek dan apoteker.

Namun jangan dianggap apoteker di Belanda tidak memantau pasien. They do in different system, katanya, jika dibandingkan dengan system di Amerika atau Inggris, di mana farmasis have more direct contact with the patients. Apoteker di Belanda bahkan tidak memberikan pelayanan informasi obat mapun konseling langsung kepada pasien, tetapi lebih banyak menyediakan informasi yang mungkin dapat dimanfaatkan oleh nurse atau physician untuk memberikan informasi kepada pasien.

Mereka memang tidak banyak berkomunikasi langsung dengan pasien, tetapi, ….. dengan sistem teknologi informasi yang sudah canggih, mereka bisa langsung mendapat akses terhadap electronic health record sesuai kebutuhan. Resep dokter ditulis melalui komputer dan akan dikirim kepada farmasis di Instalasi melalui sistem IT, yang kemudian mereka bisa mereview peresepan, dan bisa memberikan saran atau intervensi jika diperlukan. Selain itu, mereka juga melakukan pemantauan kadar obat dalam darah (therapeutic drug monitoring/TDM), baik atas perintah dokter, ataupun berdasarkan prioritas pasien yang membutuhkan.

 

Yang menarik, mereka memiliki fasilitas produksi obat yang memenuhi standar GMP (Good Manufacturing Practice), baik untuk produksi steril maupun non steril. Mereka cukup banyak memproduksi obat, terutama yang digunakan untuk uji klinik, serta yang persyaratan khusus (dosis, bentuk sediaan, dll).  Laboratoriumnya? Jangan ditanya deh…… Mereka memiliki lab terbesar di seluruh Belanda untuk suatu Instalasi Farmasi Rumah Sakit, yang digunakan untuk melakukan uji kualitas produksinya, maupun untuk TDM dan pemeriksaan intoksikasi suatu senyawa.

 

Nah, pelayanan kefarmasian kita is still growing, menuju tahap yang lebih baik, I hope. Kita tidak harus mengacu pada Belanda, tapi nampaknya akan lebih banyak “berkiblat” pada Amerika atau Australia/Inggris. Namun demikian, tentu kita tidak boleh meninggalkan ciri keIndonesiaan. Seperti apa, mari kita upayakan bersama.

 

Kembali ke suasana Groningen….. hari ini Groningen diwarnai dengan hujan rintik-rintik di pagi hari sampai siang harinya. Pagi tadi sebelum ke UMCG, kami sempat berjalan menembus rintik hujan mencari toko yang menjual souvenir universitas Groningen. Tidak banyak benda bagus di sana. Pulangnya naik taksi, dan sopir taksinya berbaik hati mengantarkan kami ke bagian menarik dari Groningen, yaitu sebuah daerah dengan bangunan-bangunan tua, yang dulu sempat selamat dari Perang Dunia. Wah, berada di sana seperti terlempar ke sebuah waktu di masa lampau hehe……  dengan bangunan-bangunan tua yang masih awet hingga sekarang. Yang menarik lagi, aku menemukan banyak kata-kata yang tidak asing ditelinga kita sehari-hari…. seperti : Gratis…, Kamer (= kamar), dan de Brug (=jembatan).

 

Oke, sekian dulu catatan hari ini. Aku mau siap-siap untuk menghadiri undangan dinner dulu ya…..

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: