Catatan perjalanan (3): Grote Markt

24 03 2009

Dear kawan,

Hari efektif kedua di Groningen diawali dengan breakfast di hotel. Kali ini kami minta driver menjemput lebih awal, karena salah seorang teman perlu beli sepatu. Sepatunya menjadi korban dingin dan keringnya cuaca, sampai-sampai solnya hampir lepas. Aku mengontak liaison officer menanyakan di mana sebaiknya kami berhenti, dan ia bilang di Grote Markt, di pusat kota.

Kami sampai di Grote Markt pukul 08.45. Di Grote Markt ada gereja Martini tua dengan menaranya yang khas. Kami diturunkan di dekat situ, dan nanti akan dijemput lagi jam 9.30an, karena akan kembali beraktivitas di UMCG.

Cuaca sangat dingin, dan sialnya….. belum satupun toko buka di sekitar situ. Di Groningen, dan sebagian besar daerah lain di Belanda, toko umumnya buka pukul 9 atau 9.30, dan tutup jam 18 sore. Bahkan hari Senin, toko biasanya buka pukul 11 siang. Wah, jan.. kok ora niat temen le dodolan…. !!

Akhirnya kami cuma berjalan-jalan di sekitar situ. Kebetulan di dekat situ ada satu area luas dan ada beberapa tenda-tenda yang berjualan beberapa macam jenis jualan, seperti tas, kain, baju-baju. Tapi aku cuma lihat-lihat saja, karena harganya lumayan mahal, dan tak ada yang sesuai selera.

rumah-khas-belandaRumah khas Belanda

 

Groningen adalah kota kecil di bagian utara Belanda dengan jumlah penduduk sekitar 180 ribu jiwa. Rumah-rumahnya khas dengan warna batu-bata merah yang berjajar teratur, dan di bagian tertentu kota ada kanal yang dilewati kapal-kapal. Jalan di sini sempit-sempit, dan tidak terlalu ramai. Masih banyak lahan kosong yang ditumbuhi pohon-pohon. Tadi kulihat ada pohon tulip pendek-pendek berwarna ungu dan putih mulai bermekaran, cantik sekali. Di dekat universitas, kendaraan utama adalah sepeda, selain ada bis umum serta mobil pribadi. Oya, orang Groningen ini tinggi-tinggi. Tadi aku berada di dalam lift dengan seorang Belanda, yang aku hanya setinggi pusarnya hehe…. Kata seorang teman yang sudah dua tahun studi di Groningen, orang Groningen ini memang yang paling tinggi di Belanda, jika dibandingkan dengan orang-orang dari kota-kota lainnya seperti Amsterdam atau Maastrich.

 

Well, kembali ke laptop hehe…. . Tanpa mendapatkan apapun, jam 9.30 kami dijemput lagi oleh driver, untuk dibawa ke UMCG. Acara diisi dengan diskusi-diskusi, dan kami mendapat kesempatan bertemu dengan Director of Medical Affair UMCG untuk menanyakan berbagai hal tentang pengelolaan hospital. Setelah diskusi-diskusi lagi, kami dijemput pukul 16.30an. Sebelumnya, kami sudah janjian dengan liaison officer bahwa kami pengen jalan-jalan dulu sebelum pulang ke hotel, mumpung toko-toko belum tutup. Jadilah kami kembali menyusuri Grote Markt, dengan waktu yang lebih leluasa. Cuaca dingin masih menemani… tapi semangat belanja mengalahkan rasa dingin yang ada hehe …. Tidak sempat bela-beli banyak karena waktunya terbatas, tapi lumayanlah…. sudah dapat sedikit buah tangan untuk yang di rumah.

 

Sampai ke hotel sudah pukul 6.30an sore. Setelah bersih-bersih badan dan hitung-hitung belanjaan ….. aku mulai membuat soal untuk UTS minggu depan untuk kukirim ke Indonesia, dan tulisan ini…..

Demikianlah catatanku perjalananku hari ini…


Aksi

Information

One response

25 03 2009
ulfa nauli

salam kenal. bu, kira2 kul. MFK UGM biaya nya berapa? mksh

Jawab:
sekitar 30 juta mbak. Silakan telp ke 0274-553110 untuk informasi lebih lanjut. Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: